Postingan

Featured Post

Krisis Air, Rakyat yang Pertama Kena Getahnya

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Abdan  Ibu rumah tangga dan aktivis dakwah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Air seharusnya hal paling dasar. Buka keran, keluar. Tapi sekarang tidak sesederhana itu. Krisis air sudah masuk ke dapur, kamar mandi, dan sekolah anak-anak kita. Di banyak daerah, sumur cepat kering. Sungai yang dulu untuk mandi dan mencuci kini keruh dan berbau. Antre PDAM berbulan-bulan, kalaupun dapat debitnya kecil. Musim kemarau makin panjang, hutan resapan berkurang karena alih fungsi, dan polusi membuat air tanah dalam pun tidak layak. Akibatnya pasokan makin sulit dan makin mahal. Hal ini sangat berdampak pada warga biasa. Sedangkan industri, hotel, mal, dan rumah sakit masih bisa membeli air tangki tiap hari atau punya sumur bor dan filtrasi sendiri. Sementara ibu rumah tangga di kampung harus berjalan 2 km demi satu ember. Anak sekolah bolos karena antre air sejak jam 4 pagi. Biaya hidup naik bukan karena beras, tapi karena harus beli galon 19 liter tiap 2 hari. Harga s...

Meski Canggih, Ustadz AI Tak Layak Menjadi Rujukan Agama OPINI

Gambar
  OPINI Oleh Nia Kurniawati  Pendidik Generasi  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI_ Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi fenomena yang sulit dibendung. Hampir semua persoalan dapat ditanyakan kepada AI, mulai dari tugas sekolah, kesehatan, hingga persoalan agama. Di tengah kemudahan tersebut, muncul kecenderungan sebagian masyarakat menjadikan AI sebagai "ustaz digital" yang dianggap mampu menjawab berbagai persoalan syariat secara cepat dan praktis. Kementerian Agama sendiri mengingatkan bahwa AI hanya dapat berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti ulama ataupun rujukan utama dalam persoalan agama. Maka, setiap jawaban AI tetap harus diverifikasi, karena ilmu Islam bukan sekadar kumpulan teks, melainkan mencakup metodologi istinbath hukum, konteks, dan hikmah penerapannya. Oleh karena itu, urusan fatwa dan penetapan hukum tetap harus dikembalikan kepada para ulama yang memiliki kompetensi. Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jendral Bi...

Gen Z: Dari Depresi Menuju Resistensi

Gambar
  OPINI Penulis Ani Prihatini, S.Hum.I  Aktifis Muslimah dan Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI_ Keberadaan Gen Z, berasal dari kata Zoomer, merupakan istilah yang disematkan pada anak yang lahir pada rentang tahun 1997-2012. Generasi ini kini sedang menjajaki usia remaja menuju dewasa. Dimana pada usia ini seringkali mereka sedang mencari jati dirinya. Tapi kenyataannya, Gen Z ini dihadapkan pada suatu fakta yang mengkhawatirkan. Berbagai survey menyebutkan bahwa ternyata Generasi Z di Indonesia paling banyak mengalami kecemasan dan gangguan mental (depresi). Pemicunya berasal dari dua faktor, internal dan ekternal.  Faktor internal, yakni bagaimana pola asuh orang tua dan keluarga di rumah. Seperti yang diketahui bahwa Gen Z kebanyakan lahir dari Generasi X (kelahiran 1965-1980), ini menunjukkan bahwa ada lintas dua generasi sebelumnya yang pastinya sangat berbeda, mulai dari pola asuh, pola pikir, dan pola sikapnya. Tentu ini menjadi tantangan tersendir...

