Postingan

Featured Post

Lagi dan Lagi, Karhutla Datang Lagi

Gambar
  OPINI Oleh Mulyaningsih Pemerhati Masalah Anak & Keluarga Muslimahkaffahmedia.eu.org- September sudah menemui kita, tetapi asap masih saja datang lagi. Terkadang pada akhir pekan, asap begitu pekat. Padahal, masyarakat pada waktu itu biasanya berbondong-bondong ke fasilitas umum, seperti taman, untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Namun, jika kondisi asap cukup pekat, tentu akan sangat berbahaya bagi pernapasan kita, apalagi bagi anak-anak. Dari data Kementerian Kesehatan RI, didapatkan sekitar 5.419.467 individu yang terdampak kabut asap per 28 Agustus 2026. Setidaknya terdapat tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota yang tercatat terdampak. Jumlah warga yang terjangkit ISPA meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2025, total kumulatif kasus ISPA Juli–Agustus sebanyak 50.891 orang, sekitar 12.000 di antaranya terjadi pada balita. ( detik.com , 01/09/2026) Kejadian karhutla 2026 ini memang paling luar biasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, bisa dikatakan ...

Swasembada di Atas Kertas, Pangan Mahal di Meja Rakyat

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Katanya Indonesia sudah swasembada pangan. Namun, coba tanyakan kepada ibu yang sedang berdiri di depan lapak pasar sambil menghitung uang di dompet. Harga ayam naik, bahan pangan lain ikut bergerak, sementara kebutuhan rumah tangga tidak pernah ikut turun. Lalu, swasembada itu sebenarnya sedang dirasakan oleh siapa? Harga pangan pokok di sejumlah wilayah mengalami kenaikan dengan tingkat yang berbeda-beda. Harga ayam misalnya, sempat melambung hingga sekitar Rp100.000 per kilogram, sementara perbedaan harga antarwilayah menunjukkan bahwa ketersediaan pangan belum otomatis membuat seluruh rakyat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah memang terus berbicara tentang produksi dan ketersediaan pangan, tetapi bagi masyarakat, ukuran paling sederhana tetap berada di depan mata. Rakyat sanggup atau tidak membeli kebutuhan makan hari ini. ( cnnindonesia.com 27/08/2026) Bayangkan, s...

Derita Rakyat akibat Karhutla: Buah Sistem Ekonomi Kapitalis

Gambar
  Penulis Ani Prihatini, S.Hum.I Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Indonesia. Sejak awal bulan Juli hingga Agustus 2026 terjadi banyak kebakaran hutan dan lahan di berbagai pulau seperti Sumatera, Papua, Kalimantan dan pulau lainnya. Bencana ini membuat kabut asap tebal yang membahayakan masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat buruknya kualitas udara yang mereka hirup akibat asap pembakaran. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, per 28 Agustus 2026, terdapat 5.419.467 warga dari tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota yang terdampak. Jumlah warga yang terjangkit ISPA ini meningkat jika dibandingkan tahun 2025, dengan total kumulatif kasus ISPA sepanjang Juli-Agustus 2026 terdapat 50.891 orang, 12.000 di antaranya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Hal ini disebabkan tingginya emisi karbon akibat kebakaran lahan di Muara Pawan, K...

Swasembada Bukan Sekadar Banyak Produksi

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Kabar ini tentu layak diapresiasi. Namun, di tengah klaim tersebut, masyarakat masih dihadapkan pada persoalan yang sangat nyata: harga sejumlah bahan pangan pokok mengalami kenaikan.  Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional BI mengonfirmasi bahwa hampir semua komoditas utama serentak, mulai dari bawang, beras, aneka jenis cabai, daging, gula, minyak goreng, hingga telur ayam ras, mengalami lonjakan harga (liputan6.com, 08/09/2026). Bahkan, mengalami kelangkaan beras premium serta harganya tembus di atas HET dikarenakan pasokan yang terbatas. ( tribunjatim.com 09/09/2026) Bagi masyarakat, terutama mereka yang penghasilannya pas-pasan, persoalan pangan bukan hanya tentang apakah bahan pangan tersedia atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah mereka mampu membelinya. Sebab, pangan yang ...

Longsor Bukan Sekadar Bencana Alam, Saatnya Negara Hadir Sejak Pencegahan

Gambar
OPINI Oleh Umi Rokayah Pendidik Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Hujan deras, kondisi tanah yang labil, dan karakteristik geografis, kerap disebut sebagai penyebab terjadinya tanah longsor. Namun, apakah longsor sepenuhnya merupakan kehendak alam yang harus diterima begitu saja? Pertanyaan ini penting untuk direnungkan, terutama ketika ancaman longsor terus menghantui masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.  Longsor memang merupakan fenomena alam. Akan tetapi, besar kecilnya risiko serta dampak yang ditimbulkan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor alam. Cara manusia mengelola lingkungan, pola pembangunan, pemanfaatan lahan, hingga kebijakan pemerintah, turut menentukan seberapa besar risiko yang harus ditanggung masyarakat. Ancaman tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada 31 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, mengimbau masyarakat khususnya mereka yang bermukim di kawasan perbukitan, untuk men...

Perempuan dan Anak-anak Menanggung Dampak Karhutla

Gambar
Oleh Adinda Khoirunnisa  (Aktivis Muslimah) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi masalah tahunan yang menghantui keselamatan publik di berbagai wilayah Indonesia. Menurut dokter spesialis paru dan pernapasan Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked, asap karhutla mengandung partikel berbahaya dan gas beracun (seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, serta particulate matter) yang melampaui nilai ambang batas aman. Kondisi ini memicu krisis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berat hingga memperburuk kondisi kesehatan kronis yang mengancam keselamatan kelompok paling rentan, yakni balita, anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui. ( https://megapolitan.antaranews.com/26 Agustus 2026) Di wilayah-wilayah terdampak parah dari karhutla seperti Kalimantan Selatan dan sebagian Sumatera tidak sekadar berupa kabut asap yang mengganggu penglihatan, tetapi telah menjelma menjadi krisis kemanusiaan multidimensi. Di kawasan ini, pe...

Pangan Melimpah, Rakyat Melumpuh: Menagih Peran Negara Dalam Perspektif Islam

Gambar
Oleh Windi Permana S.Sos Pendidik generasi ideologis Swasembada di Atas Kertas, Harga Pangan di Atas Awan Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pengumuman resmi pemerintah mengenai pencapaian swasembada pangan untuk delapan komoditas strategis, termasuk: beras, cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam ras, masih terasa hangat di telinga. Namun, di lapangan, realitas yang dihadapi masyarakat justru berkata lain.  Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), per awal September 2026 menunjukkan harga cabai rawit merah melonjak hingga menyentuh angka Rp78.100 per kilogram, sementara telur ayam ras dibanderol Rp29.550 per kilogram (m.antaranews.com, 02/09/26). Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada komoditas tertentu, mayoritas harga pangan nasional terpantau bergerak naik, mencakup berbagai jenis cabai, beras, hingga daging sapi. Ironi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: jika swasembada telah tercapai dengan produksi yang disebut melampaui kebutuhan nasional, mengapa gejolak har...