Ribuan Nyawa Menguap, Kok bisa?




OPINI 

Oleh Arda Sya'roni 

Pegiat Literasi 


Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI -Baru saja Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ditandatangani oleh sejumlah negara muslim termasuk Indonesia. Namun, Israel kembali melancarkan aksi kepada rakyat Gaza.


Board of Peace yang konon katanya untuk misi perdamaian terhadap Palestina, justru dilanggar sendiri oleh Israel sebagai salah satu pencetusnya. Meski BoP baru saja ditandatangani, gencatan senjata pun disetujui, tetapi Israel lagi-lagi melanggar. Bahkan kali ini Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di jalur Gaza.


Kemajuan Teknologi yang Merusak


Di zaman modern saat ini, kecanggihan teknologi tak dapat dipungkiri semakin beraneka ragam dan cukup melenakan. Namun, kecanggihan teknologi ini tak selamanya membawa kebaikan, adakalanya justru mengakibatkan kerusakan. Keserakahan manusia akan dunia serta hawa nafsu yang membelenggu diri manusia, kerap menjadikan teknologi menjadi sebuah sarana pemuas nafsu. 


Di tengah gencatan senjata, Israel menggunakan senjata yang membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Inilah salah satu bukti bahwa kemajuan teknologi bila berada di tangan yang salah justru akan membinasakan. Dikutip dari cnnindonesia.com, 14-02-2026, dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Banyak korban yang kehilangan nyawa, termasuk diantaranya wanita dan anak-anak. Mereka tak hanya kehilangan nyawa, tetapi juga hingga kehilangan raga. Jasad mereka bak ditelan bumi, raib seketika. 


Adapun senjata termal dan termobarik merupakan senjata yang dilarang secara internasional. Hal ini karena senjata ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500° Celcius. Senjata termobarik ini menurut Vasily Fatigarov, ahli militer Rusia, selain membunuh juga mampu melenyapkan materi. Senjata ini akan menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api dahsyat dan mempunyai efek vakum. 


Lebih lanjut Fatigarov menyampaikan bahwa bubuk alumunium, magnesium, dan titanium akan ditambahkan dalam campuran kimia untuk memperpanjang waktu pembakaran. Campuran bahan-bahan tersebut akan meningkatkan suhu ledakan hingga 2.500-3.000° Celcius. Bisa dibayangkan dampak biologis dari panas ekstrem tersebut terhadap tubuh manusia, dimana tubuh manusia terdiri dari air sebanyak 80%, sedangkan titik didih air adalah 100° Celcius.


Ketika tubuh terpancar energi lebih dari 3 ribu derajat Celsius yang dikombinasikan dengan tekanan dan oksidasi yang sangat besar, cairan akan mendidih seketika. Jaringan akan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, ini tidak bisa dihindari. 


Dunia Bungkam dan Tutup Mata


Penggunaan senjata termal dan termobarik ini menunjukkan kebiadaban modern. Perilaku tak berperikemanusiaan yang tega membunuh ribuan nyawa tak berdosa. Gempuran dan serangan yang menyisir warga sipil, bahkan terhadap wanita dan anak-anak jelas melanggar kode etik peperangan. Serangan semacam ini jelas menunjukkan apa yang dilakukan Israel adalah bentuk genosida. 


Ironisnya, dunia seakan menutup mata akan tindakan yang jelas-jelas melanggar HAM ini. Meski perlindungan HAM sering didengungkan, tetapi tak ada tak mampu menghentikan pelanggaran HAM yang tampak jelas di depan mata ini. Kejahatan Israel ini tak bisa ditolerir. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas, sehingga tak bisa dihentikan hanya dengan solusi damai. Namun, mengapa dunia bungkam dan tak mampu melawan?


Dunia bungkam karena saat ini dunia dikuasai oleh negara adi daya, yaitu Amerika Serikat yang menguasai dunia dengan sistem kapitalisnya. Amerika dengan kuasanya mampu mengendalikan banyak negeri muslim. Hanya dengan pinjaman hutang yang diberikan, ataupun melalui politik dagang yang disepakati, negara-negara tersebut tunduk di atas ancaman. 


