Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Pejabat Tak Punya Rasa Malu

Gambar
Oleh Rika Ishvasa Penulis & Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Gubernur merupakan kepala daerah otonom provinsi dan sebagai perwakilan pemerintah pusat yang memiliki tugas utama yakni memimpin penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kebijakan bersama DPRD. Membuat perda, menyusun APBD, melaporkan pertanggungjawaban menjadi tugas dan wewenang gubernur. Kebijakan yang dibuat diharapkan berpihak kepada masyarakat. Namun kebijakan-kebijakan yang diambil acapkali terbentuk atas dasar kepentingan pribadi dan segolongan elit politik.  Kompas.com mengabarkan telah terjadi aksi demonstrasi di Samarinda Kalimantan Timur. Aksi tersebut menuntut transparansi anggaran daerah terkait pengadaan mobil dinas 8,5 miliar, pembangunan rumah jabatan Gubernur Kaltim 25 miliar, dan mendesak DPRD menggunakan hak interpelasinya. Demonstrasi meminta DPRD menjalankan tugas dan fungsi pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah. ( kompas.com , 21/04/2026) Nil...

Demiliterisasi Gaza dan Ilusi Perdamaian Dunia

Gambar
OPINI   Oleh Ummu Qimochagi Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Luka Gaza belum juga kering. Di tengah reruntuhan bangunan, tangis anak-anak, dan duka para ibu yang kehilangan keluarga, dunia kembali disuguhi narasi lama: perdamaian yang disyaratkan dengan pelucutan senjata. Proposal ini dikemas dengan istilah “demiliterisasi”.  Hal ini seolah-olah menjadi jalan keluar bagi konflik yang berkepanjangan. Namun, benarkah demikian? Ataukah ini justru bagian dari skenario besar untuk melemahkan perlawanan rakyat Gaza? Fakta terbaru menunjukkan bahwa tekanan terhadap Gaza semakin nyata. Dalam laporan yang beredar, sejumlah pihak internasional melalui forum yang disebut BoP mendesak Hamas untuk melucuti senjatanya sebagai syarat utama rencana perdamaian Gaza. ( antaranews.com , 07/04/2026)  Desakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari paket kebijakan yang diklaim sebagai solusi konflik. Namun, di sisi lain, Hamas dengan tegas menolak tuntutan tersebu...

Ketika Kata Jadi Senjata: Kekerasan Seksual Verbal Cermin Rapuhnya Sistem Sosial

Gambar
OPINI   Oleh Sinta Lestari  Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Dunia pendidikan kembali berduka. Kekerasan seksual verbal terjadi di lingkungan penuntut ilmu, yakni di lembaga pendidikan tinggi, hingga viral di sosial media.  Terduga 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) melakukan pelecehan dan kekerasan secara verbal terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen di Fakultas tersebut. Kasus ini berawal dari tangkapan layar percakapan para terduga pelaku yang viral di sosial media. (NewsIndonesia, 15/04/2026) Kini banyak kata dan candaan bisa berubah jadi senjata yang mampu melukai, merendahkan seseorang, bahkan menjadi budaya baru di sekitar kita. Apalagi hal ini terus berulang, terutama di lingkup lembaga pendidikan seperti di kampus, sekolah, hingga Pondok Pesantren yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar, justru menjadi tempat tumbuh suburnya kekerasan seksual. Begitu pula fungsi pendidikan yang seharusnya untuk mencet...

Guru, Tidak Lagi Digugu dan Ditiru Tetapi Dibuat Malu

Gambar
OPINI Oleh Kandiwriter12  Aktivis Dakwah Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- " Dan rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya" ( H.R. Ath-Thabrani). " “Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” ujar Syamsiah, Senin (20/4/2026), dilansir dari Tribun.( Kompas.com , 20/4/2026) Dunia pendidikan kembali mendapat tamparan keras yang mencoreng wajah para pendidiknya. Kali ini datang dari satu sekolah di Purwakarta dimana terlihat dalam video yang viral di medsos memperlihatkan sejumlah siswa-siswi yang sedang melecehkan gurunya dengan melakukan gestur mengacungkan jari tengah serta menjulurkan lidah dan berpose-pose serta berjoget joget yang tidak pantas di sekitar gurunya. Hal ini membuktikan gagalnya pendidikan karakter yang selama ini di gaungkan secara masif di sekolah-sekolah. Meskipun sekolah sudah memberikan sanksi...