Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Tanpa Junnah Umat Lemah

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Israel kembali menunjukkan tabiatnya sebagai negara pengkhianat. Tak lama setelah deklarasi Board of Peace (BoP) atau dikenal dengan Dewan Perdamaian yang didirikan oleh Presiden AS Donald Trump terbentuk, Israel sudah melancarkan serangan mematikan ke kamp pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza. Serangan mematikan ini menyebabkan 31 warga Palestina syahid, termasuk anak-anak. Serangan udara dan bombardir dilakukan tanpa henti, menyasar kawasan permukiman serta lokasi pengungsian warga sipil. ( liputan6.com , 01/02/2026) Fakta di atas menunjukkan, sepanjang sejarah bangsa Israel tidak pernah tidak berkhianat. Mirisnya, serangan ini terjadi ketika Israel bergabung menjadi anggota "Board of Peace", yang notabene anggota BoP sebagai penengah konflik, nyatanya ia sendiri sebagai sumber konflik.  Keadaan ini mengundang perhatian Anggota Komisi I DPR, Syamsu Rizal. Ia mengecam serangan Israel...

Lebaran di Tengah Jeratan Utang, Ketika Bahagia Dibayar dengan Beban

Gambar
OPINI   Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Lebaran seharusnya menjadi momen kemenangan. Hari dimana hati terasa ringan, jiwa lapang, dan keluarga berkumpul dalam suasana penuh syukur. Namun, realitas yang kita hadapi hari ini justru menghadirkan ironi, tidak sedikit keluarga menyambut Idulfitri dalam kondisi terlilit utang. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, tetapi nyata adanya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan peningkatan pinjaman dari sektor pinjaman online (pinjol), multifinance, hingga gadai selama Ramadan dan Idulfitri. Kebutuhan masyarakat yang melonjak di momen ini banyak dipenuhi bukan dari pendapatan, tetapi dari utang. ( asatunews.co.id , 09/03/2026) Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, penyaluran pinjaman online diprediksi meningkat hingga sekitar 30% menjelang Lebaran 2026. Lonjakan ini didorong oleh kebutuhan konsumsi masyarakat, mulai dari belanja kebutuhan hari raya hingga biaya mudik. ( suarasulsel.id , 10/03/2026...

Tanpa Junnah Darah Muslim Tumpah

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, kini mereka kembali menyerang Iran dengan meluncurkan roketnya tepat mengenai sekolah putri Shadjareh Tayebeh di Teheran, Iran. Kabar terakhir, sebanyak 165 orang tewas di tempat. ( news.republika.co.id , 02/03/2026) Kekejian yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap umat muslim masih terus berlanjut hingga detik ini. Belum selesai mereka menjajah Palestina, kini AS-Israel melakukan serangan ke Iran. Serangan dilakukan dengan tidak tahu aturan, seperti biasa, mereka mengarahkan ke rakyat sipil. Tidak mematuhi "Akuntabilitas dan keadilan hukum Internasional dalam melindungi warga sipil, termasuk sekolah".  Serangan ini dilakukan karena jalan diplomasi buntu, tidak ditemui kesepakatan. Iran tidak mau tunduk kepada Amerika Serikat, sehingga negara kafir penja...

Wahai Ansharullah, Gaza Menanti Kalian!

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI - Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) mengatakan, Indonesia berencana mengirim 8.000 pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza sebagai komitmen memenuhi agenda Board of Peace (BoP). Wacana keberadaan TNI di Gaza untuk misi Board of Peace (BoP), yaitu menstabilkan situasi pasca konflik antara Palestina dan Israel dengan memastikan transisi two-state solution berjalan lancar, karena itu TNI ditargetkan siap berangkat pada akhir Juni 2026. ( kompas.com , 15/02/2026) Mengkritisi fakta ini, keberadaan TNI di Gaza menimbulkan spekulasi. Di satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. Sedangkan di sisi lain, adanya TNI di Gaza dengan bendera BoP yang mempresentasikan kepentingan Amerika Serikat dan Israel ini justru akan menciderai dukungan itu. Mengingat dalam keanggotaan BoP tidak ada negara Palestina, yang ada hanyalah negara penjajah seperti, Amerika Serikat...

