Postingan

Featured Post

Rekening Massal: Banyak Rekening, Belum Tentu Banyak Solusi

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Kalau rekening bisa menyelesaikan persoalan rakyat, mungkin kemiskinan tinggal menunggu saldo masuk. Sayangnya, kehidupan tidak sesederhana itu.  Pemerintah berencana membuka rekening secara massal bagi lebih dari 200 juta masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan dana pembukaan sebesar Rp50 ribu untuk setiap rekening. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebutuhan dananya sekitar Rp11 triliun yang bersumber dari APBN. ( antaranews.com , 9/09/2026) Sekilas, memiliki rekening baru memang terdengar seperti kabar baik. Akses masyarakat terhadap layanan keuangan juga penting, terlebih bagi mereka yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Namun, ketika program tersebut menyangkut anggaran hingga triliunan rupiah, pertanyaan yang lebih mendasar layak diajukan. Rekening massal ini sebenarnya untuk kepentingan siapa? Pemerintah menyebut kebijakan ini ditujukan untuk me...

Energi Langka di Negeri Kaya, BBM dan LPG Bikin Rakyat Merana

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,  Ada yang harus berangkat kerja, tetapi lebih dulu sibuk mencari BBM. Ada pula yang membutuhkan gas untuk memasak, tetapi harus berkeliling karena LPG 3 kg tidak mudah ditemukan. Di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, persoalan energi bahkan sempat membuat antrean kendaraan mengular dan aktivitas masyarakat harus ikut disesuaikan. Pekan lalu, antrean BBM terlihat di berbagai SPBU dan Pertamini di Makassar serta sejumlah daerah lain di Sulsel. Panjangnya bukan lagi hitungan beberapa kendaraan, melainkan mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada mobilitas warga, termasuk diberlakukannya pembelajaran daring untuk sementara waktu sebagai salah satu upaya mengurangi pergerakan masyarakat. ( kompas.id , 14/09/2026) Persoalan serupa juga muncul pada LPG 3 kg. Kelangkaan gas melon membuat mahasiswa, ojek online, buruh, dan sejumlah organisasi masyarakat turun men...

RUU Perampasan Aset, Semakin Luas dan Misterius

Gambar
  OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, S.H.,M.H  Dosen-FH MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Desakan pengesahan RUU Perampasan Aset di tengah masyarakat semakin kuat, terutama setelah aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus lalu. Namun, hal ini menjadi pertanyaan bagi pakar hukum tata negara, Ferry Amsari.  Persoalan RUU Perampasan Aset tidak hanya mengenai cepat atau lambatnya untuk disahkan tetapi publik (masyarakat) seharusnya mengetahui draft terbaru yang dibahas di DPR. Pembahasannya seharusnya terbuka untuk publik. Namun, RUU ini semakin misterius dalam pembahasannya.  Komisi III DPR RI saat ini telah memasukan daftar tidak pidana yang akan dikenai Perampasan Aset melalui Undang-Undang ini. Ada sebanyak 13 jenis tindak pidana yang dimasukkan kedalam draf RUU Perampasan Aset saat ini. Hal ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dari RUU tersebut.  RUU ini tidak lagi identik dengan tindak pidana korupsi. Tindak pidana tersebut antara la...

Rekening Massal: Kepentingan Rakyat atau Agenda Kapitalisme Global?

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana, S.Sos. Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Pemerintah berencana membuat rekening massal untuk 200 juta warga, terutama mereka yang baru berusia 17 tahun. Rekening ini akan dibuat di BRI dan BSI dengan saldo awal Rp50 ribu per orang. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp11 triliun (detik.com, 10/09/26). Kebijakan ini diklaim bertujuan menyalurkan bantuan sosial secara lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan ini tidak mendesak, apalagi di tengah kondisi fiskal yang sedang sulit. Jika tujuan utamanya adalah penyaluran bansos yang lebih efisien dan tepat sasaran, maka solusi yang lebih masuk akal adalah memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Perbaikan data dinilai lebih langsung menyasar akar masalah, yaitu ketepatan penerima manfaat, tanpa harus membuka ratusan juta rekening baru. Alasan peningkatan inklusi keuangan juga d...

Kejar Sukses, Kejar Target, Lalu Siapa yang Menemani Saat Mental Down?

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Kampus ramai. Jalanan ramai. Media sosial juga tidak pernah benar-benar sepi. Setiap hari kita melihat orang tertawa, berkumpul, membuat konten, mengejar prestasi, dan memamerkan pencapaian. Namun, di tengah keramaian itu, ada orang-orang yang diam-diam merasa sendirian, bahkan sampai tidak sanggup lagi menanggung beban hidupnya. Kabar tentang dugaan percobaan bunuh diri seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) pada Kamis (10/9/2026) kembali membuka mata bahwa persoalan kesehatan mental generasi muda bukan perkara sepele. Sebelumnya, seorang pria berinisial FS (30) ditemukan meninggal dunia di kawasan GBK, Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyisakan pesan perpisahan dan kabar bahwa sebelum meninggal, FS sempat mendonasikan Rp40 juta kepada komunitas kesehatan mental. ( Kompas.id , 10/09/2026) Di satu sisi, masyarakat semakin sering di...

Jangan Hanya Mencari, Belajarlah Mencintai Pilihanmu

Gambar
OPINI Oleh Umi Rokayah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta. Justru, setelah akad diucapkan perjalanan cinta yang sebenarnya baru dimulai. Cinta dalam pernikahan bukan hanya tentang perasaan yang berbunga-bunga, tetapi juga tentang kesediaan untuk bertahan, memahami, dan terus belajar mencintai dalam berbagai keadaan. Sebelum menikah cinta mungkin terasa begitu indah. Ada pesan yang ingin segera disampaikan, ada rindu dan selalu menunggu, ada perhatian kecil yang mampu membuat hati berbunga-bunga. Setiap pertemuan terasa istimewa, setiap percakapan menghadirkan kebahagiaan, dan kekurangan pasangan sering kali terlihat sebagai sesuatu yang bisa dimaklumi. Namun, setelah menjadi suami istri kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Pernikahan mempertemukan dua manusia dengan latar belakang, kebiasaan, cara berpikir, dan pengalaman hidup yang berbeda. Keduanya mungkin memiliki cara yang tidak sama dalam mengelola emosi, men...

Jeruji Zionis dan Tanggung Jawab Umat Islam Membebaskan Anak-anak Palestina

Gambar
OPINI Oleh Windi Permana Industri Penjara Anak-anak Rezim Pendudukan  Tiga ratus tujuh puluh anak Palestina saat ini masih mendekam di penjara-penjara Zionis Israel. Sebagian besar terkonsentrasi di Penjara Megiddo dan Ofer, dua tempat yang dikenal dengan kondisi keras dan perlakuan brutal [ riau.antaranews.com , 28/08/2026].  Ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah nyawa-nyawa muda yang dirampas masa depannya oleh sistem pendudukan yang biadab. Bagaimana mungkin anak-anak yang seharusnya bermain, belajar, dan bermimpi justru dipaksa hidup di balik jeruji besi sebagai tahanan politik? Angka 370 itu hanyalah bagian kecil dari gambaran besar penindasan. Hingga awal Agustus 2026, Zionis Israel menahan lebih dari 9.400 tahanan Palestina [ kompas.com , 28/08/2026]. Fakta ini membuktikan bahwa penangkapan massal telah menjadi strategi sistematis untuk menekan, mengintimidasi, dan melumpuhkan seluruh lapisan masyarakat Palestina. Lebih mencengangkan lagi, ini adalah kelanjutan ...