Pelayanan Kesehatan Mudah dan Murah dalam Islam


OPINI


Oleh Venni Hartiyah

Pegiat Literasi



Muslimahkaffahmedia.eu.org-Kesehatan adalah salah satu anugerah Allah yang wajib kita syukuri, dengan cara menjaganya dan selalu berusaha agar kesehatan selalu terpelihara. Kesehatan fisik dan jiwa selalu erat kaitannya. Ketika jiwa sehat maka fisik juga akan sehat. Ketika badan sehat maka makan pun enak dan beribadah menjadi kuat.


Kesehatan juga erat kaitannya dengan memelihara nyawa. Ketika sakit maka nyawa menjadi taruhannya. Menyelamatkan satu nyawa diibaratkan menyelamatkan seluruh kehidupan, sehingga penting untuk menumbuhkan rasa peduli dan kasih sayang kepada sesama. 


Menjaga kesehatan dan memberikan kesehatan gratis pada rakyat adalah tanggung jawab penguasa. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :


الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari).


Dilansir dari Regional.kompas.com (23/11/25), wanita bernama Irene Sokoy dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia setelah ditolak 4 rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, meminta maaf dan menyebut hal itu terjadi karena kesalahan jajaran pemerintah di Papua. Irene merupakan warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. Irene dan bayinya dinyatakan meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit. Kematian seorang ibu hamil Irene Sokoy dan bayinya adalah tragedi yang memilukan. 


Matius D Fakhiri mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi contoh buruknya pelayanan medis di Papua. Di sela permohonan maafnya, Matius juga menyampaikan bahwa kejadian ini bagian dari kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Dan ini adalah kebodohan yang luar biasa. Dia berjanji akan melakukan evaluasi dan memastikan semua direktur rumah sakit yang berada di bawah Pemprov Papua akan diganti. Dia pun menyebutkan banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.


Sungguh miris membaca berita di atas. Ketika teknologi dan jaman semakin maju, masih saja ditemui kasus yang sangat memilukan. Di mana ibu hamil dan anak dalam kandungannya meninggal dunia akibat buruknya pelayanan kesehatan di negeri ini. Begitu juga dengan buruknya fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut. Perlu diperhatikan di sini ketidakpedulian kepada sesama sangat menonjol. Ketika nyawa di ujung tanduk, tapi masih juga tidak ada yang peduli. 


Manusia mempunyai tangung jawab untuk menjaga nyawanya sendiri dan nyawa orang lain. Dalam hal ini dikaitkan dengan tenaga kesehatan yang wajib menolong sesama yang membutuhkan pertolongan. Seperti contoh di atas, ketika seseorang hamil maka ia membutuhkan dokter spesialis kandungan untuk memeriksanya. Karena ketika sebuah urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tidak akan menemukan solusi yang nyata. Akibatnya nyawa sebagai taruhannya.  


Tidak dimungkiri kesehatan dalam sistem kapitalis dijadikan bisnis. Ada semboyan orang miskin tidak boleh sakit. Ini sangat memilukan. Ketika orang-orang yang tidak punya uang tidak bisa berobat dengan cepat dan tepat, maka kematian bisa menghampiri, karena tidak maksimal dalam mencari obatnya, atau tidak maksimalnya tenaga medis dalam menangani. 


Dalam sistem kapitalis, kesehatan seringkali hanya dapat diakses oleh mereka yang mempunyai kemampuan finansial. Pengobatan saat ini menjadi sangat mahal sehingga banyak orang yang tidak dapat mengakses pengobatan yang mereka butuhkan. Sistem kesehatan yang diberlakukan dalam kapitalisme bisa menyebabkan krisis kesehatan seperti kekurangan tenaga medis, peralatan dan fasilitas kesehatan. 


Sistem Kesehatan dalam Islam


Kewajiban khalifah dalam pelayanan kesehatan adalah menjamin kesehatan rakyatnya secara gratis, berkualitas, dan mudah diakses oleh semua kalangan, baik kaya maupun miskin. Negara bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur, tenaga medis profesional, dan pengobatan, serta memastikan semua kebutuhan kesehatan terpenuhi dengan pembiayaan dari kas negara (Baitul Mal) yang bersumber dari pengelolaan harta milik umum dan pendapatan negara lainnya. 


Pelayanan juga harus berkualitas tinggi, dengan standar yang teruji dan tenaga pelaksana yang kompeten dan amanah. Administrasi dan peraturan dibuat sederhana, tidak berbelit-belit, serta proses pelayanannya cepat. Pengelolaan pelayanan kesehatan harus mematuhi aturan syariat, termasuk pemisahan pasien pria dan wanita jika diperlukan. 


Contoh pelayanan kesehatan dalam era khilafah yaitu ketika Khalifah Umar selaku kepala Negara Islam telah menjamin kesehatan rakyatnya secara gratis, dengan cara mengirimkan dokter kepada rakyatnya yang sakit tanpa meminta sedikit pun imbalan dari rakyatnya (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur, 2/143).


Kemajuan yang dicapai dalam dunia kedokteran adalah karena umat Islam mengikuti perintah Allah seperti yang tercantum dalam Alquran dan Asunah dalam menjaga urusan rakyat. Salah satu Hadis Nabi saw. yang terkenal berbunyi, “Tidak ada penyakit yang Allah telah ciptakan, kecuali bahwa Dia juga telah menciptakan pengobatannya.” (HR al-Bukhari).


Tidakkah kita rindu dengan pengobatan dan pelayanan dalam sistem Islam?


Wallahualam bisshawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Retak yang Masih Mengikat

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic

Akhir Jeda Sebuah Keteguhan