Postingan

Featured Post

Islam Menjawab, Solusi Rapuhnya Generasi dalam Pesatnya Teknologi

Gambar
  OPINI Oleh Venni Hartiyah Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini sangat luar biasa. Puncak penemuan hebat, yaitu AI yang bisa membuat gambar seperti layaknya manusia utuh. Tidak seperti zaman dulu ketika membuat animasi harus dengan kode-kode digital yang rumit, sekarang hanya memakai aplikasi langsung jadi. Kepandaian manusia tidak lepas dari Sang Pencipta. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia mempunyai akal untuk selalu berkembang dengan pola pikirnya. Begitu juga dengan bagaimana cara manusia berpikir, tergantung dari mafhumnya . Ketika mafhum manusia biasa, mereka akan berpikir secara biasa atau dangkal, ketika mafhumnya mendalam, cara berpikirnya juga mendalam, dan ketika manusia itu mempunyai mafhum yang cemerlang, otomatis cara berpikir mereka juga cemerlang. Lantas, bagaimana ketika manusia yang mempunyai mafhum biasa saja menyikapi segala macam keruwetan hidup? Bagaimana ketika akal ma...

Ketika Penjaga Tanah Justru Terjerat Korupsi

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Tanah bukan sekadar sebidang lahan yang bisa diperjualbelikan. Di atasnya ada rumah tempat keluarga tinggal, lahan untuk mencari nafkah, hingga ruang yang digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, urusan pertanahan seharusnya dikelola dengan amanah dan aturan yang jelas. Namun, bagaimana jadinya kalau orang yang diberi kewenangan mengurus pertanahan justru terseret dalam dugaan korupsi? Pertanyaan tersebut kembali muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) tanah yang dikelola Summarecon. KPK kemudian menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, termasuk pejabat dan pihak swasta. Bahkan, beberapa tersangka disebut sebagai orang dekat Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ( hukumon...

Mengembalikan Hak Energi Milik Rakyat

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Nayla Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Dalam denyut kehidupan modern hari ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bukan sekadar bahan bakar dapur atau pengisi tangki kendaraan. Keduanya adalah penopang paling mendasar dari seluruh roda perekonomian. Mulai dari armada angkutan umum, truk pengangkut bahan pangan, hingga usaha mikro di pinggir jalan, semuanya bergantung pada kepastian pasokan energi. Maka, ketika BBM dan LPG mulai langka atau harganya membumbung tinggi, yang pertama merasakan himpitan hidup adalah rakyat kecil. Lagi-lagi atas nama efisiensi anggaran negara, masyarakat disuguhkan pemandangan yang memilukan. Pemandangan deretan kendaraan yang mengular panjang di SPBU serta warga yang harus berkeliling kota demi tabung LPG 3 kg—seperti yang belakangan heboh di Makassar dan Sulawesi Selatan—bukanlah sekadar masalah lokal biasa. Ini adalah cermin dari krisis yang jauh lebih besar dan mendasar di tingkat nasional. Sayangnya, respons resmi...

"Namanya Juga Bercanda”, Ketika Bullying Dianggap Sepele di Sekolah

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pernah nggak sih kita melihat teman diejek karena fisiknya, dipermalukan di depan kelas, atau dijadikan bahan bercandaan terus-menerus? Kadang orang-orang di sekitarnya malah ikut tertawa. Ketika korban terlihat tidak nyaman, jawabannya bisa saja, “Ah, cuma bercanda.” Padahal, kalau candaan membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau terluka, masih pantaskah disebut sekadar bercanda? Masalah ini ternyata bukan sesuatu yang kecil. Laporan OECD dari hasil PISA 2025 yang dirilis pada 8 September 2026 mencatat bahwa 24 persen siswa di Indonesia mengalami setidaknya satu bentuk bullying beberapa kali dalam sebulan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara OECD yang mencapai 20 persen. ( oecd.org , 08/09/2026) Yang menarik, bentuk bullying tidak selalu terlihat seperti perkelahian. Data tersebut mencatat 15,2 persen siswa menjadi sasaran lelucon, 11,6 persen mengalami rumor buruk, 7 pe...

Selamat dari Gempa, Tak Selamat di Pengungsian

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah   MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Gempa sudah berlalu, tetapi duka belum selesai. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian warga yang berhasil menyelamatkan diri dari guncangan justru meninggal ketika berada di pengungsian. Situasi ini tentu membuat kita bertanya, ketika seseorang sudah berhasil keluar dari reruntuhan, apakah keselamatannya benar-benar sudah terjamin? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa. Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal ketika berada dalam masa pengungsian. Hasil verifikasi BNPB bersama Kementerian Kesehatan menyebut sebagian besar korban merupakan lansia dengan penyakit kronis, seperti stroke dan diabetes. ( news.republika.co.id , 18/09/2026) Angka tersebut tetap tidak bisa dianggap sebagai data biasa. Jumlah warga yang meninggal saat berada di pengungsian bahkan lebih banyak dibandingkan korb...

Kuliah Gratis Tak Cukup, Ubah Sistemnya

Gambar
  OPINI Oleh Evi Faouziah, S.Pd. Praktisi Pendidikan dan Aktivis Dakwah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya agar program pendidikan gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat disiapkan secepat mungkin dengan tetap mempertimbangkan tahapan pelaksanaan dan kemampuan fiskal negara. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/09/2026), sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pendidikan negeri gratis hingga jenjang perguruan tinggi ( www.setneg.go.id , 23/09/2026). Wacana kuliah gratis hingga perguruan tinggi negeri kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri yang pelaksanaannya dipertimbangkan secara bertahap. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut memungkinkan, tetapi tetap bergantung pada kemampuan fiskal negara. Bahkan, dana hasil pemberantasan korupsi disebut sebagai salah satu sum...

Rekening Massal, untuk Kepentingan Rakyat atau Kapital?

Gambar
  OPINI Oleh Desi Arisandi  Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Rekening massal kembali dikemas sebagai kabar baik untuk rakyat. Seolah semakin banyak rekening berarti semakin sejahtera kehidupan. Benarkah? Atau jangan-jangan rakyat hanya sedang diberi “kunci” untuk masuk lebih jauh ke dalam sistem finansial kapitalisme? Belum lama ini pemerintah menyiapkan kebijakan agar setiap warga negara Indonesia (WNI) yang memasuki usia 17 tahun otomatis memiliki rekening bank. Rekening tersebut akan terhubung dengan data kependudukan dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan. Rekening akan disiapkan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercatat di Dukcapil. “Presiden bertaruh setiap warga negara pada usia 17 tahun itu mempunyai rekening, otomatis bersamaan dengan KTP", kata Airlangg...