Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Maulid: Tidak Sekadar Selawat, tetapi Momen Ittiba' Risalah Nabi

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Momentum yang selalu diperingati sebagai bukti cinta kepada Nabi.   Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masjid-masjid ramai bergema selawat. Jalanan dipenuhi pawai diiringi selawat. Majelis tabligh akbar digelar di mana-mana. Namun, pembahasan masih terbatas pada keteladanan akhlak Rasul semata. Bahkan syariat yang dibawanya nyaris terlupakan. Ironisnya, peringatan Maulid Nabi di beberapa daerah lebih menonjolkan tradisi. Di Jember misalnya, peringatan Maulid Nabi saw. dimeriahkan dengan tradisi "Kirab Ancak Agung" pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara ini diikuti oleh seribu ancak dan sajian hasil bumi. Rute kirab dimulai dari Jalan Gajah Mada menuju Alun-Alun Jember, diiringi gema selawat. Antusiasme warga sangat tinggi hingga sebagian ancak diserbu warga di pinggir jalan sebelum mencapai garis akhir. Kendati demikian, acara tetap dilangsungkan dan memecahkan dua rekor MUR...

Peringatan Maulid Nabi di tengah Ketertindasan Anak-anak Gaza

Gambar
OPINI Oleh Adinda Khoirunnisa’  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kian menegaskan bahwa wilayah tersebut kini berada di tubir ledakan besar. Laporan dan data PBB mengonfirmasi bahwa tindakan represif militer serta aksi pemukim Israel telah mengikis habis prospek perdamaian dan menciptakan ancaman eksistensial bagi masyarakat sipil Palestina. Di tengah kepungan konflik yang berkepanjangan ini, kelompok yang paling rentan—anak-anak Palestina—menjadi korban utama dari kejahatan sistematis yang terjadi di lapangan.  Antara Januari 2024 hingga Juli 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memverifikasi kematian sedikitnya 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Angka ini mencerminkan kenyataan pahit bahwa lebih dari satu anak gugur setiap minggunya akibat serangan kekerasan. Pada rentang waktu yang sama, lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, di mana hampir separuh di a...

Subsidi BBM dalam Labirin Desil

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan Muslimah Peduli Generasi Muslimahkaffahmedia.eu.org _Polemik desil ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak akun yang menceritakan keterkejutan mereka saat mengetahui rumah tangganya ternyata masuk desil 9 dan 10, padahal kondisi keseharian mereka masih jauh dari gambaran kesejahteraan tinggi. Ada juga yang merasa aneh karena merasa tidak pernah didatangi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk disurvei. Lalu, dari mana angka desil itu bisa muncul? Desil adalah metode statistik untuk membagi tingkat kesejahteraan masyarakat atau rumah tangga menjadi 10 kelompok yang sama besar. Pengelompokan ini berdasarkan kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, daya listrik, akses pendidikan dan kesehatan, hingga jumlah tanggungan keluarga. Setiap kelompok atau desil mewakili sekitar 10% dari total populasi. Pembagian tingkat desil dimulai dari 1, yaitu kelompok sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, menengah bawah, menengah, menengah atas, mapan, ka...

Islam Menjawab Galaunya Gen Z di Masa Depan

Gambar
OPINI Oleh Venni Hartiyah  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pada saat gemuruhnya ombak perang dunia, kacaunya antrian bensin, serta di kerumunan kegalauan harga-harga barang yang melonjak tajam. Belum lagi mahalnya biaya kesehatan, serta biaya pendidikan yang menguras kantong, membuat rakyat makin kelimpungan. Hampir seluruh rakyat bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Tekanan ekonomi, tuntutan kelulusan serta prestasi pendidikan yang tinggi, tetapi sedikitnya lapangan kerja. Hal ini membuat masyarakat umumnya dan Gen Z pada khususnya membayangkan suramnya masa depan mereka. Dilansir dari Kompas.com (12-08-26) Ketika tanggal gajian tiba, sebagian pekerja muda langsung membuka aplikasi mobile banking untuk membayar sewa tempat tinggal, tagihan listrik, atau kebutuhan bulanan lain yang tak bisa ditunda. Setelah kewajiban itu selesai, sebagian lainnya membuka keranjang belanja daring yang sudah diisi sejak beberapa hari sebelumnya. Ada yang membeli lipsti...

