Postingan

Palestina Berdarah, Masa Depan Mereka Direnggut

Gambar
OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada anak-anak yang seharusnya sibuk memikirkan ujian, mengejar cita-cita, atau bermain bersama teman-temannya. Namun, bagi anak-anak Palestina, bertahan hidup justru menjadi perjuangan yang harus dihadapi setiap hari. Tiga tahun berlalu sejak Thufan al-Aqsha pada 7 Oktober 2023, tetapi penderitaan mereka belum juga berakhir. Berapa banyak lagi masa depan yang harus hilang sebelum dunia benar-benar bertindak? Kementerian Pendidikan Palestina merilis data yang menunjukkan betapa besarnya kerusakan yang menimpa dunia pendidikan selama tiga tahun konflik. Sebanyak 20.748 pelajar dan 1.058 tenaga pendidikan serta administrasi dilaporkan tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pada periode yang sama, situasi di Tepi Barat juga memburuk, dengan 1.210 warga Palestina tewas, sekitar 13.350 orang terluka, dan lebih dari 24.600 orang ditahan. ( metrotvnews.com , 7/10/2026) Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik. Di balik...

Tiga Tahun Thufan Al-Aqsa Tewaskan 20.748 Pelajar Palestina

Gambar
OPINI Oleh Ani Prihatini, S.Hum.I. Aktivis Muslimah dan Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pada tanggal 7 Oktober 2026, genap tiga tahun peristiwa Thufan Al-Aqsa. Rakyat Palestina berjuang melawan kekejaman zionis Israel hingga menyebabkan puluhan ribu korban jiwa. Mereka mengalami penderitaan yang tiada akhir. Mereka harus kehilangan keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, bahkan tidak ada lagi tempat yang dirasa aman untuk tinggal sehingga sebagian warga Gaza harus mengungsi untuk menyelamatkan diri. Kementerian Kesehatan Gaza (Anadolu Agency) pada hari Jumat, 9 Oktober 2026 melaporkan bahwa hingga 4 Oktober jumlah korban tewas sebanyak 74.237 orang dan 175.206 orang lainnya terluka. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,4 persen dari perkiraan populasi Gaza sebelum perang, yakni 2,2 juta jiwa. Sementara itu, sebanyak 1,9 juta jiwa terpaksa mengungsi ke daerah lain (liputan6.com, 9/10/2026). Dampak dari perang selama tiga tahun ini membuat wilayah Ga...

Merosotnya Kepercayaan Publik: Alarm Kematian Sistem Demokrasi Kufur

Gambar
OPINI Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Ideologis dan Aktivis Dakwah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berjalan, alarm keras berbunyi dari rakyat sendiri. Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1—10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden mencatat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 44,5%. Angka ini anjlok drastis dari 81,2% pada Oktober 2024 saat keduanya dilantik. Sebanyak 53,4% menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali. Pendiri SMRC Saiful Mujani menyebut angka di bawah 50% ini sebagai sinyal bahaya bagi legitimasi negara, bahkan terendah sejak era pemilihan presiden langsung ( Kompasiana.com , 19/10/2026). Data ini diperkuat rapor Center of Economic and Law Studies (Celios). Dalam evaluasi dua tahun pemerintahan, Gibran hanya memperoleh skor 2,2 dari 10 menurut ahli dan 4,9 dari 10 menurut publik. Prabowo pun tidak jauh berbeda, 2,8 dari ahli dan 4,6 dari publik. Celios juga m...

