Wahai Ansharullah, Gaza Menanti Kalian!
OPINI
Oleh Luluk Kiftiyah
Pegiat Literasi
Muslimahkaffahmedia.eu.org, OPINI -Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) mengatakan, Indonesia berencana mengirim 8.000 pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza sebagai komitmen memenuhi agenda Board of Peace (BoP). Wacana keberadaan TNI di Gaza untuk misi Board of Peace (BoP), yaitu menstabilkan situasi pasca konflik antara Palestina dan Israel dengan memastikan transisi two-state solution berjalan lancar, karena itu TNI ditargetkan siap berangkat pada akhir Juni 2026. (kompas.com, 15/02/2026)
Mengkritisi fakta ini, keberadaan TNI di Gaza menimbulkan spekulasi. Di satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. Sedangkan di sisi lain, adanya TNI di Gaza dengan bendera BoP yang mempresentasikan kepentingan Amerika Serikat dan Israel ini justru akan menciderai dukungan itu. Mengingat dalam keanggotaan BoP tidak ada negara Palestina, yang ada hanyalah negara penjajah seperti, Amerika Serikat dan Israel.
Adapun tujuan sebenarnya dibuat BoP ialah, agar negara-negara yang menjadi anggotanya ikut mengawal proses two-state solution agar berjalan dengan lancar. Anggotanya mengawal dengan harta dan pasukan militer.
Padahal kita ketahui, Israel datang ke Palestina berpuluh-puluh tahun menjajah, membunuh, mengusir, dan menguasai hampir seluruh wilayah Palestina. Apakah pantas penjajah diberi tanah di Palestina dan dibuatkan negara di sana? Ibarat penjajah Belanda yang menjajah Indonesia puluhan tahun, lalu Belanda diberi tanah di Indonesia untuk dijadikan negara bagi mereka.
Jelas ini tidak tepat, karena pelanggaran yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya, merupakan kejahatan perang. Mereka melakukan perang tanpa memisahkan rakyat sipil. Rakyat sipil justru dihabisi. Mereka menghalangi bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza, sehingga Gaza mengalami kelaparan akut. Mereka juga menarget tenaga kesehatan dan pers, dan masih banyak lagi kejahatan perang dan kemanusiaan yang mereka lakukan.
Bahkan pada saat Board of Peace (BoP) disahkan, saat itu juga Israel meluncurkan kembali serangannya ke saudara-saudara kita di Palestina. Lebih biadabnya lagi, mereka menggunakan senjata suhu ekstrem sehingga 2.842 jasad para syuhada "menguap", yakni tidak ditemukan di reruntuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Israel dan majikannya (AS) tidak ada niatan untuk berdamai dan yang ada dalam pikiran mereka hanyalah menguasai dan memiliki tanah Palestina.
Oleh karena itu, seharusnya TNI yang dikirim ke Gaza bukan hanya untuk pasukan perdamaian, melainkan pasukan jihad yang siap membela saudara seakidah. Bukan malah bergandengan tangan dengan para pembunuh dan penjajah.
Hadis dari Abdullah bin Umar ra. terkait menolong orang yang dizalimi, sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. رواه البخاري
Dari Abdullah bin ‘Umar ra., Rasulullah saw. bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya (untuk disakiti atau dizalimi). Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat." (HR. Al-Bukhari, no. 2262)
Islam mewajibkan berjihad untuk membela saudaranya yang diserang, diusir dari tanah airnya, dan dikhianati perjanjiannya. Ini merupakan jihad melawan kezaliman. Pembelaan ini merupakan bentuk bela diri untuk melindungi agama, harta, dan jiwa dari penindasan negara lain.
Untuk itu sudah seharusnya TNI yang dikirim ke Gaza diperintahkan untuk berjihad, bukan sekadar menunggu diperbatasan, diam tanpa angkat senjata. Jika mandatnya tidak boleh angkat senjata, lalu untuk apa ribuan TNI dikirim ke Gaza? Padahal sudah dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw., dari Sahal bin Hanif ra.,
عَنْ سَهْلِ بْنِ حَنِيْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ، فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلىَ أنْ يَنْصُرَهُ؛ أَذَلَّهُ اللهُ عَلىَ رُؤُوْسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. رواه أحمد
"Dari Sahal bin Hanif ra., Rasulullah saw. bersabda, ”Barang siapa yang di sisinya ada seorang mukmin yang dihinakan, tetapi dia tidak mau menolongnya padahal dia mampu menolongnya, maka Allah akan menghinakan dia di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat kelak.” (HR. Ahmad)
Sungguh, umat tanpa keberadaan Khalifah bak anak ayam kehilangan induknya. Palestina merindukan sosok Solahudin Al Ayyubi, di mana beliau membebaskan Palestina dari cengkeraman pasukan salib yang telah menjajah Palestina selama 8 tahun. Shalahuddin Al Ayyubi bersama tentara-tentara yang sholeh membebaskan Al-Aqsa. Hari ini umat merindukan sosok-sosok Shalahuddin Al Ayyubi yang lain. Menjemput keutamaan-keutamaan berjihad fii sabilillah. Tidakkah kalian tertarik atas keutamaan tersebut? Rasulullah saw. juga bersabda,
عن المقدام رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم- «إنّ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ الله عزّ وجلّ خِصَالاً: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ، ويُحلَّى عليْه حُلَّةَ الإيمان، ويُزوَّج اثنتين وسبعين زوجَة من الحورِ العينِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ،، وَيَأْمَنُ يَوْمَ الفَزَعِ الأَكْبَرِ، ويُوضَعُ على رأسِهِ تاجُ الوَقار الياقوتةُ منْهُ خيرٌ من الدُّنيا وما فيها، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إنْسَاناً مِنْ أَقَارِبِهِ». أخرجه سعيد بن منصور والبيهقي في شعب الإيمان.
“Dari Miqdam ra. berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya para syuhada mendapatkan kemuliaan tertentu di sisi Allah, yaitu:
1. Allah akan mengampuninya pada waktu darahnya keluar pertama kali dari tubuhnya.
2. Diperlihatkan tempat duduknya di surga.
3. Diberi hiasan dengan perhiasan iman.
4. Dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dari surga.
5. Diselamatkan dari siksa kubur, termasuk ¹mendapatkan keamanan dari ketakutan yang sangat besar (kegoncangan di Padang Mahsyar).
6. Dipakaikan baginya mahkota kerendahan hati yang sebutir mutiaranya lebih baik dari dunia seisinya.
7. Diberikan izin untuk memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya. (HR. Sa’id bin Mansur dan Baihaqi dalam Su’ab al Iman)
Maka, sudah seharusnya pejuang TNI menjemput kesempatan ini. Peluang surga terbuka lebar untuk para pejuang. Wahai Ansharullah, Gaza menanti kalian di medan pertemuan untuk berjihad melawan kezaliman agar kelak hujjah kalian kuat di hadapan Allah Swt. atas aduan muslim Gaza saat dihinakan di dunia oleh musuh. Wallahualam bissawab.

Komentar
Posting Komentar