Postingan

Featured Post

Megiddo: Penjara Anak-anak, Diamnya Penguasa Muslim

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri  Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tangis seorang ibu di Jenin pecah tengah malam. Pintu rumahnya didobrak. Lampu senter menyilaukan. Dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun digiring tentara Zionis. Tidak ada surat. Tidak ada pengadilan. Hanya borgol plastik dan mobil penjara. Itu bukan film, tetapi realita di Palestina. Hari ini, ratusan anak Palestina masih meringkuk di balik jeruji besi penjara Megiddo dan Ofer. Sementara penguasa negeri muslim memilih diam. Data terbaru dari Palestinian Center for Prisoners’ menyebut: 370 anak Palestina saat ini dipenjara oleh Zionis Israel. Mereka bagian dari 9.400 tahanan Palestina yang ditahan Israel hingga awal Agustus 2026. Komisi Palestina Urusan Tahanan mencatat fakta yang lebih mengerikan: Sejak 1967, lebih dari 50.000 anak Palestina telah ditangkap militer Israel. Modusnya sama: penangkapan tengah malam, pemukulan, interogasi tanpa orang tua dan pengacara, lalu divon...

Karhutla Berulang: Saat Amanah Dikhianati, Alam dan Rakyat Menjadi Korban

Gambar
OPINI   Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis  “ Hutan terbakar lagi. Asap mengepul lagi. Tetapi yang berubah hanyalah jumlah korban, bukan niat untuk melindungi.” Karhutla Tak Pernah Usai Tercatat sampai 9 Agustus 2026 luas lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 48.889,69 hektare. Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Di Pekanbaru kualitas udara dinyatakan tidak sehat karena kabut asap. Di Papua Tengah kebakaran mencapai 396 hektare dan api belum juga padam. Di Kalimantan Timur 1.260 hektare lahan terbakar, kebanyakan milik perusahaan. Peristiwa tersebut dilansir oleh cnnindonesia.com. Pemerintah merespon dengan mengerahkan satgas darat dan water bombing dengan menggunakan helikopter. Presiden Prabowo memastikan karhutla di Riau segera dituntaskan. Sebanyak 15.000 hektare berhasil ditangani dan beliau memerintahkan pencabutan izin korporasi yang terlibat. Menteri Kehutanan juga menyatakan akan menindak tegas pelaku pembakar lahan dan hutan. Namun,...

Mengembalikan Ittiba’ Menuju Kebangkitan Umat Rasulullah saw.

Gambar
OPINI   Oleh Windi Permana S.Sos Pendidik Generasi Ideologis Tradisi Tahunan Yang Kehilangan Visi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Setiap tahun, gemuruh shalawat dan semarak pawai mewarnai perayaan Maulid Nabi di berbagai penjuru negeri. Umat Islam berbondong-bondong memenuhi majelis taklim, masjid, hingga lapangan terbuka untuk mengekspresikan kecintaan mereka kepada Rasulullah saw.. Namun, di balik hiruk-pikuk ritual dan luapan emosi keagamaan yang membahana, muncul pertanyaan mendasar: seberapa dalam substansi peringatan ini mampu menembus kesadaran kolektif kita? Sering kali, energi spiritual yang luar biasa ini hanya menguap di akhir acara, tanpa meninggalkan bekas perubahan berarti dalam tatanan hidup, seolah-olah perayaan menjadi tujuan akhir, bukan pintu masuk untuk merenungi apa sebenarnya misi besar Sang Rasul. Fenomena ini semakin terasa janggal ketika kita mencermati bahwa narasi keteladanan (ittiba’) yang disampaikan pada momentum Maulid masih terperangkap pada ranah etika ...

