Postingan

Featured Post

Ketika Energi Jadi Dagangan: Solusi Islam Atasi Krisis BBM

Gambar
  OPINI Oleh Yusi Susanti  Aktivis muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemandangan antrean BBM kembali jadi luka. Di Sumut, Riau, hingga Kalbar, kendaraan mengular ratusan meter. Sopir truk tidur di kabin demi seliter solar. Warga berburu BBM sejak subuh. Puncaknya, ada pengemudi yang meninggal di balik kemudi karena kelelahan menunggu. BPH Migas menyebut ini _panic buying_. Tapi faktanya, konsumsi Pertalite dan Solar subsidi sudah >50% kuota tahunan hanya dalam 7 bulan. Sisa kuota jelas kritis. Saat harga non-subsidi naik dan kuota dipangkas, rakyat wajar beralih ke subsidi. Itu rasional.   Tapi jawaban negara justru administratif: batasi volume, verifikasi nopol, pakai aplikasi. Ini bukan menyelesaikan pasokan. Ini hanya "mengelola kelangkaan" sambil menambah beban rakyat. Akar Masalah: Negara Berubah Jadi Pedagang Indonesia kaya SDA, tapi terus krisis energi. Karena paradigma kelolanya salah. Sektor migas dikurung logika neoliberal. Dari hulu ke hilir ...

Menyudahi Akar Masalah Karhutla di Indonesia

Gambar
  OPINI Oleh: Windi Permana, S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI-1. Karhutla Bukan Bencana Alam, Tapi Kejahatan Terstruktur Setiap tahun asap datang lagi. Setiap tahun rakyat sesak napas lagi.   Sepanjang Januari hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Sumatera dan Kalimantan mencapai 48.889,69 hektare. Total nasional lebih dari 107.000 hektare. Kabut asap pun kembali melintasi batas negara dan menurunkan kualitas udara jutaan orang. Pemerintah sibuk mengerahkan satgas darat dan helikopter water bombing. Tapi di lapangan, petugas sendiri menemukan indikasi: ini kebakaran sengaja. Pembakaran untuk mempercepat pembukaan lahan perkebunan.   Mensesneg menyebut 4 perusahaan sedang diselidiki. Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang tersangka. Jadi jelas. Karhutla bukan semata "kemarau panjang". Ada tangan-tangan serakah di baliknya. 2. Mengapa Pelaku Besar Sulit Tersentuh Hukum? Karena akarnya bukan di api, tapi di sistem. Dal...

Perundungan Pasien BPJS: Benarkah Sistem Ini Membantu?

Gambar
  OPINI Oleh Misriyatik  Aktivis Peduli Umat MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Viral di Threads, Bapak Yurizal, pasien BPJS Kesehatan, mengunggah keluhannya karena belum mendapatkan ruang rawat inap meskipun sudah menunggu selama 8 jam. Alih-alih simpati, kolom komentar justru dipenuhi cibiran. Ironisnya, beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan pun ikut melontarkan sindiran. Empati hilang, yang tersisa adalah perundungan. [ Kompas.id , 7-8-2026] Peristiwa ini bukan sekadar soal satu pasien dan satu rumah sakit. Ini cermin retaknya sistem kesehatan kita. Keterbatasan tempat dan birokrasi, ranjang penuh, rujukan berbelit-belit, dan pernyataan klasik “kuota BPJS hari ini sudah habis”. Dalam sistem seperti ini, wajar jika pasien frustrasi. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah tenaga kesehatan pun ikut tertekan. Permasalahan defisit dan keterlambatan klaim membuat banyak rumah sakit mengeluh karena pembayaran dari BPJS terlambat. Akibatnya muncul diskrimina...

