Postingan

Ketahanan Keluarga Ambrol Gegara Judol

Gambar
  OPINI   Oleh Venni Hartiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI_Ketika judol menjadikan keluarga tidak harmonis. Rumah serasa neraka. Hati gundah gulana. Kekerasan suami terhadap istri menjadi hal biasa. Anak-anak menangis menahan lapar membuat hati ibu tersiksa, karena uang beras tidak lagi ada.  Keluarga yang seharusnya menjadi tempat melepas penat kini hilang fungsinya menjadi tempat yang tidak aman lagi untuk bersua. Ketika Bapak bermain judol, anak-anak dan istri menjadi korban pertama. Judi sumber kemaksiatan yang membuat pelakunya gelap mata. Maka tidak heran jika suami bermain judol, istrinya meminta cerai.  Dilansir dari radarmagelang.id (12/01/26) Pengajuan perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Wonosobo sepanjang 2025 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Total perkara yang ditangani mencapai 2.815 kasus, naik 180 perkara dibanding 2024 yang tercatat 2.635 perkara. Panitera Muda Hukum PA Wonosobo Arifin menjelask...

Hilangnya Adab di Sekolah, Siapa yang Gagal Mendidik?

Gambar
  OPINI   Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Beberapa hari terakhir, publik Indonesia kembali dikejutkan oleh kabar memprihatinkan dari dunia pendidikan. Dari Jambi, muncul rentetan peristiwa yang mencerminkan rusaknya relasi antara guru dan murid. Relasi yang seharusnya dibangun di atas adab , rasa hormat, dan keteladanan, tetapi justru berubah menjadi arena konflik dan kekerasan. Sebagaimana dilaporkan sejumlah media, masyarakat Jambi dihebohkan oleh peristiwa memilukan yang melibatkan interaksi guru dan murid. Sebuah video yang beredar luas menampilkan kericuhan antara seorang guru SMK dan beberapa siswa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur . Kejadian yang semestinya tak layak terjadi di lingkungan pendidikan ini pun memicu reaksi dari masyarakat luas. Tak berhenti di sana saja, kasus tersebut kini berlanjut ke proses hukum setelah dilaporkan kepada pihak kepolisian ( Kompas.com , 18/1/2026). Guru yang terlibat diketahui...

Peran Negara dalam Melindungi Anak-anak (Anak-Anak) Yatim Piatu Korban Bencana

Gambar
  OPINI   Oleh Rita Yusnita Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Pascamusibah pasti akan meninggalkan rasa kehilangan. Baik kehilangan harta, benda, maupun jiwa. Hal itu pun dialami oleh para korban banjir bandang dan longsor di Sumatra . Bahkan dalam waktu singkat sebagian anak di sana menjadi yatim piatu karena ditinggal orang tua mereka.  Seperti yang dialami oleh Gio Farezky Ramadhan, bocah yang belum genap tiga tahun ini sudah ditinggalkan oleh orang tuanya tatkala banjir bandang dan longsor menerjang tempat tinggal mereka. Menurut penuturan kakeknya, Ismawanto, cucunya tersebut belum mengetahui jika kedua orang tuanya sudah meninggal. Gio adalah salah satu anak yatim piatu setelah musibah itu terjadi, masih banyak anak-anak bernasib serupa yang sekarang masih menunggu harapan dan uluran tangan dari pemerintah. ( bbcnews.com , 07-01-2026)  Lantas Bagaimana Seharusnya Negara Berperan ? Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ...

Menyikapi Kelalaian Negara dalam Menangani Bencana

Gambar
  OPINI   Oleh Nina Marlina, A.Md Aktivis Muslimah   Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Bencana yang menimpa wilayah Sumatra dan sekitarnya telah berlalu satu bulan. Namun sayangnya pascabencana ini, kondisinya masih darurat belum benar-benar pulih.  Hal ini nampak dari masih banyaknya daerah yang terisolasi, kekurangan bahan pangan dan terputusnya jaringan listrik. Sempat muncul desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional , namun tak kunjung ditetapkan. Dikutip dari BBC Indonesia.com, 26/12/2025 , sembilan desa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir, setelah tiga jembatan terputus karena banjir bandang dan tanah longsor akhir November lalu. Sudah hampir satu bulan, warga di desa tersebut harus mengatur strategi bertahan hidup. Sebagian dari mereka kini benar-benar bergantung pada jembatan darurat berupa seutas sling baja yang terbentang di atas sungai deras. Jembatan darurat adalah satu-satunya akses keluar-masuk para penyintas ...

Krisis Global Butuh Kepemimpinan Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Gambar
  Oleh Mufti Dharmawati Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Dunia hari ini menghadapi krisis multidimensi yang semakin mengkhawatirkan. Konflik bersenjata, ketegangan geopolitik antarnegara besar, instabilitas ekonomi global, hingga kerusakan lingkungan yang masif menjadi potret kegagalan tatanan dunia yang berdiri di atas sistem kapitalisme sekuler . Sistem ini terbukti tidak mampu menghadirkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan hakiki bagi umat manusia. Salah satu peristiwa yang menyita perhatian dunia adalah operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores , ditangkap oleh pasukan AS di Caracas dan dipindahkan ke New York untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal Amerika Serikat. Tindakan ini menuai kecaman luas dari berbagai negara karena dinilai melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional. ( ANTARA News , 17/01/2026) Peristiwa ini t...

Game Online Menjadi Inspirasi Kekerasan dan Pembunuhan

Gambar
  OPINI   Oleh Hany Siti Nurlatifah  Pemerhati Remaja dan Aktivis Dakwah " Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok ", pepatah Arab ini mengingatkan kembali bahwa generasi muda merupakan penentu arah bagi masa depan peradaban dan bangsa. Sebab itu, mereka wajib membekali diri dengan ilmu, akhlak,  ghirah/semangat dan integritas agar mereka siap memikul tanggung jawab kepemimpinan di kemudian hari. Namun fakta yang terjadi pada generasi muda saat ini justru jauh dari kata rijalul ghad (pemimpin hari esok). Seiring berkembangnya zaman, penggunaan teknologi pada platform digital yang semula memiliki peran penting dalam memudahkan masyarakat menggali informasi, berkomunikasi, meningkatkan inovasi dan kreativitas dan lain sebagainya, berubah menjadi malapetaka bagi sebagian pengguna yang tidak bijak. Apalagi tanpa adanya pengawasan ketat, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Pasalnya, platform digital yang bersifat tidak netral, menyebabkan banyaknya nilai-nilai dan...

Krisis Dunia di Bawah Kapitalisme Global

Gambar
  OPINI   Oleh Ummu Qimochagi Aktivis Muslimah Q Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI- Dunia hari ini sedang berada dalam situasi yang semakin tidak adil dan penuh luka. Konflik bersenjata terjadi di berbagai wilayah, kesenjangan ekonomi makin tajam, kerusakan lingkungan kian parah, dan jutaan manusia hidup dalam penderitaan. Ironisnya, semua ini berlangsung di bawah tatanan dunia yang diklaim dipimpin oleh Amerika Serikat dengan ideologi kapitalisme sekuler sebagai standar global. Faktanya, kepemimpinan global di bawah kendali AS justru melahirkan penjajahan gaya baru. Negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya ditekan melalui sanksi ekonomi, ancaman militer, hingga intervensi langsung. Umat Islam menjadi korban paling nyata dari tatanan ini. Palestina masih dijajah, negeri-negeri muslim hancur akibat perang dan konflik berkepanjangan, sementara umat Islam dibuat lemah, bergantung, dan semakin jauh dari penerapan Islam secara menyeluruh. Salah satu contoh paling ...