Meski Canggih, Ustadz AI Tak Layak Menjadi Rujukan Agama OPINI
OPINI Oleh Nia Kurniawati Pendidik Generasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI_ Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi fenomena yang sulit dibendung. Hampir semua persoalan dapat ditanyakan kepada AI, mulai dari tugas sekolah, kesehatan, hingga persoalan agama. Di tengah kemudahan tersebut, muncul kecenderungan sebagian masyarakat menjadikan AI sebagai "ustaz digital" yang dianggap mampu menjawab berbagai persoalan syariat secara cepat dan praktis. Kementerian Agama sendiri mengingatkan bahwa AI hanya dapat berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti ulama ataupun rujukan utama dalam persoalan agama. Maka, setiap jawaban AI tetap harus diverifikasi, karena ilmu Islam bukan sekadar kumpulan teks, melainkan mencakup metodologi istinbath hukum, konteks, dan hikmah penerapannya. Oleh karena itu, urusan fatwa dan penetapan hukum tetap harus dikembalikan kepada para ulama yang memiliki kompetensi. Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jendral Bi...