SEAbling vs Ukhuwah Islam
OPINI
Oleh Arda Sya'roni
Pegiat literasi
Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI- Ramai di jagat maya tepatnya di platform X, perseteruan rasis antara netizen Korea Selatan (K-Netz) dengan netizen Asia Tenggara. Awal mula perseteruan K-Netz (netizen Korea) dengan netizen Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam) adalah penggemar Korea diekspose dan dikritik karena melanggar larangan membawa DSLR di konser DAY6 di Malaysia, digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Fansite Korea ini kepergok membawa DLSR, sedangkan konser tersebut penggunaan kamera profesional dilarang (idnnews.com, 11/02/2026).
Unggahan ini memicu perseteruan antara K-Netz dan netizen Asia Tenggara, sebab K-Netz memulai statement-statement rasis yang merendahkan warga Asia Tenggara. Dikutip dari Republika.co.id, 16-02-2026, sentimen rasialis dari netizen Korea Selatan bikin panas warga Asia Tenggara yang belakangan bersatu dalam tagar SEAblings. Yang jarang dibicarakan dalam sengkarut ini adalah tanpa bantuan negara-negara Asia Tenggara, Korea Selatan bisa jadi jauh lebih sulit bangkit dari perang mematikan pada 1950-an.
Sejarah SEAblings
Komentar rasis yang merendahkan dari K-Netz kepada orang-orang Asia Tenggara, memicu solidaritas dari netizen Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam untuk bersatu membentuk aliansi digital yang disebut SEAblings (South East Asian siblings) untuk membalas sentimen tersebut di platform X.
Siblings dalam kosa kata Bahasa Inggris berarti saudara kandung. Sedangkan SEAblings ini dimaksudkan sebagai bentuk persaudaraan warga Asia Tenggara. Aliansi SEAblings tidak terima bila warganya direndahkan dan dijelek-jelekkan oleh K-Netz. Hal ini karena SEAblings merasa telah banyak berperan dalam membangkitkan lagi Korea Selatan yang pernah terpuruk saat perang melawan Korea Utara di tahun 1950.
Pada tahun 1950-1953, di bawah komando PBB, Filipina dan Thailand mengirimkan pasukan militernya untuk mempertahankan Korea Selatan dari invasi Korea Utara. Tak tanggung-tanggung sebanyak 7.420 personel militer Filipina dikirimkan, sedangkan Thailand mengirimkan sebanyak 6.326 personel. Lebih dari 100 orang tewas baik dari Filipina maupun Tailan dan ratusan lainnya mengalami luka.
Adapun Indonesia turut mendukung upaya rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi Korea Selatan melalui sektor pangan dan pertanian. Sedangkan Malaysia dan Singapura membantu dalam bidang perdagangan dan pembangunan. Kondisi Korea Selatan yang benar-benar hancur saat itu, swasembada pangan yang terpuruk, lahan pertanian yang hancur menyebabkan Korea menerima dukungan solidaritas dari negara-negara tersebut.
Setelah Korea Selatan telah pulih di tahun 1980an, banyak penduduk Vietnam bermigrasi untuk menjadi tulang punggung industri Korea ini. Melalui EPS (Employment Permit System), ribuan pekerja Vietnam bekerja di sektor manufaktur, perikanan, pertanian, kontruksi, dan industri baik kecil maupun menengah
Oleh sebab itu, bagai kacang lupa kulitnya, Korea Selatan yang saat ini cukup menguasai pasar industri hiburan dunia, seakan lupa dengan sejarah di balik kesuksesannya. Hal inilah yang memicu kegeraman netizen SEAblings.
Dalam sistem kapitalis saat ini, teknologi merupakan sarana yang amat penting dalam kehidupan sosial. Namun, kapitalisme juga berdampak rentan terjadi konflik digital karena kebebasan berpendapat tanpa batasan. Kemudahan akses dunia digital memungkinkan setiap orang bisa berinteraksi satu sama lain bahkan antar negara. Kebebasan berpendapat yang merupakan buah dari sistem kapitalisme tak hanya menjadikan setiap individu bebas berkomunikasi untuk saling silaturahim, melainkan juga bebas berkomentar, menghina, juga melakukan perundungan.
