Buku Mahal, Nyawa Anak Taruhannya: Ketika Negara Abai, Anak Jadi Korban
OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sepucuk surat sederhana menjadi saksi bisu jeritan seorang anak. Bukan surat kebencian. Bukan pula luapan amarah. Melainkan pamit lirih seorang bocah kelas 4 SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak sanggup lagi memikul beban hidup yang bahkan belum ia pahami sepenuhnya. Di usia yang seharusnya dipenuhi kepolosan, ia hanya menginginkan sesuatu yang amat sederhana: buku dan pena. Namun, keinginan kecil itu justru berujung pada tragedi besar—tali gantungan di pohon cengkih. Surat bertajuk “Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk Mama Reti)” itu ditulis oleh YPR, seorang siswa kelas 4 SD di NTT. Dalam tulisannya, ia memohon kepada sang ibu agar dibelikan buku dan alat tulis. Namun, keterbatasan ekonomi membuat permintaan itu tak mampu dipenuhi. Kekecewaan yang tak tersalurkan, rasa bersalah yang tak seharusnya ia tanggung, serta tekanan yang terus mengimpit akhirnya bermuara pada keputusan tragis:...