Postingan

Kejar Sukses, Kejar Target, Lalu Siapa yang Menemani Saat Mental Down?

Gambar
  OPINI Oleh Fadia Nur Amalia Aktivis Muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org ,- Kampus ramai. Jalanan ramai. Media sosial juga tidak pernah benar-benar sepi. Setiap hari kita melihat orang tertawa, berkumpul, membuat konten, mengejar prestasi, dan memamerkan pencapaian. Namun, di tengah keramaian itu, ada orang-orang yang diam-diam merasa sendirian, bahkan sampai tidak sanggup lagi menanggung beban hidupnya. Kabar tentang dugaan percobaan bunuh diri seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) pada Kamis (10/9/2026) kembali membuka mata bahwa persoalan kesehatan mental generasi muda bukan perkara sepele. Sebelumnya, seorang pria berinisial FS (30) ditemukan meninggal dunia di kawasan GBK, Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyisakan pesan perpisahan dan kabar bahwa sebelum meninggal, FS sempat mendonasikan Rp40 juta kepada komunitas kesehatan mental. ( Kompas.id , 10/09/2026) Di satu sisi, masyarakat semakin sering di...

Jangan Hanya Mencari, Belajarlah Mencintai Pilihanmu

Gambar
OPINI Oleh Umi Rokayah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta. Justru, setelah akad diucapkan perjalanan cinta yang sebenarnya baru dimulai. Cinta dalam pernikahan bukan hanya tentang perasaan yang berbunga-bunga, tetapi juga tentang kesediaan untuk bertahan, memahami, dan terus belajar mencintai dalam berbagai keadaan. Sebelum menikah cinta mungkin terasa begitu indah. Ada pesan yang ingin segera disampaikan, ada rindu dan selalu menunggu, ada perhatian kecil yang mampu membuat hati berbunga-bunga. Setiap pertemuan terasa istimewa, setiap percakapan menghadirkan kebahagiaan, dan kekurangan pasangan sering kali terlihat sebagai sesuatu yang bisa dimaklumi. Namun, setelah menjadi suami istri kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Pernikahan mempertemukan dua manusia dengan latar belakang, kebiasaan, cara berpikir, dan pengalaman hidup yang berbeda. Keduanya mungkin memiliki cara yang tidak sama dalam mengelola emosi, men...

Jeruji Zionis dan Tanggung Jawab Umat Islam Membebaskan Anak-anak Palestina

Gambar
OPINI Oleh Windi Permana Industri Penjara Anak-anak Rezim Pendudukan  Tiga ratus tujuh puluh anak Palestina saat ini masih mendekam di penjara-penjara Zionis Israel. Sebagian besar terkonsentrasi di Penjara Megiddo dan Ofer, dua tempat yang dikenal dengan kondisi keras dan perlakuan brutal [ riau.antaranews.com , 28/08/2026].  Ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah nyawa-nyawa muda yang dirampas masa depannya oleh sistem pendudukan yang biadab. Bagaimana mungkin anak-anak yang seharusnya bermain, belajar, dan bermimpi justru dipaksa hidup di balik jeruji besi sebagai tahanan politik? Angka 370 itu hanyalah bagian kecil dari gambaran besar penindasan. Hingga awal Agustus 2026, Zionis Israel menahan lebih dari 9.400 tahanan Palestina [ kompas.com , 28/08/2026]. Fakta ini membuktikan bahwa penangkapan massal telah menjadi strategi sistematis untuk menekan, mengintimidasi, dan melumpuhkan seluruh lapisan masyarakat Palestina. Lebih mencengangkan lagi, ini adalah kelanjutan ...

Karhutla dan Kerakusan Korporasi

Gambar
Oleh Ummu Himmah Owner StoryKu Muslimahkaffahmedia.eu.org- Tangan-tangan tamak menoreh luka di jantung Khatulistiwa,   Langit pun mengaduh karena kelabu,   Demi kerincing logam hutan dibakar tak bersisa,   Asap mengepul, napas memburu, hidup semakin pilu. Karhutla yang terjadi beberapa pekan terakhir tak kunjung usai. Bahkan efek dominonya tidak main-main. Dilansir Detik.com [4/9/2026], pada pekan lalu seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia setelah mengalami sesak napas akibat asap. Sebelumnya, pada awal Agustus 2026, seorang pengendara sepeda motor juga dilaporkan meninggal dunia usai terjebak asap karhutla di Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dampaknya bahkan melintasi batas negara. Sejumlah aktivis lingkungan Malaysia menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Mereka mendesak Indonesia membuka identitas perusahaan-perusa...

Paradoks Kenaikan Harga Pangan di Tengah Swasembada

Gambar
OPINI Oleh: Dewi Puspita Sari, MT (Pengamat Kebijakan Publik) Muslimahkaffahmedia.eu.org- Swasembada pangan strategis nasional diprediksi dapat tercapai pada tahun ini. Hal ini berkat kinerja kementerian dan lembaga terkait di bidang pangan, tetapi juga turut melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Peningkatan pangan ini masih akan menjadi agenda utama kerja nasional setidaknya hingga tahun 2027. Di antara berbagai capaian sepanjang 2026, swasembada pangan menjadi salah satu hasil kinerja yang khusus diangkat oleh pemerintah. Setidaknya ada delapan komoditas telah mencapai swasembada pangan, beberapa di antaranya yaitu beras, jagung, gula, telur, ayam, cabai rawit, cabe merah dan bawang merah. Indonesia terus mencatatkan angka positif dalam upaya swasembada pangan. Sejumlah barang kebutuhan pokok tercatat mengalami surplus produksi dalam negeri. Meski demikian, disparitas harga masih menjadi tantangan utama. Pemerintah berada dalam dilema, antara upaya meningkatkan kesejahteraan petan...

Gaza Terancam Dikosongkan, di Mana Perisai Umat?

Gambar
  Oleh Suhartatik  Aktivis Dakwah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Palestina kembali diperlihatkan wajah asli penjajahan yang terus berlangsung di hadapan dunia. Di tengah penderitaan rakyat Gaza akibat perang, blokade, dan penghancuran berbagai fasilitas kehidupan, muncul kembali rencana untuk mengeluarkan warga Palestina dari tanah mereka sendiri. Ironisnya, pengusiran tersebut dibungkus dengan istilah yang seolah terdengar halus yaitu “migrasi sukarela.” Kenyataannya, ketika sekelompok rakyat hidup di bawah tekanan perang, penghancuran, dan penjajahan, sulit berbicara tentang pilihan yang benar-benar sukarela.  Belum lama ini Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir Kembali memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Dalam aksinya tersebut Ben G-Vir menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi kompleks suci umat Islam.Tindakan ini dinilai sebagai provokasi dan Upaya mengubah status quo Masjid Al Aqsa. (detik.com, 1/9/2026) Tid...

Keracunan MBG Berulang, Bukan Sekadar Salah Tata Kelola

Gambar
  OPINI Oleh Tatiana Riardiyati Sophia  Aktivis Muslimah  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Sebanyak 1.961 siswa dan guru keracunan setelah menyantap MBG. Kejadian ini terjadi di beberapa daerah, di antaranya: Sidoarjo, Nganjuk, Jombang (Jawa Timur), Rembang (Jawa Tengah), Agam (Sumatera Barat), Bener Meriah (Aceh), dan Tana Toraja (Sulawesi Selatan), dalam rentang waktu 1-3 September 2026. ( BBCNewsIndonesia.com , 4/09/2026) Dilansir dari Kompas.com 3/09/2026, data yang dikumpulkan dari lembaga pemantau seperti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), akumulasi korban keracunan MBG ini tembus kisaran 43.838 orang, tersebar di 36 propinsi. Mereka terdiri dari pelajar, guru, ibu hamil, dan balita.  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan ketidaktaatan terhadap Standar Prosedur Operasional (SOP) menjadi sebab banyaknya kasus keracunan MBG. Disebutkan, pelanggaran SOP sekitar 80-90% mencakup pro...