Indonesia Negeri Sejuta Bencana
OPINI
Oleh Mardiyah
Aktivis Muslimah
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Bencana demi bencana susul menyusul menyapa negeri kita tercinta. Belum usai suasana duka Sumatra, Jakarta, Bekasi, Karawang diterjang banjir. Menyusul kemudian banjir melanda kota dan kabupaten Cirebon. Berikutnya tanah longsor di Desa Pasirlangu kecamatan Cisarua Kabupatén Bandung Barat memakan banyak korban. Hari Minggu (1/2/2026) memasuki hari kesembilan, 70 korban sudah ditemukan. Sementara itu petugas tim SAR gabungan berjibaku untuk menemukan 10 korban yang dinyatakan hilang (inews.id, 1/2/2026).
Kondisi ini memperkuat julukan "Indonesia negeri sejuta bencana".
BNPB merilis data yang diamati di rentang tanggal 1-25 Januari 2026, telah terjadi 128 kali banjir di 89 kabupaten/kota (23 provinsi).Telah terjadi 15 kali tanah longsor, dengan 53 korban jiwa dan 2 orang hilang, ratusan rumah rusak/terendam. Kejadian ini terjadi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Masih segar dalam ingatan kita kejadian banjir galodo di Sumatra barat, Sumatra Utara dan Aceh.
Bencana banjir dan longsor yang tersebar merata di wilayah Indonesia adalah alarm keras bahwa tata kelola hutan/sistem ekologis kita bermasalah.
Alam yang terdiri dari gunung, laut, sungai, danau, pertambangan termasuk hutan adalah modal yang diberikan Tuhan untuk kehidupan manusia. Namun manusia berbuat serakah sehingga mengubah keseimbangan alam dan menghadirkan bencana.
Kapitalisme Sumber Kerusakan
Bencana yang terjadi bukan semata-mata karena cuaca ekstrem, tetapi dipicu juga oleh tata kelola alam yang salah. Kapitalisme mengizinkan para pemilik modal untuk melakukan pembalakan hutan. Tanaman kayu di hutan yang punya peran penting dalam menyerap air ketika hujan jadi hilang karena alih fungsi lahan. Sehingga terjadi tanah longsor dan banjir ketika cuaca ekstrim.
Pemerintah diharapkan dapat menangani masalah bencana yang berulang kali terjadi dengan cepat tanggap. Namun sayangnya tata kelola alam maupun tata kelola ruang hidup yang dilakukan pemerintah tidak mendukung ke arah itu. Hal ini terjadi karena penerapan kapitalisme yang merugikan di negeri ini. Kepentingan Oligarki lebih diperhatikan oleh pemerintah dari pada kepentingan masyarakat luas.
Beberapa keburukan kapitalisme yang mempengaruhi kehidupan masyarakat:
1. Ketimpangan Ekonomi. Kapitalisme dapat memperlebar kesenjangan antara si kaya dan si miskin, karena fokus pada akumulasi kekayaan individu;
2. Eksploitasi Sumber Daya. Kapitalisme sering mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial jangka panjang
3. "Prioritas Profit". Keuntungan ekonomi seringkali lebih diprioritaskan daripada kesejahteraan sosial dan lingkungan masyarakat;
4. Komodifikasi Kehidupan. Hal-hal yang seharusnya menjadi hak dasar, seperti air, kesehatan, dan pendidikan, bisa menjadi komoditas yang hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu membayar;
5. Ketidakstabilan Ekonomi. Kapitalisme dapat mengalami siklus boom dan bust yang mempengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat.
Solusi Islam
Islam adalah agama yang sempurna. Islam adalah ideologi yang sempurna. Datang dari Zat yang Maha Sempurna, Allah Swt. untuk dijadikan pedoman dalam mengelola bumi yang Allah amanahkan kepada manusia. Karena manusia adalah Kholifah (wakil Allah di bumi).
Dalam pandangan Islam sungai, bukit, lembah, hutan, tambang, dan seluruh sumber daya alam merupakan harta milik umum (milkiyah amah). Pengelolaannya harus dilakukan oleh negara dan hasilnya didistribusikan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Milkiyah amah haram hukumnya dikelola oleh swasta. Aturan seperti ini hanya dimiliki oleh ideologi Islam.
Alam dengan semua sumber daya alam adalah fasilitas yang diberikan Tuhan untuk bekal manusia hidup di bumi. Pengelolaannya harus dilakukan sesuai syariat Islam. Tata kelola sumber daya alam yang menafikan syariah Islam merupakan sumber bencana. Terbukti saat ini terjadi bencana dimana-mana karena tata kelola SDA menggunakan aturan kapitalisme.
Manusia sebagai Kholifah fil Ardi (wakil Allah di muka bumi), memiliki tugas mengelola bumi sesuai syariat-Nya. Bukan dengan aturan yang lain, harus dengan syariat Islam. Dengan syariat Islam sistem ekologis alam menjadi seimbang. Kehidupan manusia menjadi tentram, tanpa dihantui ancaman bencana ekologis ketika cuaca ekstrim.
Allah berfirman :"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah hendak merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar". (QS. Al-Rum ayat 41)
Hari ini kita menyaksikan bencana merata di setiap daerah ada banjir, tanah longsor maupun gempa bumi. Penyebabnya adalah manusia berpaling aturan Allah. Maka untuk menyelamatkan manusia dari berbagai bencana ekologis harus ada upaya perubahan aturan pengelolaan alam. Dari aturan yang membawa bencana (ideologi kapitalisme), ke aturan yang mampu menyeimbangkan alam yaitu aturan Islam.
Saatnya umat kembali pada aturan Allah yang penuh berkah, tinggalkan aturan buatan manusia yang menyengsarakan. Aturan Allah menentramkan hati dan memuaskan akal. Sementara aturan buatan manusia banyak kekurangan, mengandung kemadhorotan dan menyengsarakan
Wallahualam bissawab.

Komentar
Posting Komentar