Postingan

Featured Post

Pegawai MBG Menjadi Pegawai Negeri: Guru Honorer Terpinggirkan OPINI

Gambar
  OPINI   Oleh Tinah Asri Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Sebanyak 32 ribu pegawai inti dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai 1 Februari 2026 diangkat menjadi pegawai negeri, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pengangkatan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 , menduduki jabatan strategis yakni kepala unit SPPG, ahli gizi, dan akuntan.  Kebijakan pemerintah ini langsung mendapatkan protes dari masyarakat, khususnya guru honorer . Mereka menilai kebijakan ini tidak adil dan berat sebelah. Bagaimana mungkin pegawai MBG dengan mudahnya langsung diangkat menjadi PNS, sementara guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi tidak juga diangkat menjadi pegawai negeri. "Kebijakan macam apa ini, petugas MBG diangkat PPPK, sedangkan kami yang mengabdi belasan hingga puluhan tahun hanya jadi tenaga paruh waktu," kata Ketum Aliansi R2R3 Indonesia ...

Dibawa kemana Pendidikan Saat Ini

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- "Mau dibawa kemana hubungan kita?" Lirik lagu yang dibawakan oleh Armada ini tentu tak asing di telinga kita. Saat menjalin sebuah hubungan tentulah kedua belah pihak meminta adanya kejelasan dari hubungan tersebut. Kejelasan sebuah hubungan tentu saja akan berdampak pada langkah selanjutnya yang akan diambil. Tak hanya soal hubungan percintaan, dalam hubungan bisnis pun kejelasan hubungan berpengaruh, begitu pula dalam hubungan guru dan murid. Viral di media sosial Agus Saputra , seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi. Dikutip dari news.detik.com , 17-01-2026, kejadian tersebut viral setelah video berdurasi 58 detik yang memuat aksi adu jotos antara guru dan murid .  Kronologi kejadian bermula dari peneguran siswa di kelas saat proses belajar mengajar dilakukan. Saat itu seorang siswa menegur sang guru dengan tidak hormat dengan perkataan yang tak sopan dan ta...

Aceh Terluka: Banjir dan Longsor yang Mematikan Denyut Ekonomi Warga

Gambar
  OPINI   Oleh: Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” ( QS. Ar-Rum [30]: 41 ) Ayat ini menegaskan bahwa bencana tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, melainkan juga akibat campur tangan manusia. Realitas tersebut tercermin jelas dalam banjir yang melanda Aceh beberapa hari lalu. Banjir yang disertai kayu-kayu gelondongan menghantam permukiman warga, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian besar bagi rakyat Aceh. Hingga kini, kondisi belum sepenuhnya pulih, terutama pada sektor ekonomi. Warga masih kesulitan untuk kembali bekerja. Sampai pertengahan Januari 2026, sektor pertanian dan perkebunan—khususnya di wilayah tengah Aceh—belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Hasil panen sulit dipasarkan ka...

Benarkah MBG Lebih Mendesak daripada Membuka Lapangan Pekerjaan?

Gambar
  OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy melontarkan pernyataan yang kontroversial dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis 29 Januari 2026 lalu bahwa MBG sangat penting dan lebih mendesak daripada lapangan kerja. Penilaian ini merujuk pada kondisi kelaparan yang masih terjadi di pelosok tanah air. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. (CNN Indonesia, 30/1/2026) MBG dinilai sebagai program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik. MBG adalah salah satu dari pembangunan infrastruktur sosial. Menanggapi hal ini anggota MBG Watch Galau D. Muhammad, menilai pernyataan Kepala Bappenas ini tidak mencerminkan realitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pernyataan ini justru bertentangan dengan mandat awal MBG yang justru mencakup pen...

Lambannya Penanganan Pascabencana Aceh, Butuh Solusi Islam

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate (Penggiat Literasi)  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Bencana Aceh belum pulih. Dampaknya masih dirasakan sampai sekarang. Seluas 56.652 hektare lahan persawahan di 18 kabupaten dan kota rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor . Hal ini berdasarkan data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh . ( mediaindonesia.com , 25/01/2026)  Tak heran, untuk keempat kalinya, pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana, 5 dari 18 kabupaten/kota terdampak belum pulih. Sebagian warga masih terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang masih putus atau sulit dilalui. ( kompas.id , 23/01/2026)  Penanganan Bencana Lambat Gaya Kapitalisme Pemulihan pascabencana lambat telah berdampak pada perekonomian warga. Terputusnya akses jalan, jembatan, tidak hanya menggangu mobilitas masyarakat, tetapi juga melumpuhkan ekonomi warga. Kesulitan mencari pekerjaan hingga hasil pertanian atau perkebunan s...

Anak-Anak Yatim Piatu Korban Bencana Sumatra, Tanggung Jawab Siapa?

Gambar
OPINI Oleh Rossy Emaniarti, S.Sos Founder Ibunda peradaban Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sumatra kembali berduka. Rentetan bencana mulai dari banjir bandang , tanah longsor, hingga aktivitas vulkanik bukan hanya meninggalkan infrastruktur yang luluh lantak, tetapi juga luka mendalam yang tidak kasat mata. Di balik angka-angka statistik kerugian materiil, ada satu kelompok yang paling rentan namun sering kali terlupakan setelah masa tanggap darurat berakhir, yakni banyak anak-anak korban bencara Sumatra yang menjadi yatim piatu seketika, merekapun kehilangan hak dasarnya. Sebagaimana yang diberitakan dalam laman ANTARASUMBAR.com , 8/1/2026, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengusulkan pemerintah bersama pihak terkait untuk menyiapkan tempat khusus bagi anak-anak yatim piatu korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Anak yatim piatu korban bencana adalah anak telantar yang berdasarkan UUD seharusnya dipelihara (diurus...

Ketika Alam Bergejolak

Gambar
OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Belum kering air mata menyaksikan duka mendalam di Aceh dan Sumatra pada akhir tahun 2025. Kini, bencana kembali melanda di beberapa kota besar di Indonesia. Awal tahun 2026 sudah dibuka dengan banjir di mana-mana, di antaranya di Kalimantan, di Jawa Barat dan terakhir di DKI Jakarta. Tak hanya banjir, longsor, puting beliung, dan gempa bumi turut meramaikan daftar musibah yang melanda sejak awal tahun. Ketika alam berteriak minta tolong, maka inilah yang terjadi. Lalu, mengapa alam mulai bergejolak? Apakah alam mulai bosan melihat tingkah laku kita, sebagaimana yang tercantum dalam lirik lagu Ebiet G. Ade ? Dikutip dari megapolitan.kompas.com , 23-01-2026, banjir di DKI Jakarta meluas selama dua hari berturut-turut sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026). Sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak terdampak, kini ikut tergenang akibat hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi p...