Postingan

Featured Post

Tangis Anak Gaza dan Bisunya Penguasa Negeri Muslim

Gambar
OPINI Oleh Ummu Himmah Owner StoryKU Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ibarat tanaman yang belum tumbuh daun sudah dicabut akarnya. Demikianlah nasib anak-anak Palestina. Kehadiran mereka dinanti untuk menjadi penerus keluarga dan perjuangan kemerdekaan. Namun bagi Zionis Israel, keberadaan mereka dianggap berbahaya. Karena itu sejak lama ada upaya sistematis untuk menghentikan lahirnya generasi pembebas Al-Quds. Semakin hari upaya itu semakin intens. Sebab penjajah tidak ingin malamnya segera berganti pagi. Mereka tidak ingin kekuasaannya berakhir karena lahirnya generasi pembebas. Dilansir dari Kompas.com [28/8/2026], Palestinian Center for Prisoners’ Advocacy melaporkan sekitar 370 anak Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel. Sebagian besar berada di Penjara Megiddo dan Ofer, sebagaimana diberitakan Anadolu via Antara. Anak-anak itu merupakan bagian dari lebih dari 9.400 tahanan dan narapidana Palestina yang ditahan Israel hingga awal Agustus. Sungguh miris. Anak-anak yang ...

Penentuan Desil Bukan Penentu Kesejahteraan

Gambar
OPINI Oleh Rosmiyati Siregar Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara sedang menghadapi gelombang membludaknya permohonan penurunan desil dari warga. Setidaknya petugas BPS telah mendata dan mendaftarkan ulang sebanyak 6.000 data warga dan tengah menunggu hasil dari BPS pusat. Membludaknya permohonan penurunan desil Ini dipicu oleh pengurusan bantuan KIP kuliah. Sebab, jika desil yang terdaftar di atas desil 4, warga otomatis tidak bisa mengikuti program KIP Kuliah. ( Kompas.com , 4 September 2026) Belakangan ini, penetapan desil masih terus menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Masyarakat ramai mempertanyakan hasil pengecekan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai tidak sesuai dengan realita ekonomi yang dialami oleh masyarakat. Pasalnya penetapan posisi desil sangat penting karena status tersebut dapat memengaruhi akses terhadap berbagai program bantuan, seperti PKH, BPNT, dan PBI-JKN Menurut situs resmi BPS, ...

PILU

Gambar
PUISI Oleh Ummu Suci Pendidik Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Saat hatiku menjauh dari-Mu   Dadaku sesak oleh hampa   Jiwaku merintih dalam sepi   Pilu...   Menyayat sampai ke tulang. Ya Allah,   Pemilik nafasku,   Genggam tanganku yang rapuh   Jangan biarkan aku tersesat sendiri. Betapa pilunya aku   Ketika jauh dari rida-Mu   Tanpa cahaya-Mu   Aku hanyalah bayang yang tak berarah. Nafsuku berbisik pelan   Mengajakku pergi   Meninggalkan pintu-Mu   Dan aku, lemah, hampir mengiyakan. Semakin jauh, semakin gelap   Semakin pilu, semakin dalam kuburku   Hidup terasa runtuh   Seperti rumah tanpa tiang. Duniaku tanpa-Mu   Hanyalah mimpi buruk yang panjang   Air mata yang tak selesai   Dan luka yang tak tahu arah pulang. Gelap gulita   Seolah malam tak pernah pagi   Pilu ini ...

Katanya Swasembada, Mengapa Pangan Makin Mahal?

