Postingan

Featured Post

Ayat Al-Qur'an Ditukar Miras Bukti Penistaan Agama

Gambar
  OPINI Oleh Purwanti Aktivis Dakwah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Festival musik The Sounds Project (TSP) 2026 tengah menjadi sorotan setelah beredar potongan video viral yang memperlihatkan aktivitas di salah satu booth produk minuman keras (miras). Dalam gelaran pada Minggu, 9 Agustus 2026, booth tersebut diduga menggelar tantangan (challenge) menghafal QS. Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol. Peristiwa ini memicu kecaman luas dari masyarakat karena dianggap melecehkan kesucian Al-Qur'an dan nilai-nilai agama. ( SindoNews.com , 11-08-2026) Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, menyatakan bahwa perkara tersebut harus diusut secara menyeluruh dan tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurutnya, harus ada pedoman hukum dan standar yang tegas mengenai penggunaan simbol, nama, ayat, kitab suci, maupun atribut keagamaan dalam kegiatan promosi dan komersial. Al-Qur'an adalah kalamullah yang menjadi petunjuk hidup manusia, sumber huk...

Dilema Gen Z: Antara Masa Depan dan Beban Finansial

Gambar
  OPINI Oleh Tatiana Riardiyati Sophia  Aktivis Muslimah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Sebagian Generasi Z saat ini telah memasuki dunia kerja, baik formal maupun informal. Namun, di antara mereka yang beruntung mendapatkan pekerjaan, 48 persen justru merasa tidak aman secara finansial. Hal ini disebabkan penghasilan yang tidak sebanding dengan pengeluaran untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Di antaranya kebutuhan sewa rumah, bayar tagihan listrik, air, dan kebutuhan bulanan lainnya. Selain memenuhi keperluan harian, ada fenomena yang muncul di kalangan Gen Z, yaitu self reward , menikmati hidup dengan healing ke tempat-tempat yang mereka sukai ataupun membeli barang-barang atau makanan yang sedang viral. Aktivitas ini diklaim sekadar untuk menghilangkan stres dan bentuk penghargaan diri sendiri atas kerja keras dalam bekerja.  Bagi sebagian orang, apalagi lintas generasi, self reward dianggap pemborosan. Namun, Senior Clinical Psychologist dan Direktur P...

Kurikulum Anti-LGBTQ Menambal Gejala, Mengabaikan Akar Masalah

Gambar
  OPINI Oleh Desi Arisandi  Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penuh langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang berencana menyisipkan materi bahaya penyebaran budaya lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) ke dalam kurikulum sekolah. Materi edukasi pencegahan ini rencananya akan mulai diterapkan bagi siswa kelas 4 sekolah dasar (SD). Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh menilai inisiatif yang digagas Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ini sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam membentengi moral dan mental generasi muda dari potensi penyimpangan seksual. ( detik.com , 23 Juli 2026) Rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyusun materi edukasi mengenai bahaya LGBTQ dinilai sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029.  Dalam regulasi tersebut, penyebaran budaya LGBTQ secara resmi dikategor...

Sarjana Menganggur Di Tengah Ekonomi Bertumbuh

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana S.Sos Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Saat ini, data mencatat lebih dari satu juta sarjana dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma empat (D4) hingga program doktoral (S3), masih berada dalam status pengangguran (kompas.com, 10/08/26). Angka ini menjadi cermin nyata dari kesenjangan struktural antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan daya serap pasar kerja formal di tanah air. Gelar akademik yang ditempuh dalam waktu bertahun-tahun nyatanya belum menjadi jaminan untuk memperoleh tempat di sektor pekerjaan yang layak. Di tengah gembar-gembor pertumbuhan ekonomi, kenyataannya belum semua lapisan masyarakat merasakan dampaknya, khususnya bagi para pencari kerja dengan kualifikasi tinggi. Pertumbuhan ekonomi diklaim naik 5,6 persen, tetapi fakta ironisnya angka tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan: gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus meluas dan lapangan kerja formal baru sangat minim tercipta (f...

DILARANG NGAJI, APA MASALAHNYA?

Gambar
Motivasi Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Idiologis  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Para pengemban dakwah Islam _kaffah_ pasti sering menjumpai fenomena ini. Seorang istri mulai mengikuti kajian. Ia merasa tenang dan tercerahkan setelah mendengar pembahasan Islam _kaffah_. Tetapi justru sang suami melarang istri dan anak-anaknya untuk ikut kajian tersebut. Jujur, saat pertama kali mendapati kasus seperti ini saya sampai bertanya-tanya:   "Apa-apaan ini? Bukankah seharusnya suami bangga, ketika sang istri mengkaji Islam, artinya beban suami untuk mendidik keluarga jadi lebih ringan."   Lalu, kenapa harus dilarang? Padahal belum tahu apa isi kajian yang diikuti. Peristiwa ini mengingatkan saya pada kisah salah seorang sahabat terbaik Rasulullah saw., yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Kisah Abu Bakar dan Ibnu Dughnah Dahulu, saat dakwah Rasulullah saw. di Mekah mendapat penolakan dan gangguan hebat dari kaum Quraisy, kaum muslimin termasuk Abu Bakar berniat hijrah ke Habas...

GEN Z, Kembali Ke Fitrah Untuk Bangkit

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana, S.Sos. Pendidik Generasi Idiologis  Antara Kecemasan Finansial dan Kebutuhan Emosional Data terkini mencatat bahwa lebih dari 48 persen Generasi Z di Indonesia mengaku tidak merasa aman secara finansial [ money.kompas.com , 19/02/26]. Angka ini merepresentasikan hampir separuh populasi usia produktif muda yang masih berada dalam tahap awal membangun karier. Ketidakpastian lapangan kerja, laju inflasi, serta stagnasi pertumbuhan upah menjadi beberapa faktor struktural yang memengaruhi persepsi keamanan ekonomi di kalangan mereka. Dengan kata lain, mayoritas Gen Z menjalani hari-hari dengan kesadaran penuh bahwa kondisi dompet mereka rapuh dan sulit diprediksi. Meskipun tekanan ekonomi terasa nyata, data perilaku konsumsi menunjukkan bahwa alokasi belanja Gen Z untuk keperluan self-reward, healing , dan gaya hidup hedonis justru mengalami peningkatan. Kenaikan ini tidak terjadi karena keinginan semata, melainkan didorong oleh persepsi bahwa pengeluara...

Sarjana di Persimpangan Jalan

Gambar
  OPINI Oleh Elfia Prihastuti   Praktisi Pendidikan MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Momen wisuda yang seharusnya menjadi gerbang menuju masa depan cerah kini kerap berubah menjadi awal dari kecemasan panjang. Ribuan lembar ijazah sarjana yang dicetak setiap semester tak lagi menjadi jaminan instan untuk meraih pekerjaan impian. Di tengah kemajuan teknologi dan klaim pertumbuhan ekonomi, negeri ini justru menghadapi paradoks nyata: melimpahnya lulusan perguruan tinggi yang terjebak dalam lingkaran pengangguran terdidik. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik, jumlah sarjana menganggur menembus angka 1.033.182 jiwa [14,13 persen dari total penganggur nasional sebesar 7,22 juta jiwa] pada Mei 2026. Hal ini cukup miris. Penganggur di antaranya terkategori orang-orang berlatar belakang sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3 [ Kompas.id , 7/8/2026]. Fenomena sarjana menganggur lebih dari satu juta orang merupakan alarm bahaya bagi kehidupan masa d...