Postingan

Featured Post

Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Susah

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Nilai tukar rupiah melemah, bahkan mencapai level pelemahan terdalam saat krisis Asia 1997-1998. Per 26 Mei 2026 tercatat Rp17.789 per dolar AS. Secara tahun kalender berjalan, rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 7,34 persen. (Kompas.com, 28/5/2026) Kondisi ini membuat masyarakat resah, pasalnya bayang-bayang kenaikan harga terus menghantui. Hal ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang mencapai 70%. Di antara produk yang diimpor adalah sektor industri seperti kimia, tekstil, elektronik, minyak dan gas, farmasi hingga otomotif. Harga bahan baku impor akan naik karena sebagai transaksi menggunakan dolar AS, sehingga ketika rupiah melemah negara harus lebih banyak mengeluarkan biaya produksi. Ketika biaya produksi naik, otomatis harga barang juga akan naik, imbasnya daya beli masyarakat akan menurun. Anggaran negara akan tertekan karena subsidi energi membengkak...

Perlindungan Anak Butuh Solusi Hakiki

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Belum lama ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan Indonesia berada dalam kondisi darurat perlindungan anak. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hampir setiap hari masyarakat disuguhi berita tentang kekerasan terhadap anak, mulai dari pelecehan seksual, penganiayaan, penelantaran, hingga berbagai ancaman yang datang dari dunia digital. Ironisnya, banyak kejahatan itu justru terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak, yaitu rumah. Data KPAI menunjukkan bahwa selama Januari hingga April 2026 terdapat 426 laporan pengaduan kasus anak. Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual, sedangkan lokasi kejadian terbanyak berada di lingkungan rumah. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers KPAI bertajuk Darurat Perlindungan Anak. ( kpai.go.id , 18/05/2026) Ancaman terhadap anak juga datang dari ruang digital. KPAI mencatat keterlibatan anak dalam judi...

Kuliah Semakin Mahal, Mimpi Generasi Muda Semakin Memudar

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pendidikan tinggi seharusnya menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Namun, kenyataan yang dihadapi banyak mahasiswa hari ini justru menunjukkan bahwa bangku kuliah semakin sulit dijangkau. Bagi sebagian keluarga, masuk perguruan tinggi bukan lagi sekadar soal kemampuan akademik, melainkan soal kemampuan membayar biaya pendidikan yang terus meningkat. Fakta ini bukan sekadar keluhan masyarakat. Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan bahwa hingga tahun 2025 terdapat sekitar 289 ribu mahasiswa yang putus kuliah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan sekitar 73,81 persen berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). ( kupastuntas.co , 25/05/2026) Di sisi lain, berbagai laporan juga menunjukkan bahwa dukungan pendanaan negara terhadap pendidikan tinggi masih jauh dari ideal. Perguruan tinggi dituntut menc...

Antara Seragam, Kekuasaan, dan Keadilan yang Dipertanyakan

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kasus kematian seorang pelajar SMP berinisial MHS (15 tahun) di Deli, Serdang, kembali memunculkan pertanyaan besar, tentang wajah keadilan di Negeri ini. Publik dibuat terkejut ketika anggota TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan yang berujung pada kematian korban, hanya divonis 10 bulan penjara. Tidak hanya itu, terdakwa juga hanya diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp12,7 juta kepada keluarga korban. Lebih jauh lagi, putusan tersebut tidak disertai pencopotan dari status kemiliterannya, sehingga memunculkan kritik luas dari masyarakat dan pegiat hukum. ( Liputan6.com , 26/05/2026) Vonis tersebut bahkan lebih ringan dibanding tuntutan sebelumnya, yang meminta hukuman satu tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider tiga bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana karena kealpaan yang menyebabkan kematian orang lain. Putusan itu kemudian di...

Pesta Babi dan Peradaban Kapitalis yang Mengikis Nilai Kemanusiaan

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh  (Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masyarakat Indonesia sedang menyoroti sebuah film dokumenter lokal, yang didalamnya memotret realitas kelam di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, wilayah paling timur negara kita. Proyek pangan (food estate) dan bioetanol skala besar kini tengah merangsek masuk, memaksa warga adat berdiri di tepi jurang kehilangan tanah leluhur mereka, dimana mereka menganggap hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan; ia adalah denyut nadi kebudayaan. Dalam film ini, sebuah premis pahit tersaji, ketika tanah yang kaya raya justru tidak menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat adat yang telah lama menjaganya. Hutan luas, sumber daya alam melimpah, dan budaya yang kuat, tetapi masyarakatnya malah menghadapi ancaman kehilangan tanah, rusaknya lingkungan, dan terpinggirkan oleh proyek-proyek besar atas nama pembangunan. ( Suara.com , 16/05/2026) Di sinilah wajah asli peradaban kapitalisme tampak begitu nyata. K...

Flotilla Dilecehkan, Hukum Internasional Diinjak: Kapan Umat Bangkit?

Gambar
  OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri   Penulis Opini Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Misi kemanusiaan seharusnya dilindungi, bukan dilecehkan. Tapi faktanya, para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 justru menjadi korban kekerasan setelah dicegat militer Israel pada Mei 2026. Penyelenggara Flotilla merilis pernyataan pada 22 Mei 2026: setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual termasuk pemerkosaan, penembakan dengan peluru karet dari jarak dekat, dan puluhan relawan mengalami patah tulang. Aktivis WNI yang ikut misi juga mengaku dipukuli, disetrum, dan diteriaki sebagai teroris selama ditahan. Pemerintah Kanada menyebutkan, warganya menerima “perlakuan mengerikan”. Jerman dan Spanyol mengonfirmasi bahwa warganya cedera. Jika aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil di Gaza saja diperlakukan seperti ini, lalu siapa lagi yang aman? Peristiwa ini menampar wajah kemanusiaan dan memperlihatkan betapa rapuhnya perlindungan hukum bagi mereka yang berani bersuara. ...

Perempuan di Ujung Kereta: Simbol Ketangguhan atau Bukti Lemahnya Negara?

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh  (Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Gerbong perisai yang seharusnya menjadi pelindung justru ditempatkan di ujung paling depan dan belakang rangkaian KRL. Ironisnya, di sanalah gerbong khusus wanita berada. Narasi “wanita tangguh” seolah menjadi legitimasi, seakan perempuan siap menghadapi risiko paling besar di titik paling rawan. Padahal, logika sederhana menunjukkan: bagian depan kereta adalah yang pertama menerima dampak ketika kecelakaan terjadi. Peristiwa tabrakan antara KRL dan KA Agro Bromo beberapa waktu lalu menjadi alarm keras ( detiknews.com , 28/04/2026). Benturan di rel bukan sekadar insiden teknis, tetapi membuka fakta yang lebih dalam—tentang bagaimana keselamatan diposisikan, dan siapa yang sebenarnya paling berisiko. Dalam setiap kecelakaan kereta, bagian depan hampir selalu menjadi titik dengan dampak paling fatal. Lalu, ketika gerbong perempuan ditempatkan di area tersebut, pertanyaan mendasarnya menjadi ...