Postingan

Featured Post

Dalam Demokrasi, Hifdzun Diin Terabaikan

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kembali viral kasus penistaan agama. Kali ini, challenge hafalan Al-Qur’an yang berhadiah minuman keras (miras). Penistaan ini terjadi di salah satu booth merek miras Newport dalam acara The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Setelah dilakukan pendalaman pada pihak Manajemen The Sounds Project hingga brand minuman Newport, kini ditetapkan 4 orang tersangka, yakni saudara RES sebagai pembawa acara, I dan AK adalah pihak yang mengajukan tantangan dan M sebagai pihak penerima tantangan yang membacakan surat Ad-Dhuha melalui pengeras suara. ( kompas.com , 14/08/2026) Adanya challenge tersebut membuat masyarakat geram. Karena ini bukan sekadar hiburan melainkan penistaan terhadap agama Islam. Miras yang jelas-jelas diharamkan dalam agama Islam malah dijadikan hadiah bagi yang hafal surat Ad-Dhuha. Sama halnya menyandingkan dua hal yang saling bertolak belakang. Allah Swt. berfirman,  اَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…...

GEN Z TERIMPIT: ANTARA TEKANAN EKONOMI, GAYA HIDUP, DAN KRISIS TUJUAN HIDUP

Gambar
OPINI   Oleh Meylani Husnia dan Afiyah Rasyad Aktivis Peduli Umat " Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." Pernyataan menggugah di atas diserukan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Tentu kata-kata tersebut bukan jargon tak berdasar. Potensi generasi muda begitu dahsyat. Kekuatan fisik, daya ingat, dan semangat yang bergelora ada pada pemuda. Sayang seribu sayang, hidup generasi saat ini, terutama Generasi Z, begitu dilematis. Permasalahan bertumpuk tiada tepi. Mereka banyak yang merelakan diri berada dalam pusaran gaya hidup kekinian hingga lupa akan jati dirinya. Dilema Gen Z Sederet fakta memprihatinkan yang menimpa Gen Z tak jauh dari impitan atau tekanan finansial, gaya hidup hedonis, hingga krisis tujuan hidup. Antrean pencari loker yang mengular sudah menjadi pemandangan biasa, dan sebagian besar pencari kerja tersebut berasal dari kalangan Gen Z. Dilema tidak b...

Senjata Dilucuti Demi Kedamaian Semu, Palestina Kian Lumpuh

Gambar
  OPINI Oleh Syifaul Afida   Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Dikutip kantor berita AFP, Jumat (31/7/2026), Trump mengumumkan bahwa Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian telah meraih kesepakatan pelucutan senjata bagi Hamas maupun kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Bagi Trump, pencapaian tersebut merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng. Pelucutan senjata disepakati akan dilaksanakan secara bertahap. Pasukan Zionis akan mundur setelah pelucutan senjata selesai. Lalu, tanggung jawab atas Gaza akan diambil alih oleh Pasukan Stabilisasi Internasional, bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru. [ news.detik.com , 31-07-2026] Hamas pun sepakat untuk melakukan pelucutan senjata, namun harus disertai dengan penghentian serangan dan penarikan pasukan Zionis dari Jalur Gaza. Sayangnya, serangan di Jalur Gaza lagi-lagi dilancarkan oleh pasukan Zionis beberapa hari setelah Trump menyampaikan kesepakatan peluc...

Sarjana Menganggur Kegagalan Individu atau Kegagalan Sistem?

Gambar
  OPINI Oleh Esin Kuresin  Aktivis Dakwah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINJ- Satu juta sarjana menganggur bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ada persoalan besar dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan data BPS Februari 2025 yang diberitakan Kompas, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang, dan lebih dari satu juta di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi. (Kompas, 04-08-2026) Fakta yang dialami masyarakat di negeri ini tentu membuat kita bertanya-tanya, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Padahal, dalam pemilu sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan baru dalam lima tahun masa pemerintahannya. Persoalannya bukan sekadar jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas. Ada pula ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia. Fenomena ini sangat terasa ketika digelar job fair. Berbagai perusahaan berkumpul di satu tempat untuk menca...

Darurat Empati di Rumah Sakit

Gambar
  OPINI Oleh Tety Kurniawati   Aktivis Dakwah dan Penggiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Viral   di media sosial. Kisah Yurizal memicu kemarahan publik setelah ia mengunggah keluhan di Threads pada 22 Juli 2026. Sudah 8 jam menunggu kamar rawat inap dengan jaminan BPJS, namun pelayanan tak kunjung datang. Alih-alih mendapat empati atau solusi, unggahannya justru dibanjiri sindiran dari sejumlah oknum tenaga kesehatan di kolom komentar ( cnnindonesia.com , 08-08-2026). Tragisnya, sembilan hari kemudian, tepat pada 31 Juli 2026, Yurizal dikonfirmasi meninggal dunia.  Kasus ini kembali menyorot tajam diskriminasi terhadap pasien BPJS dan hilangnya empati di fasilitas kesehatan. Publik pun menyerukan tagar tuntutan agar pelayanan kesehatan benar-benar adil, tanpa membedakan status kepesertaan. Menurut penjelasan pihak berwenang, keterlambatan terjadi karena pasien membutuhkan perawatan di Unit Perawatan Intensif atau High Care Unit yang kapasitas tem...

Pencegahan LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Efektifkah?

Gambar
  OPINI Oleh Ledy Ummu Zaid (Aktivis Muslimah) MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Dewasa ini, LGBTQ — _lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer_ — telah menjadi pembahasan publik di Indonesia. Fenomena ini tidak lagi dianggap tabu. Faktanya, orientasi seksual yang menyimpang ini mulai terlihat lazim di tengah masyarakat.  Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, tercatat sekitar 1.095.970 orang atau 0,44 persen dari populasi Indonesia masuk dalam kategori LGBTQ, seperti dilansir _timesindonesia.co.id_ (02/05/2026). Sayangnya, penyebarannya kian masif. Karena itu, upaya pencegahan harus segera dilakukan secara serius. *Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum Sekolah* Dilansir dari kemenag.go.id (22/07/2026), Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan materi edukasi pencegahan LGBTQ. Materi ini akan diberikan kepada siswa kelas IV SD hingga jenjang SMP dan SMA pada tahun ajaran 2026/2027. Mekanismenya adalah de...

Militer Mengawasi Pajak: Negara Melayani Rakyat atau Mengintimidasi?

Gambar
  OPINI Oleh Nia Rahmat Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Di tengah tingginya tuntutan penerimaan negara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai memperkuat pengawasan kepatuhan wajib pajak dengan pendekatan yang lebih luas. Tak hanya  mengandalkan kunjungan lapangan,  otoritas pajak juga memanfaatkan teknologi digital hingga menggandeng jejaring aparat teritorial Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengumpulkan untuk data ekonomi.  Strategi baru tersebut tertuang tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor SE-8/PJ/2026, tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak yang ditetapkan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada 15 Juli 2026. "Kegiatan pengumpulan data lapangan dilakukan dengan mendatangi tempat tinggal dan tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha, dan/atau objak pajak", tulis Bimo dalam SE-8/PJ/2026 itu. ( cnnindonesia.com ,  Selasa 21/07/2016) Meski pemerintah menegaska...