Postingan

Featured Post

Di Balik Tren 'Marriage is Scary'

Gambar
OPINI Oleh Elfia Prihastuti, S.pd.  Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org 'Marriage is scary'. Satu frasa yang kerap diulang media sosial dalam dekade terakhir. Fenomena ini bukan semata tren sesaat, bukan pula sekadar meme. Fakta ini merupakan refleksi jujur dari kegelisahan akut yang mewarnai pemikiran anak muda terutama Gen Z terhadap institusi pernikahan.  Akhir-akhir ini sebuah narasi kolektif marriage is scary atau pernikahan itu menakutkan tengah ramai di Tik Tok. Sebuah potongan video pendek yang memperlihatkan kisah perselingkuhan , beban domestik yang timpang, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) cukup menggetarkan lini masa. ( publikmalutnews.com , 5/1/2026) Sementara data Badan Statistik mencatat dalam kurun sepuluh tahun terakhir jumlah pernikahan mengalami penurunan cukup signifikan. Pada tahun 2014, jumlah pernikahan masih berada pada angka 2,1 juta. Namun, di tahun 2024 mengalami fluktuasi penurunan yang cukup drastis hampir mencapai 30 ...

Jakarta Terendam Di Bawah Kapitalisme, Islam Menawarkan Solusi

Gambar
OPINI   Oleh Purwanti Aktivis Dakwah   Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sejak Kamis, 22 Januari 2026 hujan deras mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya. Banjir merendam di sejumlah titik. Selain itu, banjir bukan hanya merendam pemukiman, tetapi juga mengganggu mobilitas warga hingga layanan transportasi publik. ( Tempo.com , 25 -01-2026) Pramono Agung Gubernur DKI mengatakan bahwa faktor utama banjir kali ini dipicu oleh cuaca ekstrem . Berbagai langkah yang dilakukan oleh Pemprov untuk penanganan banjir mulai dari penambahan pompa air, percepatan normalisasi sungai , hingga memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca(OMC). Solusi Jangka Pendek Banjir Jakarta dan wilayah perkotaan merupakan problem klasik yang berulang. Curah hujan yang tinggi sering kali dijadikan kambing hitam atas banjir yang melanda Jakarta. Padahal, hujan adalah sunnatullah yang tak bisa dihindari. Justru yang menjadi pertanyaan mengapa setiap hujan menjadi bencana? Operasi Modifikasi Cuaca(OMC) yang dilaksanaka...

Keracunan Berulang: MBG Kebijakan Parsial

Gambar
OPINI Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Lagi dan lagi, keracunan masal kembali terjadi. Sejumlah 118 siswa di SMA 2 Kudus, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah menyantap menu makan siang bergizi gratis (MBG), yakni soto ayam suwir, tempe, dan tauge yang dibagikan Rabu (28-01). Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mengklaim akan bertanggung jawab. ( BBC.com , 30-01-2026) Keracunan Meluas Kasus keracunan MBG bukan terjadi di satu atau dua tempat saja, namun sudah meluas di berbagai daerah yang sudah menerima program MBG tersebut. Ribuan kasus terjadi hampir seluruh daerah di Indonesia di antaranya, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir di bulan Januari 2026, 132 pelajar juga keracunan MBG di Kabupaten Manggarai Barat. Periode 1-13 Januari 2026, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), telah men...

Gangguan Mental Meningkat, Butuh Solusi Tepat

Gambar
OPINI   Oleh Tinah Asri  Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Memprihatinkan, diperkirakan sebanyak 28 juta jiwa dari total 287 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental alias gangguan kejiwaan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPRI) di Jakarta 19 Januari 2026. Data ini didapat dari Rasio Gangguan Mental Global yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Gunadi Sadikin juga mengatakan, menurut WHO, jumlah penduduk yang mengalami gangguan kejiwaan di suatu negara dihitung satu per delapan atau satu per sepuluh dari total jumlah penduduk. Kalau di Indonesia jumlah total penduduknya 280 juta, minimal 28 juta punya masalah kejiwaan. ( Tempo.com , 19 Januari 2026) Dari hasil skrining cek kesehatan gratis didapati bahwa angka gangguan kesehatan mental pada orang dewasa masih relatif rendah yakni dibawah 1%, namun lebih ting...

BoP: Stempel Muslim untuk Proyek Penghancuran Palestina

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Narasi “perdamaian” kembali diperdagangkan. Kali ini melalui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum internasional yang diklaim sebagai ikhtiar membantu Palestina . Sekilas terdengar mulia. Namun bagi umat yang melihat lebih jauh, membaca arah kebijakan global, muncul pertanyaan mendasar yang tak bisa dihindari: benarkah BoP membawa maslahat bagi Palestina, atau justru menjadi alat legitimasi proyek penghancuran mereka dengan stempel negeri-negeri Muslim? Fakta pertama, pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bergabung dengan BoP dengan alasan mendorong perdamaian Palestina. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemerintah dan dipublikasikan secara terbuka ( setkab.go.id , 22/01/2026). Fakta kedua, untuk memperoleh status keanggotaan tetap dalam BoP, Indonesia harus menyiapkan komitmen dana hingga satu miliar dolar Amerika Serikat , atau sekitar tujuh belas triliun rupiah ( cnbcindon...

Bukan Karena Alat Tulis, Tapi Karena Negara Abai

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada kabar yang membuat dada sesak sekaligus marah. Seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur kehilangan nyawanya dengan cara bunuh diri ( newsdetik.com , 03/02/2026) Narasi yang beredar menyebutkan pemicunya seolah sepele: ia tidak memiliki pulpen dan perlengkapan sekolah. Sebagian orang buru-buru menyederhanakan tragedi ini sebagai persoalan mental anak. Sebagian lagi menolaknya dan menganggap sebagai kegagalan sistem karena permasalahan administrasi yang rumit.  Padahal jika secara seksama membaca, mengikuti kronologis dan menyelami lebih jauh, maka akan paham, ini bukan kisah tentang pulpen semata. Ini adalah potret nyata tentang kemiskinan struktural , pendidikan berbiaya , dan negara yang abai menjalankan tanggung jawabnya terhadap anak-anak rakyat. Kasus ini juga bukan peristiwa tunggal. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) mencatat 26 kasus bunuh diri pada anak sepanjang tahun 2025....

Tragedi Anak SD Bunuh Diri, Negara Gagal Penuhi Hak Asasi?

Gambar
OPINI   Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Opini Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Surat dari seorang anak sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. " Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk Mama Reti)" Mama molo ja'o galo mata mae Rita ee mama (Mama baik sudah, kalau saya meninggal mama jangan menangis). Mama jao galo mata mae Rita ne'e gae ngao ee. (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee). Malo Mama (Selamat tinggal mama)... . Anak tersebut berinisial YBS, siswa kelas 4 SD (10 tahun), di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekad gantung diri, pada 29 Januari 2026, karena tidak mampu beli buku dan pulpen untuk sekolah. ( detik.com , 4/2/2026) Tragedi ini dipicu karena tekanan ekonomi ekstrim. Sang ibu tidak bisa membelikan buku dan pulpen seharga Rp10.000,-. YBS adalah anak seorang janda yang ditinggal suaminya 10 tahun silam ke Kalimantan. Seorang ibu yang bekerja sebagai buruh serabutan harus menanggung lima anaknya, terma...