Hukum Rasa Demokrasi: Gagal Membuat Jera Pelaku Korupsi

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kasus Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali diperbincangkan karena menjadi tahanan rumah. Ia menjadi tahanan rumah bukan karena masalah kesehatan, tetapi atas permintaan keluarga. Hal inipun dikonfirmasi langsung oleh Jubir KPK, Budi Prasetyo bahwa kepulangan Yaqut memang karena adanya permohonan dari pihak keluarga untuk bisa lebaran di rumah, kemudian permohonan tersebut dikabulkan dengan pertimbangan Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-Undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP. ( cnnindonesia.com , 22/03/2206) Miris memang, ketika melihat keadilan di negeri ini tebang pilih. Kelonggaran hukum dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki bnyak uang. Jangan ditanya jika kelonggaran hukum bisa didapat oleh mereka yang tidak pro penguasa, apalagi rakyat biasa. Hal ini terbukti dari kasus-kasus yang pernah ada. Seperti kasus korupsi yang menjerat mantan Gubernur Papua Lukas Enembe....

Idulfitri, Kembali Suci bukan Mengedepankan Gengsi

Gambar
  OPINI   Oleh Venni Hartiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Indahnya suasana berkumpul dengan sanak saudara, berkumpul bersama di rumah orang tua, memberikan kesan tersendiri di setiap tahunnya. Momen yang sangat berharga dan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Rasa kangen terobati karena saling bertemu di hari yang fitri. Saling memaafkan segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Sehingga hati menjadi bersih dan hilang semua rasa dendam di hati. Hanya rasa gembira yang ada. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Yunus [10] ayat 58 yang artinya ; “Katakanlah (Muhammad), dengan anugerah dan kasih sayang Allah, maka dengan itu hendaknya mereka bergembira dan berbahagia.”  Sungguh beruntung orang yang menjumpai Idulfitri dengan hati yang rida atas segalanya. Bukan tentang baju baru, mobil baru, motor baru, maupun kue lebaran, juga bukan tentang gengsi atas kemewahan di hari lebaran, akan tetapi mengenai hati yang lapang, qana'ah dan rida a...

THR Pegawai Kena Pajak, Islam Solusinya

Gambar
OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H. Muslimahkaffahmedia.eu.org- Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh para pekerja. Namun, penantian tersebut berubah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pemerintah menyampaikan bahwa THR karyawan tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Secara regulasi, THR memang termasuk objek pajak. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan orang pribadi ( CNNIndonesia.com , 06/02/26). Di sisi lain, penerapan pajak atas THR menimbulkan polemik. Bagi karyawan swasta, pajak tetap dipotong sehingga THR yang diterima tidak utuh. Sementara itu, bagi ASN, TNI, dan Polri, pajak tersebut ditanggung oleh pemerintah sehingga THR yang diterima tetap penuh. Perbedaan perlakuan ini menjadi viral di media sosial dan dinilai sebagian pihak sebagai kebijakan ya...

Pendidikan Sekuler Gagal Menjaga Kesehatan Mental Anak

Gambar
  Berbagai faktor tersebut termasuk faktor nonklinis yang mempengaruhi gangguan mental. OPINI   Oleh  Eli Darnita Penulis dam kreator Muslimah Muslimahkaffamedia.eu.org , OPINI - Pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Penghujung tahun 2025 dan awal tahun 2026, kasus anak sekolah bunuh diri membuat publik kehilangan kata-kata. Hanya menyisakan tanya; seberapa berat beban yang ditanggung  sehingga muncul pikiran mengakhiri hidup? Apakah ini kasuistik semata? Apakah beban sekolah tidak sanggup ditanggung? Atau ada bullying yang tidak tertahan oleh sang anak sehingga memilih jalan untuk menghindar selamanya? Sesungguhnya peristiwa-peristiwa itu terjadi sebagai cermin dari kegagalan pendidikan sekuler membangun dan menjaga kesehatan mental generasi.  Fenomena Bundir Data mengkhawatirkan dari program pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang menunjukkan lebih dari dua juta anak Indonesia mengalami berbagai bentuk gangguan mental. Data ini diperoleh dari sek...

Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis, Bukti Pembungkaman Suara Kritis

Gambar
  Suara kritis dibungkam dengan cara-cara yang brutal dengan harapan bisa menutup mulut aktivis lainnya yang masih lantang bersuara. OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Andrie Yunus, seorang aktivis yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras dari orang yang tidak dikenal pada Kamis 12/3/2026 lalu. Insiden ini terjadi setelah Andrie melakukan siaran atau merekam podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)  dengan topik revisi UU TNI. Andrie mengkritik rencana perubahan UU Nomor 34 Tahun 2004 karena menurutnya aturan ini bisa membuka ruang baru bagi tentara masuk ke jabatan sipil. Puspom TNI menahan empat anggota TNI yang diduga melakukan penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BA...

Gugurnya Tiga Prajurit TNI Membuktikan Tipu Daya Zi*nis itu Nyata

Gambar
  Percaya kepada Zi*nis, apalagi bekerjasama dengan mereka adalah kebodohan yang nyata.  OPINI   Oleh Tinah Asri Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Innalilahi wa inna ilaihi raaji'un . Turut berdukacita atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat bertugas menjadi Anggota Pasukan Perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) di Lebanon Selatan, Senin 30 Maret 2026. Dikutip dari Kompas.com , (31-03-2026), Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam siaran persnya menyebutkan tiga prajurit yang gugur adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, keduanya gugur setelah satu hari, menyusul gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam sebuah ledakan akibat serangan artileri Israel, Minggu, 29 Maret 2026. Sementara, Lettu (inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, keduanya mengalami luka-luka. Zi*nis Tak Bisa Dipercaya  Menanggapi peristiwa tersebut, Perserikatan Bang...

Kasus Amsal Sitepu: Potret Buruknya Penegakan Hukum dalam Sistem Demokrasi

Gambar
  Amsal Sitepu didakwa melakukan penggelembungan anggaran desa (mark up) dalam pembuatan video profil beberapa desa di Kabupaten Karo. OPINI   Oleh Tinah Asri  Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kasus yang menimpa seorang videografer asal Sumatra Utara Amsal Christy Sitepu menyita banyak perhatian publik. Amsal Sitepu didakwa melakukan penggelembungan anggaran desa (mark up) dalam pembuatan video profil beberapa desa di Kabupaten Karo. Banyak yang menilai vonis yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo banyak kejanggalan dan seolah dipaksakan. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI Jakarta, Senin, 30 Maret 2026, terlihat Amsal Sitepu menangis saat menceritakan kasusnya. "Saya cuma seorang pekerja ekonomi kreatif. Saya didakwa melakukan mark up anggaran. Bagaimana mungkin seorang penyedia jasa bisa melakukan mark up anggaran? Sebelumnya saya mela...

Asia Korban Utama Krisis Energi

Gambar
  Penyebab utama krisis energi di Asia adalah tingginya ketergantungan pada impor energi.  OPINI   Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Konflik di Iran yang mengganggu jalur distribusi energi global mulai menunjukkan dampak serius terhadap perekonomian dunia, terutama kawasan Asia. Asia berada pada posisi paling rentan akibat ketergantungan tinggi pada minyak, minimnya cadangan energi hingga terbatasnya diversifikasi sumber. Ditambah lagi gangguan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia memicu lonjakan harga energi global hingga menembus US$100 per barel. Hal ini bukan saja berdampak pada harga BBM, tetapi terjadi inflasi, biaya produksi, hingga aktivitas sosial masyarakat.  Di Asia Tenggara, situasinya bahkan lebih kompleks. Selain bergantung pada impor, sebagian besar negara juga memiliki cadangan energi yang terbatas serta infrastruktur energi yang belum optimal. Hal ini membuat gejolak harg...