Postingan

Featured Post

Karhutla Berdampak Hilangnya Nyawa, Pejabat Bilang Masih Normal Saja

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kini sudah berjalan lebih dari empat bulan. Karhutla menyebabkan dampak buruk pada kesehatan bahkan berisiko hilangnya nyawa. Salah satunya adalah meninggalnya pengemudi ojek online atas nama Ardiansyah (41), warga Jalan Mataram Ujung, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Almarhum Ardiansyah meninggal diduga mengalami sesak napas setelah terdampak paparan asap karhutla, dengan riwayat asma. Karhutla yang tak kunjung padam ini juga mengancam pemukiman warga Balikpapan, tepatnya kawasan hutan kota di Gunung Malang, RT 39, Kelurahan Klandasan Ilir. Para relawan pemadam karhutla berusaha memadamkan api yang berkobar, dibantu beberapa warga setempat agar api tidak menjalar ke permukiman ( kaltimpos.com , 18/10/2026). Dampak karhutla ini menyebabkan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 277.075 kasus ...

Asap Karhutla: Ketika Hutan Sengaja Dipertaruhkan

Gambar
OPINI Oleh Elfia Prihastuti Praktisi Pendidikan Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kabut asap pekat yang menyelimuti langit bukan sekadar dampak kemarau panjang, melainkan jejak dari keputusan manusia yang mempertaruhkan masa depan lingkungan. Di balik narasi hutan terbakar, fakta menunjukkan bahwa mayoritas titik api tidak muncul secara alami, melainkan disengaja demi pembukaan lahan secara cepat dan murah. Ketika keuntungan jangka pendek diprioritaskan, kesehatan masyarakat, keanekaragaman hayati, dan ekosistem gambut menjadi taruhan yang harus dibayar mahal. Tren Kualitas Udara Semakin Mengkhawatirkan Kebakaran hutan dan lahan berdampak serius terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa daerah terdampak di wilayah Sumatra dan Kalimantan bahkan terus memburuk dan masuk kategori berbahaya sepanjang September-Oktober 2026. Pantauan selama September hingga 14 Oktober, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatat Kota Palangka Raya mempunyai nilai ISPU tertinggi sebesa...

Dari Pesantren Menyemai Ulama, Menata Peradaban Dunia

Gambar
OPINI Oleh Nur Hasanah, SKom (Aktivis Dakwah Islam) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Hari Santri Nasional semestinya tidak berhenti sebagai perayaan keberadaan jutaan santri di Indonesia. Peringatan ini perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi arah pendidikan pesantren, generasi seperti apa yang hendak dilahirkan dan untuk tujuan apa mereka menuntut ilmu? Sebab, masa depan umat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya generasi terdidik, tetapi juga oleh kedalaman ilmu dan visi perjuangannya. Kementerian Agama (Kemenag) RI mencatat 4.634.406 santri telah terverifikasi melalui sistem by name by address (BNBA) per Oktober 2026. Angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional. Jumlah tersebut merupakan potensi besar bagi umat Islam. Namun, potensi itu hanya akan bermakna apabila pendidikan santri diarahkan untuk membentuk generasi berilmu yang mampu membimbing umat dan memahami persoalan kehidupan berdasarkan Islam...

Zaitun Berdarah, Persaudaraan Muslim Masih Sebatas Status

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Apa jadinya jika seseorang bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga perlahan kehilangan sumber penghidupan dan warisan keluarganya? Itulah kenyataan pahit yang terus dihadapi rakyat Palestina. Pohon zaitun yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan mereka kini ikut menjadi sasaran serangan penjajah Israel. Ironisnya, ketika kebun dihancurkan dan petani diserang, dunia kembali menyuguhkan kecaman yang belum tentu mampu menghentikan kekerasan. Lantas, sampai kapan rakyat Palestina harus bertahan dengan ancaman, sementara pembelaan nyata tak kunjung terasa? Bagi masyarakat Palestina, pohon zaitun bukan sekadar tanaman untuk menghasilkan minyak atau buah. Pohon ini menjadi bagian dari identitas, sejarah keluarga, dan ikatan mereka dengan tanah leluhur. Lebih dari 90.000 keluarga Palestina disebut menggantungkan penghidupan pada pertanian zaitun, yang juga menyumbang sekitar delapan persen terhadap produk...

Palestina Berdarah, Masa Depan Mereka Direnggut

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada anak-anak yang seharusnya sibuk memikirkan ujian, mengejar cita-cita, atau bermain bersama teman-temannya. Namun, bagi anak-anak Palestina, bertahan hidup justru menjadi perjuangan yang harus dihadapi setiap hari. Tiga tahun berlalu sejak Thufan al-Aqsha pada 7 Oktober 2023, tetapi penderitaan mereka belum juga berakhir. Berapa banyak lagi masa depan yang harus hilang sebelum dunia benar-benar bertindak? Kementerian Pendidikan Palestina merilis data yang menunjukkan betapa besarnya kerusakan yang menimpa dunia pendidikan selama tiga tahun konflik. Sebanyak 20.748 pelajar dan 1.058 tenaga pendidikan serta administrasi dilaporkan tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pada periode yang sama, situasi di Tepi Barat juga memburuk, dengan 1.210 warga Palestina tewas, sekitar 13.350 orang terluka, dan lebih dari 24.600 orang ditahan. ( metrotvnews.com , 7/10/2026) Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik. Di balik...

Tiga Tahun Thufan Al-Aqsa Tewaskan 20.748 Pelajar Palestina

Gambar
OPINI Oleh Ani Prihatini, S.Hum.I. Aktivis Muslimah dan Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pada tanggal 7 Oktober 2026, genap tiga tahun peristiwa Thufan Al-Aqsa. Rakyat Palestina berjuang melawan kekejaman zionis Israel hingga menyebabkan puluhan ribu korban jiwa. Mereka mengalami penderitaan yang tiada akhir. Mereka harus kehilangan keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, bahkan tidak ada lagi tempat yang dirasa aman untuk tinggal sehingga sebagian warga Gaza harus mengungsi untuk menyelamatkan diri. Kementerian Kesehatan Gaza (Anadolu Agency) pada hari Jumat, 9 Oktober 2026 melaporkan bahwa hingga 4 Oktober jumlah korban tewas sebanyak 74.237 orang dan 175.206 orang lainnya terluka. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,4 persen dari perkiraan populasi Gaza sebelum perang, yakni 2,2 juta jiwa. Sementara itu, sebanyak 1,9 juta jiwa terpaksa mengungsi ke daerah lain (liputan6.com, 9/10/2026). Dampak dari perang selama tiga tahun ini membuat wilayah Ga...

Merosotnya Kepercayaan Publik: Alarm Kematian Sistem Demokrasi Kufur

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berjalan, alarm keras berbunyi dari rakyat sendiri. Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1—10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden mencatat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 44,5%. Angka ini anjlok drastis dari 81,2% pada Oktober 2024 saat keduanya dilantik. Sebanyak 53,4% menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali. Pendiri SMRC Saiful Mujani menyebut angka di bawah 50% ini sebagai sinyal bahaya bagi legitimasi negara, bahkan terendah sejak era pemilihan presiden langsung ( Kompasiana.com , 19/10/2026). Data ini diperkuat rapor Center of Economic and Law Studies (Celios). Dalam evaluasi dua tahun pemerintahan, Gibran hanya memperoleh skor 2,2 dari 10 menurut ahli dan 4,9 dari 10 menurut publik. Prabowo pun tidak jauh berbeda, 2,8 dari ahli dan 4,6 dari publik. Celios juga m...