Postingan

Featured Post

Nasib Guru di Ranah Sistem Kapitalisme

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Guru, engkaulah pelita umat Mengajarkan ilmu penuh hikmat Memberikan inspirasi kuat  Menuju Indonesia hebat Tapi, guruku yang hebat. Nasibnya tak semanis gaji pejabat. Berharap hidup layak dengan profesi guru honorer itu ibarat panggang jauh dari api. Isu kesejahteraan guru kembali mencuat. Baru-baru ini viral guru honorer asal Blitar memperlihatkan isi amplop gaji pertamanya sebagai pendidik sebesar Rp144.000,-. Dalam rekaman di akun media sosialnya terlihat lembaran uang pecahan Rp50.000,-, Rp20.000,-, Rp10.000, hingga Rp2.000,-. (klikanggaran.com, 04/02/2026) Tidak hanya itu, kenyataan getir datang dari guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT). Alih-alih untuk efisiensi anggaran, gaji guru dipangkas dari Rp600.000,-/bulan menjadi Rp233.000,-/bulan, dan kebijakan ini ditetapkan tanpa adanya dialog terbuka lebih dulu. (sewaktu.id, 23/01/26) Isu ini seharusnya menjadi perhati...

Bencana Tiada Henti, Saatnya Introspeksi

Gambar
   OPINI   Oleh Yani Ummu Qutuz  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI -Bencana silih berganti menghampiri beberapa wilayah di negeri ini. Akhir November lalu banjir bandang yang begitu dahsyat serta mengerikan terjadi di wilayah Sumatra dan Aceh. Menyisakan endapan lumpur yang begitu tinggi bahkan hingga saat ini penanganan bencana banjir jauh dari kata layak, malah cenderung abai. Masalah turunan muncul berupa kelaparan karena kekurangan pangan, kekurangan air bersih, penyakit-penyakit pascabanjir bermunculan, dan sebagainya. Derita bencana masih menyisakan luka menganga, muncul lagi bencana di wilayah Jawa Barat. Musibah tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat , pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.  Kronologis Kejadian Dikutip dari detikjabar.com (30-1-2026), memberitakan sekitar pukul 02.30 WIB, peristiwa maut itu terjadi di saat warga tengah terlelap. Deru air dan material tanah meluncur be...

Mahalnya Harga Sebuah Buku

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Setitik noda hitam kembali mewarnai dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang sejatinya mengantarkan anak bangsa meraih cita-citanya, menggantungkan harapan setinggi langit, justru membawanya terjungkal hingga terkubur dalam tanah. Sungguh sebuah ironi, di saat negara ingin mewujudkan generasi Indonesia emas, justru ditampakkan fakta-fakta sebaliknya, kasus bunuh diri, perundungan juga pelaporan guru ke meja hijau. Tragisnya kebanyakan permasalahan tersebut timbul hanya karena perkara yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tetapi merupakan perkara vital bagi sebagian orang. Dikutip dari news.detik.com, 05-02-2026, Yohanes Bastian Roja (10), seorang siswa kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas gantung diri lantaran orang tuanya tidak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Bagi sebagian orang mungkin ini hanya perkara sepele dengan nominal...

Siswa SD Bundir, Potret Buruk Pemenuhan Hak Dasar Anak

Gambar
  OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- " Mama gale Zee/Mama molo jao" (Mama, jangan marah/Mama, jangan sedih) "Galo mata mae/nee rita ee mama" (Jangan menangis, Mama/Mama yang baik) "Mama jao galmaka" (Mama jangan bersedih hati) "Mawo rita nese" (Maafkan saya) "Galagao ee" (Saya pamit) "Molo Mama" (Saya pamit, Mama) Inilah isi surat yang ditulis oleh seorang siswa SD di NTT yang ditulis sebelum ia memilih bundir karena orang tuanya (ibunya) tidak mampu membelikan buku dan tulis. Dia tidak protes atau marah, dia justru meminta maaf dan meminta ibunya tidak bersedih hati. Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dahan pohon cengkeh pada Kamis 29/1/2026 lalu. ( kompas.com , 04/02/2026) Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief , mengatakan kasus ini sebagai gambaran buruk pemenuhan hak dasar anak di dunia pendidikan. Sementara itu Koordinator Nasional Jaringan Pe...

MBG Antara Harapan dan Realita

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni Pegiat literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI - Makanan Bergizi Gratis program ini merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Prabowo saat kampanye pemilihan presiden. Program ini diharapkan mampu memperbaiki gizi anak-anak Indonesia akibat stunting . Kasus stunting sendiri banyak mendominasi anak-anak Indonesia. Gizi buruk tentulah menjadi penyebab utamanya. MBG menjadi salah satu alasan untuk memperbaiki gizi buruk tersebut. Harapannya dengan adanya MBG maka para pelajar dapat memperoleh gizi yang lebih baik sehingga akan melahirkan generasi emas. Sekilas tak ada yang salah dengan gagasan program ini, tetapi fakta yang berjalan tidak sesuai dengan harapannya. Harapan hanyalah harapan, realitas justru menampakkan hadirnya banyak kasus dalam pelaksanaan MBG hingga saat ini. MBG belum menyasar di semua sekolah, keracunan, makanan basi, belatung dalam makanan, serta kecelakaan di sebuah SD oleh mobil pengantar MBG merupakan b...

Keracunan MBG Terulang: Program Dipertahankan demi Rakyat atau Kepentingan?

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan pemerintah dengan klaim sebagai solusi strategis untuk menekan angka stunting . Namun, alih-alih membawa perbaikan nyata, pelaksanaannya justru berulang kali diwarnai kasus keracunan massal . Fakta ini memunculkan pertanyaan mendasar: Apakah MBG benar-benar ditujukan untuk menyejahterakan rakyat, atau sekadar proyek kebijakan yang sarat kepentingan? Dalam periode 1-12 Januari 2026 saja, tercatat sedikitnya 1.242 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Salah satu kasus terbaru terjadi di Kudus. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus Nasihul Umam menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesediaan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kudus langsung mendatangi dapur MBG yang menyuplai makanan ke sekolah untuk mengambil sampel bahan pangan ...

Di Balik Tren 'Marriage is Scary'

Gambar
OPINI Oleh Elfia Prihastuti, S.pd.  Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org 'Marriage is scary'. Satu frasa yang kerap diulang media sosial dalam dekade terakhir. Fenomena ini bukan semata tren sesaat, bukan pula sekadar meme. Fakta ini merupakan refleksi jujur dari kegelisahan akut yang mewarnai pemikiran anak muda terutama Gen Z terhadap institusi pernikahan.  Akhir-akhir ini sebuah narasi kolektif marriage is scary atau pernikahan itu menakutkan tengah ramai di Tik Tok. Sebuah potongan video pendek yang memperlihatkan kisah perselingkuhan , beban domestik yang timpang, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) cukup menggetarkan lini masa. ( publikmalutnews.com , 5/1/2026) Sementara data Badan Statistik mencatat dalam kurun sepuluh tahun terakhir jumlah pernikahan mengalami penurunan cukup signifikan. Pada tahun 2014, jumlah pernikahan masih berada pada angka 2,1 juta. Namun, di tahun 2024 mengalami fluktuasi penurunan yang cukup drastis hampir mencapai 30 ...