Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pojok AMK

Nasi Dibagi, Luka Menganga: Setahun MBG, Stunting Tetap Ada

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qianny  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Seiring berjalannya waktu, satu tahun sudah berjalan Program Makan Bergizi (MBG) awalnya disambut dengan penuh sorak-sorai. Program ini digadang-gadang pula sebagai jurus ampuh negara untuk menekan angka stunting dan menyelamatkan masa depan generasi. Namun harapan itu kian hari kian terasa hampa. Bagaimana tidak, fakta di lapangan menunjukkan, setelah satu tahun berjalan, ancaman stunting belum juga teratasi secara nyata. Yang terlihat justru tumpukan persoalan baru yang semakin membuka borok pengelolaan kebijakan dalam sistem kapitalis . Berbagai masalah MBG bermunculan tanpa bisa disangkal. Keracunan massal terjadi di sejumlah daerah. Publik dikejutkan oleh temuan ompreng makanan yang mengandung unsur babi. Dapur-dapur SPPG diketahui tidak memenuhi standar kelayakan dan kebersihan.  Bahkan ironisnya, meskipun sekolah libur panjang, program tetap dipaksakan berjalan, hal ini ...

Setahun Program MBG, Ancaman Stunting Tak Kunjung Hilang

Gambar
  OPINI   Oleh Nia Kurniawati Pendidik Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Sudah setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan gegap-gempita. Program ini digadang-gadang sebagai solusi strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi, ancaman stunting belum terselesaikan. Sementara itu berbagai persoalan serius bermunculan dan memperlihatkan cacat mendasar dalam desain maupun pelaksanaannya. Lebih jauh, kegagalan ini mencerminkan watak kebijakan populis kapitalistik yang abai terhadap kemaslahatan rakyat. Alih-alih menjadi solusi ideologis, kebijakan ini tampak seperti langkah populis yang dipaksakan. Pemerintah menetapkan alokasi anggaran program MBG 2026 mencapai Rp335 triliun. Sebanyak Rp223triliun dari dana MBG tersebut diambil dari sektor pendidikan atau sekitar 66,6%. Adapun anggaran pendidikan 2026 telah ditetapkan sebesar Rp757,8 triliun atau 20% da...

Kapitalisme dan Matinya Spontanitas Kebaikan

Gambar
  OPINI Oleh Anita Humayroh Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI_ Sistem kapitalis yang hari ini menguasai hampir seluruh sendi kehidupan manusia tidak hanya membentuk cara berpikir ekonomi, tetapi juga perlahan mengubah cara manusia memandang Tuhan, sesama, dan makna hidup. Segala sesuatu diukur dengan untung-rugi, efisiensi, dan kepentingan materi. Akibatnya, manusia makin jauh dari nilai ketuhanan dan kerap mengangkangi rasa kemanusiaan. Kepedulian tidak lagi lahir dari nurani, melainkan sering dikalkulasi oleh kepentingan dan prosedur. Dalam sistem seperti inilah, kebaikan pun kerap kehilangan makna sucinya. Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan oleh pernyataan Menteri Sosial yang menyebut bahwa masyarakat yang ingin menggalang donasi untuk korban bencana sebaiknya “ izin terlebih dahulu ” ( MediaIndonesia.com , 09-12-2025).  Secara aturan, pernyataan ini memang merujuk pada regulasi pengelolaan dana publik agar transparan dan dapat di...

Generasi Muda dalam Pusaran Cinta dan Realita

Gambar
  OPINI Oleh Sinta Lestari   Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINJ_ Marriage is scary ialah istilah yang sedang trend di kalangan anak muda masa kini. Di mana pernikahan yang didamba-dambakan sebagai tolok ukur kedewasaan kini telah berubah hitam pekat bagai malam yang tiada bertemu siang. Menyeramkan, penuh dengan tekanan, menganggu karir, dan bertambahnya biaya hidup sebagai beban. Demikianlah generasi muda benar-benar dalam masa transisi perubahan ekonomi global dan kesenjangan sosial . Oleh karena itu, kondisi ini memicu perspektif baru di luar cara berpikir yang benar. Pernikahan pun telah beralih pandangan, bahwa sesuatu ibadah yang disunahkan kini menjadi simbol kemapanan semata. Pernikahan sama dengan mapan. Kalau dikatakan sudah mapan, baru akan lanjut ke jenjang pernikahan.  Fenomena ini ramai di sosial media. Bukan sekadar trend, tetapi ini merupakan refleksi dari adaptasi perubahan orientasi dan sudut pandang generasi muda ya...

Kapitalisme Digital: Mesin Perusak Mental

Gambar
   OPINI Oleh Ummu Qianny Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org OPINI _Di tengah hiruk-pikuk kota, bising notifikasi ponsel, dan layar yang tak pernah padam, kita sedang menyaksikan tragedi besar yang menimpa generasi muda Indonesia . Mereka tumbuh dengan jempol yang lincah, tetapi hati yang rapuh. Pikiran yang melesat, tetapi jiwa yang hampa. Mereka dikelilingi koneksi digital, namun terasing bahkan bagi dirinya sendiri. Fakta hari ini terlalu jelas untuk diabaikan. Pertama , makin banyak generasi muda Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental akibat screen time berlebihan (rata rata 5-9 jam perhari) sehingga menimbulkan yang dirasakan, seperti mata lelah, emosi tidak stabil, kecemasan meningkat, dan konsentrasi menurun drastis. ( Unesa.ac.id , 27-07-2025) Kedua , Indonesia merupakan peringkat satu negara dengan tingkat kecanduan gadget tertinggi. (CNBCIndonesia.com, 13-09-2025) Penggunaan gadget yang tidak terkendali memicu “ digital dementia ”—penurunan kemamp...

