Postingan

Featured Post

Senjata Dilucuti Demi Kedamaian Semu, Palestina Kian Lumpuh

Gambar
  OPINI Oleh Syifaul Afida   Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Dikutip kantor berita AFP, Jumat (31/7/2026), Trump mengumumkan bahwa Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian telah meraih kesepakatan pelucutan senjata bagi Hamas maupun kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Bagi Trump, pencapaian tersebut merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng. Pelucutan senjata disepakati akan dilaksanakan secara bertahap. Pasukan Zionis akan mundur setelah pelucutan senjata selesai. Lalu, tanggung jawab atas Gaza akan diambil alih oleh Pasukan Stabilisasi Internasional, bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru. [ news.detik.com , 31-07-2026] Hamas pun sepakat untuk melakukan pelucutan senjata, namun harus disertai dengan penghentian serangan dan penarikan pasukan Zionis dari Jalur Gaza. Sayangnya, serangan di Jalur Gaza lagi-lagi dilancarkan oleh pasukan Zionis beberapa hari setelah Trump menyampaikan kesepakatan peluc...

Sarjana Menganggur Kegagalan Individu atau Kegagalan Sistem?

Gambar
  OPINI Oleh Esin Kuresin  Aktivis Dakwah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINJ- Satu juta sarjana menganggur bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ada persoalan besar dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan data BPS Februari 2025 yang diberitakan Kompas, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang, dan lebih dari satu juta di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi. (Kompas, 04-08-2026) Fakta yang dialami masyarakat di negeri ini tentu membuat kita bertanya-tanya, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Padahal, dalam pemilu sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan baru dalam lima tahun masa pemerintahannya. Persoalannya bukan sekadar jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas. Ada pula ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia. Fenomena ini sangat terasa ketika digelar job fair. Berbagai perusahaan berkumpul di satu tempat untuk menca...

Darurat Empati di Rumah Sakit

Gambar
  OPINI Oleh Tety Kurniawati   Aktivis Dakwah dan Penggiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Viral   di media sosial. Kisah Yurizal memicu kemarahan publik setelah ia mengunggah keluhan di Threads pada 22 Juli 2026. Sudah 8 jam menunggu kamar rawat inap dengan jaminan BPJS, namun pelayanan tak kunjung datang. Alih-alih mendapat empati atau solusi, unggahannya justru dibanjiri sindiran dari sejumlah oknum tenaga kesehatan di kolom komentar ( cnnindonesia.com , 08-08-2026). Tragisnya, sembilan hari kemudian, tepat pada 31 Juli 2026, Yurizal dikonfirmasi meninggal dunia.  Kasus ini kembali menyorot tajam diskriminasi terhadap pasien BPJS dan hilangnya empati di fasilitas kesehatan. Publik pun menyerukan tagar tuntutan agar pelayanan kesehatan benar-benar adil, tanpa membedakan status kepesertaan. Menurut penjelasan pihak berwenang, keterlambatan terjadi karena pasien membutuhkan perawatan di Unit Perawatan Intensif atau High Care Unit yang kapasitas tem...

Pencegahan LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Efektifkah?

Gambar
  OPINI Oleh Ledy Ummu Zaid (Aktivis Muslimah) MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Dewasa ini, LGBTQ — _lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer_ — telah menjadi pembahasan publik di Indonesia. Fenomena ini tidak lagi dianggap tabu. Faktanya, orientasi seksual yang menyimpang ini mulai terlihat lazim di tengah masyarakat.  Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, tercatat sekitar 1.095.970 orang atau 0,44 persen dari populasi Indonesia masuk dalam kategori LGBTQ, seperti dilansir _timesindonesia.co.id_ (02/05/2026). Sayangnya, penyebarannya kian masif. Karena itu, upaya pencegahan harus segera dilakukan secara serius. *Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum Sekolah* Dilansir dari kemenag.go.id (22/07/2026), Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan materi edukasi pencegahan LGBTQ. Materi ini akan diberikan kepada siswa kelas IV SD hingga jenjang SMP dan SMA pada tahun ajaran 2026/2027. Mekanismenya adalah de...

Militer Mengawasi Pajak: Negara Melayani Rakyat atau Mengintimidasi?

Gambar
  OPINI Oleh Nia Rahmat Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Di tengah tingginya tuntutan penerimaan negara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai memperkuat pengawasan kepatuhan wajib pajak dengan pendekatan yang lebih luas. Tak hanya  mengandalkan kunjungan lapangan,  otoritas pajak juga memanfaatkan teknologi digital hingga menggandeng jejaring aparat teritorial Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengumpulkan untuk data ekonomi.  Strategi baru tersebut tertuang tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor SE-8/PJ/2026, tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak yang ditetapkan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada 15 Juli 2026. "Kegiatan pengumpulan data lapangan dilakukan dengan mendatangi tempat tinggal dan tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha, dan/atau objak pajak", tulis Bimo dalam SE-8/PJ/2026 itu. ( cnnindonesia.com ,  Selasa 21/07/2016) Meski pemerintah menegaska...

Gernas RANA hanya Ceremony, Islam Punya Solusi Hakiki

Gambar
  OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  MislimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Kasus pencabulan murid SD oleh suami guru yang berinisial D (37) sudah ditangani polisi usai viral karena di arak massa. Peristiwa terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, tepatnya di rumah seorang guru yang berinisial AIK.  Korban merupakan anak yatim piatu yang diurus oleh kerabatnya. Berdasarkan kesaksian korban, saat ia di sodomi, guru tidak mengetahui karena ia sedang di rumah bagian belakang. Dari kesaksian tersebut, kini D ditetapkan menjadi tersangka sementara AIK masih berstatus sebagai saksi. ( kumparan.com , 24/07/2026) Kasus sodomi yang dilakukan oleh suami guru SD ini menambah deret banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak. Seharusnya kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera menetapkan sanksi yang tegas pada pelaku. Namun, memang dalam sistem kapitalis sekuler tidak ada ruang aman bagi anak, ba...

Anggaran Lebih Kenyang daripada Anak-Anak

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Indonesia adalah negeri yang gemah ripah loh jinawi tetapi masih ada masyarakatnya yang tinggal di daerah dengan angka stunting tinggi. Setiap hari ia berangkat ke sekolah dengan harapan bisa memperoleh makanan bergizi dari program pemerintah. Namun, harapan itu belum tentu menjadi kenyataan karena fasilitas yang dibutuhkan justru belum tersedia di daerahnya. Di saat yang sama, ratusan dapur yang tidak beroperasi justru tercatat menerima anggaran negara. Ironi seperti inilah yang membuat masyarakat berhak mempertanyakan, apakah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat atau hanya mengejar keberhasilan di atas kertas? Program MBG diluncurkan dengan tujuan mulia, yakni memperbaiki gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka stunting. Tidak sedikit masyarakat yang berharap program ini mampu menjadi solusi bagi persoalan gizi yang selama ini masih menjadi pekerjaan ...