Iduladha di Gaza Diwarnai dengan Pembantai
OPINI
Oleh: Ria Nurvika Ginting, S.H.,M.H (Dosen-FH)
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Tiga tahun berturut-turut, warga Gaza tidak dapat melaksanakan ibadah haji dan berkurban. Takbir menyambut Iduladha di Gaza dipenuhi dengan isak tangis dan rintihan yang menyayat hati. Hal ini diakibatkan masih terus berlanjutnya pembantaian yang dilakukan oleh Zionis Israel, meskipun ada gencatan senjata yang telah disepakati. Pembatasan perbatasan yang dilakukan oleh Israel dengan menutup penyebrangan Gaza mencegah penduduk untuk melakukan perjalanan haji selama tiga tahun berturut-turut. Sungguh hal ini menyebabkan penderitaan emosional dan spiritual yang mendalam bagi warga Gaza.
Walaupun penyeberangan Rafah dengan Mesir sebagian dibuka kembali untuk jalur terbatas awal tahun ini, zionis Israel masih sangat membatasi keberangkatan dan sebagian besar membatasinya untuk evakuasi medis serta kasus kemanusiaan yang disetujui melalui prosedur Israel sendiri. Warga Gaza juga tidak dapat menyembelih hewan kurban selama tiga tahun berturut-turut dikarenakan runtuhnya sektor perternakan dan pembatasan Isarel terhadap masuknya hewan di Jalur Gaza. (detik.com, 28/05/26)
Sejak awal perang, lebih dari 90% sektor peternakan Gaza hancur atau rusak akibat serangan Israel dan pembatasan pergerakan barang serta perlengkapan pertanian. Data ini didasarkan dari Kamar Dagang dan Industri Gaza. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), pada November lalu, setidaknya 80 persen domba dan 70% kambing di Gaza telah terbunuh atau mati selama perang. (detik.com, 28/05/26)
Pembantaian oleh zionis Israel terhadap warga Gaza juga terus berlanjut di saat takbir Iduladha bergema di seluruh dunia. Begitu banyaknya kaum muslim yang berkumpul di Makkah untuk melaksanakan haji dari berbagai negara di dunia. Mereka dengan khusyuknya melaksanakan ibadah haji dan melaksanakan wukuf di Arafah. Namun, di Gaza, dentuman rudal menewaskan warga Palestina dan beberapa lainnya luka-luka tepat di Hari Raya Iduladha Isarel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.
Pembantaian warga Gaza tidak kunjung tuntas. Solusi yang diberikan oleh organisasi internasional dengan BoP-nya, solusi dua negaranya, serta kecaman-kecaman dari dunia internasional tidak dapat menghentikan Israel melakukan pembantaian. Peradilan internasional, mahkamah internasional serta hukum internasional menjadi mandul ketika berhadapan dengan zionis Israel. Ini sesuatu yang wajar dikarenakan ketentuan internasional dan organisasi internasional memang dibentuk untuk kepentingan kapitalis yang saat ini diterapkan secara mutlak oleh Amerika Serikat. Sebagaimana kita ketahui bahwa AS merupakan negara adidaya yang akan selalu menjajah negara lain untuk mendapatkan keuntungan serta untuk mempertahankan hegemoninya di dunia internasional.
Posisi negeri-negeri muslim saat ini juga merapat kepada Amerika Serikat. Negeri-negeri muslim tercerai berai tidak bersatu sehingga mudah untuk diperdaya oleh negara penjajah. Hingga detik ini negeri-negeri muslim masih dijajah, dibantai secara brutal dan dikuras sumber daya alamnya. Sudah saatnya kaum muslim bersatu dalam satu naungan kepemimpinan yakni Daulah Khilafah Islamiah.
Khilafah Perisai Umat
Pembantaian kepada saudara-saudara seiman di Palestina oleh Israel semakin hari semakin brutal. Penderitaan warga Gaza masih berlangsung hingga tiga tahun berturut-turut mereka tidak dapat melaksanakan ibadah haji dan berkurban di Hari Raya Iduladha seperti yang terjadi tahun ini juga. Solusi yang diberikan oleh dunia internasional seperti resolusi-resolusi PBB, gencatan senjata bahkan solusi dua negara (two-state solution) tidak menghentikan apa yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza.
Warga Gaza membutuhkan perisai yang akan melindungi mereka dari pembataian tersebut. "Sungguh imam (khalifah) itu laksana perisai, orang-oramg berperang dibelakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung mereka. “(H.R Muslim) Syekh Said bin Ali Wahf al-Qahthani dalam kitabnya Al-Jihad fii Sabilillah mangatakan bahwa “Jika musuh telah memasuki salah satu negeri kaum muslim, maka fardu ‘ain atas penduduk negeri tersebut untuk memerangi musuh dan mengusir mereka. Wajib atas kaum muslim untuk menolong negeri itu jika penduduknya tidak mampu mengusir musuh. Hal itu dimulai dari yang terdekat kemudian yang tersekat.”
Hal yang dibutuhkan oleh Palestina adalah pembebasan dengan mengirimkan militer, karena akan melawan kekuatan militer dari suatu negara. Namun, saat ini negeri-negeri muslim terpecah belah oleh pemahaman rusak nation state sehingga tidak ada kesadaran untuk membantu saudaranya sendiri. Sungguh ini merupakan pengkhianatan terhadap kaum muslim di Gaza, Palestina.
Sudah saatnya negeri-negeri muslim bersatu di bawah satu kepemimpinan yanng akan menyerukan jihad untuk membebaskan Palestina. Kepemimpinan di bawah Daulah Khilafah Islamiah yang dipimpin seorang khalifah. Selain itu, status tanah Palestina adalah tanah kharaj sampai kapan pun dibawah naungan Daulah Khilafah, sehingga orang-orang Yahudi tidak dapat menduduki apalagi mengusir dan membunuh kaum muslim yang tinggal di tanah tersebut. Khalifahlah yang akan menyerukan sekaligus memimpin pasukan kaum muslim di seluruh dunia untuk membebaskan Palestina dan menyelamatkan kaum muslim disana.
Wallahualam bissawab

Komentar
Posting Komentar