Kembali kepada Syariat: Solusi Tuntas untuk Krisis Zaman Ini
OPINI
Oleh Qitfirul Azizah
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Di era yang sedang dipimpin sistem kufur hari ini, banyak sekali kemaksiatan yang melanda seluruh umat Muslim di berbagai belahan dunia. Berbagai paham asing telah ditanamkan oleh Barat untuk menjauhkan umat Muslim dari agamanya. Agama Islam bukan sekadar pengatur hubungan individu dengan Penciptanya, tetapi juga sebagai ideologi yang mengatur seluruh sistem dari sebuah negara yang menerapkan syariat Islam.
Jauh 1.400 tahun silam, sebuah peradaban baru tumbuh dan memimpin dengan syariat Islam, ketika Rasulullah saw. menegakkan institusi negara yang bernama Daulah Islam. Begitu susah payah upaya Rasulullah saw. mengajak kaum kafir Quraisy saat itu untuk memeluk Islam, hingga berbagai hinaan, cacian, fitnah, serta siksaan fisik beliau alami demi tegaknya Islam di muka bumi. Tak hanya Rasulullah saw., keluarga beliau dan para sahabatnya juga mengalami apa yang beliau alami. Bahkan, siksaan yang lebih keji dialami oleh para sahabat dari kalangan budak, seperti kisah Bilal bin Rabah yang ditindih batu besar di tengah teriknya matahari serta dilempari kerikil oleh anak-anak kecil, serta kisah keluarga Yasir yang menjadikan Sumaiyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama dalam Islam.
Perjuangan Rasulullah saw. bukan perjuangan "kaleng-kaleng", karena beliau membimbing dan membina umat yang saat itu masih terdoktrin agama nenek moyang serta kebudayaan dan adat istiadat yang tidak manusiawi. Salah satu contohnya adalah bagaimana para wanita saat itu direndahkan, dilecehkan, tidak punya harga diri, bahkan dijadikan warisan yang diturunkan kepada anak lelakinya. Namun, ketika Rasulullah saw. datang, Islam meninggikan derajat wanita, memuliakannya, melindungi, dan menjaga marwahnya.
Tetapi, saat ini bisa kita lihat dengan jelas banyak sekali muslimah yang dengan sukarela memamerkan auratnya. Tidak ada lagi rasa malu saat banyak pasang mata laki-laki ajnabi memandangi mereka dengan tatapan penuh syahwat, dan mereka malah bangga dengan hal itu. Sungguh menyedihkan. Saya membayangkan bagaimana perasaan Rasulullah saw. jika melihat itu semua.
Tak hanya itu, penerapan sistem kufur juga menimbulkan banyak sekali kerusakan di setiap lini kehidupan.
1. Dari Sisi Individu dan Keluarga
Sangat mudah kita jumpai bagaimana pergaulan di zaman ini. Tidak ada lagi aturan dan batasan yang memisahkan kehidupan laki-laki dan perempuan, sehingga sering kali kita temukan hal-hal yang melanggar syariat, seperti bebasnya laki-laki dan perempuan untuk berjabat tangan, "cipika-cipiki", berpelukan, dan sebagainya. Kebebasan tersebut membuka gerbang menuju perzinaan. Dari sentuhan hati akhirnya menjadi sentuhan fisik. Oleh karena itu, tak heran jika banyak terjadi hubungan suami istri yang terlarang, serta kehamilan sebelum menikah dan aborsi untuk menghilangkan bukti hubungan terlarang yang sudah dilakukan.
Yang sangat disayangkan adalah sikap pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perzinaan ini. Bukannya memberi tindakan dan sanksi tegas, beberapa waktu lalu mereka malah membuat program bagi-bagi alat kontrasepsi untuk pelajar. Loh, kalau begitu kan negara bukan mencegah, malah mendukung tindakan perzinaan secara terang-terangan. Apalagi sekarang sedang marak penyimpangan LGBTQ+ yang dilakukan oleh mereka yang menyebut dirinya "kaum pelangi". Sungguh sedih bercampur amarah. Pelangi indah yang muncul setelah hujan dijadikan sebagai lambang kaum terlaknat yang tak hanya menodai keindahan pelangi, tapi juga menodai fitrah manusia yang diciptakan sempurna oleh Allah SWT.
