Postingan

BPJS Dinonaktifkan, Kesehatan Pasien Terancam

Gambar
OPINI Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi rakyat. Terlebih bagi mereka yang sedang menjalani perawatan secara rutin karena penyakit kronis atau berbahaya. Namun, bagaimana bila layanan kesehatan gratis yang diberikan pemerintah dinonaktifkan, sebagaimana yang terjadi di Kota Depok belum lama ini. Dikutip dari Kompas.com (06-02-2026), sebanyak 281.725 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan milik warga Depok dinonaktifakan per 31 Desember 2025. Jumlah tersebut mencakup penerima yang tergolong dari Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dibiayai Pemerintah Daerah (Pemda) dan PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dinas Kesehatan Kota Depok menjelaskan penonaktifan ini dilakukan karena pemutakhiran data secara rutin oleh Kementerian Sosial agar bantuan tepat sasaran kepada warga miskin, serta adanya keterbatasan anggaran Pemkot Depok di tahun 2026. Alasan BPJS Dinonaktifkan  Bebera...

Orang Bijak Ngemplang pajak?

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org_ Kasus korupsi di negeri ini tak ada habisnya. Meski pelaku korupsi sudah diberikan sanksi pidana, namun tidak memberikan efek jera. Nyatanya baru kemarin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sampai saat ini KPK belum bisa merinci jumlah pihak yang diamankan, karena statusnya masih terperiksa. ( detiknews.com , 04/02/2026) Dari tahun ke tahun kasus korupsi makin bertambah. Ini dapat dilihat dari puluhan orang pegawai pajak yang menjadi narapidana kasus korupsi. Pelaku korupsi mulai dari kelas teri hingga kelas kakap. Maraknya kasus korupsi ini karena informasi pelaporan pendapatan pajak sangat tidak transparan. Keadaan ini menyebabkan peluang besar untuk berbuat tindak pidana korupsi. Sedangkan pendapatan utama negara Indonesia bersumber dari pajak. Pajak dijadikan penopang utama di negara ini. Sekitar 80% fi...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam

Gambar
OPINI Oleh Mimi Muthmainnah Member Akademi Menulis Kreatif Kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Kota Samarinda baru-baru ini menjadi sorotan publik. Public Affairs Kedubes AS, John Slover , mengaku terkesan dengan kualitas siswa dan sekolah menengah atas di Samarinda.  Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar dapat membuka akses dan kesempatan bagi pelajar Samarinda untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Tawaran ini tentu terdengar menjanjikan: kesempatan belajar di negeri yang kerap disebut sebagai pusat pendidikan dunia. ( Presisi.co , 4-2-2026) Namun, di balik narasi kerja sama pendidikan, penting bagi umat khususnya kaum muslim untuk bersikap kritis. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan cara pandang ( worldview ). Di sinilah persoalan mendasar muncul: sistem pendidikan seperti apa yang akan membentuk generasi kita? Dan ke mana arah kompas kehidupan mereka akan dituntun? Pendidikan dan Misi Peradaban Amer...

Keracunan MBG Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Generasi

Gambar
OPINI Oleh Jasli La Jate Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tahun ini keracunan MBG kembali terjadi. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat dalam periode 1-13 Januari 2026 setidaknya sekitar 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan berdasarkan perhitungan BBC News , kasus keracunan MBG hingga 30 Januari 2026 mencapai angka 1.929 orang.  Ribuan kasus tersebut tersebar di berbagai provinsi di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. ( bbc.com , 30/1/2026) Kejadian ini sangat disayangkan. Pasalnya, anggaran MBG yang naik drastis tidak selaras dengan hasil yang didapatkan. Tak heran, anggaran yang naik drastis tersebut digugat ke MK. Karena sepertiga alokasi anggaran pendidikan 20% dari APBN dipangkas dan dialihkan ke anggaran MBG.  Kapitalisme Gagal Lindungi Generasi Kasus berulang dan meluas ini bukan hanya masalah teknis lapangan, melainkan ala...

Gentengisasi Nasional, Kebijakan Irasional

Gambar
OPINI Oleh Tutik Haryanti Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Memiliki rumah yang sehat, indah, dan memberikan kenyamanan adalah idaman bagi setiap keluarga. Mengingat bahwa rumah adalah tempat untuk berkumpul bersama keluarga, tempat istirahat setelah beraktivitas, dan juga tempat berlindung dari segala gangguan. Sejalan akan kebutuhan rumah yang nyaman dengan tampilan yang estetik, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan wacana " Gentengisasi Nasional ", pada saat acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. ( Tempo.co , 02-02-2026) Maksud dan Tujuan Gentengisasi  Kebijakan Presiden Prabowo meluncurkan program "Gentengisasi Nasional" ini adalah mendorong kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengganti atap rumah yang tadinya berbahan seng, diganti dengan genteng berbahan dasar tanah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hunian agar aman, nyaman, dan memperbaiki wajah permukiman. Pemerin...

Buku Mahal, Nyawa Anak Taruhannya: Ketika Negara Abai, Anak Jadi Korban

Gambar
OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org- Sepucuk surat sederhana menjadi saksi bisu jeritan seorang anak. Bukan surat kebencian. Bukan pula luapan amarah. Melainkan pamit lirih seorang bocah kelas 4 SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak sanggup lagi memikul beban hidup yang bahkan belum ia pahami sepenuhnya. Di usia yang seharusnya dipenuhi kepolosan, ia hanya menginginkan sesuatu yang amat sederhana: buku dan pena. Namun, keinginan kecil itu justru berujung pada tragedi besar—tali gantungan di pohon cengkih. Surat bertajuk “Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk Mama Reti)” itu ditulis oleh YPR, seorang siswa kelas 4 SD di NTT. Dalam tulisannya, ia memohon kepada sang ibu agar dibelikan buku dan alat tulis. Namun, keterbatasan ekonomi membuat permintaan itu tak mampu dipenuhi. Kekecewaan yang tak tersalurkan, rasa bersalah yang tak seharusnya ia tanggung, serta tekanan yang terus mengimpit akhirnya bermuara pada keputusan tragis:...

Ada Apa dengan Program Gentengisasi?

Gambar
OPINI   Oleh Yuli Ummu Raihan   Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu org-Kembali Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas sebuah program yang disebut dengan ' gentengisasi ' atau penggunaan atap genting pada bangunan. Gagasan ini muncul sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia yang sejuk dan layak huni. Hal ini disampaikan pada rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Sentul, Jawa Barat 2 Februari 2026 lalu. Prabowo mengatakan bahwa program ini untuk menanggulangi udara panas di dalam rumah ketika memakai atap seng, seng juga mudah berkarat dan kurang estetik. ( Republika.co.id , 3/2/2026) DPRD DKI Jakarta menilai gagasan ini sejalan dengan visi besar penataan Jakarta menuju kota global, terlebih untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta dua tahun lagi. Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai program ini akan mendongkrak sektor pariwisata. Untuk mendukung program ini, Menteri Keuangan Purbaya Y...