Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Bencana Sumatera antara Bencana Nasional dan Prioritas Nasional

Gambar
OPINI Oleh Ria Nurvika Ginting, SH,MH  Dosen-FH Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pasca bencana di Sumatera kondisi wilayah yang terdampak masih sangat memprihatinkan. Sampai saat ini, masyarakat banyak yang kecewa dan mengeluh dengan lambatnya penanganan bencana oleh pemerintah. Bahkan beberapa pejabat memanfaatkan bencana tersebut untuk pencitraan serta ajang berkampanye.  Ironisnya, ini merupakan urusan nyawa manusia yang harus dipertanggungjawabkan. Jumlah korban hari demi hari mengalami peningkatan. Tercatat hingga 17 Desember 2025 jumlah warga yang meninggal tembus angka 1.053 orang. Sebanyak 200 warga masih dinyatakan hilang dan jumlah pengungsi mencapai 606.040 orang.  Lambatnya penanganan bencana di Aceh membuat masyarakat akhirnya menaikkan bendera putih, bahkan ada yang nekat mengibarkan bendera GAM sebagai protes lambatnya bantuan pemerintah pusat. Pemerintah hingga saat ini terus bernarasi bahwa sudah berupaya dengan semaksimal mungkin untuk menangani bencana. Bah...

Tahun Baru Masehi, Ritual yang Menyimpang?

Gambar
OPINI Perayaan Tahun Baru Masehi pada dasarnya mengikuti gaya orang kafir (tasyabbuh). Oleh Nur Fitriyah Asri Penulis Opini Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Bagi sebagian orang, pergantian tahun Masehi merupakan momen untuk bersenang-senang dan berhura-hura. Tetapi, bagi umat Islam, perayaan Tahun Baru Masehi (1 Januari) justru sarat dengan ritual yang menyimpang dari ajaran agama Islam, mengapa? Karena dianggap meniru tradisi, budaya, dan agama nonmuslim (kaum kafir).  Asal-Usul Tahun Baru Masehi Menurut Wikipedia, Tahun Baru Masehi (1 Januari) memiliki sejarah panjang. Awalnya kalender Romawi kuno yang memiliki 10 bulan, Maret sebagai bulan pertama. Lalu, pada tahun 153 SM oleh Januarius , bulan Januari dijadikan bulan pertama. Selanjutnya pada tahun 45 SM, Raja Romawi Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian yang dibuat mengikuti revolusi matahari (365,25 hari). Sejak tahun ke-46 SM, 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun. Dalam mitologi Romawi , nama Januari diamb...

Mewaspai Upaya Perusakan Akidah Islam

Gambar
OPINI Oleh Tinah Asri  Aktivis Dakwah dan Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- "Bagai bara dalam sekam." Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan adanya bahaya terselubung yang berusaha merusak kehidupan beragama di tanah air. Awal mula pengaruhnya kecil, tetapi lambat laun dikhawatirkan bisa merusak akidah khususnya generasi muda kaum muslim. Hal ini seperti yang terjadi di Tangerang, Banten, Jawa Barat , ratusan orang ramai-ramai mengganti kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi " Penghayat Kepercayaan " Dikutip dari AntaraBanten.com (05-10-2025), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) wilayah Banten mencatat sedikitnya 178 orang di wilayah itu mengajukan penggantian kolom agama menjadi Penghayat Kepercayaan.  Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Disdukcapil Banten, penggantian penghayat kepercayaan ini didukung oleh Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 97/-PUUK XIV/ 2016 yang diperkuat oleh Peraturan Presiden (Perpres) No 96...

Menjadi Ibu Generasi di Tengah Gerusan Kapitalistik

Gambar
OPINI   Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org. Tuntutan ekonomi dalam sistem kapitalistik tidak dimungkiri semakin meningkat. Seorang ibu yang seharusnya menjadi ummu wa rabbatul bait (pengatur rumah tangga dan pendidik anak-anak) kini tak sedikit yang bergeser menjadi tulang punggung. Padahal peran ibu ada di posisi sentral yakni sebagai pendidik utama dalam pembentukan karakter, akhlak, dan kepribadian anak. Bergesernya peran sentral ini menimbulkan masalah baru, yakni makin maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak, karena kebutuhan nau' (naluri seksual) tidak terpenuhi. Seperti kasus di Situbondo . Seorang anak di bawah umur, berinisial N (16) mengalami kekerasan seksual dan pelakunya adalah ayah dan pamannya. Ia mengalami kekerasan seksual sejak April-Oktober 2025. ( jatim.antaranews.com , 19/12/2025) Tidak dimungkiri jika kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dinas Pemberdayaan Perempuan ...

Mencetak Generasi Emas di Era Kapitalis

Gambar
OPINI Oleh Venni Hartiyah Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Allah sebagai Al Khaliq yang telah menciptakan kita di dunia ini mempunyai beberapa tujuan, salah satunya adalah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Manusia juga diciptakan berpasang-pasangan dengan tujuan untuk melestarikan jenisnya. Sehingga umat Rasulullah shallallahu alayhi wa salam menjadi semakin banyak. Frasa Ibu adalah madrasah pertama (al ummu madrasatul ula) merupakan sebuah pepatah atau ungkapan yang terkenal, yang dipopulerkan oleh penyair Mesir Hafiz Ibrahim . Maknanya bahwa ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Membentuk akhlak dan karakter yang baik sedini mungkin. Fitrah dan tanggung jawab yang melekat sebagai orang tua sangatlah penting untuk dimengerti oleh kita yang berperan sebagai orang tua.  Dilansir dari tribun-timur , Jumat (12-12-25), Aisyah Cendekia Islamic School kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah Islam yang mencetak generasi penghafal Al-Qur’...

Menjadi Ibu di Zaman Rusak: Bertahan atau Melawan?

Gambar
OPINI Oleh Ummu Qianny Aktivis Muslimah Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ada masa ketika menjadi ibu terasa wajar-wajar saja. Hari ini tidak, menjadi ibu rasanya seperti berjalan sambil menggendong amanah di tengah jalan yang licin, ramai, dan bising. Salah sedikit anak bisa jatuh, dan seringnya ibu yang pertama kali disalahkan. Dalam Islam posisi ibu tidak pernah dianggap ringan. Dari awal memang berat, karena dari rahim seorang ibulah lahir bukan hanya anak tapi juga arah hidup umat.  Kita bisa melihat sejarah bagaimana ulama besar, pemimpin tangguh, para pejuang, mereka tidak lahir dari ibu yang asal-asalan, tetapi mereka dibesarkan oleh perempuan yang paham bahwa menjadi ibu itu bukan sekadar peran domestik, tapi amanah besar. Allah SWT sudah mengingatkan dengan sangat jelas: " Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.. ." ( QS. At-Tahrim: 6) Ayat ini bukan ayat penghibur, melainkan perintah. Menjaga keluarga dari api neraka, bukan cuma...

Harga Diri Bangsa Retorika yang Manis Realita yang Pahit

Gambar
OPINI Oleh Isna Anafiah Aktivis Muslimah   Muslimahkaffahmedia.eu.org- Miris.. di tengah daruratnya bantuan bencana alam yang menimpa negeri ini, pemerintah masih saja mengelu-ngelukan "harga diri bangsa" . Hanya karena gengsi, pemerintah menolak secara tegas bantuan asing untuk menangani bencana di Aceh , Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Alasannya terdengar gagah dan heroik, pemerintah beranggapan bahwa menerima bantuan asing seperti merendahkan martabat nasional. Melalui penolakan ini pemerintah ingin menunjukkan kemandiriannya kepada negara asing.  Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia belum membutuhkan bantuan asing dalam menangani bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebab pemerintah yakin bisa menyelesaikan masalah bencana tersebut secara mandiri. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam agenda rapat paripurna di Istana Negara .  Menurut pemerintah bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut statusnya masih bencana biasa bukan bencana nasional. Pemer...

