Fatamorgana BoP Demi Palestina

 


OPINI

Oleh Tri Sundari

Pegiat literasi 


Muslimahkaffahmedia.eu.org-Badai musim dingin yang terjadi di Jalur Gaza seringkali merusak dan menerbangkan puluhan ribu tenda. Kondisi yang sangat memprihatikan dan membuat hati bagaikan tercabik-cabik melihat kondisi saudara kita di Gaza. Badai yang terjadi juga telah merobohkan bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat serangan Zionis.


Hujan deras yang disertai gelombang dingin merendam tenda-tenda pengungsi Palestina yang berada di seluruh Jalur Gaza pada Selasa (24/2) dini hari. Sejumlah keluarga terpaksa dievakuasi setelah tenda yang mereka tempati terendam di al-Mawasi, wilayah barat Khan Younis, Gaza selatan


Suhu dingin yang ekstrem menyebabkan puluhan warga dilaporkan tewas atau terluka, dan sebagian meninggal dunia. Dilaporkan sekitar 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza masih mengungsi dan tinggal di tenda-tenda yang tidak layak dengan fasilitas sangat terbatas dan tidak layak, setelah rumah mereka hancur selama perang.


Kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran, kelaparan, ratusan ribu warga Gaza harus hidup di tenda pengungsian, selain itu juga terhentinya pendidikan bagi anak-anak. Di Tepi Barat tindak kekerasan, pembunuhan, maupun penembakan dan penggusuran terus terjadi baik oleh tentara IDF maupun oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina.


Meskipun gencatan senjata sudah berlaku sejak tanggal 10 Oktober 2025, akan tetapi kondisinya belum membaik karena pembatasan bantuan yang diperbolehkan masuk tidak memadai. Zionis selalu menghambat bantuan bagi warga Gaza. Sejak operasi militer dimulai pada tanggal 8 Oktober 2023, terdapat lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara 171.000 orang lainnya terluka, dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan luas dan parah. (CNNIndonesia.com, 26/02/2026)


Pembentukan NCAG


Pada hari Kamis (19/2) Board of Peace (BoP) melakukan rapat perdana. Pada kesempatan itu, BoP meresmikan pembentukan sejumlah badan di bawahnya untuk membantu implementasi rekonstruksi di Jalur Gaza Palestina. Salah satu badan yang dibentuk yaitu Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG).


Keanggotaan NCAG diumumkan pada tanggal 14 Januari 2026, adapun sebagai ketua ditunjuk Dr. Ali Shaath. Pembentukan komite tersebut disebutkan telah mendapat sambutan yang baik dari mayoritas faksi Palestina, termasuk Hamas, Otoritas Palestina (PA) serta pemerintah Mesir, Qatar, dan Turki.


Dr. Ali Shaath, merupakan seorang pemimpin teknokrat yang sangat dihormati dan akan mengawasi pemulihan layanan publik inti. Mengawasi pembangunan kembali lembaga-lembaga sipil, serta melakukan stabilisasi kehidupan sehari-hari di Gaza, selain itu untuk membentuk pondasi bagi pemerintahan jangka panjang yang mandiri. Dr. Ali Shaath juga menyampaikan agenda prioritas badannya yang akan fokus pada pembangunan dan menjaga stabilitas di Jalur Gaza. 


Pengumuman ini menandai langkah konkret yang dilakukan untuk pemulihan wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan. Komite ini dibentuk untuk dapat mengakhiri ketidakadilan historis yang dialami rakyat Gaza serta meringankan penderitaan kemanusiaan yang terjadi di Gaza.


NCAG juga akan mengawasi proses pelucutan senjata. Selanjutnya akan mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat.


Sebagai pemimpin komite, Ali Shaath telah menunjuk para ahli di bidang ekonomi, pertanian, kesehatan, perumahan, kehakiman, hingga keamanan internal. Diharapkan setiap anggota membawa keahlian yang spesifik untuk mengatasi tantangan multidimensional di Gaza.


Pembukaan perbatasan Rafah menjadi prioritas utama bagi komite karena merupakan jalur paling vital untuk masuknya bantuan kemanusiaan, barang kebutuhan pokok, dan pergerakan warga sipil. Israel telah menutup perbatasan ini sejak mengambil alih kendali militer pada Mei 2024 dan hanya mengizinkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah terbatas, yang memperparah krisis kemanusiaan. Fokus utama komite selain hunian, juga pemulihan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. (Merdeka.com, 18/01/2026)


Kebijakan NCAG


Dalam KTT perdana Board of Peace, Dr. Ali Shaath menyampaikan komitenya memiliki empat prioritas kebijakan, yaitu:

- NCAG akan fokus untuk mengembalikan keamanan di Jalur Gaza setelah mengalami kehancuran yang parah akibat perang.

- NCAG akan memulihkan aktivitas ekonomi dan kehidupan warga Gaza dengan membuka lapangan pekerjaan terutama bagi generasi muda.

- NCAG akan menjamin pemulihan darurat berkelanjutan (Ensure Sustainable Emergency Relief).

- Memulihkan pelayanan dasar publik termasuk listrik, udara, kesehatan, dan pendidikan. (CNNIndonesia.com, 20/02/2026)


Apakah BoP Dibentuk untuk Perdamaian Palestina?


Krisis yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat adalah akibat ulah Zionis Israel yang ratusan kali melanggar perjanjian damai. Saat ini, warga Palestina skeptis terhadap BoP buatan Trump, karena selama ini AS selalu berpihak pada Zionis Israel dalam kebijakan politik dan militer. AS bahkan menggunakan hak veto di PBB untuk membela Israel.


Disinyalir, AS (Trump) dan Zionis Israel akan menggunakan BoP untuk legitimasi pembersihan etnis, genosida, dan perampasan tanah Palestina. BoP yang didirikan Trump akan memanfaatkan penguasa negeri-negeri muslim untuk melegitimasi dan mendukung rencana jahat AS dan Zionis Israel dalam mewujudkan New Gaza.


Solusi bagi Palestina 


Pembentukan NCAG pada dasarnya bukan mewakili kepentingan Palestina tapi merupakan bagian dari BoP. Hal ini merupakan upaya penyesatan opini yang seolah BoP melalui NCAG dapat memberikan perdamaian bagi warga Gaza. Pada kenyataannya perdamaian bagi rakyat Palestina hanyalah janji yang akan terus dilanggar oleh Zionis Israel. 


Kaum muslimin tidak boleh mempercayai, apalagi mendukung janji manis perdamaian dengan Zionis Israel, karena pada dasarnya mereka sangat memusuhi Islam. Firman Allah Swt., "Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani". Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri". (TQS Al Maidah: 82) 


Sejatinya AS dan Zionis Israel merupakan negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia dengan cara penjajahan politik, ekonomi maupun militer. Haram hukumnya bagi umat Islam untuk bergantung apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan mereka. Faktanya AS dan Zionis Israel merupakan kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi.


Penjajahan dan kejahatan Zionis Israel dan sekutunya AS terhadap Palestina tidak bisa dihilangkan dari ingatan kaum muslim hanya dengan mendirikan BoP. Kaum muslim harus bersatu melawan Zionis Israel dan membebaskan Palestina melalui jihad fisabilillah. Umat Islam harus membangun kekuatan Islam global dengan bersatu dan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah untuk melawan dominasi penjajahan AS dan Zionis Israel. 


Wallahualam bissawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic

Retak yang Masih Mengikat

Akhir Jeda Sebuah Keteguhan