Gempa NTT dan Lemahnya Kapasitas Negara

Gambar
  OPINI Oleh Kandiwriter12 Aktivis Dakwah Ideolgis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Gempa bumi yang berulang kali mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar bencana alam. Ia adalah cermin yang menelanjangi betapa lemahnya kapasitas negara dalam melindungi segenap bangsa, sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 45. Di atas kertas, Indonesia memiliki segalanya. Kita punya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG dengan sistem peringatan dini, anggaran triliunan untuk kebencanaan. Namun ketika gempa mengguncang NTT, negara terlihat absen. Padahal, wilayah ini sejak tahun 2014 telah dicap sebagai 70% daerah tertinggal. Gempa besar di NTT beberapa waktu lalu dengan kekuatan M 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026, dan berpusat di Flores. ‎Data korban terakhir yang dirilis BNPB per awal September 2026: Total meninggal dunia sebanyak 135 hingga 142 orang. Angkanya masih update karena verifikasi terus jalan. Tercatat ada 48 orang yang meninggal karena terdampak langsung oleh...

Vape Narkoba, Ancaman Mematikan di Balik Tren Kekinian

Gambar
  OPINI Oleh Syifaul Afida Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Vape atau rokok elektrik merupakan produk yang sering dipilih anak muda untuk menikmati nikotin dibanding rokok konvensional. Gaya hidup dan tren kekinian juga membuat penggunaan vape semakin masif di kalangan anak muda. Namun, hal yang digandrungi anak muda itu kini menjadi ancaman mematikan. Banyaknya angka peminat vape rupanya menjadi angin segar bagi oknum tertentu untuk menyebarkan narkotika. Cartridge vape pun disalahgunakan dengan diisi obat anestesi yang tergolong narkotika, salah satunya etomidat. Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium Narkotika BNN telah menguji 1.745 sampel cairan rokok elektrik. Dari keseluruhan sampel yang diperiksa itu, sebanyak 1.716 terdeteksi mengandung narkotika. Etomidat terdeteksi pada 1.552 sampel, sisanya terdeteksi narkotika jenis baru (NPS) ( antaranews.com , 01-10-2026). Berita mengenai vape berisi narkotika ini jelas menimbulkan keresahan. Pada Rabu, 7 Okto...

Maraknya Bullying, Islam Solusinya

Gambar
  OPINI Rossy Emaniarti, S.Sos Founder Ibunda Peradaban MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan adalah persoalan serius yang terus mengancam keselamatan dan masa depan generasi muda. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, serta mengembangkan potensi diri justru berubah menjadi tempat yang menimbulkan ketakutan dan trauma bagi siswa. Kasus perundungan yang mengakibatkan pada hilangnya nyawa seorang anak menjadi peringatan keras bahwasanya hal ini tidak boleh dianggap sepele. Sebagaimana yang diberitakan dalam laman kumparannews.com , (1/10/2026), ada seorang siswa kelas II SD Negeri 01 Kebondalem, Pemalang, bernama Muhammad Hasbi Al Aqib (7), meninggal dunia pada Rabu (30/9). Dikarenakan bullying yang dilakukan kakak kelasnya. Adapun data pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan peningkatan kasus kekerasan di satuan pendidikan selama periode 2020–2025. Pada tahun 2020,...

Dari “Mantab” ke “Maut”, Downgrade Kelas Menengah dan Solusi Islam

Gambar
OPINI Oleh Windi Permana,  S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Piramida ekonomi Indonesia tengah bergeser, dan arahnya bukan ke atas. Jumlah kelas menengah turun dari  60,8 juta jiwa—23 persen penduduk—pada 2018 menjadi 46,7 juta jiwa atau 16,6 persen pada 2025. Di saat yang sama, kelompok yang rentan miskin justru semakin membesar: dari 68,5 persen pada 2018 menjadi 74,5 persen pada 2025. Artinya, kelas menengah kian menipis, sementara mayoritas  penduduk kini hidup di zona yang sangat rapuh terhadap guncangan ekonomi. ( kompasiana.com , 14-10-26) Gejala penurunan kelas menengah kini semakin sering terlihat di sekitar kita. Jika dulu tekanan finansial masih membuat banyak orang mampu bertahan dengan makan tabungan—yang akrab disingkat " mantab "—kini semakin banyak yang justru harus makan dari utang, alias " maut ". Perubahan ini bukan sekadar soal gaya belanja, melainkan tanda nyata bahwa daya tahan ekonomi individu maupun rumah t...