Pelayanan Urusan Rakyat Tanggung Jawab Negara, Termasuk Pascabencana

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah   Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Duka yang dialami saudara kita adalah duka umat muslim khusunya Indonesia. Dampak dari bencana tersebut menyebabkan banyak korban jiwa. Jumlah korban jiwa terus bertambah. Per 16 Desember 2025 jumlah korban jiwa di 3 provinsi ( Aceh , Sumatera Barat , dan Sumatera Utara ) ditemukan 1.053 meninggal.  Adapun korban meninggal pada 17 Desember 2025 ditemukan di Aceh Tamiang 17 jasad dan 1 jasad di Aceh Utara . Sedangkan di daerah Tapanuli ditemukan 5 jasad. Sehingga total pencarian hari ini ditemukan 23 jasad yang berhasil dieksekusi. Dari hasil pencarian ini masih ada 200 korban hilang dan 606.040 ada di pengungsian. ( detikNews.com , 16/12/2025). Berdasarkan catatan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), bencana ini disebabkan oleh kerentanan ekologis yang terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting, seperti hutan dan diperparah oleh krisis iklim . Dari periode 2016 hingga 2025, seluas 1...

‎Islam Mewujudkan Generasi Bertakwa dan Tangguh ‎

Gambar
OPINI ‎ ‎Oleh Sri Yana, S.Pd.I. Kontributor MKM ‎ ‎ Muslimahkaffahmedia.eu.org- Aktivisme generasi saat ini tumbuh di tengah arus informasi yang deras, cepat, dan sering kali bising. Fenomena ini menandai babak baru demokrasi siber yang perlu dibaca secara kritis dan reflektif. Generasi Z merupakan generasi yang lahir ketika internet tidak lagi menjadi kemewahan. Media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang hidup yang membentuk identitas, relasi sosial, hingga kesadaran politik ( kompas.com , 18/12/2025) ‎ ‎Di tengah derasnya arus informasi digital tersebut, generasi harus memiliki kesadaran untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk, serta mengambil hal-hal yang sesuai dengan syariat Islam dan meninggalkan yang bertentangan dengannya. Arus digital yang kuat justru menjadi tantangan terbesar bagi pemuda agar mampu mengambil peran aktif dengan menggunakan energi dan kreativitasnya untuk mendorong perubahan, advokasi , dan inovasi sosial. Dengan demikian, generasi...

Relevansi Islam dalam Mitigasi Bencana

Gambar
OPINI Oleh Luluk Kiftiyah  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) update korban meninggal bencana Sumatera dari 1.053 jiwa kini naik menjadi 1.059 jiwa. Begitu juga dengan korban hilang yang tadinya 200 jiwa kini menjadi 192 jiwa. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tiga provinsi. Adapun jumlah korban yang mengungsi juga mengalami penurunan. Sebelumnya 606.040 jiwa kini menjadi 577.600. ( rri.co.id , 18/12/15) Terhitung hampir empat pekan bencana ini berlalu, tetapi pemerintah belum menetapkan sebagai bencana nasional. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mampu menangani bencana secara mandiri. Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk terus memantau bencana Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara . Bahkan berencana mengunjungi rutin wilayah terdampak minimal sekali dalam sepekan. ( serambinews.com , 17/12/25) Keadaan Korban Pascabencana  Fakta di lapangan ternyata "Jauh panggang dari api". Beberap...

PP Perlindungan Anak di Ruang Digital: Benteng Perlindungan atau Ilusi Regulasi?

Gambar
OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org- Masuknya anak-anak ke dunia digital sejak usia dini kini menjadi realitas yang tak terelakkan. Gawai telah berubah menjadi kebutuhan harian, bahkan memicu ketergantungan. Pada saat yang sama, ruang digital dipenuhi beragam konten tanpa batas yang kerap luput dari pengawasan. Tak sedikit di antaranya bersifat merusak, mulai dari pornografi, kekerasan, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi. Kondisi ini menempatkan anak pada posisi yang sangat rentan, baik secara mental maupun moral. Situasi inilah yang mendorong negara merasa perlu hadir melalui kebijakan. Merespons maraknya ancaman tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS). Melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid , pemerintah menargetkan implementasi penuh PP ini mulai tahun depan. Kebijakan ini mencerminkan niat negara ...