Tiga Tahun Thufan Al-Aqsa Tewaskan 20.748 Pelajar Palestina


OPINI


Oleh Ani Prihatini, S.Hum.I.

Aktivis Muslimah dan Pegiat Literasi


Muslimahkaffahmedia.eu.org-Pada tanggal 7 Oktober 2026, genap tiga tahun peristiwa Thufan Al-Aqsa. Rakyat Palestina berjuang melawan kekejaman zionis Israel hingga menyebabkan puluhan ribu korban jiwa. Mereka mengalami penderitaan yang tiada akhir. Mereka harus kehilangan keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, bahkan tidak ada lagi tempat yang dirasa aman untuk tinggal sehingga sebagian warga Gaza harus mengungsi untuk menyelamatkan diri.


Kementerian Kesehatan Gaza (Anadolu Agency) pada hari Jumat, 9 Oktober 2026 melaporkan bahwa hingga 4 Oktober jumlah korban tewas sebanyak 74.237 orang dan 175.206 orang lainnya terluka. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,4 persen dari perkiraan populasi Gaza sebelum perang, yakni 2,2 juta jiwa. Sementara itu, sebanyak 1,9 juta jiwa terpaksa mengungsi ke daerah lain (liputan6.com, 9/10/2026).


Dampak dari perang selama tiga tahun ini membuat wilayah Gaza porak-poranda. Jalan raya yang tadinya terlihat rapi dan ramai, kini menjadi bentangan reruntuhan bangunan yang sangat memilukan. Terjadi banyak kelaparan akibat lumpuhnya perekonomian warga. Penduduk Gaza juga mengalami krisis air yang diakibatkan oleh rusaknya sebagian besar jaringan air dan sanitasi. Sejumlah sumur tercemar limbah dan tidak dapat diakses lagi akibat pertempuran dan pengungsian. Akibat krisis air ini, sebanyak 123 anak Palestina meninggal akibat malnutrisi dan dehidrasi.


Menurut laporan Kementerian Pendidikan Palestina pada Rabu, 7 Oktober 2026 disebutkan bahwa selama tiga tahun berlangsungnya konflik, sebanyak 20.748 pelajar Palestina serta 1.058 tenaga pendidik dan tenaga administrasi dinyatakan tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat.


Hal ini memberikan fakta betapa besarnya pengaruh perang bagi dunia pendidikan di Palestina. Tempat pendidikan yang seharusnya dilindungi dan dihindari dari serangan, justru menjadi sasaran pengeboman dan pemusnahan.


Dampak dari hancurnya sarana pendidikan ini dan besarnya risiko yang dihadapi membuat sekolah negeri dan swasta serta universitas melakukan proses pembelajaran jarak jauh untuk melindungi keselamatan para pelajar.


Zionis Israel sengaja melakukan serangan dengan tujuan genosida dan perampasan wilayah Palestina. Mereka melakukan berbagai cara untuk menjajah wilayah Palestina tanpa memedulikan rasa kemanusiaan sedikit pun. Mereka membunuh nyawa yang seharusnya dilindungi saat perang. Mereka pun mengingkari berbagai kesepakatan dan gencatan senjata yang mereka setujui sendiri. Sungguh, telah nyata firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an surah Al-Maidah ayat 82, sebagai berikut:


"Latadidanna asyadda an-nasi 'adawatan lilladzina amanu al-yahuda wa alladzina asyraku"

Artinya, "sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik."


Zionis Yahudi yang menginginkan wilayah Palestina, melakukan tindakan brutal tanpa pandang bulu. Anak-anak dan lansia serta pelajar yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran serangan. Mereka juga menyasar sekolah, rumah sakit, bahkan sumur-sumur sebagai sumber kehidupan warga. Hal ini menjadi salah satu bukti kejahatan perang penjajah kafir zionis.


Padahal, paradigma perang (jihad) dalam sistem Khilafah adalah membebaskan manusia dari kekufuran, bukan untuk penjajahan apalagi genosida. Islam mensyariatkan bahwa jihad wajib dilakukan untuk melawan penjajahan dan membela kehormatan kaum muslimin.


Rasulullah saw. telah mencontohkan bagaimana cara berperang sesuai syariat Islam. Ketika Rasulullah saw. hendak pergi berperang atau mengutus pasukannya untuk berperang, Rasulullah saw. selalu berwasiat kepada mereka untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. dan tidak membunuh orang-orang yang tidak layak dibunuh dalam medan perang, antara lain warga sipil, kaum wanita, anak kecil, lansia, orang buta, orang-orang yang lemah atau sakit, orang gila, dan para pemuka agama. Hal ini menunjukkan kemuliaan Islam yang senantiasa memberikan rahmat bagi seluruh alam.


Rasulullah saw. bersabda,


"ughzu bismillahi fi sabilillahi qatilu man kafara billahi ughzu wa la taghullu wa la taghdiru wa la tamtsilu wa la taqtulu walidan"


Artinya: 

"Berjalanlah dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Janganlah mencincang (mayat) dan janganlah berbuat curang serta jangan membunuh anak kecil (Hadis Riwayat Muslim 1731).


Palestina hampir runtuh di bawah kejinya serangan zionis Israel. Namun, di saat yang sama, tidak ada yang benar-benar peduli pada nasib warga Palestina. Dunia menutup mata. Para pemimpin negara adidaya malah berada di kubu penjajah, lembaga internasional gagal menghentikan serangan kejahatan, bahkan penguasa negeri-negeri muslim tidak berdaya membela saudara seagama.


Untuk membebaskan Palestina dibutuhkan kekuatan global, yakni daulah Islam (Khilafah) yang akan menjamin keselamatan kaum muslimin. Daulah Islam akan mengembalikan kehormatan kaum muslimin di hadapan kaum kafir. Umat muslim tidak akan lagi merasa sendirian tanpa pembela. Oleh karena itu, menegakkan Khilafah sebagai kekuatan global umat Islam sangat penting untuk menghentikan kejahatan perang zionis Israel dan negara-negara kafir.


Khilafah menjalankan misi dakwah untuk menebar rahmat bagi umat manusia di seluruh dunia. Sebagaimana tujuan jihad menurut Islam adalah untuk mengajak manusia beriman kepada Allah Swt. serta mengatur seluruh aspek kehidupan sesuai dengan perintah Allah Swt.. Keberadaan Khilafah akan memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya umat Islam saja.


Khilafah juga akan membangun peradaban manusia yang mulia sesuai dengan aturan Allah Azza wa Jalla. Melalui sistem Islam, manusia dituntut untuk taat pada aturan Allah Swt.. Karena hanya dengan aturan yang diturunkan Allah Swt., manusia akan hidup dalam keberkahan dan kemuliaan. Maka dari situlah akan lahir peradaban mulia yang dihiasi dengan nilai-nilai luhur keislaman.


Wallahualam bissawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filisida Maternal, Rapuhnya Ibu dalam Sistem Toxic

Kasus Pagar Laut, Bukti Penguasa Tunduk Kepada Pengusaha

Akhir Jeda Sebuah Keteguhan