Postingan

Featured Post

Swasembada Pangan, Kok Impor?

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Nadiatulhaq  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Beras adalah makanan pokok rakyat. Ia hadir di meja makan setiap hari. Namun di balik nasi yang kita makan tersimpan persoalan besar, siapa sebenarnya yang mengendalikan pangan di negeri ini? Indonesia bakal impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari perjanjian dagang resiprokal. Jenis beras yang akan diimpor merupakan beras klasifikasi khusus. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira , menyayangkan adanya perjanjian tersebut. Menurutnya, rencana impor 1.000 ton beras dari AS bisa mengganggu program swasembada beras Indonesia yang selama ini digaungkan pemerintah. ( finance.detik.com , 25/2/2026) Di satu sisi, pemerintah menggaungkan swasembada beras. Di sisi lain, keran impor tetap dibuka, bahkan dari negara besar seperti Amerika Serikat. Ironi ini seharusnya menyadarkan kita bahwa ada persoalan mendasar dalam arah kebij...

Impor Pick Up untuk Koperasi, Kebutuhan atau Keinginan?

Gambar
  OPINI   Oleh Ria Nurvika Ginting, SH,MH (Dosen-FH)  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Koperasi Merah Putih adalah salah satu program nasional pemerintahan Prabowo-Gibran . Berdasarkan instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 , setiap koperasi desa dalam program ini akan memperoleh dukungan anggaran negara melalui berbagai sumber yang dikoordinasikan oleh kementerian terkait. Setiap koperasi akan menerima alokasi dana sekitar Rp.3 miliar yang disalurkan kepada perusahaan milik negara di bawah holding pangan, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Namun belakangan ini sebagian anggaran KDMP justru diambil dari pemangkasan setengah dana desa yang memicu penolakan dari para kepala desa, dengan nilai Rp.3 miliar per koperasi, maka estimasi kasar membangun dan menggerakkan 80.000 unit dibutuhkan sekitar Rp.240 triliun. Mengingat banyak KDKMP yang belum beroperasi dan mumpuni sebagaimana Kopdes Penfui Timur di NTT. Oleh karena itu, kemungkinan kendaraan operasional dibutu...

Ilusi Kemanusiaan : Rafah Dibatasi, Hegemoni Israel Kian Tak Terhenti

Gambar
  OPINI   Oleh Nia Kurniawati Pendidik Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI - Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan tingkat kepatuhan dalam pembukaan kembali perlintasan Rafah antara Mesir dan Gaza baru mencapai 29 persen, di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan Israel. Meski begitu, data resmi menunjukkan sekitar 80.000 warga Palestina telah mendaftar untuk kembali ke Gaza. Hal ini mencerminkan penolakan terhadap pengungsian. Tentu saja pembukaan gerbang Rafah kembali dibicarakan sebagai “angin segar” bagi warga Jalur Gaza. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembukaan itu masih dibatasi dengan syarat ketat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan, tanpa pembukaan penuh seluruh penyeberangan, bantuan kemanusiaan tidak akan mampu mengakhiri bencana yang semakin parah. Sementara itu, juru bicara UNRWA , Jonathan Fowler menyampaikan bahwa pasokan bantuan masih tertahan di Mesir dan Yordania akibat pembatasan akses sejak Maret 2025. Situasi ini memperlih...

Dua Labu Siam Menyisakan Duka Mendalam

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah   Pegiat Literasi Taukah kamu, hidup dalam sistem kapitalis ini  Demi sesuap nasi, seorang pria harus menerima pukulan bertubi-tubi  Demi isi perut, kini tulang punggung telah pergi  Inikah sistem yang katanya menjunjung tinggi hak asasi Yang nyatanya mematikan hati nurani penduduk negeri Inilah kisah pilu yang dialami oleh pria berinisial MI (56) warga Cugenang, Cianjur , Jawa Barat , meninggal dunia usai dipukuli tetangganya. Ia dipukuli karena kepergok mengambil dua buah labu siam di kebun yang digarap oleh Ujang Ahmad (41). UA ditetapkan sebagai pelaku setelah kematian MI (korban) diduga karena luka pukul dari UA. Kejadian bermula saat pelaku mengejar korban sampai di depan rumahnya dan terjadi perdebatan hingga pelaku memukul korban diberbagai bagian tubuh. Mulai dari kepala, wajah, leher, sampai dada seraya mendesak korban untuk mengakui perbuatannya. Akibat pukulan itu, korban dilarikan ke RS dan selang dua hari, nahas ...

Aparat sebagai Pengayom dan Pelindung Rakyat?

Gambar
  Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Nyawa murah di negeri ini Hilang nurani para pengayom negeri Tubuh kecil tak berdosa telah pergi Akibat sasaran amarah polisi Allah Swt. mengancam pelaku pembunuhan dengan ancaman berat, sebagaimana firman-Nya, وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا " Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya ."  ( QS. An-Nisa [4]: 93 ) Sungguh miris, untuk kesekian kalinya nyawa rakyat kecil melayang di tangan polisi. Puisi di atas menggambarkan ketidak adanya jaminan keamanan untuk rakyat kecil. Polisi yang seharusnya menjadi pengayom seolah berubah menjadi monster pemusnah nyawa. Begitu ringan tangan-tangan besi mereka merenggut nyawa tak berdosa. Sebenarnya mereka bekerja untuk keamanan atau seb...

Ketika Penjaga Menjadi Penekan: Cermin Rapuhnya Sistem Sekuler

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qimochagi  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Seorang anak kecil di Nusa Tenggara Timur mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli alat tulis seharga sepuluh ribu rupiah. Tragedi itu bukan hanya soal kemiskinan. Ia adalah potret getir tentang betapa mahalnya akses terhadap hak dasar. Namun ketika seorang mahasiswa bersuara menyuarakan keprihatinan itu, yang datang bukan empati, melainkan intimidasi. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto , mendapat serangkaian ancaman setelah bersurat kepada UNICEF terkait tragedi tersebut. Bukan hanya dirinya. Puluhan pengurus BEM UGM dan bahkan keluarga mereka ikut diteror ( detik.com , 20/02/2026). Sebelumnya, aktivis BEM UI juga mengalami intimidasi menjelang pemilihan ketua BEM. Bentuknya beragam: doxing, pengiriman paket misterius, hingga tekanan psikologis. Lembaga seperti Amnesty International bahkan mendesak pemerintah mengusut tuntas teror terhadap mahasiswa. ( metrotvnews.com , 21/01/2026)...

Benarkah Pernikahan Itu Menakutkan?

Gambar
  OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Pernikahan itu menakutkan atau marriage is scary sebuah ungkapan yang makin populer di kalangan generasi muda. Mereka memandang pernikahan adalah sebuah keputusan berisiko yang sarat beban ekonomi, menghilangkan kebebasan, dan banyak konflik. Pernikahan dipandang sebagai keputusan strategis yang melibatkan banyak pertimbangan. Dalam rentan 2014 hingga 2024 angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan hingga hampir 29%. Banyak generasi muda memilih menunda pernikahan karena lebih memprioritaskan kemapanan finansial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tercatat 71,04 persen pemuda usia 16-30 tahun belum menikah. 27,92 persen berstatus menikah, dan 1,04 cerai hidup/ mati. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat adanya kenaikan angka pencatatan pernikahan secara nasional sepanjang tahun 2025. Data Sistem Informasi Manajemen Ni...