Postingan

Negara Pelayan atau Pebisnis? Refleksi Rentetan Kasus Keracunan MBG

Gambar
  Oleh Windi Permana S. Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org- MBG dan Rentetan Kasus Keracunan  Sejak 1 hingga 11 September 2026, kasus keracunan yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi beruntun di sejumlah daerah, termasuk Sidoarjo, Rembang, Nganjuk, Jombang, Agam, NTB dan Tana Toraja. Dalam rentang 11 hari tersebut, jumlah korban dilaporkan mencapai lebih dari 3.000 orang (bbc.com, 11/09/26). Rentetan ini menegaskan bahwa persoalan MBG belum terselesaikan meski program telah berjalan cukup lama. Akumulasi korban sejak MBG diluncurkan dilaporkan menembus 50.000 orang (rayatimes.id, 10/09/26). Pemerintah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mengambil langkah taktis, termasuk menjatuhkan sanksi administratif kepada pihak yang bertanggung jawab.  Namun, janji tersebut perlu dipertanyakan benarkah bisa menyolusi persoalan ini, mengingat kasus serupa terus berulang tanpa perbaikan yang signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) men...

MBG Amburadul Karena Syariat Allah Ditinggalkan

Gambar
  OPINI    Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Anak-anak kita makan bukan untuk kenyang. Mereka makan untuk sakit. Lima puluh ribu korban dan negara hanya bilang: “Maaf, ini kelalaian SOP.” Dapur Negara yang Meracuni Rakyatnya Sendiri  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya menjadi bukti negara hadir. Kenyataannya, yang hadir justru rumah sakit. Dalam 3 hari, 1–3 September 2026, korban keracunan MBG mencapai sekitar 2.000 orang di Sidoarjo, Rembang, Nganjuk, Jombang, Agam, Tana Toraja, dan daerah lain. Gejalanya sama di antaranya mual, muntah, diare, demam. Banyak yang harus diinfus. Total korban sejak MBG diluncurkan sudah menembus 50.000 orang, menurut data Badan Gizi Nasional [BGN]. Angka ini bukan kecil. Itu setara dengan satu stadion sepak bola penuh anak-anak yang tumbang karena makan dari program negara. Respon pemerintah hanya permintaan maaf dan janji sanksi administratif. Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan...

Zionis Rancang Pengusiran Warga Gaza, Umat Butuh Khalifah

Gambar
  OPINI Penulis Ani Prihatini, S.Hum.I Aktivis Muslimah dan Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Arogansi Israel terhadap Palestina tak pernah mereda. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir menyerukan pembangunan kuil Yahudi di Komplek Masjid Al-Aqsa, Yerussalem Timur. Pada tanggal 31 Agustus 2026 Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa didampingi sejumlah rabi hingga personel keamanan. Ia melakukan doa dan ritual Talmud di bagian Timur halaman masjid. Ben-Gvir ingin mengambil alih kompleks Masjid Al-Aqsa dan membangun sinagoge Yahudi di tempat suci umat Muslim tersebut. Sebagai politisi sayap kanan Israel, Ben-Gvir telah beberapa kali melakukan aksi provokatif semacam ini. Ini jelas merupakan tindakan pelanggaran status quo yang berlaku sejak 1967, bahwa non-Muslim tidak diperbolehkan melakukan ibadah atau doa, meskipun orang Yahudi diizinkan mengunjungi komplek Masjid Al-Aqsa. Tindakan ini menyulut kemarahan Pemerintah P...

Lagi dan Lagi, Karhutla Datang Lagi

Gambar
  OPINI Oleh Mulyaningsih Pemerhati Masalah Anak & Keluarga Muslimahkaffahmedia.eu.org- September sudah menemui kita, tetapi asap masih saja datang lagi. Terkadang pada akhir pekan, asap begitu pekat. Padahal, masyarakat pada waktu itu biasanya berbondong-bondong ke fasilitas umum, seperti taman, untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Namun, jika kondisi asap cukup pekat, tentu akan sangat berbahaya bagi pernapasan kita, apalagi bagi anak-anak. Dari data Kementerian Kesehatan RI, didapatkan sekitar 5.419.467 individu yang terdampak kabut asap per 28 Agustus 2026. Setidaknya terdapat tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota yang tercatat terdampak. Jumlah warga yang terjangkit ISPA meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2025, total kumulatif kasus ISPA Juli–Agustus sebanyak 50.891 orang, sekitar 12.000 di antaranya terjadi pada balita. ( detik.com , 01/09/2026) Kejadian karhutla 2026 ini memang paling luar biasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, bisa dikatakan ...

Swasembada di Atas Kertas, Pangan Mahal di Meja Rakyat

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Katanya Indonesia sudah swasembada pangan. Namun, coba tanyakan kepada ibu yang sedang berdiri di depan lapak pasar sambil menghitung uang di dompet. Harga ayam naik, bahan pangan lain ikut bergerak, sementara kebutuhan rumah tangga tidak pernah ikut turun. Lalu, swasembada itu sebenarnya sedang dirasakan oleh siapa? Harga pangan pokok di sejumlah wilayah mengalami kenaikan dengan tingkat yang berbeda-beda. Harga ayam misalnya, sempat melambung hingga sekitar Rp100.000 per kilogram, sementara perbedaan harga antarwilayah menunjukkan bahwa ketersediaan pangan belum otomatis membuat seluruh rakyat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah memang terus berbicara tentang produksi dan ketersediaan pangan, tetapi bagi masyarakat, ukuran paling sederhana tetap berada di depan mata. Rakyat sanggup atau tidak membeli kebutuhan makan hari ini. ( cnnindonesia.com 27/08/2026) Bayangkan, s...

Derita Rakyat akibat Karhutla: Buah Sistem Ekonomi Kapitalis

Gambar
  Penulis Ani Prihatini, S.Hum.I Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Indonesia. Sejak awal bulan Juli hingga Agustus 2026 terjadi banyak kebakaran hutan dan lahan di berbagai pulau seperti Sumatera, Papua, Kalimantan dan pulau lainnya. Bencana ini membuat kabut asap tebal yang membahayakan masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat buruknya kualitas udara yang mereka hirup akibat asap pembakaran. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, per 28 Agustus 2026, terdapat 5.419.467 warga dari tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota yang terdampak. Jumlah warga yang terjangkit ISPA ini meningkat jika dibandingkan tahun 2025, dengan total kumulatif kasus ISPA sepanjang Juli-Agustus 2026 terdapat 50.891 orang, 12.000 di antaranya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Hal ini disebabkan tingginya emisi karbon akibat kebakaran lahan di Muara Pawan, K...

Swasembada Bukan Sekadar Banyak Produksi

Gambar
  OPINI Oleh Ummu Qimochagi  Aktivis Muslimah  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Kabar ini tentu layak diapresiasi. Namun, di tengah klaim tersebut, masyarakat masih dihadapkan pada persoalan yang sangat nyata: harga sejumlah bahan pangan pokok mengalami kenaikan.  Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional BI mengonfirmasi bahwa hampir semua komoditas utama serentak, mulai dari bawang, beras, aneka jenis cabai, daging, gula, minyak goreng, hingga telur ayam ras, mengalami lonjakan harga (liputan6.com, 08/09/2026). Bahkan, mengalami kelangkaan beras premium serta harganya tembus di atas HET dikarenakan pasokan yang terbatas. ( tribunjatim.com 09/09/2026) Bagi masyarakat, terutama mereka yang penghasilannya pas-pasan, persoalan pangan bukan hanya tentang apakah bahan pangan tersedia atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah mereka mampu membelinya. Sebab, pangan yang ...