Postingan

Pesta Babi, Pestanya Para Oligarki, Pesta Kolonial Zaman Kini

Gambar
  OPINI Oleh Kandiwriter12  Aktivis Dakwah Islam Kaffah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI -Pemutaran Film Pesta Babi di sejumlah daerah dipaksa bubar. Film ini mengungkapkan tentang eksploitasi lingkungan, khususnya di Papua. Di tengah situasi ini, permintaan pemutaran film tersebut justru semakin meningkat hingga ribuan, kata sang sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale. (BBC News, 14 Mei 2026). Pelarangan ini terus berlangsung hingga kini, tetapi justru membuat orang jadi penasaran, ada apa di balik film “PESTA BABI”. Dari judul yang begitu kontroversial hingga pelarangan yang begitu massif membuat keingintahuan masyarakat terutama kaum terdidik dan pemikir semakin penasaran dengan isi film tersebut. "Biarkan saja masyarakat menonton, setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," kata Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, BBC Kamis (14/05). Demikianl...

PHK Menjadi Bukti Gagalnya Sistem Kapitalis

Gambar
OPINI Oleh Enggar Rahmadani Aktivis Dakwah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Ancaman PHK masih menjadi masalah yang serius bagi masyarakat akhir-akhir ini, akibat dari tekanan konflik global, pelemahan rupiah, dan kenaikan biaya produksi yang membebani dunia usaha. Salah satu kasus PHK terbaru terjadi di sebuah perusahaan manufaktur di Depok, Jawa Barat, PT. Xacti Indonesia. Dalam kasus ini, PT. Xacti melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 350 orang karyawannya. Kabar tersebut diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Perusahaan yang dulu dikenal sebagai PT Sanyo Group tersebut, merupakan usaha manufaktur elektronik yang memproduksi berbagai peralatan digital, terutama perangkat digital imaging. Said Iqbal mengatakan penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan PHK lantaran kondisi ketidakpastian kondisi global dan dalam negeri. Akibatnya, perusahaan tak kuat lagi beroperasi. ( cnnindonesia.com , 7/06...

Distribusi Pelayanan Kesehatan Tidak Merata Menyebabkan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Asia Tenggara

Gambar
OPINI Oleh Nur Hasanah  Aktivis Dakwah Islam Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia kembali menjadi ironi besar dalam dunia kesehatan. Di satu sisi, jumlah dokter kandungan secara nasional justru dikategorikan surplus. Namun di sisi lain, ribuan ibu di berbagai daerah masih kehilangan nyawa saat melahirkan. Fenomena ini menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan angka ketersediaan tenaga medis. Lebih dari itu, sistem distribusi, arah kebijakan, dan paradigma pengelolaan kesehatan itu sendiri menjadi masalah. Fakta yang Terjadi di Lapangan Pertama, Indonesia tercatat memiliki AKI tertinggi di Asia Tenggara ( koranindopos.com 21/04/2026). Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat kemajuan teknologi kesehatan dan meningkatnya jumlah tenaga medis yang seharusnya mampu menekan angka tersebut. Namun realitasnya, kematian ibu saat persalinan masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan. Kedua, meskipun dokt...

‎Tingginya Angka Kematian Ibu Bukti Gagalnya Negara dalam Menjamin Keselamatan Rakyat ‎

Gambar
  ‎ OPINI ‎Oleh Yuniyati  ‎Aktivis Muslimah  ‎ ‎ Muslimahkaffagmedia.eu.org- Angka kematian ibu melahirkan di negeri ini masih sangat tinggi. Ironisnya hal ini terjadi saat jumlah dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter obgyn melebihi standar nasional yang dibutuhkan. Namun nyatanya dengan kondisi banyaknya dokter obgyn tidak memberikan kemudahan layanan di semua wilayah, kemudahan layanan hanya bisa dirasakan oleh sebagian masyarakat yang berada di kota-kota besar saja, sedangkan di beberapa daerah pelosok dokter kandungan masih sangat langka. Ditambah lagi dengan adanya ketimpangan pelayanan dan akses kesehatan serta lemahnya sistem rujukan di daerah, sehingga terjadinya kematian ibu hamil sulit untuk dihindari. ‎ ‎Seperti yang terjadi di Jayapura Papua, seorang Ibu hamil meninggal dalam perjalanan untuk melahirkan anaknya. Sebelumnya ibu hamil tersebut ditolak di beberapa rumah sakit di wilayahnya dengan alasan yang beragam diantaranya tidak ada fasilitas ...

Rupiah Melemah, Masyarakat Kian Susah

Gambar
OPINI Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Nilai tukar rupiah melemah, bahkan mencapai level pelemahan terdalam saat krisis Asia 1997-1998. Per 26 Mei 2026 tercatat Rp17.789 per dolar AS. Secara tahun kalender berjalan, rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 7,34 persen. (Kompas.com, 28/5/2026) Kondisi ini membuat masyarakat resah, pasalnya bayang-bayang kenaikan harga terus menghantui. Hal ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang mencapai 70%. Di antara produk yang diimpor adalah sektor industri seperti kimia, tekstil, elektronik, minyak dan gas, farmasi hingga otomotif. Harga bahan baku impor akan naik karena sebagai transaksi menggunakan dolar AS, sehingga ketika rupiah melemah negara harus lebih banyak mengeluarkan biaya produksi. Ketika biaya produksi naik, otomatis harga barang juga akan naik, imbasnya daya beli masyarakat akan menurun. Anggaran negara akan tertekan karena subsidi energi membengkak...

Perlindungan Anak Butuh Solusi Hakiki

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Belum lama ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan Indonesia berada dalam kondisi darurat perlindungan anak. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hampir setiap hari masyarakat disuguhi berita tentang kekerasan terhadap anak, mulai dari pelecehan seksual, penganiayaan, penelantaran, hingga berbagai ancaman yang datang dari dunia digital. Ironisnya, banyak kejahatan itu justru terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak, yaitu rumah. Data KPAI menunjukkan bahwa selama Januari hingga April 2026 terdapat 426 laporan pengaduan kasus anak. Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual, sedangkan lokasi kejadian terbanyak berada di lingkungan rumah. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers KPAI bertajuk Darurat Perlindungan Anak. ( kpai.go.id , 18/05/2026) Ancaman terhadap anak juga datang dari ruang digital. KPAI mencatat keterlibatan anak dalam judi...

Kuliah Semakin Mahal, Mimpi Generasi Muda Semakin Memudar

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pendidikan tinggi seharusnya menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Namun, kenyataan yang dihadapi banyak mahasiswa hari ini justru menunjukkan bahwa bangku kuliah semakin sulit dijangkau. Bagi sebagian keluarga, masuk perguruan tinggi bukan lagi sekadar soal kemampuan akademik, melainkan soal kemampuan membayar biaya pendidikan yang terus meningkat. Fakta ini bukan sekadar keluhan masyarakat. Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan bahwa hingga tahun 2025 terdapat sekitar 289 ribu mahasiswa yang putus kuliah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan sekitar 73,81 persen berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). ( kupastuntas.co , 25/05/2026) Di sisi lain, berbagai laporan juga menunjukkan bahwa dukungan pendanaan negara terhadap pendidikan tinggi masih jauh dari ideal. Perguruan tinggi dituntut menc...