Rekening Massal, untuk Kepentingan Rakyat atau Kapital?
OPINI Oleh Desi Arisandi Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Rekening massal kembali dikemas sebagai kabar baik untuk rakyat. Seolah semakin banyak rekening berarti semakin sejahtera kehidupan. Benarkah? Atau jangan-jangan rakyat hanya sedang diberi “kunci” untuk masuk lebih jauh ke dalam sistem finansial kapitalisme? Belum lama ini pemerintah menyiapkan kebijakan agar setiap warga negara Indonesia (WNI) yang memasuki usia 17 tahun otomatis memiliki rekening bank. Rekening tersebut akan terhubung dengan data kependudukan dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan. Rekening akan disiapkan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercatat di Dukcapil. “Presiden bertaruh setiap warga negara pada usia 17 tahun itu mempunyai rekening, otomatis bersamaan dengan KTP", kata Airlangg...