Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opin

Ketika Mudik Menjadi Musibah dan Petaka Berulang, Keseriusan Peran Negara Dipertanyakan

Gambar
  OPINI   Oleh Siti Rohmah, S.Ak (Pemerhati Kebijakan Publik)  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kecelakaan dan kemacetan parah selalu mewarnai arus mudik dan balik. Permasalahan ini selalu berulang setiap tahun. Kemacetan dan kecelakaan saat mudik telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Selama pemantauan arus mudik lebaran periode 2026, Polri telah mencatat sebanyak 173 kecelakaan lalu lintas. Korlantas Polri mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan angka kecelakaan selama arus mudik lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.  Salah satu kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis pagi (19/3) di Tol Pejagan-Pemalang KM 290 jalur B antara Bus dengan mobil LCGC Toyota Calya yang menewaskan 4 orang dan satu luka-luka. Jalur kecelakaan yang saat itu sedang digunakan untuk one way arah Pemalang. ( Kumparan.com , 19/03/2026) Selama musim mudik lebaran 2026, dilaporkan sebanyak 228 orang meninggal dunia. Angka ini menjadi sorotan terkait keselamatan perjalanan saat ar...

Hukum Rasa Demokrasi: Gagal Membuat Jera Pelaku Korupsi

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kasus Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali diperbincangkan karena menjadi tahanan rumah. Ia menjadi tahanan rumah bukan karena masalah kesehatan, tetapi atas permintaan keluarga. Hal inipun dikonfirmasi langsung oleh Jubir KPK, Budi Prasetyo bahwa kepulangan Yaqut memang karena adanya permohonan dari pihak keluarga untuk bisa lebaran di rumah, kemudian permohonan tersebut dikabulkan dengan pertimbangan Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-Undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP. ( cnnindonesia.com , 22/03/2206) Miris memang, ketika melihat keadilan di negeri ini tebang pilih. Kelonggaran hukum dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki bnyak uang. Jangan ditanya jika kelonggaran hukum bisa didapat oleh mereka yang tidak pro penguasa, apalagi rakyat biasa. Hal ini terbukti dari kasus-kasus yang pernah ada. Seperti kasus korupsi yang menjerat mantan Gubernur Papua Lukas Enembe....

Pendidikan Sekuler Gagal Menjaga Kesehatan Mental Anak

Gambar
  Berbagai faktor tersebut termasuk faktor nonklinis yang mempengaruhi gangguan mental. OPINI   Oleh  Eli Darnita Penulis dam kreator Muslimah Muslimahkaffamedia.eu.org , OPINI - Pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Penghujung tahun 2025 dan awal tahun 2026, kasus anak sekolah bunuh diri membuat publik kehilangan kata-kata. Hanya menyisakan tanya; seberapa berat beban yang ditanggung  sehingga muncul pikiran mengakhiri hidup? Apakah ini kasuistik semata? Apakah beban sekolah tidak sanggup ditanggung? Atau ada bullying yang tidak tertahan oleh sang anak sehingga memilih jalan untuk menghindar selamanya? Sesungguhnya peristiwa-peristiwa itu terjadi sebagai cermin dari kegagalan pendidikan sekuler membangun dan menjaga kesehatan mental generasi.  Fenomena Bundir Data mengkhawatirkan dari program pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang menunjukkan lebih dari dua juta anak Indonesia mengalami berbagai bentuk gangguan mental. Data ini diperoleh dari sek...

Menggugat Eksistensi BoP: Inisiasi Perdamaian atau Agresi Militer ke Iran?

Gambar
  Riuh desakan agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace semakin menguat. OPINI   Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd. Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Indonesia berada di persimpangan diplomatik yang pelik menyusul desakan masif agar pemerintah segera menarik diri dari Board of Peace (BoP). Gelombang protes ini dipicu oleh tindakan Amerika Serikat—sang inisiator utama dewan tersebut—yang justru melancarkan serangan militer terhadap Iran. Publik mulai mempertanyakan kredibilitas lembaga ini: apakah BoP benar-benar sebuah instrumen perdamaian, atau sekadar tameng diplomatik bagi negara adidaya untuk melegitimasi agresi? Riuh desakan agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace semakin menguat. Hal ini dipicu oleh serangan militer AS dan sekutunya Israel ke Iran. Akibat serangan itu  pemimpin Iran Ayatollah Ali Khosseini Khamenei gugur. Sementara AS merupakan negara yang menginisiasi BoP. (Tempo, 5/5/2026) Desakan agar Indonesia he...

