Muharram Bulan Hijrah, Menuju Islam Kafah
OPINI
Oleh Nurul Bariyah (Penulis Opini Islam)
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Saat ini kita telah berada di bulan Muharram 1448 Hijriyah, tahun baru umat Islam. Sebagai tahun baru, tentu ada harapan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Sayang, tahun telah berganti, masa telah berganti masa. Namun keadaan kita makin menderita. Penderitaan rakyat di negeri ini tak kunjung usai, seperti kemiskinan, judi online yang menjerumuskan, prostitusi, hingga bullying. Di negeri kapitalis, angan-angan untuk hidup makmur hanyalah hayalan belaka. Miris, negeri yang konon termasyur akan kekayaannya yang berlimpah, nyatanya kini sebagian besar rakyatnya miskin. Dikeruk kekayaannya habis-habisan oleh para penguasa dan pengusaha kapitalis yang serakah dan tak berkeprimanusiaan.
Rakyat menjadi korban penguasa yang zalim dan serakah yang berpihak pada pengusaha yang memegang kendali ekonomi. Alih-alih membuat masyarakat bangkit dari kemiskinan, justru berita di televisi banyak dihiasi wajah-wajah para pejabat yang terkena kasus korupsi, suap menyuap dan pelanggaran lainnya.
Melihat semua itu, sebagai seorang muslim, kita harus menyadari bahwa makin jauh dari ajaran Islam, maka akan makin sempit kehidupan. Betapa kita merindukan kehidupan Islam, seperti dulu di masa Rasulullah dan para sahabat. Di mana syariat Islam diterapkan dalam kehidupan. Mereka tidak pernah lepas dari Al-Qur'an dan As-sunah sebagai petunjuk hidupnya sehingga tercipta damai dan sejahtera, berjaya dan termasyur kepenjuru dunia.
Kerusakan di Masyarakat
Fakta di negeri ini membuat hati makin pilu. Kehidupan yang morat-marit seperti cari kerja susah, rakyat kelaparan, tingkat kemiskinan meningkat, kejahatan marak, dan standar halal haram sudah tidak dipedulikan lagi. Jauh dari ajaran agama, kehidupan penuh maksiat karena pergaulan bebas dan lain sebagainya. Semua itu akibat makin jauhnya kita dari aturan Allah, melanggar apa yang Allah larang dan mengabaikan kewajiban yang Allah perintahkan.
Momentum tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1448 merupakan satu peringatan bagi kita untuk bangkit dari keterpurukan. Bulan Muharram bulan hijrah. Dahulu Rasulullah dan para sahabat bertekad untuk hijrah dari darul kufur yaitu Mekah ke darul Islam di Madinah pada bulan Muharram, hingga akhirnya terwujud di bulan safar. Dengan kesungguhan hati dan tekad yang kuat serta pertolongan Allah, mereka berhasil sampai di Madinah walaupun banyak rintangan yang menghadang.
Solusi Menurut Pandangan Islam
Sebagaimana Rasulullah dan para Sahabat dulu, mengapa kita juga tidak bertekad meninggalkan segala kemaksiatan dan kekufuran di negeri ini? Dimulai dari diri sendiri dan keluarga, kemudian menciptakan masyarakat yang taat syariat. Kita harus meninggalkan sistem kufur yaitu kapitalisme liberalisme. Kemudian menggantinya dengan menerapkan syariah Islam sebagai aturan dalam kehidupan mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Juga memperbaiki serta meningkatkan nilai ibadah kepada Allah Swt. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 50 :
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi kaum yang yakin?"
Ayat ini menjelaskan bahwa kita wajib menggunakan hukum Allah, karena hukum Allahlah yang terbaik bagi seluruh alam. Namun hukum Allah hanya bisa diterapkan secara menyeluruh dalam naungan Khilafah. Sebab, hanya Khilafah yang mampu menjadi tameng dan garda terdepan bagi umat Islam dan menerapkan hukum Islam secara menyeluruh.
Islam dipandang lemah saat ini, begitu banyak kezaliman dan penganiayaan terhadap umat Islam di dunia. Selain karena tidak ada penjaganya, letak mereka yang terpecah belah juga merupakan faktor yang makin melemahkan. Faktor lainnya karena tidak adanya persatuan diantara sesama umat Islam dengan ikatan akidah yang kuat. Sehingga ketika ada salah satu saudara seiman kita yang dizalimi, maka sebagian yang lain hanya berdiam diri. Seperti ketika saudara kita di Palestina dijajah, tidak banyak saudara seiman yang menolong, hanya pertolongan-pertolongan kecil yang tak banyak membawa perubahan.
Seharusnya dengan ikatan akidah dan persatuan yang kuat, mereka akan terpanggil untuk segera membantu, tetapi sayangnya mereka lebih mementingkan keselamatan dan kenyamanan negeri mereka masing-masing. Perjuangan untuk menghadirkan kembali kehidupan Islam di dunia, dalam naungan Khilafah Islamiyah memang tidak mudah. Akan tetapi, kita bisa memohon pertolongan kepada Allah Swt. dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Kita bisa mulai mengazamkan diri untuk senantiasa taat pada aturan syariah Islam. Tidak melakukan hal yang dilarang Allah, menjauhi maksiat dan hal buruk lainnya.
Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan yang hakiki membutuhkan proses yang panjang. Air mata, pikiran, waktu dan tenaga merupakan pengorbanan demi meraih keberhasilan. Sebagaimana yang dialami Rasulullah dan para sahabat dulu. Berkat perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam menyebarkan Islam, keindahan Islam dapat kita rasakan hingga sekarang. Oleh karena itu, marilah kita menguatkan tekad kita untuk bersama dalam taat kepada Allah Swt. meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah Swt. Hidup lebih Islami, dengan menggunakan aturan Islam secara total( kafah) tanpa memilah-milah aturan mana yang disukai. Karena Allah berfirman :
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kafah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." (TQS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)
Wallahualam bissawab

Komentar
Posting Komentar