Islam Menjawab, Solusi Rapuhnya Generasi dalam Pesatnya Teknologi
OPINI
Oleh Venni Hartiyah
Pegiat Literasi
MuslimahKaffahMedia.eu.org, OPINI-Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini sangat luar biasa. Puncak penemuan hebat, yaitu AI yang bisa membuat gambar seperti layaknya manusia utuh. Tidak seperti zaman dulu ketika membuat animasi harus dengan kode-kode digital yang rumit, sekarang hanya memakai aplikasi langsung jadi.
Kepandaian manusia tidak lepas dari Sang Pencipta. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia mempunyai akal untuk selalu berkembang dengan pola pikirnya. Begitu juga dengan bagaimana cara manusia berpikir, tergantung dari mafhumnya. Ketika mafhum manusia biasa, mereka akan berpikir secara biasa atau dangkal, ketika mafhumnya mendalam, cara berpikirnya juga mendalam, dan ketika manusia itu mempunyai mafhum yang cemerlang, otomatis cara berpikir mereka juga cemerlang.
Lantas, bagaimana ketika manusia yang mempunyai mafhum biasa saja menyikapi segala macam keruwetan hidup? Bagaimana ketika akal manusia mencapai kesempurnaan, tetapi tidak tunduk pada syariat? Sedangkan kehidupan dunia saat ini dipenuhi dengan berbagai macam problematika sehingga meninggalkan solusi kehidupan yang disyariatkan Allah Swt.?
Dilansir dari kompas.com (26/09/26), mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 kampus. Korban selamat dan sampai sekarang dalam perawatan intensif di rumah sakit. Diketahui bahwa korban adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran (FKUB).
Saat ini sedang dilakukan skrining terkait kesehatan mental mahasiswa dan pendampingan terhadap yang berisiko secara intensif. Pihak kepolisian Kota Malang menyatakan bahwa korban adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. Peristiwa terjadi pada pukul 08.50 WIB. Korban berusia 19 tahun, mahasiswa semester 3 FKUB asal Bogor. Korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Menurut keterangan saksi, korban masih dalam kondisi hidup ketika ditemukan.
Sungguh miris. Berita di atas hanya mewakili berbagai macam kasus bunuh diri yang marak terjadi. Tidak dimungkiri berbagai problematika umat mengepung saat ini. Sering kali terlintas angan-angan pendek yang menjebak dan menyesatkan. Serasa membuat pikiran tumpul dan tidak berdaya. Itulah rasa was-was yang dibisikkan oleh setan kepada manusia yang sedang merasakan kekecewaan dan keputusasaan.
Kasus di atas menggambarkan ketika anak muda mengalami tingkat stres tinggi yang disebabkan berbagai faktor, seperti terpapar dunia digital yang semakin cepat dan terbuka, dikejar tenggat yang padat, atau bahkan terkena perundungan. Apalagi tidak adanya penyaringan informasi media sehingga informasi negatif sering muncul. Ketika tidak ada circle yang saling menguatkan iman, mereka akan mencari pelarian yang singkat. Seolah-olah bunuh diri adalah cara jitu untuk menyelesaikan masalah kehidupan.
Ketika kapitalisme menjadi asas kehidupan, segala sikap dan perilaku seakan bebas dan tidak mau diatur dengan aturan Sang Khalik. Ketika rasa kecewa dan putus asa tidak terbendung, seolah segala nikmat dari Allah Swt. yang begitu banyak hilang tanpa bekas, seperti nikmat umur yang selama ini diberikan, nikmat sehat yang telah tercurahkan, oksigen yang telah terhirup dengan gratis, semua itu seolah musnah begitu saja.
Kebebasan berkehendak dan ketidakyakinan pada solusi yang Allah Swt. berikan membuat manusia seolah patah semangat. Padahal dalam Islam, bunuh diri tidak menyelesaikan masalah, bahkan menambah masalah. Sejatinya, kehidupan di dunia ini hanyalah ujian. Tujuan kehidupan sejati adalah di akhirat, sedangkan di akhirat kita hanya mempunyai dua pilihan, yaitu surga atau neraka. Alangkah ruginya jika bunuh diri, sedangkan tempat orang yang bunuh diri adalah neraka.
Bunuh diri menurut kesepakatan para ulama dalam Islam termasuk haram dan dosa besar setelah syirik.
Hadis riwayat Muslim juga menjelaskan sebagai berikut:
"Barang siapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara minum racun, maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahanam dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan ia kekal di dalamnya." (HR Muslim)
Astagfirullah, sungguh mengerikan penjelasan hadis mengenai bunuh diri di atas. Maka, kita berlindung kepada Allah Swt. agar terhindar dari perbuatan bunuh diri. Apa pun masalahnya, Allah Swt. pasti akan memberikan solusi atas semua permasalahan kita. Allah Swt. pasti tidak akan memberikan beban di luar kemampuan hamba-Nya.
Solusi Islam Mengenai Bunuh Diri
Pemuda adalah tonggak peradaban sebuah negara. Ketika pemudanya rusak, dapat dipastikan keberlangsungan kemajuan sebuah negara dipertanyakan. Namun, apabila pemudanya mempunyai pikiran cemerlang dan bersyakhsiyah Islam, dapat dipastikan kemajuan negara akan mudah tercapai.
Maka, kewajiban negara adalah menerapkan pendidikan terbaik, yaitu dengan menerapkan sistem pendidikan Islam yang menomorsatukan akidah Islam sebagai pondasinya. Pendidikan Islam membentuk akliyah Islam dan nafsiyah Islam sehingga bisa membentuk kepribadian Islam atau syakhsiyah Islam. Dengan begitu, apa pun yang dilakukan akan terikat dengan syariat Islam. Selain itu, masyarakat yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari keburukan membuat perilaku bisa terkontrol.
Mengenai pemuda yang berusaha bunuh diri, dapat dipastikan akidahnya lemah. Ia tidak memahami hakikat hidup yang sebenarnya bahwa manusia diciptakan oleh Allah Swt., setelah diciptakan tugasnya adalah beribadah kepada Allah, dan setelah itu akan kembali kepada Allah. Tidak hanya karena hal sepele, semisal kecewa ataupun perundungan, lantas langsung bunuh diri. Hal seperti itu sangat tabu bagi orang yang beriman. Orang yang beriman akan yakin bahwa Allah akan selalu menolongnya ketika diberi ujian ataupun musibah. Allah Swt. sudah berpesan bahwa sebagai orang yang beriman dan bertakwa, tidak boleh putus asa dari rahmat Allah.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an surah Yusuf ayat 87 yang artinya:
"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Dengan benteng akidah Islam yang kuat, masyarakat yang saling bersinergi dalam fastabiqul khairat dan amar makruf nahi mungkar, serta kepedulian negara dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang sempurna sesuai dengan syariat Islam, mustahil akan ada pemuda ataupun pemudi yang bunuh diri karena telah cukup makanan jiwa dan raganya. Masyaallah, begitu indahnya syariat Islam.
Wallahualam bissawab.

Komentar
Posting Komentar