Postingan

Game Kekerasan dan Runtuhnya Nurani Anak

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qianny  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI _ Ada kabar yang seharusnya tidak pernah kita baca. Namun kini justru menjadi kenyataan yang menampar nurani. Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar di kota Medan tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. ( tribunnews.com , 29/12/2025) Fakta yang membuat dada sesak. Peristiwa itu berawal dari kecanduan game online yang sarat dengan kekerasan. ( kompas.com , 30/12/2025) Pertama kali saat berita itu ada, publik bahkan mengaitkan dengan suami korban sebagai pelaku, karena melihat wajah polos sang anak. Namun meskipun saat ini sudah ada penjelasan dari pihak kepolisian dan juga dari psikolog sebagian masyarakat masih sulit menerima dengan akal sehat mereka. Sesungguhnya, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak-anak bukan pertama kali terjadi, sebelum kasus anak membunuh ibu di kota Medan itu, hingga tahun 2024 saja menurut data dari kepolisian lebih dari 1000 anak ...

Narasi “Marriage Is Scary” Menghantui Gen Z

Gambar
OPINI Oleh Enggar Rahmadani  Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Berbeda generasi, berbeda pula tantangannya. Karena perbedaan tantangan tersebut, maka akan membentuk cara pandang yang berbeda pula. Salah satunya dalam hal memandang sebuah pernikahan. Dahulu, anak muda menempatkan pernikahan sebagai tonggak kedewasaan yang harus dicapai. Bahkan, mereka yang sudah berumur 30-an, tetapi tidak kunjung menikah kerap dikaitkan dengan ”keterlambatan” melepas masa lajang. Terlebih bagi perempuan, anggapan ”perawan tua” kerap kali melekat pada mereka yang tidak kunjung menemukan jodohnya. Namun, di era saat ini tampaknya pandangan tersebut mengalami pergeseran. Salah satunya bisa dilihat dari sebuah fenomena yang belakangan ini sedang hangat diperbincangkan di media sosial, yakni mengenai generasi muda yang lebih takut miskin daripada takut tidak menikah. (kompas.id, 13/12/2025) Narasi “marriage is scary” ternyata masih banyak diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan ge...

Bencana Berlalu, Penderitaan Rakyat Dianggap Halu

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qianny  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Satu bulan telah berlalu sejak bencana Aceh , Sumatera Utara dan Sumatera Barat melanda. Namun hingga hari ini, keselamatan rakyat belum benar-benar terjamin. Kondisi darurat masih terasa nyata, akses-akses vital belum pulih, dan kehidupan warga masih berjalan dalam ketidakpastian. Buktinya, perkara perut para pengungsi saja, menurut data dari Kemensos baru membangun 21 dapur umur yang hanya mampu melayani sekitar 100 ribu pengungsi, sedangkan pengungsi di Aceh mencapai 900 ribu. ( acehprov.go.id 10/12/2025)   Selain itu, desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional makin menguat, menandakan bahwa persoalan ini jauh dari kata selesai. ( amnesty.id 13/12/2025) Pengibaran bendera putih di Aceh , memperlihatkan realitas yang tidak kalah pahit. Warga mengibarkan bendera putih simbol keputusasaan karena bantuan tak kunjung memadai. ( Tempo.co.id 18/12/2025) Lebih dari itu, muncul kembali bende...

BLT untuk Judol, Salah Siapa?

Gambar
  OPINI   Oleh Venni Hartiyah Pegiat Literasi " Judi (judi), menjanjikan kemenangan. Judi (judi), menjanjikan kekayaan. Bohong (bohong), kalaupun kau menang Itu awal dari kekalahan. Bohong (bohong), kalaupun kau kaya Itu awal dari kemiskinan ...." Muslimahkaffahmedia.eu.org ,Itulah petikan lagu tentang judi yang dibawakan oleh Bang Rhoma Irama. Karena sesungguhnya judi itu membuat seseorang miskin, bukan kaya. Judi merupakan salah satu dosa besar yang harus dijauhi. Judi dapat menghancurkan kehidupan dan memicu kejahatan lain, seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), atau kekerasan antar teman, dan sebagainya.  Dilansir dari Jatengprov.go.id (10/12/25) Hampir sembilan ratus warga di Kabupaten Temanggung dicoret dari daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), karena terindikasi menggunakan dana atau rekening bantuan untuk aktivitas judi online. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Heri Kardono, menyampaikan, pencoretan dilakukan berdasarkan temuan dan ...