Gaza: Idul Fitri di Tengah Reruntuhan dan Pengungsian, Butuh Perisai Untuk Mengakhiri

Gambar
  Mereka berkumpul di dekat reruntuhan masjid yang hancur dan di area terbuka dekat kamp-kamp pengungsian. OPINI   Oleh Jasli La Jate (Pegiat Literasi)  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Puluhan ribu warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di seluruh Jalur Gaza pada Jumat (20/3) pagi, di tengah reruntuhan gedung dan tenda pengungsian. Mereka berkumpul di dekat reruntuhan masjid yang hancur dan di area terbuka dekat kamp-kamp pengungsian. Idul Fitri tahun ini masih mereka rasakan dalam kondisi kemanusiaan yang sangat sulit. Blokade masih berlangsung, krisis pengungsian terus memburuk, dan ratusan ribu warga Palestina masih tinggal di tempat penampungan atau tenda-tenda darurat. Belum lagi mereka harus menghadapi kekurangan akut pangan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Krisis kemanusiaan ini entah kapan berakhir. Duka nestapa seolah tak berujung menimpa warga Gaza. ( minanews.net , 20/3/2026)  Derita warga Gaza makin terlupakan ketika AS-Israel fokus m...

Pahitnya Ketupat di Tengah Badai Harga

Gambar
  OPINI   Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Gema takbir tahun ini terasa lebih berat bagi banyak kepala keluarga. Di balik keriuhan pasar dan persiapan hari raya, ada kalkulasi yang tak pernah menemui titik temu: harga beras yang melonjak, minyak goreng yang tak kunjung melandai, dan kebutuhan dapur yang kian mencekik. Bagi mereka, berutang bukan lagi pilihan untuk sekadar bergaya, melainkan satu-satunya jalan keluar agar dapur tetap mengepul dan anak-anak tetap bisa merasakan sepiring hidangan khas Lebaran. Hari raya tahun ini terasa seperti berteduh di bawah atap yang bocor di segala sisi. Di satu sisi, masyarakat harus menghadapi badai kenaikan harga pangan yang tak terkendali, sementara di sisi lain, daya beli terus tergerus. Data menunjukkan inflasi Februari 2026 melonjak hingga 4,76 persen—sebuah angka yang melampaui batas aman otoritas moneter. Tekanan ini kian nyata saat kurs rupiah tersungkur di level Rp16.879 p...

Macet Mudik Menggila: Cermin Kegagalan Sistem, Rakyat Jadi Korban

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Umar bin Khattab pernah mengungkapkan kegelisahannya: Jika ada seekor hewan yang terperosok karena jalan rusak, ia takut akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan gambaran nyata tentang betapa besar rasa tanggung jawab seorang pemimpin terhadap keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan hal yang tampak kecil sekalipun tidak luput dari perhatian. Namun, jika melihat kondisi hari ini, nilai tanggung jawab seperti itu terasa makin jauh dari realitas. Setiap momentum Lebaran yang identik dengan arus mudik dan balik, masyarakat selalu dihadapkan pada persoalan yang sama: kemacetan panjang, perjalanan melelahkan, dan meningkatnya risiko kecelakaan. Fenomena yang terus berulang ini menunjukkan bahwa pengelolaan transportasi dan infrastruktur belum berjalan secara optimal. Akibatnya, rakyat kembali menjadi pihak yang menan...

Idulfitri dan Kemenangan

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Idulfitri telah tiba. Seperti biasa, umat Islam merayakannya dengan salat Idulfitri bersama keluarga. Tak ketinggalan bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara. Ucapan saling meminta maaf dan memaafkan tak lupa diucapkan, termasuk dengan ungkapan yang senantiasa kita ucapkan 'minal aidin walfaizin.' Ungkapan 'minal aidin walfaizin' ini senantiasa kita dengar dan ucapkan, tetapi masih banyak umat Islam yang salah dalam mengartikannya. Seringnya ungkapan ini disertai dengan kalimat mohon maaf lahir dan batin, menyebabkan banyak orang menduga arti dari ungkapan minal aidin walfaizin adalah mohon maaf lahir dan batin. Padahal ungkapan tersebut merupakan sebuah doa yang mempunyai arti sebenarnya secara harfiah adalah "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah/kesucian) dan orang-orang yang menang (menahan hawa nafsu)." Kembali pada fitrah dan menang, artiny...

