Ketika Energi Jadi Dagangan: Solusi Islam Atasi Krisis BBM
OPINI Oleh Yusi Susanti Aktivis muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemandangan antrean BBM kembali jadi luka. Di Sumut, Riau, hingga Kalbar, kendaraan mengular ratusan meter. Sopir truk tidur di kabin demi seliter solar. Warga berburu BBM sejak subuh. Puncaknya, ada pengemudi yang meninggal di balik kemudi karena kelelahan menunggu. BPH Migas menyebut ini _panic buying_. Tapi faktanya, konsumsi Pertalite dan Solar subsidi sudah >50% kuota tahunan hanya dalam 7 bulan. Sisa kuota jelas kritis. Saat harga non-subsidi naik dan kuota dipangkas, rakyat wajar beralih ke subsidi. Itu rasional. Tapi jawaban negara justru administratif: batasi volume, verifikasi nopol, pakai aplikasi. Ini bukan menyelesaikan pasokan. Ini hanya "mengelola kelangkaan" sambil menambah beban rakyat. Akar Masalah: Negara Berubah Jadi Pedagang Indonesia kaya SDA, tapi terus krisis energi. Karena paradigma kelolanya salah. Sektor migas dikurung logika neoliberal. Dari hulu ke hilir ...