New Gaza Agenda Busuk Untuk Memuluskan Langkah Penjajah


OPINI


Oleh Ummu Amar Makruf

(Aktivis Muslimah)


Muslimahkaffahmedia.eu.org-Penjajah AS mengumumkan rencana mereka mendirikan Gaza Baru. Sebuah proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. AS akan mendirikan puluhan gedung pencakar langit yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. Tanpa malu, mereka menyatakan proyek ini dengan nama Board Of Peace atau dewan derdamaian untuk menipu dunia.


Peta yang ditampilkan penjajah AS juga menunjukkan rencana pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri baru secara bertahap untuk populasi yang mereka targetkan sekitar 2,1 juta orang.


"Kami akan sangat sukses di Gaza dan akan menjadi hal yang luar biasa untuk disaksikan," kata Trump.


Presentasi proyek Gaza di Davos itu disampaikan menantu Trump, Jared Kushner. Dia berkata, Gaza telah dijatuhi 90.000 ton amunisi. Terdapat 60 juta ton puing-puing yang harus dibersihkan sebelum proyek ini berjalan. (bbc.com, 23/ 2026). 


Ini adalah genosida besar-besaran yang terjadi di Gaza untuk memusnahkan rakyat Gaza dan mengambil alih seluruh wilayah Gaza.


Kejahatan AS Harus Dihentikan


Kebiadaban yang terus dipertontonkan AS dan sekutunya di Gaza seolah wilayah itu miliknya. Upaya merealisasi rencana busuknya menguasai Gaza yang telah lama melakukan genosida melalui kaki tangannya Israel terhadap rakyat Gaza dengan melakukan segala cara. Mereka akan membangun proyek Gaza baru dengan membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) lewat dukungan negeri-negeri muslim. Nahasnya masih ada negeri-negeri muslim yang tertipu oleh ulah penjahat perang AS dengan bergabung dalam Board Of Peace.


Padahal beberapa negeri minoritas muslim seperti Spanyol, Prancis, Jerman, Norwegia, Slovenia dengan lantang menolak bergabung dalam agenda busuk AS. Spanyol dengan tegas menyatakan bahwa nasib Palestina harus ditentukan oleh Palestina sendiri bukan oleh negara lain apalagi penjajah. Ini siasat jahat untuk melumpuhkan kesadaran umat dengan memanipulasi fakta bahwa mereka para penjajah berhak menentukan nasib rakyat Gaza. 


Dewan Perdamaian Gaza dijadikan jalan penjajah untuk memperkuat posisi kendali politik internasionalnya. Ini merupakan langkah licik untuk mengatur negeri-negeri muslim dan membangun dukungan dunia demi melanggengkan langkah penjajah. 


Semua itu dilakukan sebagai siasat untuk menguasai dan mengendalikan Gaza secara total. AS yang mengklaim dirinya sebagai polisi dunia dengan kaki tangannya PBB di bawah kendalinya berupaya membungkam negeri-negeri lewat hukum internasional yang selalu berpihak pada pelaku genosida Israel.


Kebodohan makin dipertontonkan ketika penjahat AS mengambil alih Gaza lewat Board Of Piece dengan iuran keanggotaan yang fantastis, mencapai 16,5 triliun. Ini pemerasan gaya baru berkedok biaya keanggotaan untuk jadi bagian pemusnahan massal di Gaza. 


Lebih miris lagi penguasa negeri ini mendukung pelaku genosida tersebut. Prabowo menyatakan berkali-kali bahwa perdamaian akan datang kalau semua orang menjamin keamanan Israel dan kita dianggap realistis dan seimbang. Ini betul-betul diluar nalar akal sehat. Mana mungkin dengan menjamin keamanan perampok akan tercipta keamanan, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika penjahat dibiarkan berbuat sesukanya maka akan makin merajalela kajahatannya. 


Penguasa kita seharusnya belajar dari presiden Korea Utara. Mereka menunjukkan sikap penolakan dengan tegas. Presiden Korea Utara dengan tegas menyatakan Israel bukan negara, ia proyek teror yang didukung penuh AS demi kepentingan geopolitik di Timur Tengah. Ia menambahkan tidak akan pernah mengakui Israel sebagai negara sah, dan secara konsisten menyatakan keberpihakan pada perjuangan rakyat Palestina. Sikap tegas ini yang seharusnya dijadikan prinsip semua negara, bangsa di dunia jika ingin tercipta perdamaian dunia, bukan bergabung dengan barisan penjajah bernegosiasi dan bermanis muka. 


Langkah Strategis Penghapusan Penjajahan


Wilayah Gaza dan Palestina sejatinya tanah milik umat Islam yang dirampas oleh Israel sejak 1948. Palestina merupakan tanah kharaj yang merupakan hak kaum muslim yang diperoleh melalui jihad dan wajib dijaga oleh seluruh muslim. Maka seluruh kaum muslim terutama laki-laki balig wajib membebaskan Palestina dari penjajahan AS dan sekutunya yang saat ini menduduki wilayah Palestina yang diberkahi. Para pemimpin negeri-negeri muslim mengirimkan pasukan terbaik mereka untuk merebut kembali wilayah jajahan AS tersebut, bukan mengirim pasukan perdamaian sesuai arahan penjajah yang akan melegitimasi kejahatannya.


Allah Swt. melarang umat Islam untuk tunduk patuh dan memberikan loyalitas pada negara kafir. Bukan malah duduk bersama dengan para penjajah membahas rakyat Gaza. Ini pengkhianatan yang nyata melukai umat Islam dan wajib ditolak. Palestina akan menjadi negeri yang aman sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. dan para khalifah yang berhasil menjaga wilayah kaum muslim (Daulah Madinah) dengan ketegasan dan keteguhan memegang prinsip Islam. Para pemimpin dunia harus melawan semua makar AS dan Israel untuk menguasai Gaza, karena kejahatan yang dibiarkan akan makin menyebar dan dinormalisasi.


Penegakkan khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina wajib menjadi perjuangan yang pertama dan utama bagi umat. Karena khilafah satu-satunya negara yang ditakuti penjajah AS dan sekutunya. Khilafah terbukti mampu mengalahkan adidaya Romawi dan Persia saat itu. Khilafah akan menyatukan negeri-negeri di seluruh dunia menjadi kekuatan adidaya yang mampu mengalahkan hegemoni kafir penjajah. 


Dalam khilafah kewajiban umat untuk berjihad akan difasilitasi negara karena merupakan puncak keimanan dan merupakan strategi menyebarkan Islam. Inilah cara Islam membebaskan Palestina dengan mengusir para penjajah. 


Wallahualam bissawab. 


Para pemimpin dunia seharusnya memahami sejarah dan fakta yang terjadi di Gaza. bahwa dengan berpihak pada kebenaran, maka penjajahan di atas dunia dapat dihapuskan dan keadilan akan tercipta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oligarki Rudapaksa Ibu Pertiwi, Kok Bisa?

Retak yang Masih Mengikat

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic