Postingan

Kurikulum Anti-LGBTQ Menambal Gejala, Mengabaikan Akar Masalah

Gambar
  OPINI Oleh Desi Arisandi  Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penuh langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang berencana menyisipkan materi bahaya penyebaran budaya lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) ke dalam kurikulum sekolah. Materi edukasi pencegahan ini rencananya akan mulai diterapkan bagi siswa kelas 4 sekolah dasar (SD). Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh menilai inisiatif yang digagas Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ini sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam membentengi moral dan mental generasi muda dari potensi penyimpangan seksual. ( detik.com , 23 Juli 2026) Rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyusun materi edukasi mengenai bahaya LGBTQ dinilai sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029.  Dalam regulasi tersebut, penyebaran budaya LGBTQ secara resmi dikategor...

Sarjana Menganggur Di Tengah Ekonomi Bertumbuh

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana S.Sos Pegiat Literasi MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Saat ini, data mencatat lebih dari satu juta sarjana dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma empat (D4) hingga program doktoral (S3), masih berada dalam status pengangguran (kompas.com, 10/08/26). Angka ini menjadi cermin nyata dari kesenjangan struktural antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan daya serap pasar kerja formal di tanah air. Gelar akademik yang ditempuh dalam waktu bertahun-tahun nyatanya belum menjadi jaminan untuk memperoleh tempat di sektor pekerjaan yang layak. Di tengah gembar-gembor pertumbuhan ekonomi, kenyataannya belum semua lapisan masyarakat merasakan dampaknya, khususnya bagi para pencari kerja dengan kualifikasi tinggi. Pertumbuhan ekonomi diklaim naik 5,6 persen, tetapi fakta ironisnya angka tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan: gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus meluas dan lapangan kerja formal baru sangat minim tercipta (f...

DILARANG NGAJI, APA MASALAHNYA?

Gambar
Motivasi Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Idiologis  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Para pengemban dakwah Islam _kaffah_ pasti sering menjumpai fenomena ini. Seorang istri mulai mengikuti kajian. Ia merasa tenang dan tercerahkan setelah mendengar pembahasan Islam _kaffah_. Tetapi justru sang suami melarang istri dan anak-anaknya untuk ikut kajian tersebut. Jujur, saat pertama kali mendapati kasus seperti ini saya sampai bertanya-tanya:   "Apa-apaan ini? Bukankah seharusnya suami bangga, ketika sang istri mengkaji Islam, artinya beban suami untuk mendidik keluarga jadi lebih ringan."   Lalu, kenapa harus dilarang? Padahal belum tahu apa isi kajian yang diikuti. Peristiwa ini mengingatkan saya pada kisah salah seorang sahabat terbaik Rasulullah saw., yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Kisah Abu Bakar dan Ibnu Dughnah Dahulu, saat dakwah Rasulullah saw. di Mekah mendapat penolakan dan gangguan hebat dari kaum Quraisy, kaum muslimin termasuk Abu Bakar berniat hijrah ke Habas...

GEN Z, Kembali Ke Fitrah Untuk Bangkit

Gambar
  OPINI Oleh Windi Permana, S.Sos. Pendidik Generasi Idiologis  Antara Kecemasan Finansial dan Kebutuhan Emosional Data terkini mencatat bahwa lebih dari 48 persen Generasi Z di Indonesia mengaku tidak merasa aman secara finansial [ money.kompas.com , 19/02/26]. Angka ini merepresentasikan hampir separuh populasi usia produktif muda yang masih berada dalam tahap awal membangun karier. Ketidakpastian lapangan kerja, laju inflasi, serta stagnasi pertumbuhan upah menjadi beberapa faktor struktural yang memengaruhi persepsi keamanan ekonomi di kalangan mereka. Dengan kata lain, mayoritas Gen Z menjalani hari-hari dengan kesadaran penuh bahwa kondisi dompet mereka rapuh dan sulit diprediksi. Meskipun tekanan ekonomi terasa nyata, data perilaku konsumsi menunjukkan bahwa alokasi belanja Gen Z untuk keperluan self-reward, healing , dan gaya hidup hedonis justru mengalami peningkatan. Kenaikan ini tidak terjadi karena keinginan semata, melainkan didorong oleh persepsi bahwa pengeluara...

Sarjana di Persimpangan Jalan

Gambar
  OPINI Oleh Elfia Prihastuti   Praktisi Pendidikan MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Momen wisuda yang seharusnya menjadi gerbang menuju masa depan cerah kini kerap berubah menjadi awal dari kecemasan panjang. Ribuan lembar ijazah sarjana yang dicetak setiap semester tak lagi menjadi jaminan instan untuk meraih pekerjaan impian. Di tengah kemajuan teknologi dan klaim pertumbuhan ekonomi, negeri ini justru menghadapi paradoks nyata: melimpahnya lulusan perguruan tinggi yang terjebak dalam lingkaran pengangguran terdidik. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik, jumlah sarjana menganggur menembus angka 1.033.182 jiwa [14,13 persen dari total penganggur nasional sebesar 7,22 juta jiwa] pada Mei 2026. Hal ini cukup miris. Penganggur di antaranya terkategori orang-orang berlatar belakang sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3 [ Kompas.id , 7/8/2026]. Fenomena sarjana menganggur lebih dari satu juta orang merupakan alarm bahaya bagi kehidupan masa d...

MOLINAS DAN JEBAKAN RIBA: KETIKA NEGARA MENGUNDURKAN DIRI

Gambar
OPINI   Oleh: Qitfirul Azizah Pencerah Idiologis  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Peluncuran Motor Listrik Nasional digaungkan sebagai langkah besar menuju kemandirian energi. Sayangnya, di balik euforia tersebut terselip fakta: dominasi modal asing-swasta, ketergantungan impor komponen, dan rakyat yang akhirnya hanya disodori opsi pembiayaan berbunga. KEMERIAHAN LISTRIK DI TENGAH PROBLEM STRUKTURAL Pada tanggal 13 Agustus 2026, dari pabrik ALVA di Bekasi, Presiden Prabowo memperkenalkan "Molinas" - Motor Listrik Nasional. Hal ini disebut sebagai "pengubah permainan" [Siaran Pers Presiden RI, 13 Agustus 2026]. Tak lama setelah itu muncul wacana produksi massal Mobil Listrik Nasional pada 2028 dengan pusat industri di Subang [ InvestorTrust.id , 2026]. Kedengarannya menjanjikan, energi bersih, industri mandiri, dan Indonesia berdikari. Tetapi mari kita tanya: siapa pemodalnya? Siapa penguasa pasarnya? Selanjutnya, siapa yang disuruh membayar? Realitanya, proyek ini diger...

Jalan Islam Memberantas Akar LGBTQ

Gambar
OPINI Windi Permana S.Sos Aktivis Dakwah Pendidikan atau Pencederaan Pemikiran Anak? Muslimahkaffahmedia.eu.org- Rencana Kementerian Agama memasukkan materi pencegahan LGBT ke kurikulum 2026/2027 ( detik.com , 23-07-26), perlu dipertanyakan secara mendasar. Apakah anak kelas IV SD benar-benar perlu diperkenalkan pada isu yang tergolong dewasa ini? Tanpa kajian psikologis yang matang, kebijakan ini berisiko melahirkan stigma dan kecemasan, bukan pemahaman yang utuh. Rencananya proses pembelajaran akan dilakukan melalui mekanisme insersi ke dalam kurikulum yang sudah ada, dengan sasaran peserta didik mulai kelas IV SD hingga jenjang SMP dan SMA (kemenag.go.id, 21-07-26). Artinya, materi ini tidak akan menjadi mata pelajaran baru, melainkan disisipkan ke dalam mata pelajaran yang dianggap relevan di setiap tingkatan. Metode insersi ini juga menyisakan keraguan. Guru yang belum terlatih dan kurikulum yang padat membuat materi ini berpotensi disampaikan secara dangkal. Pendidikan karakter y...