Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pojok AMK

Kepiluan Korban Sumatra Menghadapi Ramadan

Gambar
  OPINI   Oleh Tri Sundari   Pegiat literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Memasuki bulan ketiga pasca musibah yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, ribuan warga masih belum dapat kembali pada kehidupan normalnya. Para korban bencana, terutama anak-anak masih dihantui oleh rasa khawatir dan takut. Kebutuhan dasar masyarakatnya masih sulit dipenuhi, karena masih banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan saat ini masih mengandalkan pada bantuan. Dampak bencana yang terjadi, juga menyebabkan perekonomian terpuruk. Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho , mengatakan bahwa keluarga yang terkena bencana, memiliki risiko menjadi miskin akan jauh lebih besar dibanding yang tidak terdampak bencana. Pembangunan sebaiknya lebih ke sektor yang memperhatikan ketahanan masyarakat, bukan hanya sekadar angka pertumbuhan ekonomi. (IDN Times.com , 11/02/2026) Bantuan dari pemerintah  Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), mengu...

“Bunuh Diri Anak: Gugur di Tengah Kemiskinan, ke Mana Hak Pendidikan?”

Gambar
  OPINI   Oleh Haifa Manar Penulis dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Berdasarkan fakta yang dilansir oleh Kompas.com (04-02-2026), telah terjadi sebuah peristiwa yang memilukan, di mana seorang anak berusia 10 tahun—murid kelas 4 SD mengakhiri hidupnya dengan sebuah alasan yang tak seharusnya yaitu karena ia tak mampu membeli buku tulis dan pena. Tragedi ini menimpa seorang anak sekolah dasar bernama YBS (10) di Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sungguh, peristiwa ini membuat kita tertegun dan sakit hati. Kita tak tahu harus berkata apa, sebab kata-kata terasa terlalu kecil untuk menampung duka. Seorang anak yang pada usianya masih mengejar mimpi, ketika dunianya seharusnya masih penuh warna, ketika kesalahan masih wajar dan harapan terus tumbuh, sang anak justru dipaksa berhadapan dengan beban yang terlalu besar untuk seusianya. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk belajar tentang kehidupan, justru beralih menjadi ru...

Lemahnya Perlindungan Anak Tanda Hilangnya Peran Negara

Gambar
  OPINI   Oleh Lina Aliyah Pemerhati Remaja Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Tahun 2026 adalah tahun yang seharusnya menjadi awal generasi ini menatap masa depan dengan penuh semangat. Namun sayangnya impian tersebut harus hancur manakala dunia pendidikan tersakiti oleh ketidakberdayaan dalam menempuh pendidikan. Melihat semangat anak-anak untuk sekolah adalah suatu kebanggaan orang tua. Namun bagaimana jika dunia pendidikan Hari ini kembali diselimuti duka?. Kematian tragis siswa Sekolah Dasar (SD) di NTT (29/01/2026) diduga mengakhiri hidupnya karena hanya tak mampu membeli buku dan pena, ini menggetarkan hati orang tua sedunia dan amarah publik terhadap pemerintah. Fakta ini sangat menyayat hati dan menjadi sinyal lumpuhnya perlindungan hak anak atas pendidikan , khususnya bagi keluarga yang terkendala karena biaya sekolah. Di satu sisi realitas kemiskinan yang dialami jutaan keluarga di Indonesia semakin tinggi. Slogan "Wajib Belajar 13 Tahun" yang dikeluarkan pemerin...

Mahalnya Kesehatan dalam Sistem Kapitalisme

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Indonesia darurat kesehatan. Sebanyak 160 pasien gagal ginjal dari berbagai wilayah di Indonesia tidak dapat melakukan cuci darah akibat status BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba di nonaktifkan. 80 persen BPJS PBI yang nonaktif adalah milik pasien gagal ginjal. ( kompas.com , 5/2/2026) Menanggapi situasi ini, kantor BPJS mengkonfirmasi bahwa penonaktifan ini adalah bagian dari proses pembaharuan data berskala oleh Kemensos (Kementrian Sosial). Tujuannya untuk memastikan bahwa bantuan iuran dari pusat (pemerintah) tepat sasaran, yakni diberikan pada masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Penyebab penonaktifan data BPJS PBI ini beraneka macam, ada yang karena meninggal dunia, tidak lagi terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data ganda atau berpindah segmen kepesertaan lain, seperti pekerja penerima upah. Akan tetapi pemerintah tetap memberikan ruang ...

Nasib Guru di Ranah Sistem Kapitalisme

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah   Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI_ Guru, engkaulah pelita umat Mengajarkan ilmu penuh hikmat Memberikan inspirasi kuat  Menuju Indonesia hebat Tapi, guruku yang hebat. Nasibnya tak semanis gaji pejabat. Berharap hidup layak dengan profesi guru honorer itu ibarat panggang jauh dari api. Isu kesejahteraan guru kembali mencuat. Baru-baru ini viral guru honorer asal Blitar memperlihatkan isi amplop gaji pertamanya sebagai pendidik sebesar Rp144.000,-. Dalam rekaman di akun media sosialnya terlihat lembaran uang pecahan Rp50.000,-, Rp20.000,-, Rp10.000, hingga Rp2.000,-. ( klikanggaran.com , 04/02/2026) Tidak hanya itu, kenyataan getir datang dari guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT). Alih-alih untuk efisiensi anggaran, gaji guru dipangkas dari Rp600.000,-/bulan menjadi Rp233.000,-/bulan, dan kebijakan ini ditetapkan tanpa adanya dialog terbuka lebih dulu. ( sewaktu.id , 23/01/26) Isu ini seharusnya menjadi perh...

