Peringati Tragedi Nakba Berdarah: Umat Serukan Jihad dan Khilafah
OPINI
Oleh Siti Rohmah, S. Ak
(Pemerhati Kebijakan Publik)
Muslimahkaffahmedia.eu.org-Melihat kebijakan hukuman mati oleh Israel terhadap tahanan muslim Palestina, masyarakat di berbagai negara protes dan mendesak pembebasan Palestina. Terutama setelah Zionis mengesahkan UU hukuman mati bagi tahanan Palestina. Diperkirakan sekitar 1 juta (20%) warga Palestina pernah ditahan Zionis sejak tahun 1967. Ini membuktikan bahwa perbuatan Zionis Israel benar-benar keji dan biadab.
Banyak sumber yang memberitakan naiknya jumlah tahanan muslim Palestina, dari sekitar 5.000 kini melonjak menjadi sekitar 9.500 orang tahanan. Peningkatan 83 persen ini memberikan tekanan luar biasa pada infrastruktur penjara yang ada. Walhasil, sel-sel penjara berubah menjadi pusat pelecehan sistematis dan tempat penyiksaan, semuanya luput dari pengawasan internasional. Kondisi tahanan muslim Palestina sangat memprihatinkan, penyiksaan tidak manusiawi seringkali terjadi bahkan sampai meninggal dunia.
Abdullah Zaghari, kepala Klub Tahanan Palestina mengatakan, upaya Israel tak ada hentinya bahkan mengesahkan undang-undang yang mengizinkan eksekusi mati terhadap tahanan Palestina. Sungguh, perbuatan Israel terhadap muslim di Palestina tidak manusiawi. Hal ini mengingatkan umat Islam tentang tragedi Nakba yang terjadi di Palestina pada 15 Mei 1948. (Mina news.com, 18-04-2026)
Proyek Global
Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 78 tahun Nakba, Sektor Liga Arab untuk Palestina dan wilayah Arab yang didudukinya menekankan perlunya menghentikan ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina, serta meneruskan upaya dunia untuk menghentikan pendudukan Israel atas wilayah tersebut. Mereka menegaskan pentingnya mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Sebagaimana solusi dua negara yang ditawarkan oleh hukum internasional, dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Penjajahan di Palestina oleh Zionis Israel sampai saat ini masih berlangsung. Tentu saja Israel tidak berdiri sendiri, tetapi ditopang penuh oleh negara adidaya kapitalisme Barat AS. Dengan dukungan negara AS kekejaman Zionis terhadap rakyat Palestina makin brutal dan tak terkendali. Zionis tidak peduli lagi pada kemanusiaan, mereka memperlakukan muslim Palestina bukan sebagai manusia.
Di sisi lain instrumen hukum internasional dan lembaga-lembaga seperti PBB tidak mampu dan tidak mau melindungi umat Islam yang terjajah. HAM yang dinarasikan Barat berstandar ganda. Ketika mereka yang teraniaya akan meneriakkan ketidakadilan dan pelanggaran HAM. Namun, jika umat Islam yang terzalimi mereka akan memberikan alasan karena adanya unsur terorisme. Islam selalu diposisikan inferior, sebagai pihak yang tertuduh, dan kambing hitam. Alhasil, sekalipun Palestina mendapat dukungan lembaga internasional, tetapi tidak bisa membantu membebaskannya.
Lembaga internasional dan para pemimpin negeri-negeri kaum muslim hanya bisa mengutuk dan mengecam perilaku biadab Zionis. Padahal, jika umat Islam seluruh dunia bersatu, bersama-sama menolong rakyat Palestina, bukan mustahil mampu mengusir penjajah Israel dari Palestina. Nation state yang lahir dari kapitalisme hanya merusak dan membuat umat Islam tercerai-berai. Umat Islam disibukkan dengan urusan dalam negerinya dan abai saat saudara muslim lainnya mengalami penindasan dan kezaliman.
Jihad dan Khilafah Solusi
Penindasan masih terus berlangsung di Gaza, pembersihan etnis muslim, pengusiran, penghancuran fasilitas umum, serta kekejaman terhadap tahanan muslim Palestina tidak ada yang mampu menghentikannya. Umat Islam tidak bisa berharap pada PBB atau organisasi apapun di dunia, sementara pemimpin negeri-negeri kaum muslim hanya diam dan sekedar mengecam. Mereka punya mata, tapi tak bisa melihat kekejaman Zionis Israel terhadap saudara muslim Gaza. Mereka punya telinga, tetapi tak bisa mendengar jeritan kepedihan muslim Palestina. Mereka tak punya hati, bahkan nuraninya telah mati melihat muslim Palestina diperlakukan bukan sebagai manusia. Hewan saja, jika anaknya diganggu pasti akan marah. Sementara umat Islam melihat dengan jelas kondisi Muslim di Palestina hanya diam tak berdaya.
Melihat fakta di atas, umat Islam harus memiliki kesadaran ideologis bahwa persoalan Palestina adalah qodhiyyah Islamiyyah (persoalan Islam), bukan hanya sekadar isu kemanusiaan dan nasionalisme. Sehingga kepedulian terhadap Palestina harus didasari atas landasan akidah, bukan hanya sekadar empati emosional semata. Dalam sabda baginda Rasulullah saw. ditegaskan bahwa umat Islam bagaikan satu tubuh, yang merasakan sakit jika ada salah satu anggota tubuh lainnya terluka.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebagai konsekuensi keimanan, kaum muslim tidak boleh berdiam diri apalagi berdiplomasi menyerahkan masalah Palestina pada PBB yang tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun PBB dengan tegas memperingatkan Amerika dan Israel, namun dengan arogan Amerika menyatakan akan melawan. Oleh karena itu, tak ada pilihan lain kecuali umat Islam seluruh dunia satu suara, menyerukan solusi jihad dan Khilafah ke seluruh dunia.
Khatimah
Persoalan Palestina bukan hanya sekadar pelanggaran HAM, melainkan karena tidak adanya pelindung (junnah) yakni Khilafah Islamiyyah. Hal ini membuat umat Islam di Palestina mudah dijajah dan dizalimi oleh Israel. Solusi tuntas dalam pembebasan Palestina hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah Islamiyyah. Khilafah adalah satu-satunya institusi yang memiliki kewenangan, kekuatan, dan kewajiban syar'i, mengerahkan serta memimpin pasukan jihad untuk membebaskan Palestina. Hanya dengan penerapan kembali sistem Islam secara keseluruhan (kafah) segala persoalan akan teratasi termasuk membebaskan Palestina dari kekejian penjajahan Israel.
Waallahualam bisshawab.

Komentar
Posting Komentar