Tanpa Khilafah, Zionis Makin Bengis
OPINI
Oleh Tri Sundari
Pegiat Literasi
Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI -Al Jazeera, media terkenal yang berbasis di Qatar telah melakukan investigasi khusus yang berjudul 'The Rest of the Story'. Hasil investigasi yang dilansir oleh Anadolu Agency pada hari Jumat (13/2/2026) telah memicu perdebatan global. Investigasi tersebut juga mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ribuan warga Palestina 'lenyap' yang diduga akibat dari senjata yang telah digunakan oleh militer Israel di Jalur Gaza sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023. Makna lenyap tersebut yaitu warga Palestina korban pencaplokan militer Zionis Israel jenazahnya tidak dapat ditemukan karena penggunaan amunisi termal dan termobarik. (detikNews.com, 13/02/2026)
Apa Itu Amunisi Termal dan Termobarik?
Investigasi yang dilakukan oleh Al Jazeera membuat mata dunia terbelalak dengan kebiadaban Zionis. Penggunaan senjata termal dan termobarik telah dilarang secara internasional karena mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius. Ahli militer Rusia Vasily Fatigarov menyatakan bahwa senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga mampu melenyapkan materi.
Senjata termal dan termobarik tidak seperti bahan peledak konvensional. Senjata tersebut akan menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang dapat menciptakan bola api luar biasa besar serta efek vakum.
Guna memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celcius. (CNN Indonesia, 14/02/2026)
Palestina Menjadi Korban Zionis, Dunia Bungkam
Senjata yang seharusnya sudah dilarang oleh internasional ternyata masih digunakan oleh Zionis. Sejak Zionis Israel melakukan agresinya pada bulan Oktober 2023, sebanyak 2.842 warga Palestina telah hilang tanpa jejak.
Adapun lenyapnya ribuan warga Palestina tersebut dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi oleh Zionis Israel. Senjata tersebut diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap dan tanpa meninggalkan jejak. Temuan yang mengerikan tersebut menunjukkan tingkat kebrutalan yang ekstrem yang dilakukan oleh Zionis Israel.
Mahmoud Bassal juru bicara otoritas pertahanan sipil Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa timnya telah menggunakan "metode eliminasi" di lokasi-lokasi serangan. Metode eliminasi tersebut merupakan cara untuk membandingkan antara jumlah penghuni yang diketahui di dalam bangunan yang dihantam serangan Zionis, dengan jumlah jenazah yang ditemukan setelahnya.
Senjata termobarik atau yang sering disebut sebagai bom vakum atau aerosol merupakan senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak kecuali hanya percikan darah atau potongan kecil tubuh korban. Hal ini menyebabkan trauma psikologis yang berat karena tidak ada jenazah untuk dimakamkan sehingga menambah penderitaan ribuan keluarga korban di Gaza. (Metrotvnews.com, 15/02/2026)
Zionis Israel hingga saat ini terus melakukan penyerangan ke Gaza meskipun gencatan senjata sedang diberlakukan. Akibatnya banyak korban perempuan dan anak yang terluka bahkan hingga kehilangan nyawa.
Genosida terhadap Rakyat Palestina
Dunia tidak bersuara meskipun sudah jelas pelanggaran yang dilakukan Zionis Israel tampak di depan mata. Penggunaan senjata yang sudah jelas dilarang untuk digunakan, tetapi tetap digunakan dan tidak ada sanksi yang diberikan. Dunia tahu bahwa senjata termobarik yang digunakan Zionis Israel menunjukkan kebiadaban modern dan sama sekali tidak berperikemanusiaan.
Zionis Israel pada dasarnya sedang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, tetapi dunia bungkam. Gempuran dan serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel sering kali menyasar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Mirisnya, meskipun dunia tahu peristiwa ini merupakan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat, tetapi tidak ada yang mampu menghentikan.
Zionis Israel makin jemawa karena tidak ada negara yang menghentikannya. Hal ini tidak terlepas dari peran sekutunya Amerika Serikat yang selalu melindunginya. Amerika Serikat selalu "merestui" apa pun kejahatan yang dilakukan Zionis terhadap rakyat Gaza. Kebrutalan Zionis makin menjadi dengan digunakannya senjata termal dan termobarik.
Palestina Akan Terlindungi di Bawah Naungan Daulah Khilafah
Kejahatan Zionis Israel sudah tidak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan akibat serangan Zionis Israel sudah melampaui batas kemanusiaan dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslim. Penderitaan warga Palestina harus segera dihentikan.
Zionis Israel bukan hanya membunuh dan menghancurkan secara fisik saja, tetapi kekejamannya melalui penggunaan senjata termobarik telah menghancurkan psikologis rakyat Gaza. Rakyat Palestina makin menderita ketika mendapati kenyataan bahwa anggota keluarganya menjadi korban, tetapi tidak bisa menguburkan karena jenazahnya hilang.
Sejatinya memerangi Zionis Israel yang telah membantai kaum muslim adalah suatu kewajiban. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai melalui gencatan senjata yang sering diingkari atau mengalah pada penjajahan Zionis Israel. Kaum muslim tidak boleh memberikan jalan bagi Zionis Israel untuk menguasai negeri-negerinya di belahan bumi mana pun.
Kaum muslim di seluruh dunia harus bersatu di bawah naungan Daulah untuk membebaskan Palestina. Jihad merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengusir Zionis Israel dari tanah Palestina. Firman Allah Swt., "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (TQS Al Baqarah: 190)
Saat ini kaum muslim terkotak-kotak dalam sekat nasionalisme. Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslim seluruh dunia. Daulah Khilafah akan melindungi seluruh kaum muslim. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting. Wallahualam bissawab.

Komentar
Posting Komentar