Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Ramadan Datang, MBG Tetap Jalan

Gambar
  OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan progam MBG akan tetap berjalan selama Ramadan, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, serta Tahun Baru Imlek. Pelayanan akan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas. Kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui dan balita akan tetap diberikan MBG. Pendistribusiannya juga akan diatur, untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, tetap mengikuti jadwal normal dengan menu siap santap. Sementara untuk wilayah penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat. Untuk pendistribusian akan dilakukan penyesuaian jadwal. Hal ini diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1...

Ribuan Nyawa Menguap, Kok bisa?

Gambar
OPINI   Oleh Arda Sya'roni   Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Baru saja Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat , Donald Trump , ditandatangani oleh sejumlah negara muslim termasuk Indonesia. Namun, Israel kembali melancarkan aksi kepada rakyat Gaza . Board of Peace yang konon katanya untuk misi perdamaian terhadap Palestina , justru dilanggar sendiri oleh Israel sebagai salah satu pencetusnya. Meski BoP baru saja ditandatangani, gencatan senjata pun disetujui, tetapi Israel lagi-lagi melanggar. Bahkan kali ini Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di jalur Gaza. Kemajuan Teknologi yang Merusak Di zaman modern saat ini, kecanggihan teknologi tak dapat dipungkiri semakin beraneka ragam dan cukup melenakan. Namun, kecanggihan teknologi ini tak selamanya membawa kebaikan, adakalanya justru mengakibatkan kerusakan. Keserakahan manusia akan dunia serta hawa nafsu yang membelenggu ...

Tren Penyalahgunaan Whip Pink, Ada Apa dengan Generasi Muda?

Gambar
OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tabung logam berwarna pink yang biasa ada di dapur bakery atau meja barista yang dikenal dengan Whip Pink atau nangs, mendadak jadi perbincangan setelah kasus kematian seorang influencer muda berinisial LL. Tabung pink yang berisi Nitrous Oxide (N2O), senyawa yang biasa digunakan di dunia medis dan industri pangan seperti untuk sedasi ringan dan analgesik, pembentuk busa krim, dan di dunia otomotif untuk meningkatkan.performa mesin (NOS), kini justru disalah gunakan. ( CNBCIndonesia.com , 29/1/2026) Penggunaan Whip Pink ini menjadi masalah ketika gas ini dihirup langsung tanpa oksigen pendamping, untuk mendapatkan rasa 'fly' atau euforia sesaat. Namun ada bahaya yang belum banyak diketahui masyarakat. Ketika gas ini dihirup, akan menurunkan kadar oksigen dalam darah dan memicu hipoksia , yaitu kondisi jaringan tubuh kekurangan oksigen. Pengguna akan merasa pusing dan melayang, padah...

BoP Sejatinya Legitimasi Genosida atas Warga Gaza

Gambar
  OPINI   Oleh Yani Ummu Qutuz   Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.wu.org , OPINI - Menyerahkan kesepakatan damai kepada penjajah? Satu narasi yang tidak masuk akal. Seperti menitipkan anak ayam pada elang, bukannya selamat, malah yang ada akan diterkamnya lalu dimangsa. Inilah yang terjadi pada Gaza hari ini. Kesepakatan damai dibuat oleh negara-negara yang selama ini menjajahnya. Amerika melalui presidennya Donald Trump , menginisiasi ‘ Board of Peace ’ sebuah Dewan Perdamaian bagi Palestina untuk mengatur gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Parahnya lagi, Indonesia ikut nimbrung menjadi bagian dari BoP dan harus bayar iuran pula. Benar-benar di luar nalar. Latar Belakang Lahirnya BoP Board of Peace (Dewan Perdamaian) resmi didirikan di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 dan Trump sebagai ketua perdananya. BoP ini digagas oleh Presiden AS Donald Trump sejak September 2025. Organisasi ini hadir sebagai badan pengawas internasional untuk mengakhiri konflik Gaza dan...

Kepiluan Korban Sumatra Menghadapi Ramadan

Gambar
  OPINI   Oleh Tri Sundari   Pegiat literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Memasuki bulan ketiga pasca musibah yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, ribuan warga masih belum dapat kembali pada kehidupan normalnya. Para korban bencana, terutama anak-anak masih dihantui oleh rasa khawatir dan takut. Kebutuhan dasar masyarakatnya masih sulit dipenuhi, karena masih banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan saat ini masih mengandalkan pada bantuan. Dampak bencana yang terjadi, juga menyebabkan perekonomian terpuruk. Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho , mengatakan bahwa keluarga yang terkena bencana, memiliki risiko menjadi miskin akan jauh lebih besar dibanding yang tidak terdampak bencana. Pembangunan sebaiknya lebih ke sektor yang memperhatikan ketahanan masyarakat, bukan hanya sekadar angka pertumbuhan ekonomi. (IDN Times.com , 11/02/2026) Bantuan dari pemerintah  Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), mengu...