Polemik Desil: Saat Kehidupan Rakyat Direduksi Menjadi Data

Gambar
OPINI Oleh Umi Rokayah (Aktivis Dakwah)  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Perdebatan mengenai penggunaan desil dalam menentukan kondisi ekonomi masyarakat kembali menjadi perhatian. Desil digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Namun, persoalan muncul ketika klasifikasi statistik tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas dan subsidi negara. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah rencana pembatasan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil tertentu, termasuk desil 9 dan 10. Kebijakan semacam ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah posisi seseorang dalam sebuah kelompok statistik benar-benar mampu menggambarkan kondisi ekonominya secara utuh? Pemerintah memang menjelaskan bahwa desil bukanlah ukuran mutlak kaya atau miskinnya seseorang. Namun, ketika angka tersebut dijadikan dasar untuk menentukan hak masyarakat atas subsidi, persoalan menj...

Motor Listrik Nasional (Molinas), Siapa Diuntungkan?

Gambar
  OPINI Oleh Siti Rohmah, S. Ak Pemerhati Kebijakan Publik MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Indonesia saat ini mulai membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Setelah pemerintah meluncurkan program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya kompleks mobil listrik yang tengah dibangun di kawasan Subang, Jawa Barat. Produksi masal mobil listrik ditargetkan mulai pada tahun 2028. Presiden juga mengatakan bahwa gagasan ini merupakan ' game changer '. Kolaborasi pengembangan motor listrik oleh berbagai pelaku usaha dalam negeri seperti PT Indika Energi Tbk dan didukung pembiayaan Danantara serta sejumlah pabrikan global seperti Vinfast Automobile dan BYD Motor Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menanamkan modal besar untuk membangun fasilitas manufaktur molinas yang berada di kawasan Subang, Jawa Barat. Beritasatu.com , (13-08-2026).  Demi Keuntungan Pengusaha Presiden Prabowo Subianto pun membe...

Gen Z Terimpit. Antara Tekanan Ekonomi, Hedonisme, dan Krisis Tujuan Hidup

Gambar
  OPINI Oleh Nia Kurniawati  Pendidik Generasi  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI -Tanggal gajian tiba. Notifikasi transfer masuk ke telepon genggam. Dalam hitungan menit, sebagian pekerja muda langsung membuka aplikasi Mobile Banking untuk membayar sewa tempat tinggal, tagihan listrik, atau kebutuhan bulanan lain yang tidak bisa ditunda. Setelah kewajiban selesai, sebagian lainnya membuka keranjang belanja daring yang sudah diisi sejak beberapa hari sebelumnya. Ada yang membeli lipstik, parfum, memesan kopi atau matcha, memperpanjang langganan layanan musik digital, mencoba restoran yang sedang ramai diperbincangkan, menonton film di bioskop, hingga berburu tiket konser. Kebiasaan seperti ini menjadi lumrah di medsos yang dikenal dengan berbagai istilah, mulai dari self reward, little treat , hingga healing tipis-tipis. ( Kompas.com ,12-08-2026). Bagi Gen Z membeli sesuatu setelah menerima gaji merupakan cara sederhana untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri s...

Ketika Energi Jadi Dagangan: Solusi Islam Atasi Krisis BBM

Gambar
  OPINI Oleh Yusi Susanti  Aktivis muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemandangan antrean BBM kembali jadi luka. Di Sumut, Riau, hingga Kalbar, kendaraan mengular ratusan meter. Sopir truk tidur di kabin demi seliter solar. Warga berburu BBM sejak subuh. Puncaknya, ada pengemudi yang meninggal di balik kemudi karena kelelahan menunggu. BPH Migas menyebut ini _panic buying_. Tapi faktanya, konsumsi Pertalite dan Solar subsidi sudah >50% kuota tahunan hanya dalam 7 bulan. Sisa kuota jelas kritis. Saat harga non-subsidi naik dan kuota dipangkas, rakyat wajar beralih ke subsidi. Itu rasional.   Tapi jawaban negara justru administratif: batasi volume, verifikasi nopol, pakai aplikasi. Ini bukan menyelesaikan pasokan. Ini hanya "mengelola kelangkaan" sambil menambah beban rakyat. Akar Masalah: Negara Berubah Jadi Pedagang Indonesia kaya SDA, tapi terus krisis energi. Karena paradigma kelolanya salah. Sektor migas dikurung logika neoliberal. Dari hulu ke hilir ...