Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Ketika Energi Jadi Dagangan: Solusi Islam Atasi Krisis BBM

Gambar
  OPINI Oleh Yusi Susanti  Aktivis muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemandangan antrean BBM kembali jadi luka. Di Sumut, Riau, hingga Kalbar, kendaraan mengular ratusan meter. Sopir truk tidur di kabin demi seliter solar. Warga berburu BBM sejak subuh. Puncaknya, ada pengemudi yang meninggal di balik kemudi karena kelelahan menunggu. BPH Migas menyebut ini _panic buying_. Tapi faktanya, konsumsi Pertalite dan Solar subsidi sudah >50% kuota tahunan hanya dalam 7 bulan. Sisa kuota jelas kritis. Saat harga non-subsidi naik dan kuota dipangkas, rakyat wajar beralih ke subsidi. Itu rasional.   Tapi jawaban negara justru administratif: batasi volume, verifikasi nopol, pakai aplikasi. Ini bukan menyelesaikan pasokan. Ini hanya "mengelola kelangkaan" sambil menambah beban rakyat. Akar Masalah: Negara Berubah Jadi Pedagang Indonesia kaya SDA, tapi terus krisis energi. Karena paradigma kelolanya salah. Sektor migas dikurung logika neoliberal. Dari hulu ke hilir ...

Menyudahi Akar Masalah Karhutla di Indonesia

Gambar
  OPINI Oleh: Windi Permana, S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI-1. Karhutla Bukan Bencana Alam, Tapi Kejahatan Terstruktur Setiap tahun asap datang lagi. Setiap tahun rakyat sesak napas lagi.   Sepanjang Januari hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Sumatera dan Kalimantan mencapai 48.889,69 hektare. Total nasional lebih dari 107.000 hektare. Kabut asap pun kembali melintasi batas negara dan menurunkan kualitas udara jutaan orang. Pemerintah sibuk mengerahkan satgas darat dan helikopter water bombing. Tapi di lapangan, petugas sendiri menemukan indikasi: ini kebakaran sengaja. Pembakaran untuk mempercepat pembukaan lahan perkebunan.   Mensesneg menyebut 4 perusahaan sedang diselidiki. Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang tersangka. Jadi jelas. Karhutla bukan semata "kemarau panjang". Ada tangan-tangan serakah di baliknya. 2. Mengapa Pelaku Besar Sulit Tersentuh Hukum? Karena akarnya bukan di api, tapi di sistem. Dal...

Perundungan Pasien BPJS: Benarkah Sistem Ini Membantu?

Gambar
  OPINI Oleh Misriyatik  Aktivis Peduli Umat MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Viral di Threads, Bapak Yurizal, pasien BPJS Kesehatan, mengunggah keluhannya karena belum mendapatkan ruang rawat inap meskipun sudah menunggu selama 8 jam. Alih-alih simpati, kolom komentar justru dipenuhi cibiran. Ironisnya, beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan pun ikut melontarkan sindiran. Empati hilang, yang tersisa adalah perundungan. [ Kompas.id , 7-8-2026] Peristiwa ini bukan sekadar soal satu pasien dan satu rumah sakit. Ini cermin retaknya sistem kesehatan kita. Keterbatasan tempat dan birokrasi, ranjang penuh, rujukan berbelit-belit, dan pernyataan klasik “kuota BPJS hari ini sudah habis”. Dalam sistem seperti ini, wajar jika pasien frustrasi. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah tenaga kesehatan pun ikut tertekan. Permasalahan defisit dan keterlambatan klaim membuat banyak rumah sakit mengeluh karena pembayaran dari BPJS terlambat. Akibatnya muncul diskrimina...