Kejahatan Atas Perempuan Merajalela, Hukum Tak Membuat Jera

Gambar
  OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI_ Perilaku kejahatan tak kunjung usai, dari kasus Taufik Hidayat (30) terkait penganiayaan dan penyekapan pacarnya asal Rancaekek, Kabupaten Bandung yang berinisial YTR (29) selama tiga tahun, kini publik disuguhi lagi kasus serupa. Namun, kekerasan yang dialami perempuan berinisial M (30) ini dilakukan oleh suaminya sendiri yang berstatus anggota kepolisian. Kekerasan terjadi dengan berbagai alasan. Mulai dari urusan ranjang hingga dipaksa meracik narkoba. Ia dipaksa melakukan hubungan intim yang tidak sewajarnya, seperti hubungan lewat jalur belakang (anus) dan hubungan lebih dari satu perempuan. Selain itu, ia disiksa dan dicekoki sabu. Pada puncaknya, ia disiram air keras hingga menyebabkan luka bakar yang cukup serius di tubuhnya. Hampir separuh tubuhnya mengalami luka bakar yakni 47 persen. ( viva.co.id , 03-07-2026) Fakta di atas hanyalah secuil dari kasus kekerasan kepada kaum wanita yang te...

Ketika Pendidikan Dikotori Bisnis Para Kapitalis

Gambar
  OPINI Oleh Nurul Bariyah Penulis Opini Islam MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI_ Libur sekolah telah usai, namun anak-anak masih asyik bermain. Kondisi sebaliknya terjadi pada para orang tua. Mereka dipusingkan dengan masalah uang dan sekolah pada saat pengambilan raport kenaikan kelas atau kelulusan. Karena sudah menjadi rahasia umum saat tahun ajaran baru, orang tua harus siap mengeluarkan uang dengan jumlah besar. Pembelian seragam, buku pelajaran, uang gedung, uang kegiatan dan lainnya. Belum lagi bagi siswa baru, mereka yang harus mencari sekolah baru. Bersaing masuk ke sekolah favorit dan siap menghadapi persyaratan yang rumit. Persyaratan Umum SPMB 2026 Dalam pelaksanaannya, SPMB 2026 menyediakan empat jalur utama yaitu : • Jalur domisili, berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah. Dibuktikan oleh kartu keluarga. • Jalur afirmasi, bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau penyandang disabilitas, dengan bukti seperti KIP, PKH, atau surat keterangan resmi. • Jalur pre...

Kopdes Merah Putih, Populisme Ekonomi yang Tak Menyentuh Akar Persoalan

Gambar
  OPINI Oleh Desi Arisandi Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemerintah akan meluncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih pada Hari Koperasi, 12 Juli 2025. Koperasi ini diklaim akan menciptakan dua juta lapangan pekerjaan, mencegah masyarakat terjerat pinjaman daring pinjol dan rentenir, hingga menawarkan keuntungan Rp1 miliar per tahun. Namun, beberapa petani menyambut pesimistis pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan mendapat kucuran dana hingga Rp3 miliar. BBC, 7 Juni 2025. Koperasi Desa Merah Putih dipromosikan sebagai penggerak baru bagi perekonomian desa. Di balik ambisi tersebut, program ini tidak lepas dari berbagai sorotan masyarakat. Sejumlah persoalan pun turut mencuat, mulai dari penentuan lokasi yang dinilai kurang strategis, belum jelasnya mekanisme pelaksanaan, dugaan penyimpangan dalam realisasi proyek, hingga kabar meninggalnya lima calon manajer Kopdes yang semakin memicu perhatian publik terhadap program ini. Menanggapi banyaknya kritikan ...

Koruptor Melanggar HAM, MUI Usul Hukuman Mati

Gambar
  OPINI Oleh: Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H.  (Dosen FH) MuslimajKaffahmedia.eu.org, OPINI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui KH Anwar Iskandar selaku Ketua Umum menyampaikan bahwa para koruptor merupakan pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Hal ini disebabkan karena koruptor telah memberikan dampak memiskinkan, bahkan menghilangkan hak hidup banyak orang. MUI mengusulkan hukuman mati bagi koruptor. Kiai Anwar juga menyampaikan bahwa yang menolak hukuman mati dengan alasan HAM, dalam perspektif Islam, HAM bukanlah sesuatu yang absolut. Bukankah yang dilakukan koruptor juga melanggar HAM?   _(Republika.co.id, 02/07/2026)_ Menurutnya, ada yang lebih absolut dibandingkan HAM, yakni hifzhun nafs yang merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga kehidupan. Koruptor jelas telah "membunuh" banyak orang, yang artinya melanggar HAM. Pernyataan ini disampaikan Kiai Anwar di sela Mudzakarah Hukum Nasional Komisi Hukum MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah A...