Postingan

Anggaran Perpusnas Dipotong, Literasi Anak Bangsa Tergadaikan

Gambar
OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H  Dosen-FH Muslimahkaffahmedia.eu.org- Rapat Komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta lalu meninggalkan kekecewaan bagi Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), karena Perpusnas mengalami pemotongan anggaran yang sangat drastis sehingga mengganggu program prioritas nasionalnya yakni mengirimkan bantuan buku ke berbagai daerah di Indonesia. ( kompas.com , 16/7/26) Anggaran Perpusnas di tahun 2026 mencapai Rp377,9 miliar nyaris setengah dari anggaran tahun sebelumnya yakni Rp721 miliar, meskipun selanjutnya anggaran 2025 itu mengalami efesiensi. Aminudin menyampaikan, Perpusnas sempat berinisiatif membagikan buku ke desa hingga lembaga permasyarakatan (lapas) di tahun sebelumnya. Dia mengklaim, bantuan buku dari Perpusnas mendapatkan respon positif dari masyarakat. Di tahun 2026 ini, rencana tersebut pupus karena ketiadaan dana akibat pemotongan anggaran. ( sukabumiupdate.co , 20/7/26) Perpustakaan merupakan institusi atau tempat yang men...

Hari Anak Nasional; Seremonial Tahunan Tanpa Perubahan

Gambar
OPINI Oleh Ryunisaa Aktivis Muslimah   Muslimahkaffahmedia.eu.org- Hari Anak Nasional adalah seremonial tahunan yang diperingati setiap tanggal 23 juli. Tanggal tersebut dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak, perlindungan, serta kesejahteraaan anak di Indonesia. Penetapan tanggal tersebut juga bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979, lalu lima tahun setelahnya pemerintah menetapkan Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984,. ( detikjatim.com , 20/06/2026) Pada setiap tahunnya, peringatan Hari Anak Nasional mengusung tema dan visi misi yang berbeda. Pada tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” yang mencerminkan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memastikan setiap anak tumbuh dengan aman, sehat, dan bahagia. Selain tema di atas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA...

Vigilantisme: Potret Kelam Maling Kecil Berdarah, Maling Besar Berjaya

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Peristiwa nahas di alami KD yang diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Provinsi Bali menjadi sorotan publik. Korban dihakimi oleh masa hingga meninggal dunia dan sepeda motor yang digunakan KD juga dibakar oleh warga. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Satu sudah berkeluarga dan dua di antaranya masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 1 SD. ( detik.com , 25/7/2026) Perbuatan mencuri memang tidak dibenarkan. Namun tindakan main hakim sendiri (vigilantisme) apalagi hingga menyebabkan hilangnya nyawa juga tidak dibenarkan karena Indonesia negara hukum. Apalagi harga seekor ayam tidak sebanding dengan nyawa manusia. Andai diberi ganti rugi berapapun tidak dapat menggantikan figur suami dan ayah bagi keluarganya. Peristiwa ini menyisakan pesan mendalam bagi rakyat Indonesia. Teruntuk orang-orang berdasi yang memaling uang rakyat dan ma...

Sekolah Negeri vs Sekolah Swasta, Orangtua Memilih yang Mana?

Gambar
  OPINI Oleh Nur Syamsiah Tahir Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi AMK MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pagiku cerahku Matahari bersinar Kugendong tas merahku Di pundak Selamat pagi semua Kunantikan dirimu Di depan kelasmu Menantikan kami Demikianlah, dua bait lirik lagu yang diputar di banyak sekolah saat menyambut kehadiran murid-muridnya. Pemandangan seperti itu banyak ditemui apalagi di awal tahun ajaran baru. Dengan seragam dan peralatan sekolah serba baru,  murid-murid penuh semangat menjejakkan kaki mereka di halaman sekolah. Namun, tidak tampak demikian kondisinya di beberapa sekolah negeri. Sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia, memasuki masa awal tahun ajaran 2026/2027, sejumlah sekolah negeri di Indonesia minim mendapatkan murid baru. Hanya saja, meski minim mendapat murid baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap digelar menyambut pelajar baru tersebut sejak Senin (13/7). MPLS tetap digelar sepekan ke depan sebelum masa belajar mengajar secara...

Wake Up! 522 Pelajar Terdata HIV

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI -Masa remaja seharusnya menjadi waktu untuk belajar, bertumbuh, membangun cita-cita, dan menyiapkan masa depan. Namun, munculnya data HIV yang melibatkan pelajar menjadi peringatan serius bagi kita semua. Persoalan ini tidak bisa dipandang hanya sebagai angka atau sekadar masalah kesehatan. Ada masa depan generasi yang sedang dipertaruhkan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang hidup dengan HIV berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 522 orang tercatat sebagai pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA. Data ini perlu dibaca secara hati-hati karena merupakan data kumulatif dalam rentang waktu yang panjang. Meski demikian, jumlah pelajar yang tercatat tetap menjadi persoalan serius yang tidak boleh diabaikan. ( kumparannews.com , 24/07/2026) Pemerintah terus memperluas layanan tes HIV dan memperkuat upaya deteksi dini. Semakin luas pemeriksaan dilakukan, s...

Ketika Ruang Aman Anak Sekadar Slogan

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026 ini terdengar hangat sekaligus menjanjikan. Bersamaan dengan itu, pemerintah mendorong Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Harapannya jelas: anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang baik. Namun, di balik tema yang indah itu, ada kenyataan pahit yang sulit diabaikan: anak Indonesia belum benar-benar aman. Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung masih ada yang menjadi lokasi kekerasan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat anak belajar dan membangun mimpi juga belum sepenuhnya aman. Bahkan, ruang digital yang begitu dekat dengan keseharian anak membuka pintu bagi berbagai ancaman baru. Data KPAI menunjukkan betapa serius persoalan tersebut. Sepanjang Januari hingga April 2026, KPAI menerima 426 pengaduan terkait perlind...

LGBT Ancaman Serius bagi Peradaban Umat Manusia

Gambar
  OPINI Penulis Ani Prihatini, S.Hum.I  Aktifis Muslimah dan Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Kasus LGBT semakin marak terjadi di Indonesia dan gerakan kampanyenya kian tak bisa dibendung. Penyebarannya semakin masif di tengah derasnya arus informasi media sosial saat ini. Hal ini tentu sangat berpotensi menjadi ancaman bagi generasi muda. LGBT bisa merusak tatanan sosial, etika pergaulan dan juga bisa mengancam pertahanan negara Indonesia. Kasus LGBT ini tak lepas dari konten-konten yang dibuat oleh para pelaku LGBT di media sosial. Baik yang dibuat secara terang-terangan, maupun secara terselubung. Apalagi sekarang kampanye budaya LGBT sudah masuk ke dalam konten anak-anak dengan dalih “pengenalan gender dan toleransi sesama manusia atas dasar HAM”. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029 yang ditandatangani langsung o...