Generasi Muslim di Persimpangan Digital

Gambar
  OPINI Oleh Nur Saleha, S.Pd Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI_ Di era digital yang serba cepat, generasi muda muslim menghadapi tantangan besar: derasnya arus konten negatif yang merusak akhlak, cara berpikir, bahkan keyakinan. Fenomena ini melahirkan generasi yang rapuh, terjebak split personality —tampak religius di satu sisi, namun sekuler di sisi lain. Pertanyaannya, apakah kita akan membiarkan generasi ini hanyut, atau bangkit dengan solusi yang hakiki? Kondisi ini menuntut kita untuk lebih peka dan serius dalam melihat realitas generasi hari ini, karena apa yang mereka konsumsi setiap hari di dunia digital pada akhirnya akan membentuk karakter mereka di masa depan. Konten Negatif Menguasai Ruang Digital Data terbaru menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Pemerintah Indonesia mencatat lebih dari 9 juta konten negatif telah diblokir sejak 2016, mayoritas berupa judi online dan pornografi. Bahkan, 89% anak Indonesia mengakses internet rata-rata 5,4 jam per hari, membua...

Sibolga: Kota yang Diterjang Ombak Kapitalisme

Gambar
  OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI _ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41 ) Ayat ini menjadi peringatan bagi seluruh manusia, baik muslim maupun non-muslim, bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di dunia ini—di luar qadha Allah Swt.—juga dipicu oleh perbuatan tangan manusia. Kerusakan moral, ekonomi, sistem kemanusiaan, hingga kerusakan lingkungan adalah buah dari ketidaktaatan terhadap aturan Allah Swt. Sibolga adalah salah satu contoh nyata kerusakan alam yang berujung banjir akibat abainya manusia dari tuntunan-Nya. Sibolga terletak di antara bentang laut dan hutan. Kota ini berada di pesisir barat Sumatera Utara , menghadap langsung ke Samudra Hindia melalui Teluk Sibolga . Kontur alamnya didominasi perbukitan hijau dan pegunungan. Sebaga...

Masih Dibanjiri Derita: Dunia Bilang "Gaza Baik-Baik Saja"

Gambar
  OPINI Oleh Rahma Al Tafunnisa Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI_ Hujan semakin memperburuk situasi di Gaza . Mereka yang sebagian besar masih tinggal di tenda-tenda pengungsian diterpa badai banjir di musim dingin, menyebabkan tenda sobek dan roboh. Meski gencatan senjatan telah disepakati, namun Zionis terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil. Dalam pernyataan yang diliris pada Sabtu, UNRWA menegaskan bahwa bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangat dibutuhkan di Gaza.  Ramallah ( ANTARA ) - Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan hujan yang mengguyur Jalur Gaza memperburuk situasi dan sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut. Setidaknya 260 warga Palestina tewas dan lebih dari 630 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata dimulai. (Antara, 15/11/2025) Warga Gaza terpaksa mencari pengungsian, termasuk di tenda-tenda darurat yang telah disediakan oleh relawan. Meski ti...

Sistem Kesehatan yang Membuat Semakin Sakit

Gambar
  OPINI Oleh Ummi Fatih Aktivis dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI -Kronologi kematian seorang ibu hamil beserta janin dalam kandungannya yang baru-baru ini terjadi di daerah Papua sangatlah menyedihkan. Ia ditolak oleh empat rumah sakit daerah dengan alasan-alasan yang hampir sama.  Di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) yang pertama dikunjunginya, ia diterima dengan kondisi pembukaan lahiran sepanjang 5 sentimeter. Kemudian, ketika kondisi pembukaan jalur lahirannya semakin naik, mereka disarankan untuk melakukan operasi. Akan tetapi pihak rumah sakit justru menyatakan bahwa dokter kandungan sedang tidak ada di tempat. Keluarga dan suaminya segera meminta surat rujukan untuk melarikannya ke rumah sakit yang kedua.   Anehnya, surat rujukan dan kartu BPJS -nya tidak berguna, ia ditolak RSUD yang kedua dengan alasan ruangan penuh. Ironisnya, di RSUD yang ketiga ia juga ditolak rumah sakit dengan alasan ruangan sedang direnovasi. Akibatnya rumah sakit tidak menerima pa...

Perceraian Tak Terbendung, Generasi Jadi Tersandung

Gambar
  Perceraian menciptakan luka mendalam pada anak, menurunkan kualitas generasi, dan melemahkan stabilitas sosial.  OPINI Oleh Desah Dwipayanti Utami, S.S Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI -Perceraian yang semakin meluas di Indonesia bukan sekadar persoalan personal antara dua individu. Ia adalah alarm keras bagi institusi keluarga dan masa depan generasi bangsa. Ketika ikatan rumah tangga rapuh, maka fondasi sosial pertama bagi anak-anak terguncang. Angka perceraian terus meningkat, sementara pemaknaan tentang pernikahan sebagai ikatan mulia tampak memudar. Inilah momentum untuk melakukan refleksi mendalam, bukan hanya pada pasangan, melainkan pada sistem pendidikan, sosial, dan ekonomi yang mendasari kehidupan berkeluarga. Dilansir dari kompas.id, kata kunci "cerai" menjadi pencarian tertinggi di Google Treads . Dan bertahan hingga minggu ketiga Oktober. ( Kompas.id , 07/11/2025)  Data Membuktikan Krisis Keluarga Nyata Data nasional menunjuk...