‎Pengelolaan Tanah oleh Investor, Benarkah untuk Kemakmuran Rakyat? ‎

 


OPINI

‎Oleh Yuniyati 
‎Aktivis Muslimah 

Muslimahkaffahmedia.eu.org-Beberapa kali masyarakat dibuat jengah dengan kebijakan pemerintah yang tidak pernah pro rakyat malah cenderung melukai hati rakyat, yaitu kebijakan memberikan pengelolaan sumber daya alam kepada investor. Hari ini lagi-lagi pemerintah daerah di suatu wilayah memberikan tanah seluas 15 hektar untuk digarap oleh investor.

‎Seperti yang dilansir oleh purworejo.sorot.co, 03/12/2025. Pemerintah Kabupaten Purworejo membuka peluang investasi dan menggerakkan ekonomi wilayah selatan dengan penandatanganan perjanjian sewa lahan antara Pemkab Purworejo dengan PT Mahardika Adidaya.

‎Kerja sama ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru untuk warga sekitar, serta dapat menggerakkan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah beranggapan bahwa rencana investasi ini sejalan dengan visi Pemkab yaitu untuk pengembangan kebun kelapa dan kawasan wisata terpadu. Sehingga mampu memperkuat potensi unggulan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif.

‎Jika kita telaah lebih dalam lagi, sebenarnya pemerintah tidak perlu memberikan hak kelola kepada investor. Seharusnya pemerintah mengelola sendiri tanah tersebut dengan mengerahkan sumber daya yang ada. Pemerintah dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Dari situ penyerapan tenaga kerja pun bisa terlaksana. Hasil dari pengelolaan sumber daya alam ini dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

‎Memberikan tanah kepada investor merupakan langkah salah yang diambil oleh pemerintah, dengan dalih untuk penyerapan tenaga kerja. Ternyata pemerintah pun bisa memberdayakan masyarakat di sekitarnya sehingga hasil dari pengelolaan sumber daya alam tadi bisa sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.

‎Dalam penerapan sistem kapitalis saat ini, merupakan hal yang lumrah ketika pemerintah mengambil kebijakan yang pro investor karena semua kebijakan hanya berasaskan manfaat. Jika menguntungkan maka kebijakan itu langsung mereka ambil tanpa memikirkan kesejahteraan bahkan keselamatan rakyat, dan hasilnya hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja.

‎Dengan kekayaan alam yang melimpah di negeri ini dan dengan memberdayakan sumber daya manusia yang ada dengan diawasi dan dikelola oleh negara, tentu akan memberikan hasil yang maksimal yang dapat digunakan untuk memberikan jaminan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

‎Dengan sistem yang diterapkan hari ini, ternyata tidak mampu memberikan jaminan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, mulai dari jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan hingga kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

‎Sistem ekonomi kapitalis juga menjadikan pemerintah berperan sebagai regulator untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan pemilik modal yang telah menyokong mereka dalam meraih kursi kekuasaan.

‎Dalam catatan sejarah telah terbukti bahwa kemampuan Islam menjamin kesejahteraan rakyatnya bukan hanya dongeng belaka. Islam mampu mengelola sumber daya alam yang merupakan kepemilikan umum untuk kesejahteraan rakyatnya.

‎Dalam Islam, negara tidak akan mengizinkan pribadi tertentu untuk memiliki atau mengelola kepemilikan umum.

‎Strategi politik ekonomi Islam yang diterapkan, membuat penyaluran kekayaan negara berjalan ideal dan optimal. Tidak boleh ada kekayaan negara yang dikuasai oleh segelintir orang, karena Islam mengatur tentang kepemilikan, antara lain mengatur bahwa kekayaan alam yang melimpah ini merupakan kepemilikan umum dan sepenuhnya milik rakyat. Negara diamanahi untuk mengelola dengan optimal demi kemakmuran rakyat.

‎Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw.,

‎"Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu pedang rumput, air, dan api." (HR. Abu Daud dan Ahmad)

‎ Kepemimpinan dalam Islam tidak sekadar untuk kepentingan duniawi saja tetapi juga untuk uhrowi. Sistem Islam tegak di atas landasan ruhiyah, maka akan mendorong para penguasa untuk bersungguh-sungguh mengurus dan melayani rakyat. Sebab mereka yakin semuanya akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Ditambah lagi dengan ditunjang oleh sistem sosial, politik, dan sains yang diterapkan secara keseluruhan, maka akan benar-benar mencegah celah-celah kerusakan termasuk hal-hal yang menghambat tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

‎Negara akan memerintahkan setiap laki-laki untuk bekerja memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya. Negara wajib menyediakan lapangan kerja untuk rakyatnya baik dengan pendekatan langsung maupun tidak langsung.

‎ Secara langsung negara akan menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya, sebab dalam Islam sumber daya alam merupakan kepemilikan umum, pengelolaannya wajib dilakukan oleh negara bukan swasta demi kesejahteraan rakyat. Negara akan membuka industri-industri dalam jumlah banyak sehingga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

‎Secara tidak langsung negara akan menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif, dengan sistem administrasi dan birokrasi yang mudah, sederhana, dan cepat, tanpa pungutan. Maka masyarakat dapat melakukan usaha tanpa banyak hambatan.

‎Begitulah Islam mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia. Selama sistem Islam diterapkan secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan, maka kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pun akan dirasakan oleh semua masyarakat.

‎Wallahu'alam bishawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Retak yang Masih Mengikat

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic

Akhir Jeda Sebuah Keteguhan