Postingan

Featured Post

Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka, Di mana Peran Negara?

Gambar
  OPINI Oleh Nur Syamsiah Tahir Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi AMK MuslimahKaffahMedia.eu.org   OPINI- Lihat hutanku yang banyak asapnya  Yang dulu rindang sekarang jadi gersang  Setiap hari kebakaran terjadi Entah salah siapa semua jadi korbannya Lihat sekarang hutanku tersayang Yang kini gersang jangan sampai menghilang  Setiap hari mari kita jaga  Karena hutan kita paru-paru dunia Lirik lagu dengan aransemen "Lihat Balonku", yang dinyanyikan oleh kakak beradik ini menjadi viral akhir-akhir ini. Melalui beberapa akun media sosial (medsos), di antaranya Instagram Samarinda ResponInfo, TikTok officiallambeturah, maupun di Facebook dan akun lainnya. Rata-rata mendapat 100 like bahkan lebih. Apa yang dinyanyikan oleh anak-anak tersebut merupakan fakta yang terjadi di hadapan mereka. Bahkan tidak hanya kabut asap tetapi apinya pun hingga kini masih membara. Apalagi dampak yang dimunculkan dari karhutla ini adalah indeks kualitas udara yang buruk. Seju...

Kabut Asap Mengganas, Siapa yang Menjaga Keselamatan Rakyat?

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Udara seharusnya menjadi sesuatu yang bisa dinikmati tanpa rasa takut. Kita bisa bernapas saat bekerja, beristirahat, atau mengantar anak ke sekolah tanpa harus memikirkan apakah udara yang masuk ke paru-paru justru membahayakan kesehatan. Namun, keadaan itu berubah ketika kabut asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Warga bukan hanya harus menghadapi aktivitas yang terganggu, tetapi juga ancaman kesehatan yang bisa berakibat fatal. Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah dilaporkan memburuk hingga mencapai kategori berbahaya. Salah satu kisah yang menyita perhatian datang dari Palembang, ketika Hardiansyah, seorang pengemudi ojek daring berusia 41 tahun yang memiliki riwayat asma, meninggal setelah mengalami sesak napas berat. Kematian tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla, meskipun penyebab pastinya tetap membutuhkan pembuktian medis. ( tirto.id , 5/1...

Dana Bencana Jadi Bancakan, di Mana Amanah Negara?

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  MuslimahKaffahMedia.eu.org, OOINI- Bencana semestinya menjadi momentum bagi negara untuk menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Ketika banjir, longsor, kebakaran hutan, dan berbagai musibah melanda, masyarakat membutuhkan pertolongan cepat agar dapat bertahan dan kembali menjalani kehidupan. Namun, bagaimana jika dana yang seharusnya digunakan untuk membantu korban bencana justru diduga diselewengkan oleh pihak yang memiliki kewenangan? Rakyat yang sudah menderita akibat bencana terancam menanggung penderitaan berlapis akibat pengkhianatan amanah. Fakta yang Mengusik Nurani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 13 Oktober 2026. Metro TV melaporkan bahwa KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana. Salah satu tersan...

Santri, Jangan Cuma Jadi Generasi Emas!

Gambar
  OPINJ Oleh Fadia Nur Amalia (Aktivis Muslimah) MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Setiap Hari Santri tiba, kita melihat para santri tampil dengan berbagai kemampuan, ada yang mengikuti lomba pidato, menunjukkan bakat seni, berkompetisi dalam olahraga, hingga memamerkan keterampilan yang mereka miliki. Semua itu tentu bisa menjadi hal positif, untuk mengembangkan potensi santri. Namun, di tengah meriahnya perayaan tersebut, ada pertanyaan yang perlu direnungkan. Apakah kita masih menempatkan lahirnya ulama sebagai tujuan utama pendidikan pesantren, atau justru semakin sibuk menyiapkan santri agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan? Pertanyaan ini penting, karena santri bukan sekadar pelajar yang tinggal di pondok pesantren. Mereka adalah generasi yang menimba ilmu agama, membentuk akhlak, dan diharapkan mampu membimbing masyarakat berdasarkan ajaran Islam. Jika peran mereka hanya diukur dari prestasi, produktivitas, atau keberhasilan memasuki berbagai bidang pekerjaan, maka keda...

Kasus Bullying Anak Semakin Parah, Ada Apa dengan Generasi Kita?

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Indonesia darurat bullying. Betapa tidak menurut beberapa sumber angkanya melonjak lebih 100% dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) pada triwulan pertama tahun 2026 telah terjadi 233 kasus kekerasan di satuan pendidikan, salah satunya bullying. Sementara itu Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat selama periode Januari - Juni 2026 terjadi 55 kasus yang melibatkan anak baik sebagai korban atau pelaku. Begitupun angka laporan harian kekerasan anak yang diterima oleh kepolisian lebih dari 50 kasus perhari di seluruh Indonesia. Mirisnya, tren korban bullying paling rentan didominasi oleh anak usia dini yaitu siswa SD dan SMP. Data survei berskala besar dari Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan fakta lebih miris bahwa 24% siswa di Indonesia mengaku mengalami perundungan beberapa kali dalam sebulan. Beberapa...

Kecanggihan AI: antara Peluang dan Ancaman OPINI

Gambar
  OPINI Oleh Hanin Nafisah Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence kini sudah melekat dalam keseharian kita. Mulai dari asisten virtual di ponsel, layanan chatbot, hingga kemampuan membuat ilustrasi, musik, sampai menulis artikel. Tak jarang pelajar pun memanfaatkannya untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah. Jelas, AI menawarkan kemudahan yang luar biasa. Namun di balik itu, ada sinyal bahaya yang mulai disuarakan para pakarnya sendiri. Baru-baru ini, 22 peneliti AI terkemuka merilis sebuah kajian berjudul "Bagaimana jika otomatisasi R&D AI memicu ledakan kecerdasan?" . Di antara penulisnya ada Yoshua Bengio dan Geoffrey Hinton yang dijuluki Bapak AI modern, bersama Jack Clark dari Anthropic dan Jakub Pachocki dari OpenAI. Mereka meminta pemerintah dunia untuk segera bersiap menghadapi potensi " intelligence explosion".  Yang dimaksud ledakan kecerdasan adalah kondisi di mana kemajuan AI melesat sa...

Karhutla Berdampak Hilangnya Nyawa, Pejabat Bilang Masih Normal Saja

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kini sudah berjalan lebih dari empat bulan. Karhutla menyebabkan dampak buruk pada kesehatan bahkan berisiko hilangnya nyawa. Salah satunya adalah meninggalnya pengemudi ojek online atas nama Ardiansyah (41), warga Jalan Mataram Ujung, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Almarhum Ardiansyah meninggal diduga mengalami sesak napas setelah terdampak paparan asap karhutla, dengan riwayat asma. Karhutla yang tak kunjung padam ini juga mengancam pemukiman warga Balikpapan, tepatnya kawasan hutan kota di Gunung Malang, RT 39, Kelurahan Klandasan Ilir. Para relawan pemadam karhutla berusaha memadamkan api yang berkobar, dibantu beberapa warga setempat agar api tidak menjalar ke permukiman ( kaltimpos.com , 18/10/2026). Dampak karhutla ini menyebabkan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 277.075 kasus ...