Kata perdamaian yang digagas hanyalah pemanis di bibir. Namun, sejatinya hanyalah bentuk lain dari penjajahan secara halus. Tak mungkin bila tak ada udang di balik batu atas semua perjanjian dan kata damai yang disepakati. Semua tindakannya sudah pasti hanya untuk bisnis semata, untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya atas tanah Palestina. 


Negeri-negeri muslim lainnya pun tak berani berkutik, sebab perjanjian-perjanjian yang telah mengikat mereka. Tak ada kekuatan negara yang mampu melawan tindakan mereka kecuali harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin. 


Jihad Solusi Tepat 


Memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Oleh karena itu negeri-negeri muslim harus bersatu dan membentuk kekuatan untuk bersama melawan Israel. 


Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 190-191, Allah berfirman yang artinya, "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangan melampaui batas... Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah)...".


Dengan demikian kebiadaban Israel memang harus diperangi. Namun, tidak akan ada kekuatan yang mampu menandingi Israel yang didukung oleh negara super power, melainkan dengan Daulah Islam dengan mabdanya/ideologinya. Kekuatan mabda harus diimbangi dengan mabda pula. Maka, mabda kapitalisme hanya bisa dikalahkan dengan mabda Islam dengan kekuatan militer dari seluruh umat muslim di dunia. 


Khalifah sebagai kepala negara sekaligus sebagai junnah (pelindung) akan mengerahkan seluruh kekuatan militer kaum muslimin di dunia. Kemudian khalifah akan memimpin jihad fi sabilillah, membebaskan Palestina dan merebut kembali Al Aqsha dari tangan kaum kafir. 


Namun, Daulah Islam takkan tegak, kepemimpinan Islam takkan diterapkan bila kaum muslimin masih tercerai berai dan tersekat dalam negara-negara kecil. Oleh sebab itu persatuan kaum muslimin di seluruh dunia saat ini merupakan urgensitas . Perjuangan menegakkan sistem Islam sangat dibutuhkan saat ini. Kepemimpinan Islam sangat penting bagi terwujudnya negara yang damai dan penuh berkah. 


Khatimah


Ribuan nyawa melayang tanpa jejak hanya terjadi bila kapitalisme sekularisme dijadikan landasan kehidupan. Kapitalisme menjadikan kekuasaan sebagai tolok ukur dalam mengatur kehidupan. Kekuasaan yang berbalut hawa nafsu tentunya akan menjadikan seseorang bertindak sesuka hati meskipun dengan kekuasaan itu menyebabkan kerugian bagi orang lain. Nyawa bukanlah suatu hal berharga dalam kapitalisme, materi berupa manfaat, keuntungan maupun kepentingan dan kekuasaan yang lebih berperan penting.


Hanya dalam Islam, nyawa hewan pun sangat berarti dan dilindungi, apalagi nyawa manusia. Bahkan dalam Islam, saat berperang tidak boleh merusak tanaman dan fasilitas umum. Sedangkan Israel saat ini, bukan hanya fasilitas umum yang dirusak, bahkan warga sipil termasuk anak-anak dan wanita pun menjadi sasaran serangan. Bukan hanya senjata semacam pedang dan panah, bahkan senjata termal dan termobarik pun digunakan. 


Karena itu, sudah saatnya umat Islam tergugah untuk bersatu dalam naungan Daulah Islam di bawah kepemimpinan khalifah. Hanya dengan Daulah Islam, Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya mamou dibebaskan dari segala bentuk penjajahan. Hanya dengan Daulah Islam kesejahteraan dan kedamaian dapat diraih. 


Wallahualam bissawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oligarki Rudapaksa Ibu Pertiwi, Kok Bisa?

Retak yang Masih Mengikat

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic