Postingan

Featured Post

Distribusi Pelayanan Kesehatan Tidak Merata Menyebabkan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Asia Tenggara

Gambar
OPINI Oleh Nur Hasanah  Aktivis Dakwah Islam Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia kembali menjadi ironi besar dalam dunia kesehatan. Di satu sisi, jumlah dokter kandungan secara nasional justru dikategorikan surplus. Namun di sisi lain, ribuan ibu di berbagai daerah masih kehilangan nyawa saat melahirkan. Fenomena ini menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan angka ketersediaan tenaga medis. Lebih dari itu, sistem distribusi, arah kebijakan, dan paradigma pengelolaan kesehatan itu sendiri menjadi masalah. Fakta yang Terjadi di Lapangan Pertama, Indonesia tercatat memiliki AKI tertinggi di Asia Tenggara ( koranindopos.com 21/04/2026). Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat kemajuan teknologi kesehatan dan meningkatnya jumlah tenaga medis yang seharusnya mampu menekan angka tersebut. Namun realitasnya, kematian ibu saat persalinan masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan. Kedua, meskipun dokt...

‎Tingginya Angka Kematian Ibu Bukti Gagalnya Negara dalam Menjamin Keselamatan Rakyat ‎

Gambar
  ‎ OPINI ‎Oleh Yuniyati  ‎Aktivis Muslimah  ‎ ‎ Muslimahkaffagmedia.eu.org- Angka kematian ibu melahirkan di negeri ini masih sangat tinggi. Ironisnya hal ini terjadi saat jumlah dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter obgyn melebihi standar nasional yang dibutuhkan. Namun nyatanya dengan kondisi banyaknya dokter obgyn tidak memberikan kemudahan layanan di semua wilayah, kemudahan layanan hanya bisa dirasakan oleh sebagian masyarakat yang berada di kota-kota besar saja, sedangkan di beberapa daerah pelosok dokter kandungan masih sangat langka. Ditambah lagi dengan adanya ketimpangan pelayanan dan akses kesehatan serta lemahnya sistem rujukan di daerah, sehingga terjadinya kematian ibu hamil sulit untuk dihindari. ‎ ‎Seperti yang terjadi di Jayapura Papua, seorang Ibu hamil meninggal dalam perjalanan untuk melahirkan anaknya. Sebelumnya ibu hamil tersebut ditolak di beberapa rumah sakit di wilayahnya dengan alasan yang beragam diantaranya tidak ada fasilitas ...

Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Susah

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Nilai tukar rupiah melemah, bahkan mencapai level pelemahan terdalam saat krisis Asia 1997-1998. Per 26 Mei 2026 tercatat Rp17.789 per dolar AS. Secara tahun kalender berjalan, rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 7,34 persen. (Kompas.com, 28/5/2026) Kondisi ini membuat masyarakat resah, pasalnya bayang-bayang kenaikan harga terus menghantui. Hal ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang mencapai 70%. Di antara produk yang diimpor adalah sektor industri seperti kimia, tekstil, elektronik, minyak dan gas, farmasi hingga otomotif. Harga bahan baku impor akan naik karena sebagai transaksi menggunakan dolar AS, sehingga ketika rupiah melemah negara harus lebih banyak mengeluarkan biaya produksi. Ketika biaya produksi naik, otomatis harga barang juga akan naik, imbasnya daya beli masyarakat akan menurun. Anggaran negara akan tertekan karena subsidi energi membengkak...

Perlindungan Anak Butuh Solusi Hakiki

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Belum lama ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan Indonesia berada dalam kondisi darurat perlindungan anak. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hampir setiap hari masyarakat disuguhi berita tentang kekerasan terhadap anak, mulai dari pelecehan seksual, penganiayaan, penelantaran, hingga berbagai ancaman yang datang dari dunia digital. Ironisnya, banyak kejahatan itu justru terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak, yaitu rumah. Data KPAI menunjukkan bahwa selama Januari hingga April 2026 terdapat 426 laporan pengaduan kasus anak. Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual, sedangkan lokasi kejadian terbanyak berada di lingkungan rumah. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers KPAI bertajuk Darurat Perlindungan Anak. ( kpai.go.id , 18/05/2026) Ancaman terhadap anak juga datang dari ruang digital. KPAI mencatat keterlibatan anak dalam judi...

Kuliah Semakin Mahal, Mimpi Generasi Muda Semakin Memudar

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pendidikan tinggi seharusnya menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Namun, kenyataan yang dihadapi banyak mahasiswa hari ini justru menunjukkan bahwa bangku kuliah semakin sulit dijangkau. Bagi sebagian keluarga, masuk perguruan tinggi bukan lagi sekadar soal kemampuan akademik, melainkan soal kemampuan membayar biaya pendidikan yang terus meningkat. Fakta ini bukan sekadar keluhan masyarakat. Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan bahwa hingga tahun 2025 terdapat sekitar 289 ribu mahasiswa yang putus kuliah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan sekitar 73,81 persen berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). ( kupastuntas.co , 25/05/2026) Di sisi lain, berbagai laporan juga menunjukkan bahwa dukungan pendanaan negara terhadap pendidikan tinggi masih jauh dari ideal. Perguruan tinggi dituntut menc...

Antara Seragam, Kekuasaan, dan Keadilan yang Dipertanyakan

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kasus kematian seorang pelajar SMP berinisial MHS (15 tahun) di Deli, Serdang, kembali memunculkan pertanyaan besar, tentang wajah keadilan di Negeri ini. Publik dibuat terkejut ketika anggota TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan yang berujung pada kematian korban, hanya divonis 10 bulan penjara. Tidak hanya itu, terdakwa juga hanya diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp12,7 juta kepada keluarga korban. Lebih jauh lagi, putusan tersebut tidak disertai pencopotan dari status kemiliterannya, sehingga memunculkan kritik luas dari masyarakat dan pegiat hukum. ( Liputan6.com , 26/05/2026) Vonis tersebut bahkan lebih ringan dibanding tuntutan sebelumnya, yang meminta hukuman satu tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider tiga bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana karena kealpaan yang menyebabkan kematian orang lain. Putusan itu kemudian di...

Pesta Babi dan Peradaban Kapitalis yang Mengikis Nilai Kemanusiaan

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh  (Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masyarakat Indonesia sedang menyoroti sebuah film dokumenter lokal, yang didalamnya memotret realitas kelam di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, wilayah paling timur negara kita. Proyek pangan (food estate) dan bioetanol skala besar kini tengah merangsek masuk, memaksa warga adat berdiri di tepi jurang kehilangan tanah leluhur mereka, dimana mereka menganggap hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan; ia adalah denyut nadi kebudayaan. Dalam film ini, sebuah premis pahit tersaji, ketika tanah yang kaya raya justru tidak menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat adat yang telah lama menjaganya. Hutan luas, sumber daya alam melimpah, dan budaya yang kuat, tetapi masyarakatnya malah menghadapi ancaman kehilangan tanah, rusaknya lingkungan, dan terpinggirkan oleh proyek-proyek besar atas nama pembangunan. ( Suara.com , 16/05/2026) Di sinilah wajah asli peradaban kapitalisme tampak begitu nyata. K...