Senjata Termal Kalap, Ribuan Warga Gaza Lenyap

Gambar
  OPINI   Oleh Tutik Haryanti   Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Berulang kali dunia dikejutkan dengan berita serangan ke Gaza yang menewaskan ribuan warga sipil. Di tengah reruntuhan bangunan  dan ratapan keluarga, muncul berbagai laporan tentang penggunaan senjata canggih yang bernama " senjata termal ". Dikutip dari Detiknews.com (13-02-2026), menurut laporan dari Al Jazeera , ribuan warga Gaza "lenyap" akibat senjata mutakhir yang digunakan tentara-tentara Israel di Jalur Gaza. Lenyapnya 2.842 warga Gaza ini dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi. Senjata ini diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap, hanya meninggalkan jejak sisa-sisa percikan darah dan daging yang kecil-kecil. Ternyata setelah ditelusuri, menurut para pakar dan saksi mata yang dikutip Al Jazeera, senjata amunisi termal dan termobarik tersebut dipasok dari Amerika Serikat , meski secara internasional dilarang penggunaannya. Sebenarnya apa itu sen...

Gaza Berdarah, Anak-Anak Menjerit Minta Perlindungan

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Konflik di Jalur Gaza bukanlah peristiwa yang baru terjadi. Ia telah berlangsung selama puluhan tahun, menyisakan luka yang terus menganga—menghilangkan harta benda, merenggut nyawa, dan menghancurkan masa depan generasi. Berbagai laporan media internasional, termasuk investigasi Al Jazeera dalam program The Rest of the Story, menyebutkan ribuan warga Palestina hilang di tengah gempuran. Disebutkan sedikitnya 2.842 orang dinyatakan hilang sejak agresi dimulai. Banyak di antara mereka diduga terkubur di bawah reruntuhan bangunan atau tidak dapat diidentifikasi akibat hancurnya infrastruktur sipil, keterbatasan alat forensik, serta kondisi jenazah yang rusak parah karena ledakan. ( assatunnews.com , 13-2-2026) Tim penyelamat dan relawan medis menghadapi situasi yang sangat sulit. Akses menuju lokasi terdampak kerap terhambat oleh serangan lanjutan, minimnya bahan bakar, serta r...

Derita Perempuan dan Anak-anak Palestina Berakhir Hanya dengan Islam

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Penderitaan warga Palestina tak kunjung berakhir. Israel terus membunuh kaum muslimin. Bahkan Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Kekuatan senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Sebuah laporan Al Jazeera "The Rest of the Story" menyebutkan, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023 .  Ribuan warga yang hilang ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik. Senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh. Senjata ini dipasok Amerika Serikat (AS) oleh militer Israel. Padahal secara internasional, amunisi termal dan termobarik dilarang.  Amunisi senjata ini sering disebut sebagai bom vakum atau bom aerosol, yang mampu menghasilkan suhu melebihi 3.500 derajat Celsi...

Ramadan di Tengah Derita: Tanggung Jawab Negara untuk Korban Bencana Sumatra

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qimochagi   Pegiat Literasi  Muslimahkagfahmedia.eu.org , OPINI- Ramadan adalah bulan penuh berkah, bulan di mana umat seharusnya merasakan kedamaian, ketenangan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui ibadah.  Sayangnya, kedamaian dan ketenangan itu belum bisa dirasakan oleh warga di Aceh Timur karena tercatat 2.368 jiwa atau sebanyak 675 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian . ( kompas.com , 12/02/2026) Bagi ribuan korban bencana di Aceh dan wilayah Sumatra Utara, Ramadan tahun ini tentu berjalan dengan berat. Huntara belum rampung, listrik mati di beberapa daerah, dan kebutuhan pokok sulit terpenuhi. Skala kerusakan bencana bukan hanya merusak pemukiman semata, melainkan juga melemahkan ketahanan energi di banyak desa ( Idntimes.com , 11/02/2026). Kondisi ini memperlihatkan sebuah kenyataan pahit: meskipun bulan suci seharusnya menjadi momen perlindungan dan perhatian penuh, rakyat yang terdampak bencana masih harus ...

Ramadan Datang, Ribuan Korban Bencana Sumatera Memprihatinkan

Gambar
  OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Ramadan telah datang, suka cita kaum muslimin menyambut bulan suci ini. Berbagai persiapan telah dilakukan baik dari menu sahur dan berbuka, rencana bukber, tarawih, list ibadah, bahkan persiapan mudik lebaran sudah mulai dicicil. Namun kondisi berbeda dialami saudara-saudara kita korban bencana Sumatera yang nasibnya masih memprihatinkan. Dilansir dari laman Atjeh Watch.com , 18/2/2026 sebanyak 12.994 orang tercatat masih mengungsi di tenda pengungsian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera khususnya Sumbar, Sumut dan Aceh . Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan total dari 18 kabupaten kota yang terdampak bencana di Sumatera Utara, tinggal Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih berada di tenda pengungsian karena beberapa waktu lalu sempat kembali dilanda banjir. Sementara di Sumbar sudah tidak ada lagi yang berada di pengungsian.  Huni...