Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Susah
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan Muslimah Peduli Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Nilai tukar rupiah melemah, bahkan mencapai level pelemahan terdalam saat krisis Asia 1997-1998. Per 26 Mei 2026 tercatat Rp17.789 per dolar AS. Secara tahun kalender berjalan, rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 7,34 persen. (Kompas.com, 28/5/2026) Kondisi ini membuat masyarakat resah, pasalnya bayang-bayang kenaikan harga terus menghantui. Hal ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang mencapai 70%. Di antara produk yang diimpor adalah sektor industri seperti kimia, tekstil, elektronik, minyak dan gas, farmasi hingga otomotif. Harga bahan baku impor akan naik karena sebagai transaksi menggunakan dolar AS, sehingga ketika rupiah melemah negara harus lebih banyak mengeluarkan biaya produksi. Ketika biaya produksi naik, otomatis harga barang juga akan naik, imbasnya daya beli masyarakat akan menurun. Anggaran negara akan tertekan karena subsidi energi membengkak...