Postingan

Featured Post

Dampak Buruk Dari Tren Gaul Bebas: Kekerasan Remaja Semakin Meningkat

Gambar
OPINI Oleh Heldayanti Aktivis dakwah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif. Namun, maraknya pergaulan bebas saat ini telah menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya meningkatnya kasus kekerasan di kalangan remaja. Salah satu contoh kasus kekerasan yang dipicu oleh masalah percintaan terjadi pada Februari 2026 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau . Seorang mahasiswa menyerang mahasiswi menggunakan kapak saat korban sedang menunggu sidang skripsi. Aksi tersebut diduga dipicu oleh rasa sakit hati karena cintanya ditolak, sehingga pelaku melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka serius. ( kumparanNEWS.com , 27/02/2026) Polisi kemudian menangkap pelaku dan menahannya, serta menjeratnya dengan pasal penganiayaan berat dengan ancaman hingga 12 tahun penjara. ( detikNews.com , 27/02/2026) Fenomena meningkatnya kekerasan di kalangan pemuda, sepert...

Panic Buying BBM di Tengah Perang: Bukti Rapuhnya Ketahanan Energi Dunia

Gambar
Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami Di Era DiGital Muslimahkaffahmedia.eu.org- Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah negara setelah meningkatnya konflik antara Iran , Amerika Serikat , dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia . Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global , terutama setelah muncul ancaman terhadap jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz , membuat masyarakat di berbagai negara berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar, termasuk di Indonesia. Di Korea Selatan, harga bensin bahkan mencapai titik tertinggi dalam 29 bulan terakhir. Data Korea National Oil Corporation menunjukkan bahwa rata-rata harga bensin nasional naik sekitar 3,16 persen hingga mencapai 1.777,52 won per liter. Kenaikan harga tersebut memicu kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan kelangkaan bahan bakar atau kenaikan harga yang lebih tinggi di masa me...

Urgensitas Kedaulatan Energi

Gambar
OPINI Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Di awal bulan Ramadan tahun ini dunia dikejutkan oleh kabar pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran . Perang ini digadang-gadang sebagai awal Perang Dunia III . Perang yang berkecamuk di wilayah Teluk Arab ini sontak membuat warga negara Indonesia yang tinggal atau sedang berada di sana panik. Seketika akses penerbangan dari dan ke Arab ditutup, para peserta umrah pun tertahan di sana. Sementara yang belum berangkat umrah terpaksa ditunda.  Serangan balasan Irak terhadap AS-Israel sungguh di luar dugaan. Hanya sehari setelah AS melancarkan serangan udara yang menyasar fasilitas militer dan wilayah sipil. Dalam serangan udara AS tersebut turut mengenai sekolah dasar putri di Minab yang menyebabkan 165 siswi dan staf sekolah tewas. Selain itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara. Tokoh militer seperti Mayor Jenderal Hossein Salami dan Mohammad Bagheri ...

Stop Normalisasi Boti, Mari Selamatkan Generasi

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  " Aku bangga jadi boti " "Nggak ada dosa, nggak ada disiksa, nggak ada. Nggak ada kayak gitu, nggak ada, itu cuma dongeng belaka."  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sebuah pernyataan dari seorang konten kreator yang dikenal dengan nama Mimi Peri viral di media sosial Tiktok. Sontak hal ini memicu kontroversi di kalangan warganet dan reaksi keras dari publik. Sebagian netizen mengatakan bahwa boti adalah pilihan hidup masing-masing orang dan orang lain tidak berhak untuk ikut campur. Sementara sebagian lainnya mengecam pernyataan itu dan mengaitkan dengan kondisi si konten kreator yang makin minus semenjak kepergian ibunya (meninggal dunia). ( Poskota.co.id , 10/3/2026) Jejak digital memang tidak bisa dihilangkan. Video lama yang menampilkan pernyataannya saat menjawab wawancara lama antara Mimi Peri dan artis Nikita Mirzani kembali beredar luas. Mimi Peri sempat membahas tentang hubungan sesama jenis dan risiko ter...

Arus Sekularisme Gerus Kesehatan Mental Anak

Gambar
  OPINI Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Seringkali perhatian publik, baik orang tua, masyarakat atau negara terlalu fokus pada pertumbuhan fisik anak. Apakah berat badan cukup, apakah imunisasi lengkap dan berbagai kesehatan fisik lainya. Namun mengabaikan yang terjadi di balik keceriaan anak. Memberi pelampung sebelum ombak emosi menjadi terlalu berat untuk dihadapi sendirian. Untuk itu pemerintah mengambil langkah serius dalam upaya mengatasi krisis kesehatan mental anak di Indonesia . Keseriusan ini ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh 9 kementerian dan kepala lembaga tentang Kesehatan Jiwa Anak. ( Antara.com , 5/3/2026) SKB ini lahir dilandasi oleh sebuah data hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024 . Data ini menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan sekaligus mendesak bagi perlindungan anak di Indonesia. Dalam survei itu, dijumpai fakta 7,28 persen anak m...

Bayi Dibuang Karena Takut Sama Orang Tua, Kok Gak Takut Sama Allah?

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kembali publik dihebohkan kasus pembuangan bayi yang tidak berdosa oleh orang tuanya. Seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam tong sampah di sebuah perumahan wilayah Bekasi Utara pada Jumat 6 Maret 2026 lalu. Ironisnya pelakunya adalah ibu bayi malang itu sendiri berinisial N usia 19 tahun. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pada Minggu 8 Maret 2026 pukul 23.00 WIB. Pelaku dijerat dengan Pasal 429 ayat 1 subsider Pasal 430 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.  Motif pelaku yang tega membuang darah dagingnya sendiri itu karena ketakutan luar biasa terhadap orang tuanya sendiri. Pelaku takut dimarahi dan diusir orang tuanya dan berharap bayinya akan ditemukan oleh orang lain dan dirawat dengan baik. Ternyata N melahirkan secara mandiri di ...

Gejala Cemas dan Depresi Melanda Anak Indonesia, Tanggung Jawab Siapa?

Gambar
OPINI Oleh Tutik Haryanti   Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kesehatan mental anak Indonesia kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan keceriaan justru banyak yang mengalami kecemasan dan depresi . Fenomena ini tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah kecil, karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Pertanyaannya, ketika anak-anak mulai dilanda gangguan mental, sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab? Alarm Kesehatan Mental Anak Hasil skrining kesehatan mental yang dilakukan pemerintah terhadap jutaan anak menemukan bahwa, sekitar 700 ribu anak Indonesia mengalami gejala kecemasan dan depresi.  Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin , dari jumlah tersebut sekitar 4,4 persen anak mengalami gangguan kecemasan ( anxiety disorder ) dan 4,8 persen mengalami gejala depresi ( depression disorder ). Data dari Survei Kesehatan Siswa Berbasis Sekolah Global juga menunjukkan tren peningkatan anak yang menc...