Postingan

Pahitnya Ketupat di Tengah Badai Harga

Gambar
  OPINI   Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd Praktisi Pendidikan  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Gema takbir tahun ini terasa lebih berat bagi banyak kepala keluarga. Di balik keriuhan pasar dan persiapan hari raya, ada kalkulasi yang tak pernah menemui titik temu: harga beras yang melonjak, minyak goreng yang tak kunjung melandai, dan kebutuhan dapur yang kian mencekik. Bagi mereka, berutang bukan lagi pilihan untuk sekadar bergaya, melainkan satu-satunya jalan keluar agar dapur tetap mengepul dan anak-anak tetap bisa merasakan sepiring hidangan khas Lebaran. Hari raya tahun ini terasa seperti berteduh di bawah atap yang bocor di segala sisi. Di satu sisi, masyarakat harus menghadapi badai kenaikan harga pangan yang tak terkendali, sementara di sisi lain, daya beli terus tergerus. Data menunjukkan inflasi Februari 2026 melonjak hingga 4,76 persen—sebuah angka yang melampaui batas aman otoritas moneter. Tekanan ini kian nyata saat kurs rupiah tersungkur di level Rp16.879 p...

Macet Mudik Menggila: Cermin Kegagalan Sistem, Rakyat Jadi Korban

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Umar bin Khattab pernah mengungkapkan kegelisahannya: Jika ada seekor hewan yang terperosok karena jalan rusak, ia takut akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan gambaran nyata tentang betapa besar rasa tanggung jawab seorang pemimpin terhadap keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan hal yang tampak kecil sekalipun tidak luput dari perhatian. Namun, jika melihat kondisi hari ini, nilai tanggung jawab seperti itu terasa makin jauh dari realitas. Setiap momentum Lebaran yang identik dengan arus mudik dan balik, masyarakat selalu dihadapkan pada persoalan yang sama: kemacetan panjang, perjalanan melelahkan, dan meningkatnya risiko kecelakaan. Fenomena yang terus berulang ini menunjukkan bahwa pengelolaan transportasi dan infrastruktur belum berjalan secara optimal. Akibatnya, rakyat kembali menjadi pihak yang menan...

Idulfitri dan Kemenangan

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Idulfitri telah tiba. Seperti biasa, umat Islam merayakannya dengan salat Idulfitri bersama keluarga. Tak ketinggalan bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara. Ucapan saling meminta maaf dan memaafkan tak lupa diucapkan, termasuk dengan ungkapan yang senantiasa kita ucapkan 'minal aidin walfaizin.' Ungkapan 'minal aidin walfaizin' ini senantiasa kita dengar dan ucapkan, tetapi masih banyak umat Islam yang salah dalam mengartikannya. Seringnya ungkapan ini disertai dengan kalimat mohon maaf lahir dan batin, menyebabkan banyak orang menduga arti dari ungkapan minal aidin walfaizin adalah mohon maaf lahir dan batin. Padahal ungkapan tersebut merupakan sebuah doa yang mempunyai arti sebenarnya secara harfiah adalah "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah/kesucian) dan orang-orang yang menang (menahan hawa nafsu)." Kembali pada fitrah dan menang, artiny...

Cerita Mudik yang Tak Pernah Usai

Gambar
  OPINI   Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- 'Balik kampung hohoho balik kampung ...' Lirik lagu Balik Kampung dari Sudirman Arshad ini sering didendangkan saat lebaran. Lagu ini turut menemani perjalanan saudara-saudara kita yang tengah mudik.  Mudik alias pulang kampung saat Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu. Lezatnya masakan ibu, pelukan hangat ibu, kenangan seru bersama ayah, serta kenangan indah bersama teman masa kecil menjadi pemantik semangat bagi jiwa yang telah lelah oleh beban dunia. Sudah menjadi tradisi tiap tahun, mudik bersama keluarga, bersua dengan sanak famili di kampung, mengenalkan anak-anak pada keluarga di kampung halaman agar tak terputus tali silaturahmi. Namun, cerita mudik setiap tahun selalu dihiasi oleh laka lantas maupun kemacetan yang mengular di mana-mana. Cerita mudik seperti ini seakan tak pernah usai, selalu berulang dari tahun ke tahun.  Bagai buah simalakama, ingin mudik tetap...

Mengakhiri Normalisasi Tragedi di Atas Aspal

Gambar
  OPINI   Elfia Prihastuti, S.Pd.  Praktisi Pendidikan Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Setiap tahun publik selalu disuguhkan ritual kolosal bernama mudik dan setiap tahun pula tercatat angka kematian di aspal jalan raya seolah menjadi statistik yang wajar. Namun, di balik kemacetan horor dan nyawa yang melayang ada pertanyaan besar yang terus diabaikan: Sejauh mana negara benar-benar hadir untuk membenahi sistem transportasi publik atau apakah keselamatan publik selama ini hanya dianggap sebagai beban musiman yang cukup diselesaikan dengan imbauan 'hati-hati di jalan'? Memasuki puncak arus mudik 2026, jalur Nagreg mengalami tekanan volume kendaraan yang luar biasa dengan catatan lebih dari 190 ribu unit melintas menuju arah timur. Titik terparah terpantau di Cicalengka di mana kepadatan mencapai lima kilometer akibat kombinasi penyempitan jalan dan tingginya aktivitas kendaraan di persimpangan serta area peristirahatan. (Metrotv, 19/3/2026) Empat orang meninggal duni...

Air Keras Membungkam Kebenaran Aktivis Kontras

Gambar
  Serangan air keras merupakan bentuk kekerasan yang sangat brutal.  OPINI   Oleh Tutik Haryanti Pegiat Literasi   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kasus penyiraman air keras kembali mengguncang masyarakat Indonesia. Kali ini, korbannya adalah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Serangan brutal ini bukan hanya menyasar tubuh korban, tetapi juga menyasar nilai kemanusiaan dan kebebasan bersuara. Peristiwa tersebut memantik kekhawatiran bahwa kekerasan masih menjadi alat untuk membungkam kebenaran. Dikutip dari Liputan6.com (16-03-2026), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam (12-03), di kawasan Jakarta Pusat. Polisi mengungkap bahwa pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum melakukan penyerangan, yang diketahui dari analisis puluhan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Serangan tersebut menyebabkan luka serius pada bagian wajah, tangan, dada, dan mata korban sehing...

Tragedi Mudik Berulang, Bukti Negara Tidak Serius Mengurusi Rakyat

Gambar
  Tragedi mudik seakan telah menjadi langganan setiap tahun.  OPINI   Oleh Jasli La Jate Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Lebaran telah usai. Namun, cerita arus mudik dan balik belum selesai. Tragedi mudik seakan telah menjadi langganan setiap tahun. Kemacetan yang panjang, kecelakaan, dan nyawa melayang merupakan hal yang terus berulang dan mengintai para pemudik. Seperti yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah, berinisial RP. Ia meninggal dunia di dalam bus akibat kemacetan panjang 30-40 kilometer kala mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. ( suara.com , 19/3/2026)  Bukan hanya itu, tragedi mudik yakni kecelakaan maut juga terjadi di Tol Pejagan-Pemalang (PPTR) KM 290 jalur B. Kecelakaan antara Bus dengan mobil LCGC Toyota Calya. Jalur kecelakaan saat itu digunakan untuk satu arah (one way) ke arah Pemalang. Menurut keterangan Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, empat orang penumpang meninggal dunia ...