Sudah Sakit Masih Disuruh Kuat, BPJS Kok Begini?

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah  “ Sudah delapan jam, tetapi belum mendapat kamar.”  Kalimat sederhana seperti itu mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi pasien yang sedang menahan sakit di IGD, delapan jam dapat terasa sangat panjang. Lebih menyedihkan lagi ketika keluhan tentang kondisi tersebut justru dibalas dengan komentar yang mencibir, seolah-olah menjadi pasien BPJS adalah sesuatu yang pantas dipermalukan. Kasus tersebut dialami Yurizal, pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan belum mendapat ruang rawat inap setelah menunggu selama delapan jam di IGD RSCM. Unggahannya di Threads kemudian viral dan mendapat beragam komentar, termasuk dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional memiliki keterbatasan kapasitas kamar perawatan sehingga pasien harus menunggu. [ cnnindonesia.com , 07/08/202...

Gen Z: Gaji Tak Cukup, Bahagia Pun Harus Dibeli

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada masa ketika anak muda bekerja untuk menata masa depan. Menabung, membeli rumah, membantu keluarga, lalu menikmati hasil kerja dengan tenang. Kini, sebagian Gen Z justru harus bekerja sambil bertanya-tanya apakah penghasilannya cukup untuk melewati bulan berikutnya. Ketika tekanan finansial semakin berat, self-reward dan healing pun muncul sebagai cara untuk menghibur diri. Masalahnya, kalau dompet sedang sesak tetapi hati terus dipaksa mencari kesenangan, sebenarnya kita sedang mencari bahagia atau sekadar melarikan diri? Lebih dari 48 persen Gen Z menyatakan tidak merasa aman secara finansial. Di tengah kondisi tersebut, pengeluaran untuk self-reward, healing, dan gaya hidup justru tetap menjadi bagian dari pola konsumsi karena dianggap sebagai kebutuhan emosional, bukan sekadar kemewahan. Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan yang cukup berat di kalangan generasi muda, ketika kebutuhan untuk merasa ba...

Air Mata Indonesia di Tengah Asap dan Keserakahan

Gambar
OPINI Oleh Anita Humayroh Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial “ Air mata Indonesia berlinang.” Sepenggal lirik dari lagu Ibu Pertiwi di atas terasa begitu dekat dengan kenyataan, yaitu ketika kita menyaksikan hutan-hutan di Indonesia "terbakar", termasuk di Kalimantan. Ibu Pertiwi seolah sedang menangis menyaksikan tubuhnya terus dilukai oleh tangan-tangan manusia serakah. Dikutip dari laman kehutanan.go.id , (20/8/2026), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini mengakibatkan banyak kerugian: asap mengepul, pepohonan hangus menjadi arang, satwa kehilangan habitat, sementara masyarakat harus menghirup udara yang tercemar. Hingga saat ini telah ada 72 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Mereka harus bertanggung jawab atas musibah kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan, Sumatera Selatan, hingga Riau. Sebagaimana yang disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mabes...