Gambar
  OPINI Oleh Desi Arisandi  (Aktivis Muslimah) MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Katanya negeri ini sedang menuju swasembada pangan. Produksi disebut meningkat, stok diklaim aman, bahkan keberhasilan pun digaungkan dengan penuh kebanggaan. Namun, rakyat tampaknya mendapatkan “versi swasembada” yang berbeda. Bukan pangan yang semakin murah dan mudah dijangkau, melainkan harga yang terus merangkak naik. Lucunya, ketika pemerintah sibuk merayakan angka-angka produksi dan menggaungkan keberhasilan swasembada, rakyat justru sibuk menghitung isi dompet sebelum membeli kebutuhan pokok. Beras naik, telur naik, cabai naik, minyak naik, sementara pendapatan rakyat tidak ikut “swasembada.” Harga sejumlah kebutuhan pangan di beberapa wilayah terpantau masih mahal. Beberapa di antaranya harga beras dan minyak goreng, masih dibanderol tinggi di sejumlah wilayah meski pemerintah menyatakan stok pangan dalam kondisi cukup. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap harga rata-rata beras tercata...

Ironi Swasembada Pangan dan Solusi Islam

Gambar
  OPINI Oleh Tuti Alawiyah, S.Sos.  Pemerhati Sosial MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Masyarakat kita kembali dihadapkan pada kenyataan yang getir. Harga berbagai bahan pokok merangkak naik dan seolah enggan turun kembali. Kebutuhan pokok seperti beras, cabai, minyak goreng, sampai telur dan daging ayam, semuanya kompak melambung di berbagai daerah.  Lonjakan harga ini makin menjepit dapur warga kecil. Uniknya, kondisi yang mencekik ini terjadi di tengah klaim manis pemerintah tentang capaian swasembada pangan dan melimpahnya stok beras nasional. Ada kontradiksi yang nyata di sini: kalau memang pasokan melimpah, mengapa harga di pasar justru makin mahal? Masalah Utama: Logika Kapitalis, Kartel, dan Demand Shock Berulangnya krisis harga pangan ini sebenarnya bukan sekadar persoalan cuaca buruk atau kegagalan panen semata. Akar masalahnya bersumber dari cara pandang pemerintah dalam mengelola pangan. Selama ini, swasembada hanya dihitung dari angka statistik di laporan ...

Asap Karhutla Bukan Fogging, Butuh Penanganan Cepat

Gambar
  OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Di acara peresmian dan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) di Monument Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dengan penuh antusias. Dalam pidatonya beliau juga mempertanyakan bagaimana Indonesia punya ratusan helikopter water bombing dan alat berat jika tidak ada uang, dan uang itu didapat dari hasil penyelamatan korupsi-korupsi selama ini. ( kompas.com , 25/8/2026) Wacana ini bermakna, kunci mengatasi masalah ada di uang. Jika tidak punya uang maka negara tidak bisa membeli pemadam. Logika yang sangat sederhana. Sekilas terlihat benar tetapi pemikiran sekelas orang nomor satu di Indonesia perlu dipertanyakan. Jika berkaca dari program sebelumnya seperti membeli mobil golf dan pengadaan gym di kementerian agar pejabatnya tidak lelah ketika jalan kaki dan makin fit,...

Produksi Terpenuhi, Rakyat Terabaikan: Ketika Swasembada Pangan Berwajah Kapitalisme

Gambar
  OPINI Oleh Anita Humayroh  Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Swasembada pangan kembali digaungkan sebagai salah satu bukti keberhasilan pemerintah. Produksi pangan disebut meningkat, stok nasional menguat, bahkan pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan. Namun, ada pertanyaan sederhana yang layak diajukan: jika pangan benar-benar sudah swasembada, mengapa rakyat masih harus berhadapan dengan harga pangan yang naik dan berbeda-beda di berbagai daerah? Pertanyaan ini bukan tanpa dasar. Pada awal September 2026, sejumlah harga pangan nasional justru mengalami kenaikan. Data PIHPS yang diberitakan menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas seperti bawang, beras, cabai, daging ayam, daging sapi, gula, hingga telur. ( idxchannel.com , 01/09/2026) Bahkan pada 4 September, harga beras kembali menjadi sorotan. Harga beras tiap hari makin naik, cabai kompak mengekor. Kenaikan juga terjadi pada beberapa...