Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Tragedi Mudik Berulang, Bukti Negara Tidak Serius Mengurusi Rakyat

Gambar
OPINI   Oleh Jasli La Jate (Pegiat Literasi)  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Lebaran telah usai. Namun, cerita arus mudik dan balik belum selesai. Tragedi mudik seakan telah menjadi langganan setiap tahun. Kemacetan yang panjang, kecelakaan dan nyawa melayang merupakan hal yang terus berulang dan mengintai para pemudik. Seperti yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah, berinisial RP. Ia meninggal dunia di dalam bus akibat kemacetan panjang 30-40 kilometer kala mengantre  masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. ( suara.com , 19/3/2026)  Bukan hanya itu, tragedi mudik yakni kecelakaan maut juga terjadi di Tol Pejagan-Pemalang (PPTR) KM 290 jalur B. Kecelakaan antara Bus dengan mobil LCGC Toyota Calya. Jalur kecelakaan saat itu digunakan untuk satu arah (one way) arah Pemalang. Menurut keterangan Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, empat orang penumpang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. ( kumparan.com , 19...

Petaka Sampah Merenggut Nyawa

Gambar
  OPINI   Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Persoalan sampah selama ini masih dianggap masalah sepele. Sampah dipandang hanya sebagai urusan kebersihan kota atau tanggung jawab petugas kebersihan. Faktanya, sampah yang makin hari terus bertambah menjadi masalah serius yang harus segera ditangani dengan tuntas. Pasalnya, jika pengolahan sampah tersebut buruk ternyata dapat mengakibatkan petaka di tengah masyarakat. Dikutip dari CNBC Indonesia (09-03-2026), telah terjadi longsor gunungan sampah setinggi 50 meter di zona IV Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Gunungan sampah tersebut menimbun orang-orang yang berada di lokasi hingga menyebabkan empat orang tewas. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, longsor gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter itu menjadi bukti nyata kegagalan sistemik pengelolaan sampah di Jakarta. Peristiwa ini juga dinilai ironis karena terjadi hanya d...

Panic Buying BBM: Bukti Kapitalisme Gagal Menjamin Kedaulatan Energi

Gambar
  OPINI  Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI-  Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang dunia. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan hanya memicu kekhawatiran akan meluasnya perang, tetapi juga menimbulkan kegelisahan baru terkait stabilitas energi global. Setiap kali konflik di kawasan ini memanas, dampaknya hampir selalu menjalar hingga ke kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Salah satu yang paling cepat terasa adalah gejolak harga energi. Di berbagai negara, masyarakat mulai bereaksi dengan cara yang sama: memborong bahan bakar minyak (BBM) karena khawatir pasokan akan terganggu. Fenomena panic buying pun tak terhindarkan. Kepanikan ini bukan sekadar respon emosional masyarakat, melainkan refleksi dari ketidakpastian sistem energi global yang sangat bergantung pada dinamika politik dan kepentingan ekonomi negara-negara besar. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sejumlah negara mula...

Anak-Anak Kita Terluka, Buah Pahit Sistem Sekuler Kapitalistik

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qimochagi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja dengan generasi kita. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan harapan, mimpi, dan semangat hidup justru makin sering diberitakan mengalami tekanan mental yang berat. Sebagian dari mereka bahkan sampai kehilangan harapan terhadap hidupnya sendiri. Fenomena ini bukan sekadar cerita sedih yang lewat di media, melainkan tanda bahwa ada krisis serius yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Pemerintah sendiri mulai mengakui seriusnya persoalan ini. Hal tersebut terlihat dari ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penguatan penanganan kesehatan jiwa anak yang melibatkan sembilan kementerian dan lembaga negara. Penandatanganan ini melibatkan sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin , Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Dalam Negeri T...

Infrastruktur untuk Siapa?

Gambar
  OPINI Oleh Arda Sya'roni  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Revitalisasi alun-alun Sidoarjo rampung dan resmi dibuka untuk umum akhir Januari 2026 lalu. Revitalisasi alun-alun seluas 2,8 hektare yang menelan dana hingga mencapai Rp24,6 miliar ini menghadirkan wajah baru yang lebih kekinian, hijau, tertata, dan ramah keluarga. Dengan dana yang lumayan fantastis ini, alun-alun Sidoarjo dilengkapi pula dengan fasilitas jogging track, pojok literasi, pojok laktasi, playground, panggung seni, 16 toilet umum, serta kabel bawah tanah untuk 11 zona wifi gratis tanpa password, 25 cctv aktif 24 jam, dan sistem parkir elektronik berbasis QRIS . Wajah baru juga dipercantik dengan air mancur menari, taman bunga, ruang terbuka hijau, dan spot foto estetik yang instagramable, cocok untuk selfie bagi para pengunjung. Namun, meski kini penampilan alun-alun telah dipercantik sedemikian rupa untuk kepuasan dan kenyamanan warga, fungsi utamanya adalah untuk tempat upac...

Desakan Keluar dari BoP Menguat, Mengapa Pemerintah Masih Bertahan?

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Desakan agar Indonesia menarik status keanggotaan dari forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kian menggema di Indonesia. Hal ini makin menggema usai Amerika Serikat bersama sekutunya Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran beberapa pekan lalu. Operasi militer tersebut bahkan menyebabkan gugurnya sejumlah tokoh penting di Republik Islam Iran, termasuk pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khosseini Khamenei . Sementara AS merupakan negara yang menginisiasi pembentukan BoP. Tak heran peristiwa itu memicu kritik keras publik Indonesia. Di antaranya kritik datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Koalisi Masyarakat Sipil, dan Perguruan Tinggi, hingga mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik status keanggotaan Indonesia di BoP. Hal tersebut direspons oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto tidak ingin tergesa-gesa memutuskan Indonesia keluar dari forum Board o...

Membongkar Gurita Produk Tanpa Izin Edar di Era Digital

Gambar
  OPINI   Oleh Elfia Prihastuti  Praktisi Pendidikan   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Di balik kemudahan klik "Beli Sekarang", tersimpan ancaman nyata dari produk-produk ilegal—mulai dari kosmetik tanpa izin BPOM , obat-obatan keras, hingga barang elektronik tanpa sertifikasi SNI . Meski regulasi terus diperketat, "kucing-kucingan" antara penjual nakal dan sistem pengawasan marketplace seolah tak pernah usai. Mengapa di tahun 2026 ini barang ilegal masih bisa lolos ke depan pintu rumah kita? Berdasarkan hasil pengawasan intensif BPOM selama 2025 ditemukan setidaknya 197.725 produk obat dan makanan yang menyalahi aturan di berbagai platform. Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar , temuan ini mencakup produk yang tidak memiliki izin resmi hingga yang mengandung bahan berbahaya. Semuanya bersumber dari ribuan toko digital yang masih aktif beroperasi. (Kompastv, 6/3/2026) Dari total temuan tersebut, kosmetik ilegal mendominasi dengan 73.722 tautan. Disusul obat bahan ...