Postingan

Featured Post

Hutan yang Dijual, Kehidupan yang Dibakar: Karhutla dan Solusinya dalam Islam

Gambar
OPINI   Oleh Windi Permana, S.Sos Pendidik Generasi Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia dengan dampak yang semakin nyata. Api tidak hanya menjalar di kawasan hutan dan lahan gambut, tetapi juga mendekati pemukiman warga. Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 12,5 juta penduduk di tujuh provinsi terdampak karhutla ( kompas.id , 10/09/26), dengan empat orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka berat maupun ringan. Asap dari kebakaran ini juga memperburuk kualitas udara di banyak daerah. Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, indeks standar pencemar udara mencapai angka 954, termasuk kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa karhutla bukan lagi persoalan lingkungan semata, melainkan ancaman langsung bagi keselamatan dan kesehatan rakyat. Dampak karhutla tidak berhenti di batas wilayah Indonesia. Asap dari kebakaran di Kalimantan dan Sumatra terbawa angin hin...

Kapitalisme dan Krisis Mental: Tawaran Islam untuk Generasi Muda

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 gedung fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis, 10 September 2026 (surabaya.kompas.com, 16/09/26). Menurut informasi, kondisi RR masih dalam perawatan intensif di RSUD Syaiful Anwar Malang.  Peristiwa ini menambah daftar kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Pihak kampus dan aparat terkait masih melakukan penanganan dan pendalaman atas peristiwa tersebut. Tetapi sampai saat ini belum ada penjelasan mengenai latar belakang tindakan RR tersebut. Kasus serupa juga terjadi di Jakarta. Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan meninggal dunia diduga karena bunuh diri di kawasan GBK, Jakarta Pusat, pada Minggu, 6 September 2026, dini hari. Sebelum kejadian, FS sempat mengunggah pesan perpisahan dan men...

Ironi Swasembada: Melimpah di Atas Kertas, Mengencangkan Ikat Pinggang di Dapur

Gambar
  OPINI Oleh Happy Rohmana MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam setahun terakhir. Hal itu disampaikan Prabowo melalui pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat ( Kompas.com , 14/08/2026). Klaim keberhasilan swasembada pangan yang digaungkan pemerintah berhadapan langsung dengan kenyataan di lapangan. Di saat angka produksi bahan pangan dilaporkan mencukupi, dompet masyarakat justru terus tertekan oleh kenaikan harga bahan pokok. Tidak hanya mahal, lonjakan harga ini juga diwarnai ketimpangan antarwilayah, harga bahan pangan di satu daerah bisa melambung jauh dibanding daerah lain. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: jika stok melimpah, mengapa rakyat masih mengencangkan ikat pinggang di dapur (kesulitan membeli makanan)? Masalah di Balik Angka Swasembada dan Logika Kapitalisme Akar persoalan ini terl...

Bullying, Sekulerisme dan Krisis Moral Generasi

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana Sari S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Data terbaru dari PISA (Programme for International Student Assessment) 2025 menunjukkan 24 persen siswa di Indonesia mengalami perundungan beberapa kali dalam sebulan ( detik.com , 09/09/26).  Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata dari 38 negara yang tergabung dalam OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) yakni 20 persen. Artinya, hampir satu dari empat pelajar di negeri ini tidak merasa aman di lingkungan sekolahnya. Fakta ini seharusnya menjadi alarm serius bagi kita semua, karena sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru berubah menjadi ruang yang menakutkan bagi sebagian anak. Jika dirinci, bentuk perundungan yang paling banyak adalah siswa dijadikan bahan lelucon yakni mencapai 15,2 persen. Setelah itu, 11,6 persen siswa menjadi korban rumor buruk, 7 persen mengalami perundungan siber, 5,6 persen dipukul atau didorong, dan 3,2 persen...

Gempa NTT dan Lemahnya Kapasitas Negara

Gambar
  OPINI Oleh Anita Humayroh  Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak selalu dapat dicegah. Gempa bumi dapat terjadi tanpa bisa dihentikan, tetapi dampak kemanusiaannya semestinya dapat diminimalkan. Di sinilah kapasitas negara diuji, bukan hanya ketika gempa terjadi, tetapi juga setelah masyarakat berhasil menyelamatkan diri dan membutuhkan perlindungan, makanan, tempat tinggal, serta pelayanan kesehatan. Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban dan kerusakan besar. BNPB mencatat 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa. Sementara itu, 94 warga meninggal ketika berada dalam masa pengungsian. Angka 94 tersebut kemudian diklarifikasi BNPB: berdasarkan verifikasi bersama Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak, para korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan atau trauma fisik langsung akibat gempa. Mayo...

Korupsi Tanah, Ketika Aib Berubah Jadi Kelaziman

Gambar
  OPINI Oleh Sri Rahmayani, S.Kom Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Ada yang bergeser dalam cara bangsa ini memandang korupsi. Dulu ia aib yang membuat pelakunya menunduk malu. Kini ia nyaris jadi kelaziman yang dimaklumi. Pelakunya masih sempat melambai dan tersenyum ke kamera, disambut pendukung, bahkan berpeluang kembali ke jabatan publik. Kemarahan rakyat menipis, berganti gumam pasrah, "memang begitu, sudah biasa." Padahal, yang dirampok adalah uang rakyat. Uang itu berasal dari pajak yang dipungut tanpa henti, dari gaji bulanan, belanja harian, bahan bakar, hingga warung kecil yang omzetnya pas-pasan. Bahkan, usaha yang belum berjalan pun sudah menerima surat tagihan pajak. Rakyat ditagih patuh sampai rupiah terakhir, sementara di ujung sana hasilnya dibagi-bagi di ruang ber-AC. Di titik inilah korupsi berhenti menjadi perbuatan kotor dan berubah menjadi cara kerja. Dua Potret Terbaru Pertama , KPK menggelar operasi tangkap tangan di lingkungan Kement...

Mafia Tanah dan Kapitalisme: Menimbang Solusi Islam untuk Pertanahan

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana, S.Sos. Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahamedia.eu.org , OPINI- KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian ATR/BPN pada tanggal 14 September 2026. OTT ini terkait dengan dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dikelola Summarecon (nasional.kompas.com, 21/09/26). Perlu dicatat, ini merupakan OTT ke-20 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Artinya, penindakan terhadap kasus korupsi di sektor pertanahan bukanlah hal yang baru satu atau dua kali terjadi. Dalam operasi tersebut, sejumlah pejabat turut terjaring, termasuk orang yang memiliki kedekatan dengan Menteri ATR/BPN. Namun, sebelum OTT ini dilakukan, KPK telah mengidentifikasi delapan titik rawan korupsi di sektor pertanahan ( kpk.go.id , 17/09/26). Hasil survei penilaian integritas (SPI) KPK juga menunjukkan bahwa indeks integritas Kementerian ATR/BPN terus menurun dalam dua tahun terakhir dan masuk kategori rentan. Dengan kata ...