Ketika Al-Qur’an Dijaga di Negeri Terjajah, Mengapa Ia Terlupa di Negeri Merdeka?

Gambar
  OPINI Ayat ini mengingatkan bahwa ujian hidup bukan semata tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana manusia meresponsnya dengan kesabaran dan keteguhan iman. Di Gaza, ujian dijawab dengan kelekatan pada Al-Qur’an. Di negeri kita, ujian sering hadir dalam bentuk kenyamanan yang perlahan melalaikan Oleh  Anita Humayroh  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , Di tengah reruntuhan rumah, debu yang tak kunjung reda, dan suara sirene yang menghantui setiap waktu, masih ada lantunan yang terus bergema—suara anak-anak Palestina yang membaca dan menghafal Al-Qur’an. Baru-baru ini, di Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza, sebanyak 500 penghafal Al-Qur’an mendapat penghormatan dari masyarakat setempat melalui sebuah perayaan sederhana namun sarat haru, meskipun perang masih berlangsung di sekeliling mereka. Peristiwa ini menjadi simbol kuat keteguhan spiritual masyarakat Palestina serta bukti bahwa Al-Qur’an tetap hidup di tengah kondisi paling gelap. ( detik.com , 29/12/25) Ba...

Bencana Sumatera antara Bencana Nasional dan Prioritas Nasional

Gambar
OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, SH,MH  Dosen-FH Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pasca bencana di Sumatera kondisi wilayah yang terdampak masih sangat memprihatinkan. Sampai saat ini, masyarakat banyak yang kecewa dan mengeluh dengan lambatnya penanganan bencana oleh pemerintah. Bahkan beberapa pejabat memanfaatkan bencana tersebut untuk pencitraan serta ajang berkampanye.  Ironisnya, ini merupakan urusan nyawa manusia yang harus dipertanggungjawabkan. Jumlah korban hari demi hari mengalami peningkatan. Tercatat hingga 17 Desember 2025 jumlah warga yang meninggal tembus angka 1.053 orang. Sebanyak 200 warga masih dinyatakan hilang dan jumlah pengungsi mencapai 606.040 orang.  Lambatnya penanganan bencana di Aceh membuat masyarakat akhirnya menaikkan bendera putih, bahkan ada yang nekat mengibarkan bendera GAM sebagai protes lambatnya bantuan pemerintah pusat. Pemerintah hingga saat ini terus bernarasi bahwa sudah berupaya dengan semaksimal mungkin untuk menangani bencana. Bah...

Tahun Baru Masehi, Ritual yang Menyimpang?

Gambar
OPINI Perayaan Tahun Baru Masehi pada dasarnya mengikuti gaya orang kafir (tasyabbuh). Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Opini Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Bagi sebagian orang, pergantian tahun Masehi merupakan momen untuk bersenang-senang dan berhura-hura. Tetapi, bagi umat Islam, perayaan Tahun Baru Masehi (1 Januari) justru sarat dengan ritual yang menyimpang dari ajaran agama Islam, mengapa? Karena dianggap meniru tradisi, budaya, dan agama nonmuslim (kaum kafir).  Asal-Usul Tahun Baru Masehi Menurut Wikipedia, Tahun Baru Masehi (1 Januari) memiliki sejarah panjang. Awalnya kalender Romawi kuno yang memiliki 10 bulan, Maret sebagai bulan pertama. Lalu, pada tahun 153 SM oleh Januarius , bulan Januari dijadikan bulan pertama. Selanjutnya pada tahun 45 SM, Raja Romawi Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian yang dibuat mengikuti revolusi matahari (365,25 hari). Sejak tahun ke-46 SM, 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun. Dalam mitologi Romawi , nama Januari diamb...