Postingan

Featured Post

Energi Langka di Negeri Kaya, BBM dan LPG Bikin Rakyat Merana

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Ada yang harus berangkat kerja, tetapi lebih dulu sibuk mencari BBM. Ada pula yang membutuhkan gas untuk memasak, tetapi harus berkeliling karena LPG 3 kg tidak mudah ditemukan. Di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, persoalan energi bahkan sempat membuat antrean kendaraan mengular dan aktivitas masyarakat harus ikut disesuaikan. Pekan lalu, antrean BBM terlihat di berbagai SPBU dan Pertamina di Makassar serta sejumlah daerah lain di Sulsel. Panjangnya bukan lagi hitungan beberapa kendaraan, melainkan mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada mobilitas warga, termasuk diberlakukannya pembelajaran daring untuk sementara waktu sebagai salah satu upaya mengurangi pergerakan masyarakat. ( Kompas.id , 14/09/2026) Persoalan serupa juga muncul pada LPG 3 kg. Kelangkaan gas melon membuat mahasiswa, ojek online, buruh, dan sejumlah organisasi masyarakat turun me...

Kelangkaan BBM Kembali Terjadi, di Mana Peran Negara?

Gambar
  OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI-Hampir sepekan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan mengular hingga ke jalan raya dan terjadi di sejumlah SPBU. Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean terjadi sejak pagi hingga malam hari. Bahkan banyak warga terpaksa membawa bekal makanan, dan bertahan berjam-jam di dalam kendaraan demi mendapatkan BBM. Meski begitu, lamanya menunggu tidak menjamin mereka memperoleh bahan bakar. Bahkan ketika pasokan masih tersedia, saat giliran tiba pembelian tetap dibatasi. ( Kompas.com , 12/9/2026) Tak hanya BBM, kelangkaan juga terjadi dengan gas LPG 3 kilogram. Warga Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, harus rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas melon dengan harga Rp19.000 per tabung. Berdasarkan pantauan di Jalan AP Pettarani pada Senin (14/9/2026), antrean warga yang membawa tabung LPG tampak mengular hing...

Potret Kelam Generasi Tanpa Pegangan

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada ironi besar dalam kehidupan generasi muda hari ini. Manusia semakin mudah terhubung, tetapi tidak selalu semakin dekat. Satu sentuhan di layar dapat menghubungkan seseorang dengan ratusan orang, tetapi ketika masalah datang, belum tentu ada satu pun yang benar-benar menjadi tempat bersandar. Persoalan ini terasa semakin serius ketika sejumlah kasus percobaan maupun dugaan bunuh diri kembali terjadi di kalangan generasi muda. Pada Kamis (10/9/2026), mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai enam gedung kampus.  ( Kompas.id , 10/09/2026) Beberapa hari sebelumnya, pria berinisial FS (30) ditemukan meninggal dunia di kawasan GBK, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal, FS sempat meninggalkan pesan perpisahan dan diketahui pernah mendonasikan Rp40 juta pada komunitas kesehatan mental. ( tvonenews.com...

Rekening Massal: Banyak Rekening, Belum Tentu Banyak Solusi

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Kalau rekening bisa menyelesaikan persoalan rakyat, mungkin kemiskinan tinggal menunggu saldo masuk. Sayangnya, kehidupan tidak sesederhana itu.  Pemerintah berencana membuka rekening secara massal bagi lebih dari 200 juta masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan dana pembukaan sebesar Rp50 ribu untuk setiap rekening. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebutuhan dananya sekitar Rp11 triliun yang bersumber dari APBN. ( antaranews.com , 9/09/2026) Sekilas, memiliki rekening baru memang terdengar seperti kabar baik. Akses masyarakat terhadap layanan keuangan juga penting, terlebih bagi mereka yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Namun, ketika program tersebut menyangkut anggaran hingga triliunan rupiah, pertanyaan yang lebih mendasar layak diajukan. Rekening massal ini sebenarnya untuk kepentingan siapa? Pemerintah menyebut kebijakan ini ditujukan untuk me...

Energi Langka di Negeri Kaya, BBM dan LPG Bikin Rakyat Merana

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,  Ada yang harus berangkat kerja, tetapi lebih dulu sibuk mencari BBM. Ada pula yang membutuhkan gas untuk memasak, tetapi harus berkeliling karena LPG 3 kg tidak mudah ditemukan. Di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, persoalan energi bahkan sempat membuat antrean kendaraan mengular dan aktivitas masyarakat harus ikut disesuaikan. Pekan lalu, antrean BBM terlihat di berbagai SPBU dan Pertamini di Makassar serta sejumlah daerah lain di Sulsel. Panjangnya bukan lagi hitungan beberapa kendaraan, melainkan mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada mobilitas warga, termasuk diberlakukannya pembelajaran daring untuk sementara waktu sebagai salah satu upaya mengurangi pergerakan masyarakat. ( kompas.id , 14/09/2026) Persoalan serupa juga muncul pada LPG 3 kg. Kelangkaan gas melon membuat mahasiswa, ojek online, buruh, dan sejumlah organisasi masyarakat turun men...

RUU Perampasan Aset, Semakin Luas dan Misterius

Gambar
  OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, S.H.,M.H  Dosen-FH MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Desakan pengesahan RUU Perampasan Aset di tengah masyarakat semakin kuat, terutama setelah aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus lalu. Namun, hal ini menjadi pertanyaan bagi pakar hukum tata negara, Ferry Amsari.  Persoalan RUU Perampasan Aset tidak hanya mengenai cepat atau lambatnya untuk disahkan tetapi publik (masyarakat) seharusnya mengetahui draft terbaru yang dibahas di DPR. Pembahasannya seharusnya terbuka untuk publik. Namun, RUU ini semakin misterius dalam pembahasannya.  Komisi III DPR RI saat ini telah memasukan daftar tidak pidana yang akan dikenai Perampasan Aset melalui Undang-Undang ini. Ada sebanyak 13 jenis tindak pidana yang dimasukkan kedalam draf RUU Perampasan Aset saat ini. Hal ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dari RUU tersebut.  RUU ini tidak lagi identik dengan tindak pidana korupsi. Tindak pidana tersebut antara la...

Rekening Massal: Kepentingan Rakyat atau Agenda Kapitalisme Global?

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana, S.Sos. Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Pemerintah berencana membuat rekening massal untuk 200 juta warga, terutama mereka yang baru berusia 17 tahun. Rekening ini akan dibuat di BRI dan BSI dengan saldo awal Rp50 ribu per orang. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp11 triliun (detik.com, 10/09/26). Kebijakan ini diklaim bertujuan menyalurkan bantuan sosial secara lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan ini tidak mendesak, apalagi di tengah kondisi fiskal yang sedang sulit. Jika tujuan utamanya adalah penyaluran bansos yang lebih efisien dan tepat sasaran, maka solusi yang lebih masuk akal adalah memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Perbaikan data dinilai lebih langsung menyasar akar masalah, yaitu ketepatan penerima manfaat, tanpa harus membuka ratusan juta rekening baru. Alasan peningkatan inklusi keuangan juga d...