Karena kebebasan ini pulalah persaudaraan yang terjalin bukanlah persaudaraan hakiki. Persaudaraan yang didasarkan hanya pada perasaan yang sama akan bersifat semu karena ikatannya begitu rapuh. Persaudaraan dalam SEAblings terjadi karena adanya ikatan faktor sejarah yang terjadi di masa lampau. Ikatan semcam ini hanya bersifat temporal, apabila persoalan yang mengikat telah berakhir berakhir pula ikatan persaudaraan.
Kapitalisme juga menjadikan umat Islam tersekat dalam negara-negara sehingga berpotensi umat mengikat diri mereka dengan ikatan kebangsaan/nasionalisme. Ikatan kebangsaan ini batil atau rusak, bukanlah ikatan yang sahih. Ikatan kebangsaan yang diciptakan oleh kapitalisme saat ini dikatakan batil karena mutu ikatannya rendah, tidak bisa mengikat manusia satu dengan yang lainnya untuk bangkit dan maju. Ikatan ini juga bersifat emosional karena didasarkan pada perasaan yang muncul spontan, sehingga rentan berubah dan tidak langgeng. Selain itu ikatan ini bersifat temporal yang muncul saat ada ancaman. Bila ancaman itu telah tiada maka lepaslah ikatannya.
Oleh sebab itu, kapitalisme menjadikan Islam yang semula satu menjadi tersekat dalam bangsa-bangsa dengan ikatan nasionalismenya, agar Islam tidak kembali bersatu dan mudah dipatahkan. Dengan adanya ikatan nasionalisme, persaudaraan yang dijalin tidak akan bertahan lama karena tanda landasan yang kuat persaudaraan akan mudah goyah.
Persaudaraan dalam Islam
Islam memandang bahwa sesama muslim adalah saudara. Persaudaraan dalam Islam bagaikan satu tubuh, bila satu anggota tubuh sakit, maka bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit pula. Jadi, bila ada saudara muslim di suatu wilayah mengalami kezaliman atau kesusahan, maka muslim yang berada di wilayah lainnya pun turut merasakan derita itu.
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat [49]: 10)
Berlandaskan pada ayat di atas, sistem Islam memandang bahwa ikatan yang kuat dan sahih adalah ikatan yang berlandaskan akidah Islam. Bila dalam diri muslim telah mengkristal akidah Islam maka kepemimpinan berpikir yang akak menuntun segala perilakunya adalah hanya untuk rida Allah semata.
Bila rida Allah menjadi landasan dalam setiap perbuatan, maka segala perbuatan yang dilakukan adalah sesuai syariat. Persaudaraan yang dijalin pun akan didasarkan pada syariat dan dalam rangka mencari rida Allah. Persaudaraan dalam sistem Islam merupakan ukhuwah Islamiah, yaitu persaudaraan Islam, dengan tali akidah sebagai ikatannya. Ikatan ukhuwah Islam ini merupakan ikatan yang kokoh karena merupakan ikatan sahih.
Khatimah
SEAbling hanya akan jadi fenomena sesaat karena tidak dilandasi pemikiran dan akidah yang kuat. Persaudaraan SEAbling yang diikat oleh ikatan perasaan tentulah bersifat rapuh dan temporal sehingga akan mudah rusak setelah masalah yang menghadirkan perasaan yang sama itu tidak ada lagi.
Dalam Islam persaudaraan akan bersifat abadi dan hakiki sebab diikat oleh ikatan akidah yang kokoh. Persaudaraan dalam ukhuwah Islam ini hanya bisa dihadirkan apabila negara telah menerapkan syariat Islam dalam melaksanakan pemerintahannya. Persatuan ukhuwah Islam hanya bisa disatukan oleh kekuatan Daulah dengan kepemimpinan seorang khalifah sebagai pengurus umat. Dengan Daulah Islam, umat menjadi umat terbaik, umat yang satu dengan satu pemikiran, satu perasaan dan satu aturan, yaitu syariat Islam.
Wallahualam bissawab

Komentar
Posting Komentar