Maulid: Tidak Sekadar Selawat, tetapi Momen Ittiba' Risalah Nabi

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Momentum yang selalu diperingati sebagai bukti cinta kepada Nabi.   Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masjid-masjid ramai bergema selawat. Jalanan dipenuhi pawai diiringi selawat. Majelis tabligh akbar digelar di mana-mana. Namun, pembahasan masih terbatas pada keteladanan akhlak Rasul semata. Bahkan syariat yang dibawanya nyaris terlupakan. Ironisnya, peringatan Maulid Nabi di beberapa daerah lebih menonjolkan tradisi. Di Jember misalnya, peringatan Maulid Nabi saw. dimeriahkan dengan tradisi "Kirab Ancak Agung" pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara ini diikuti oleh seribu ancak dan sajian hasil bumi. Rute kirab dimulai dari Jalan Gajah Mada menuju Alun-Alun Jember, diiringi gema selawat. Antusiasme warga sangat tinggi hingga sebagian ancak diserbu warga di pinggir jalan sebelum mencapai garis akhir. Kendati demikian, acara tetap dilangsungkan dan memecahkan dua rekor MUR...

Peringatan Maulid Nabi di tengah Ketertindasan Anak-anak Gaza

Gambar
OPINI Oleh Adinda Khoirunnisa’  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kian menegaskan bahwa wilayah tersebut kini berada di tubir ledakan besar. Laporan dan data PBB mengonfirmasi bahwa tindakan represif militer serta aksi pemukim Israel telah mengikis habis prospek perdamaian dan menciptakan ancaman eksistensial bagi masyarakat sipil Palestina. Di tengah kepungan konflik yang berkepanjangan ini, kelompok yang paling rentan—anak-anak Palestina—menjadi korban utama dari kejahatan sistematis yang terjadi di lapangan.  Antara Januari 2024 hingga Juli 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memverifikasi kematian sedikitnya 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Angka ini mencerminkan kenyataan pahit bahwa lebih dari satu anak gugur setiap minggunya akibat serangan kekerasan. Pada rentang waktu yang sama, lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, di mana hampir separuh di a...

Subsidi BBM dalam Labirin Desil

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan Muslimah Peduli Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org _Polemik desil ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak akun yang menceritakan keterkejutan mereka saat mengetahui rumah tangganya ternyata masuk desil 9 dan 10, padahal kondisi keseharian mereka masih jauh dari gambaran kesejahteraan tinggi. Ada juga yang merasa aneh karena merasa tidak pernah didatangi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk disurvei. Lalu, dari mana angka desil itu bisa muncul? Desil adalah metode statistik untuk membagi tingkat kesejahteraan masyarakat atau rumah tangga menjadi 10 kelompok yang sama besar. Pengelompokan ini berdasarkan kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, daya listrik, akses pendidikan dan kesehatan, hingga jumlah tanggungan keluarga. Setiap kelompok atau desil mewakili sekitar 10% dari total populasi. Pembagian tingkat desil dimulai dari 1, yaitu kelompok sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, menengah bawah, menengah, menengah atas, mapan, ka...

Islam Menjawab Galaunya Gen Z di Masa Depan

Gambar
OPINI Oleh Venni Hartiyah  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pada saat gemuruhnya ombak perang dunia, kacaunya antrian bensin, serta di kerumunan kegalauan harga-harga barang yang melonjak tajam. Belum lagi mahalnya biaya kesehatan, serta biaya pendidikan yang menguras kantong, membuat rakyat makin kelimpungan. Hampir seluruh rakyat bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Tekanan ekonomi, tuntutan kelulusan serta prestasi pendidikan yang tinggi, tetapi sedikitnya lapangan kerja. Hal ini membuat masyarakat umumnya dan Gen Z pada khususnya membayangkan suramnya masa depan mereka. Dilansir dari Kompas.com (12-08-26) Ketika tanggal gajian tiba, sebagian pekerja muda langsung membuka aplikasi mobile banking untuk membayar sewa tempat tinggal, tagihan listrik, atau kebutuhan bulanan lain yang tak bisa ditunda. Setelah kewajiban itu selesai, sebagian lainnya membuka keranjang belanja daring yang sudah diisi sejak beberapa hari sebelumnya. Ada yang membeli lipsti...