Tanpa Junnah Darah Muslim Tumpah
OPINI
Oleh Luluk Kiftiyah
Pegiat Literasi
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, kini mereka kembali menyerang Iran dengan meluncurkan roketnya tepat mengenai sekolah putri Shadjareh Tayebeh di Teheran, Iran. Kabar terakhir, sebanyak 165 orang tewas di tempat. (news.republika.co.id, 02/03/2026)
Kekejian yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap umat muslim masih terus berlanjut hingga detik ini. Belum selesai mereka menjajah Palestina, kini AS-Israel melakukan serangan ke Iran. Serangan dilakukan dengan tidak tahu aturan, seperti biasa, mereka mengarahkan ke rakyat sipil. Tidak mematuhi "Akuntabilitas dan keadilan hukum Internasional dalam melindungi warga sipil, termasuk sekolah".
Serangan ini dilakukan karena jalan diplomasi buntu, tidak ditemui kesepakatan. Iran tidak mau tunduk kepada Amerika Serikat, sehingga negara kafir penjajah (AS-Israel) murka dan melakukan serangan brutal ke anak-anak. Serangan ini dilakukan karena mereka merasa adanya ancaman nuklir dan politik regional. Amerika Serikat tidak mau tersaingi dan ingin menjadi negara adidaya. Oleh karenanya, segala cara akan dilakukan untuk melancarkan misinya, yaitu menguasai dunia.
Ironinya, mereka didukung oleh negara-negara yang mayoritas muslim di sekitar Iran. Bahkan pangkalan militer udara milik AS dibangun di negeri-negeri muslim. Ada 10 pangkalan udara AS di negeri Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Turki, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, Suriah, Bahrain, Oman, dan Kosovo. Tentunya dengan dibangunnya pangkalan militer ini akan memudahkan AS dan sekutunya menyerang negeri-negeri kaum muslimin.
Sudah menjadi rahasia umum, sejak lama dua negara ini selalu menjadi pusat konflik. Mereka tidak segan-segan untuk menumpahkan darah umat muslim yang tidak mau tunduk pada aturan mereka. Bahkan dengan dalih perdamaian, AS mendirikan BoP (Board of Peace) sebagai badan internasional yang bertujuan menciptakan perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi Gaza pasca konflik, nyatanya omong kosong. Sampai detik ini Gaza masih dibombardir sehingga mengakibatkan ratusan nyawa umat muslim Gaza melayang.
Mereka sendiri yang selalu mengawali konflik. Pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran juga AS-Israel yang memulai. Bahkan serangan udara besar-besaran diluncurkan bertepatan dengan momen ketika pejabat tinggi Iran sedang mengadakan rapat. Serangan gabungan AS-Israel ini disebut sebagai operasi Epic Fury (AS) atau Lions Roar (Israel). Serangan ini ditargetkan pada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Jadi apa tujuan didirikan BoP? Lebih aneh lagi, untuk apa Indonesia bergabung dengan BoP yang pembentuknya adalah seorang pemicu konflik?
Padahal Allah Swt. berfirman,
فَٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلَن يَجْعَلَ ٱللَّهُ لِلْكَٰفِرِينَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
"Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa' [4]: 141)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Swt. melarang atau haram hukumnya bagi kaum muslim memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum muslim. Tetapi sangat disesalkan, kenapa penguasa negeri muslim malah bermesra-mesraan dengan penjajah. Membiarkan kafir penjajah membunuh kaum muslimin lainnya, bahkan bergabung menjadi anggota BoP bentukan Trump seorang kafir penjajah bengis. Seharusnya, Indonesia segera menentukan sikap untuk keluar dari keanggotaan BoP, karena sudah jelas bahwa BoP bukanlah jalan perdamaian, tetapi hanya sebagai akal-akalan Trump untuk mengelabui dunia.
Sudah jelas di dalam Islam tidak ada hubungan diplomatik dengan negara kafir muhariban fi'lan seperti Israel dan AS. Hubungan yang ada hanyalah hubungan permusuhan. Sejatinya menjalankan kerja sama dengan mereka sama halnya dengan menjerumuskan diri sendiri pada lubang kebinasaan. Sebab, mereka tetaplah musuh yang menyimpan dendam.
Dalam pandangan Islam, berdamai dengan kafir harbi adalah suatu keharaman. Maka seharusnya sikap yang diambil oleh penguasa muslim adalah tidak bermesra-mesraan dan tidak melakukan perjanjian apapun dengan mereka. Satu-satunya solusi atas darah umat muslim yang tertumpah hari ini adalah dengan jihad fisabilillah (berjuang di jalan Allah) dan tidak pula mencukupkan hanya dengan berdoa saja.
Umat Islam harus bersatu menjadi satu komando dalam melakukan aktivitas jihad. Insyaallah dengan izin Allah Swt., kemenangan akan datang karena AS-Israel laknatullah hanya takut jika umat Islam bersatu dengan satu komando dari Khalifah. Di bawah komando Khalifah, umat Islam di seluruh belahan dunia tidak lagi mengenal batas-batas teritorial dan keturunan, sehingga dapat mengalahkan kafir penjajah AS-Israel.
Hanya saja, gerakan satu komando ini akan dapat terwujud apabila umat Islam bersatu di bawah ikatan Ukhuwah Islamiyah, dalam naungan Khilafah. Inilah yang menjadikan alasan tegaknya Khilafah sangatlah urgen. Dengan diiterapkannya sistem Islam kafah, umat tidak terpecah belah, sehingga bentengnya kokoh dan akan ditakuti oleh musuh-musuhnya, seperti Amerika Serikat dan Israel laknatullah.
Sungguh, solusi hakiki atas masalah di atas hanyalah dengan jihad dan Khilafah. Islam mewajibkan jihad, terutama jika menyangkut nyawa dan darah. Sejatinya jika semua umat muslim bersatu, betapa dahsyatnya kekuatan negeri-negeri muslim, dengan total jutaan personel militer dan alutsista yang serba canggih. Islam menggambarkan bahwa umat muslim ibarat satu tubuh. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda,
"مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى"
"Orang-orang mukmin saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit." (HR. Muslim)
Wahai penguasa negeri-negari muslim, sambutlah seruan ini, jadilah Ansarullah (penolong agama Allah) dan saudara muslim yang dizalimi serta yang dibantai. Kelak pembelaanmu terhadap mereka akan menjadi hujah yang kuat nanti di hadapan Allah Swt., insyaallah. Wallahu alam bissawab.

Komentar
Posting Komentar