Dari sisi pergaulan ini saja pemerintah tidak bisa melakukan tugasnya dan membuat kebijakan yang benar. Sistem liberalisme sekuler saat ini menjadikan kebebasan individu menjauhkan pribadi Muslim dari agamanya. Harusnya, dengan Islam inilah kita bisa menciptakan kehidupan yang lebih berkah, karena Islam punya seperangkat aturan yang membedakannya dengan agama lainnya.
Dalam Islam, ada sistem pergaulan yang membatasi kehidupan laki-laki dan perempuan untuk mencegah individu melakukan kemaksiatan, yakni dengan memisahkan kehidupan keduanya agar tidak ada ikhtilat dan khalwat yang tidak diperlukan, kecuali dalam kehidupan umum seperti jual beli di pasar, di kendaraan umum, pengobatan, dan muamalah umum lainnya. Selain itu, laki-laki dan perempuan wajib mengenakan pakaian yang sesuai syariat, sebagaimana firman Allah Swt.:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat..."
— QS An-Nur: 31
2. Dari Sisi Umum dan Negara
Sangat tampak dengan jelas pengelolaan sumber daya alam (SDA) kita serta hasilnya dikuasai oleh pihak asing yang tidak punya hak atas SDA kita. Namun, dengan kebijakan yang dibuat para pejabat negara, penguasaan SDA justru dilegalkan kepada para elite. Akibatnya, terjadi ketimpangan sosial yang sangat jauh.
Masih ingatkah kita pada pemilihan lima tahunan? Mereka dulu berjanji untuk mewakili suara rakyat. Ketika mereka duduk di kursi kekuasaan, apakah janji tersebut terealisasikan? Malah kebijakan-kebijakan yang mereka buat semakin menyulitkan rakyat. Contohnya, penarikan pajak yang fantastis dari rakyat kecil serta penyitaan aset karena terlambat membayar pajak kendaraan. Bukannya ditolong, rakyat malah ditodong dengan kebijakan yang membunuh secara perlahan.
Tentunya sistem kapitalis demokrasi ini sampai kapan pun tidak akan bisa menyelesaikan semua permasalahan individu dan negara secara tuntas, karena solusi yang mereka berikan bersumber pada keuntungan dengan asas materi, bukan bersumber dari nash-nash yang qathi.
Dalam Islam, sumber kepemilikan terbagi menjadi tiga:
Kepemilikan individu
Kepemilikan umum: air, padang rumput, api, dan sarana umum lainnya. Rasulullah saw. bersabda, "Kaum Muslim itu berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api."
Kepemilikan negara: tanah mawat, gunung, pantai, tambang, dan aset milik negara Khilafah.
Pembatasan kepemilikan ini sangat penting agar tidak terjadi kekacauan di dalam kehidupan umat manusia.
Sebenarnya, hanya Islam yang mempunyai solusi tuntas dari permasalahan yang terjadi dalam sistem kufur saat ini. Hanya saja, saat ini pemikiran masyarakat sedang dijajah oleh ideologi asing. Padahal, penduduk kita banyak dan SDA melimpah, tetapi kehidupan tetap susah, karena sesungguhnya saat ini kita sedang berada dalam perang pemikiran dengan ideologi lain.
Maka, kewajiban kita sebagai umat Islam adalah kembali menegakkan ideologi Islam di muka bumi, seperti saat dulu kala Rasulullah saw. memimpin dunia dalam Daulah Islam. Mari kembalikan Khilafah 'alā minhaj an-nubuwwah agar kehidupan kita kembali pada hari-hari yang dirahmati Allah Swt..

Komentar
Posting Komentar