Air Keras Membungkam Kebenaran Aktivis Kontras

Gambar
  Serangan air keras merupakan bentuk kekerasan yang sangat brutal.  OPINI   Oleh Tutik Haryanti Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kasus penyiraman air keras kembali mengguncang masyarakat Indonesia. Kali ini, korbannya adalah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Serangan brutal ini bukan hanya menyasar tubuh korban, tetapi juga menyasar nilai kemanusiaan dan kebebasan bersuara. Peristiwa tersebut memantik kekhawatiran bahwa kekerasan masih menjadi alat untuk membungkam kebenaran. Dikutip dari Liputan6.com (16-03-2026), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam (12-03), di kawasan Jakarta Pusat. Polisi mengungkap bahwa pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum melakukan penyerangan, yang diketahui dari analisis puluhan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Serangan tersebut menyebabkan luka serius pada bagian wajah, tangan, dada, dan mata korban sehing...

Tragedi Mudik Berulang, Bukti Negara Tidak Serius Mengurusi Rakyat

Gambar
  Tragedi mudik seakan telah menjadi langganan setiap tahun.  OPINI   Oleh Jasli La Jate Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Lebaran telah usai. Namun, cerita arus mudik dan balik belum selesai. Tragedi mudik seakan telah menjadi langganan setiap tahun. Kemacetan yang panjang, kecelakaan, dan nyawa melayang merupakan hal yang terus berulang dan mengintai para pemudik. Seperti yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah, berinisial RP. Ia meninggal dunia di dalam bus akibat kemacetan panjang 30-40 kilometer kala mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. ( suara.com , 19/3/2026)  Bukan hanya itu, tragedi mudik yakni kecelakaan maut juga terjadi di Tol Pejagan-Pemalang (PPTR) KM 290 jalur B. Kecelakaan antara Bus dengan mobil LCGC Toyota Calya. Jalur kecelakaan saat itu digunakan untuk satu arah (one way) ke arah Pemalang. Menurut keterangan Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, empat orang penumpang meninggal dunia ...

Konsumtif di Momen Ramadan dan Lebaran

Gambar
  Sikap konsumtif pada momen Ramadan dan Lebaran telah melahirkan tekanan sosial dan beban ekonomi bagi keluarga.  OPINI   Oleh Tri Sundari  Pegiat literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat (ANH) menyatakan bahwa adanya 'ritual' menjelang Lebaran, menjadikan rakyat justru dihimpit masalah hidup, salah satunya dengan harga barang kebutuhan pokok yang makin mahal. Adapun pemerintah dalam waktu yang bersamaan telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menerapkan program diskon, bansos (bantuan sosial) maupun pasar murah bagi masyarakat. Menurut Achmad Nur Hidayat, fenomena yang terjadi setiap tahun tersebut menunjukkan rapuhnya daya tahan ekonomi rumah tangga yang ada di Indonesia. Keluarga tidak memiliki pondasi ekonomi yang kuat ketika dihadapkan dengan kenaikan harga maupun ongkos mobilitas yang tinggi. Pada momen Lebaran 2026, banyak keluarga yang merasa seperti memasuki lorong sempit yang gelap....

Utang Membengkak Pascalebaran

Gambar
  Fakta ini menegaskan bahwa masyarakat cenderung menutup kebutuhan konsumsi Lebaran dengan utang. OPINI   Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Lebaran seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan kemenangan bagi umat Muslim. Namun, di balik suasana hangat silaturahmi dan kebersamaan, tersimpan realita pahit yang terus berulang setiap tahun, yakni utang rumah tangga yang membengkak setelah Idulfitri. Mereka terjebak dalam lilitan utang pinjol. Satu-satunya alternatif yang memberikan kemudahan dalam hal finansial. Mirisnya, fenomena ini hampir merata dialami banyak keluarga. Dikutip dari Inilah.com (26-02-2026), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, bahwa permintaan pinjaman mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Fakta ini menegaskan bahwa masyarakat cenderung menutup kebutuhan konsumsi Lebaran dengan utang. Peningkatan ini bukan tanpa sebab. Ramadan dan Lebaran identik dengan lonjakan konsumsi. Ke...