Postingan

Featured Post

Api Membakar Hutan, Ibu yang Menanggung Beban

Gambar
OPINI Oleh: Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah Ada bencana yang selesai ketika api padam. Karhutla tidak demikian. Ketika api berhasil dijinakkan, asap masih bisa tinggal di udara, penyakit mulai berdatangan, penghasilan terganggu, dan keluarga harus menanggung dampaknya. Di tengah semua itu, perempuan sering menjadi orang yang paling sibuk memastikan keluarganya tetap bertahan. Seorang ibu mungkin tidak ikut memegang selang pemadam atau berdiri di depan kobaran api. Namun, ketika anaknya mulai batuk karena asap, dialah yang berjaga, mencari obat, memastikan anak tetap makan, dan mengurus rumah dalam kondisi yang serba terbatas. Jika air bersih sulit didapat dan penghidupan ikut terganggu, beban itu semakin berat. Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak, harus terus menjadi pihak yang membayar harga dari bencana yang berulang? Karhutla kembali terjadi di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tet...

Zionis Penjarakan 370 Anak Palestina, Penguasa Muslim Membisu?

Gambar
OPINI Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masa kecil mereka direnggut di balik jeruji. Sementara penguasa negeri-negeri Muslim sibuk menghitung investasi dan nota diplomatik. 370 Anak, Masa Depan Yang Di Penjara  Angka itu bukan statistik belaka. Itu jeritan! Sebagaimana dilansir kompas.com pada 28 Agustus 2026 dinyatakan per Agustus 2026 sekitar 370 anak Palestina masih mendekam di penjara-penjara Zionis Israel. Sebagian besar ditahan di Penjara Megiddo dan Ofer — dua penjara militer yang dikenal sebagai tempat penyiksaan anak. Menurut Palestinian Center for Prisoners’ Advocacy, 370 anak itu bagian dari lebih dari 9.400 tahanan Palestina yang saat ini ditahan Israel. Mayoritas ditahan tanpa proses pengadilan jelas. Tanpa dakwaan, bahkan tanpa batas waktu. Ini bukan peristiwa baru. Ini adalah pola. Berdasarkan data Komisi Palestina Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, sejak 1967 jumlah anak Palestina di bawah umur yang ditangkap militer Israel te...

Untuk Kesekian Kalinya: Kemerdekaan Itu Semu!

Gambar
OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami Merdeka! Merdeka! Muslimahkaffahmedia.eu.org- Itulah kata yang selalu diteriakkan rakyat Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Tahun ini, Indonesia kembali memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-81. Kemerdekaan menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Setelah melalui perjuangan panjang para pahlawan, bangsa Indonesia akhirnya terbebas dari penjajahan secara fisik. Tidak ada lagi suara dentuman bom dan tembakan di medan perang seperti yang terjadi pada masa penjajahan dahulu. Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengibarkan bendera Merah Putih. Lagu kebangsaan juga dinyanyikan dengan penuh semangat. Berbagai perlombaan digelar di lingkungan masyarakat, sekolah, kantor, hingga berbagai lembaga. Semua dilakukan sebagai bentuk kegembiraan dalam memperingati kemerdekaan. Tema kemerdekaan tahun ini pun memberikan harapan kepada rakyat, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. ( de...

Karhutla Berulang, Rakyat Terus Menanggung Derita

Gambar
OPINI   Oleh Evi Faouziah, S.Pd. Praktisi Pendidikan dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sebanyak 72 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Para tersangka bertanggung jawab atas karhutla yang terjadi di Kalimantan, Sumatera Selatan (Sumsel), hingga Riau. Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Minggu (23/8/2026), Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Irhamni menyampaikan bahwa terdapat 89 laporan polisi terkait karhutla yang tersebar di sembilan Polda. Polri kemudian melakukan asistensi untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan optimal. ( news.detik.com , 24/08/2026) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berulang di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Sumatera dan Kalimantan tercatat sekitar 48.889,69 hektare. Kabut asap bahkan mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memperburuk kualitas udara. Pemerintah pun me...

Tanpa Syariat, Kelaparan adalah Senjata Politik

Gambar
OPINI Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pemerintah bilang swasembada. Sedangkan di pasar, ibu-ibu bilang: “semuanya mahal”. Lalu, mana yang benar? Swasembada Tetapi Dompet Menipis  Di tengah gencarnya klaim pemerintah bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, realita di lapangan justru memukul telak rakyat. Harga sejumlah bahan pangan pokok terus merangkak, naik tanpa jeda. Menteri Perdagangan sendiri buka suara merespon harga ayam yang melambung hingga Rp100.000,00 per kg. [ cnnindonesia.com ] Cabai, telur, ayam, beras, hingga minyak goreng kompak naik pada akhir pekan. Di Jakarta, harga ayam dan telur terus naik hingga anggota dewan pun meminta Pemprov DKI membenahi sistem pangan dari hulu. Yang lebih ironis, kenaikan harga tidak merata. Di satu wilayah, harga telur Rp30.000,00 per kg dianggap “masih rendah”. Sebaliknya, di wilayah lain, rakyat sudah menjerit. Di Papua harganya bisa 2 kali lipat dari Jawa. Di kepulauan terpencil, ha...

Megiddo: Penjara Anak-anak, Diamnya Penguasa Muslim

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri  Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tangis seorang ibu di Jenin pecah tengah malam. Pintu rumahnya didobrak. Lampu senter menyilaukan. Dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun digiring tentara Zionis. Tidak ada surat. Tidak ada pengadilan. Hanya borgol plastik dan mobil penjara. Itu bukan film, tetapi realita di Palestina. Hari ini, ratusan anak Palestina masih meringkuk di balik jeruji besi penjara Megiddo dan Ofer. Sementara penguasa negeri muslim memilih diam. Data terbaru dari Palestinian Center for Prisoners’ menyebut: 370 anak Palestina saat ini dipenjara oleh Zionis Israel. Mereka bagian dari 9.400 tahanan Palestina yang ditahan Israel hingga awal Agustus 2026. Komisi Palestina Urusan Tahanan mencatat fakta yang lebih mengerikan: Sejak 1967, lebih dari 50.000 anak Palestina telah ditangkap militer Israel. Modusnya sama: penangkapan tengah malam, pemukulan, interogasi tanpa orang tua dan pengacara, lalu divon...

Karhutla Berulang: Saat Amanah Dikhianati, Alam dan Rakyat Menjadi Korban

Gambar
OPINI   Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis  “ Hutan terbakar lagi. Asap mengepul lagi. Tetapi yang berubah hanyalah jumlah korban, bukan niat untuk melindungi.” Karhutla Tak Pernah Usai Tercatat sampai 9 Agustus 2026 luas lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 48.889,69 hektare. Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Di Pekanbaru kualitas udara dinyatakan tidak sehat karena kabut asap. Di Papua Tengah kebakaran mencapai 396 hektare dan api belum juga padam. Di Kalimantan Timur 1.260 hektare lahan terbakar, kebanyakan milik perusahaan. Peristiwa tersebut dilansir oleh cnnindonesia.com. Pemerintah merespon dengan mengerahkan satgas darat dan water bombing dengan menggunakan helikopter. Presiden Prabowo memastikan karhutla di Riau segera dituntaskan. Sebanyak 15.000 hektare berhasil ditangani dan beliau memerintahkan pencabutan izin korporasi yang terlibat. Menteri Kehutanan juga menyatakan akan menindak tegas pelaku pembakar lahan dan hutan. Namun,...