Mahasiswa Kritis, Teror Tiada Habis
OPINI Oleh Tutik Haryanti Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ketua BEM UGM, Tyo Ardianto tengah menjadi sorotan publik. Mahasiswa kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 26 April, sedang menghadapi teror baik secara fisik maupun melalui platform media sosial. Teror terjadi setelah ia mengirimkan surat ke UNICEF terkait anak sekolah yang bunuh diri di Ngada, NTT, yang tak mampu membeli buku tulis dan pena seharga sepuluh ribu rupiah. Ia juga menilai tentang kebijakan MBG yang digulirkan secara besar-besaran oleh pemerintah sebaiknya dihentikan, karena mengorbankan anggaran pendidikan dan berorientasi politik dan pencitraan. Tyo menyebut, stunting memang harus dientaskan, tetapi tidak dengan logika proyek, mestinya dengan logika gerakan. Berawal dari sini Tyo dan keluarganya mendapat teror dari orang tak dikenal. Saat di sebuah kedai, Ia diikuti oleh dua orang tak dikenal, berbadan tegap dengan tampilan masih muda dan sempat mengambil gambar dirinya. Namun, setelah dikej...