Postingan

Ramadan dan Board of Peace

Gambar
  OPINI   Oleh Anita Kusuma Wardani Aktivis Muslimah   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Ramadan telah tiba. Bulan bulan mulia yang di dalamnya penuh dengan kemuliaan serta keberkahan. Ia ibarat tamu agung yang dinantikan oleh setiap muslim karena darinya umat mendapatkan banyak sekali keutamaan. Maka salah satu tanda bahwa seorang muslim beriman adalah ketika ia bergembira menyambut ramadan dengan mempersiapkan segalanya.  Di tengah-tengah persiapan ramadan yang mulia ini, pemerintah Indonesia berkomitmen dalam upaya perdamaian Palestina melalui keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP). Sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam keteranganya di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat, 23 Januari 2026, usai Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos.  “Penandatanganan Charter dari Board of Peace atau De...

Di Balik Kampung Haji Indonesia di Makkah

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Ibadah haji hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu saja, baik mampu dari segi finansial maupun segi kesehatan. Kedua kemampuan ini menjadi syarat untuk menunaikan ibadah haji sebab pelaksanaan haji cukup melelahkan, dilakukan banyak orang dan membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk transportasi dan akomodasi.  Terkait dengan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh rakyat Indonesia yang melaksanakan haji, Presiden Prabowo berniat membangun kampung haji di Makkah. Dikutip dari cnnindonesia.com, 08-02-2026, Presiden Prabowo dalam pidatonya di gelaran ' Satu Abad Nahdlatul Ulama ' menyebutkan bahwa Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah mendapatkan kehormatan untuk memiliki tanah di Makkah. Tanah ini selanjutnya akan dijadikan kampung haji bagi warga Indonesia yang sedang melaksanakan haji dan umrah di Makkah. Presiden Prabo...

Genjot Investasi: Antara Pertumbuhan dan Kesejahteraan Rakyat

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Investasi kerap dipromosikan sebagai jalan pintas menuju kesejahteraan . Pemerintah menyebutnya sebagai motor penggerak ekonomi: membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi, dan mempercepat pertumbuhan. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: Apakah derasnya investasi otomatis menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat? Secara statistik, capaian investasi tahun 2025 memang terlihat impresif. Realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target. Di Provinsi Banten, angka investasi bahkan menembus Rp130,2 triliun atau 108,95% dari target tahunan. Lonjakan signifikan pada triwulan IV—khususnya dari sektor industri dan hilirisasi—menjadi pendorong utama pencapaian tersebut. (detiknews.com, 27-1-2026) Dari sisi ketenagakerjaan, masuknya investasi membawa dampak nyata bagi masyarakat. Di Provinsi Banten, investasi yang terealisasi sepanjang 2025 mamp...

Proyek KCJB Membengkak, Negara Kena Getahnya

Gambar
  OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Di tengah permasalahan ekonomi yang mencekik, negara harus menanggung beban utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh . Kerugian ini ditanggung KAI bersama tiga BUMN lainnya sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI). Laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp4,195 triliun sepanjang 2024. Artinya, dalam setahun ada 365 hari, yang mana konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) sebesar Rp11,493 miliar per hari. (kompas.com, 10/02/2026) Proyek KCJB yang digaungkan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini berjalan tidak sesuai target awal. Proyek yang disampaikan pemerintah pada periode 2015-2016 yang ditargetkan selesai pada tahun 2018. Namun, target tidak tercapai dan terus molor hingga 7 tahun berj...

Narkoba Terus Menyapa Negeriku!

Gambar
  OPINI   Oleh Rismawati Aisyacheng   Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI Narkoba, walaupun dikenal sebagai barang haram ternyata tak menyurutkan niat para pelaku untuk terus terjun dalam lingkaran buruk ini, sebagai pemakai dan pengedar narkoba di tengah-tengah gentingnya krisis akidah. Bahkan, dikabarkan untuk daerah Bombana saja yang jauh dari kota besar ternyata kasus narkoba pada tahun 2025 mencapai 21 kasus, dilaporkan meningkat dibanding tahun 2024 yang hanya sebanyak 18 kasus. Mirisnya, meski tahun 2025 telah usai tetapi kasus narkoba tidak ikut usai, bahkan semakin mengganas. Bayangkan, baru masuk awal tahun 2026 kasus narkoba yang terlapor sudah sebanyak 4 kasus. Di antara kasus yang terlapor ada seorang pelajar dan mahasiswa yang ikut terjerat sebagai pengedar, dan hampir menjadi pemakai barang haram tersebut.  Dilansir dari bombananews.com (03/02/2026), Satresnarkoba (Satuan reserse narkoba) Polres Bombana berhasil mengamankan tiga pela...

“Bunuh Diri Anak: Gugur di Tengah Kemiskinan, ke Mana Hak Pendidikan?”

Gambar
  OPINI   Oleh Haifa Manar Penulis dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Berdasarkan fakta yang dilansir oleh Kompas.com (04-02-2026), telah terjadi sebuah peristiwa yang memilukan, di mana seorang anak berusia 10 tahun—murid kelas 4 SD mengakhiri hidupnya dengan sebuah alasan yang tak seharusnya yaitu karena ia tak mampu membeli buku tulis dan pena. Tragedi ini menimpa seorang anak sekolah dasar bernama YBS (10) di Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sungguh, peristiwa ini membuat kita tertegun dan sakit hati. Kita tak tahu harus berkata apa, sebab kata-kata terasa terlalu kecil untuk menampung duka. Seorang anak yang pada usianya masih mengejar mimpi, ketika dunianya seharusnya masih penuh warna, ketika kesalahan masih wajar dan harapan terus tumbuh, sang anak justru dipaksa berhadapan dengan beban yang terlalu besar untuk seusianya. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk belajar tentang kehidupan, justru beralih menjadi ru...

11 Juta PBI Dinonaktifkan Kesehatan Rakyat Tergantung Data?

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI -Publik kembali digemparkan dengan keputusan penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) kesehatan . Sekitar 11 juta peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinonaktifkan per 1 Februari 2026. Penonaktifan mendadak ini tentu berdampak serius terutama bagi pasien yang sedang melakukan terapi rutin tanpa jeda seperti pasien cuci darah . Setidaknya sekitar 100 lebih pasien cuci darah yang akan terdampak langsung dengan keputusan ini.  Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir menanggapi hal tersebut. Ia menyesalkan keputusan tersebut karena banyak pasien baru mengetahui status nonaktif saat datang berobat. Menurutnya, cuci darah bukan pilihan, melainkan tindakan medis penopang hidup. Penundaan satu hari saja dapat meningkatkan risiko, baik keracunan, kegagalan organ hingga kematian. ( kontan.co.id , 6/2/2026)  Pemerintah beralasan penonaktifan ini...