Keracunan MBG Terulang: Program Dipertahankan demi Rakyat atau Kepentingan?

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan pemerintah dengan klaim sebagai solusi strategis untuk menekan angka stunting . Namun, alih-alih membawa perbaikan nyata, pelaksanaannya justru berulang kali diwarnai kasus keracunan massal . Fakta ini memunculkan pertanyaan mendasar: Apakah MBG benar-benar ditujukan untuk menyejahterakan rakyat, atau sekadar proyek kebijakan yang sarat kepentingan? Dalam periode 1-12 Januari 2026 saja, tercatat sedikitnya 1.242 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Salah satu kasus terbaru terjadi di Kudus. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus Nasihul Umam menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesediaan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kudus langsung mendatangi dapur MBG yang menyuplai makanan ke sekolah untuk mengambil sampel bahan pangan ...

Negara Gagal Melindungi Harta Rakyat

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- "Sudahlah jatuh tertimpa tangga pula." Peribahasa ini sangat relevan dengan nasib pasangan suami istri, Hogi Minaya (43) dan istrinya yang mengalami penjambretan . Hogi Minaya ditetapkan menjadi tersangka karena menyebabkan pelaku jambret meninggal dunia. ( tribunnews.com , 25/01/2026) Mengamati kasus penjambretan di Indonesia sungguh menggelitik. Bagaimana tidak? Menjadi korban penjambretan di negeri ini ibarat buah simalakama, "Diam kehilangan harta, melawan berujung penjara". Tidak ada jaminan harta apalagi nyawa. Suami yang berusaha untuk menyelamatkan harta istrinya berujung menjadi tersangka.  Peristiwa tersebut bermula ketika secara spontan suami korban mengejar pelaku penjambretan dan naasnya, dua pelaku jambret tersebut mengalami kecelakaan dengan menabrak pembatas jalan dan meninggal di tempat. Meninggalnya pelaku tersebut menyebabkan Hogi Minaya dijerat dengan Pasal...

New Gaza Untuk Kepentingan Siapa?

Gambar
  OPINI   Oleh Tri Sundari, A.Ks. Pegiat literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Jared Kushner adalah seorang penasihat senior dan menantu Donald Trump . Namanya mencuat di panggung diplomasi internasional setelah pemaparannya mengenai visi ambisiusnya di  Forum Ekonomi Dunia di Davis, Swiss . Kushner yang merupakan arsitek kebijakan luar negeri Amerika Serikat , mencoba untuk mendisrupsi pola lama mengenai perdamaian di Timur Tengah. Gaza dalam pandangan Kushner bukan merupakan wilayah konflik, akan tetapi merupakan wilayah yang memiliki aset geografis pesisir Mediterania yang belum dimanfaatkan secara ekonomi. Letak geografis inilah yang disinyalir menimbulkan keinginan pemerintah Amerika Serikat untuk merencanakan pengembangan sebagai kawasan perumahan, pertanian maupun industri baru secara bertahap. Di sela kegiatan seremoni penandatanganan "Dewan Perdamaian" yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Forum Ekonomi Dunia yang bertemp...

Fenomena Gray Divorce atau Perceraian Senja

Gambar
  OPINI   Oleh Yani Ummu Qutuz   Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Saat ini, mempertahankan keutuhan rumah tangga merupakan perkara yang begitu berat. Berbagai godaan datang silih berganti menghampiri pasangan suami istri. Godaan yang datang ada dari pria atau wanita idaman lain, KDRT , faktor ekonomi, bahkan hal-hal kecil pun bisa menjadi pemicu terjadinya perceraian.  Perceraian tidak hanya terjadi pada pasangan dengan usia pernikahan muda, tetapi terjadi juga pada pasangan usia pernikahan senja ( gray divorce ). Mencermati fenomena ini, menua bersama bagi pasangan suami-istri menjadi perkara yang sulit. Apalagi berniat sehidup sesurga, butuh effort luar biasa.  Perceraian Senja Terus Meningkat  Tren perceraian saat ini marak terjadi di masyarakat, baik di kalangan pernikahan muda ataupun senja. Dikutip dari blitarkawentar.jawapos.com, Rabu (28-1-2026), terjadi peningkatan tren perceraian usia senja di Kabupaten Blitar. Pengadila...

New Gaza dan BoP, Benarkah untuk Kepentingan Palestina?

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate (Pegiat Literasi) Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Penderitaan warga Gaza belum berakhir. Pembantaian terus menerus terjadi. Ribuan korban jiwa telah berjatuhan, walaupun sedang dalam masa gencatan senjata. Anehnya, tidak ada langkah hukum atau sanksi yang menyasar mereka. Israel terus berusaha agar Gaza hilang atau habis dari bumi Palestina . Bahkan, sejumlah pejabat Israel mengungkapkan hal ini secara terbuka Mereka ingin menghacurkan Gaza sehancur-hancurnya. Bahkan, jika masih tersisa, warganya akan diusir paksa. Ambisi Israel benar-benar ingin menguasai wilayah Gaza. Tak heran jika pembantaian atau genosida terus dilakukan.  Setelah kehancuran dan ribuan korban jiwa, AS datang membawakan narasi perdamaian yaitu rekonstruksi. AS akan membangun kembali Gaza dengan konsep baru bernuansa kapitalistik. AS sudah menyiapkan pembangunan New Gaza . Hal ini disampaikan dalam forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss belum lama ini. AS akan memban...