GEN Z Terimpit di Usia 81 Tahun RI

Gambar
OPINI Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis Ironi di Hari Kemerdekaan 81 tahun Indonesia merdeka. Bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut negeri. Upacara khidmat digelar. Pidato tentang "Visi Indonesia Emas 2045" dan "bonus demografi" kembali menggema.  Namun, di balik gegap gempita seremonial itu, ada suara lirih yang jarang didengar, yakni suara Gen Z. Generasi yang lahir antara 1997-2012 ini disebut-sebut sebagai penentu masa depan bangsa. Akan tetapi data terbaru justru menunjukkan potret suram. Survei Deloitte 2026 mencatat lebih dari 48% Gen Z menyatakan tidak merasa aman secara finansial. Kompas Money pada 12 Agustus 2026 juga menyorot fenomena paradoks: di tengah tekanan ekonomi, alokasi belanja Gen Z untuk self-reward, healing, dan gaya hidup justru meningkat. Gaji pas-pasan, harga kos, BBM, dan kebutuhan pokok terus naik. Mimpi memiliki rumah dan menikah kian jauh dari jangkauan. Di tengah kondisi itu, negara seolah berbisik, "Silakan berjuang...

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Gambar
  OPINI Oleh Sumiyati   Pemerhati Umat MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Kuliah menjadi salah satu jalan yang ditempuh banyak anak muda untuk meraih cita-cita. Di baliknya, ada pengorbanan orang tua yang rela mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu demi memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Harapannya sederhana: setelah lulus, sang anak memiliki keterampilan, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mempunyai kehidupan yang lebih baik.   Oleh karena itu, menjadi sarjana sering kali menjadi kebanggaan keluarga. Bertahun-tahun menjalani perkuliahan akhirnya terbayar dengan selembar ijazah dan berbagai kompetensi yang dimiliki. Namun, setelah urusan kampus selesai, lulusan perguruan tinggi justru dihadapkan pada tembok besar bernama dunia kerja.  Tidak semua mampu melewatinya.  Faktanya, banyak sarjana yang akhirnya menganggur karena lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Pendidikan tinggi ternyata belum m...

Ayat Al-Qur'an Ditukar Miras Bukti Penistaan Agama

Gambar
  OPINI Oleh Purwanti Aktivis Dakwah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Festival musik The Sounds Project (TSP) 2026 tengah menjadi sorotan setelah beredar potongan video viral yang memperlihatkan aktivitas di salah satu booth produk minuman keras (miras). Dalam gelaran pada Minggu, 9 Agustus 2026, booth tersebut diduga menggelar tantangan (challenge) menghafal QS. Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol. Peristiwa ini memicu kecaman luas dari masyarakat karena dianggap melecehkan kesucian Al-Qur'an dan nilai-nilai agama. ( SindoNews.com , 11-08-2026) Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, menyatakan bahwa perkara tersebut harus diusut secara menyeluruh dan tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurutnya, harus ada pedoman hukum dan standar yang tegas mengenai penggunaan simbol, nama, ayat, kitab suci, maupun atribut keagamaan dalam kegiatan promosi dan komersial. Al-Qur'an adalah kalamullah yang menjadi petunjuk hidup manusia, sumber huk...

Dilema Gen Z: Antara Masa Depan dan Beban Finansial

Gambar
  OPINI Oleh Tatiana Riardiyati Sophia  Aktivis Muslimah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Sebagian Generasi Z saat ini telah memasuki dunia kerja, baik formal maupun informal. Namun, di antara mereka yang beruntung mendapatkan pekerjaan, 48 persen justru merasa tidak aman secara finansial. Hal ini disebabkan penghasilan yang tidak sebanding dengan pengeluaran untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Di antaranya kebutuhan sewa rumah, bayar tagihan listrik, air, dan kebutuhan bulanan lainnya. Selain memenuhi keperluan harian, ada fenomena yang muncul di kalangan Gen Z, yaitu self reward , menikmati hidup dengan healing ke tempat-tempat yang mereka sukai ataupun membeli barang-barang atau makanan yang sedang viral. Aktivitas ini diklaim sekadar untuk menghilangkan stres dan bentuk penghargaan diri sendiri atas kerja keras dalam bekerja.  Bagi sebagian orang, apalagi lintas generasi, self reward dianggap pemborosan. Namun, Senior Clinical Psychologist dan Direktur P...