Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Aksi Bejat di Panggung Isra Mikraj

Gambar
OPINI Oleh Yani Ummu Qutuz  Pegiat Literasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Perayaan Isra Mikraj seharusnya penuh dengan pesan takwa sehingga makin bertambah keimanan jemaah, makin takut mereka kepada Allah. Eh… ini malah melakukan maksiat dengan menghadirkan artis dangdut bergoyang seronok di panggung seusai pengajian. Seperti yang dikutip dari detikNews.com, Senin (19-1-2026), viral di media sosial video seorang biduan dangdut tengah berjoget di panggung perayaan Isra Mikraj, di Desa Parangharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi ini pun memicu polemik di tengah masyarakat dan mengundang perhatian masyarakat dan aparat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi mengecam peristiwa tersebut karena sangat tidak pantas ada di kegiatan keagamaan.  Fakta-Fakta Video Kejadian Pertama, sebuah video yang memperlihatkan seorang biduan dengan gaun hitam berjoget di atas panggung yang masih terpasang dekorasi perayaan Isra Mikraj. Aksi ini sangat tidak etis dan mengarah ...

Ketika Meteran Air Terus Melonjak dalam Kapitalisme

Gambar
OPINI Oleh Mimi Muthmainnah Akademi Menulis Kreatif Muslimahkaffahmedia.eu.org- Dari hari ke hari, meteran air terus merangkak tarifnya. Padahal, air merupakan kebutuhan paling mendasarkan bagi kehidupan manusia. Tanpa air, aktivitas harian mulai dari memasak, membersihkan diri, hingga beribadah tidak mungkin berjalan. Karena itu, ketersediaan air bersih seharusnya menjadi jaminan utama negara bagi seluruh rakyatnya. Sayangnya, realitas yang dihadapi masyarakat hari ini justru menunjukkan arah sebaliknya: air diposisikan sebagai komoditas yang bisa dinaikkan harganya atas nama efisiensi dan layanan. Kenaikan Tarif Air, Masalah Lama yang Terus Berulang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda resmi melakukan penyesuaian tarif air bersih sebesar 9 persen mulai tahun 2026. Kebijakan ini diperbarui setelah lima tahun. Sebelumnya, pada tahun 2021 juga terdapat kenaikan tarif air di Samarinda. Dalam rangka sosialisasi yang digelar di salah satu hotel di Samarinda pada Ka...

Ketika Ruang Kelas Berubah Jadi Ring Tinju

Gambar
OPINI Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd Praktisi Pendidikan  " Pendidikan adalah paspor ke masa depan". Muslimahkaffahmedia.eu.org- Ungkapan tersebut amat menarik ketika dikaitkan dengan karakter generasi saat ini. Muncul pertanyaan menggelitik, masa depan seperti apa yang akan terbentuk kelak? Karakter amburadul yang kerap mewarnai generasi, cukup membuat banyak pihak pesimis berbicara tentang masa depan. Pertanyaan yang patut ada dalam benak, seperti apa pola pendidikan dalam membentuk pribadi generasi saat ini? Dunia pendidikan diramaikan oleh fakta-fakta mengiris hati. Hubungan guru dan murid kian retak oleh persoalan disiplin, emosi sesaat, hingga kuasa orang tua murid. Semua ini pada akhirnya menyeret sekolah dalam pusaran konflik.  Di tahun 2026 perseteruan guru dan murid kembali menyeruak. Agus Saputro, seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, saling melempar kepalan tinju dengan sejumlah muridnya. Kelas yang seharusnya sebagai tempat pembelajaran justru berub...

Banjir di Mana-Mana: Akankah Indonesia Tenggelam?

Gambar
OPINI Oleh Rati Suharjo Penulis Artikel Islami di Era Digital Muslimahkaffahmedia.eu.org- Air kini menjadi berita utama, baik di media sosial maupun di dunia nyata. Banjir datang silih berganti seolah tanpa jeda. Dari Aceh hingga Jakarta dan Banten, air meluap, melumpuhkan aktivitas warga, merendam rumah, bahkan menutup jalur-jalur vital. Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah Indonesia sedang menuju “tenggelam” akibat kelalaian yang bersifat sistemik? Bencana banjir kembali melanda berbagai wilayah. Di Aceh, banjir terjadi akibat longsor serta rusaknya kawasan hulu. Sementara itu, Jakarta kembali menunjukkan wajah lamanya sebagai langganan banjir. Hujan dengan intensitas sedang saja kini sudah cukup untuk menggenangi permukiman warga hingga kawasan strategis ibu kota. Kondisi serupa juga terjadi di Banten. Jalan-jalan berubah menjadi sungai, rumah-rumah terendam, aktivitas warga lumpuh, dan kerugian materi tak terhitung. Bahkan, KM 50 Tol Jakarta–Merak dilapor...

Pengeroyokan Siswa Terhadap Guru, Bukti Generasi Krisis Adab

Gambar
Oleh Tutik Haryanti  Pegiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan perilaku anak didik yang makin jauh dari adab . Sejumlah siswa SMKN 3 Tanjung Jabung Timur , Jambi , melakukan pengeroyokan terhadap seorang guru hingga terjadi saling adu jotos. Peristiwa ini tentu sangat disayangkan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan mengajar justru menjadi ajang pertikaian. Patut ditelusuri dengan bijak, apa yang melatarbelakangi pengeroyokan tersebut? Apa penyebab generasi kini semakin krisis adab ? Lalu, adakah solusi yang dapat menjaga perilaku generasi dan eksistensi dunia pendidikan nenjadi berkualitas? Kronologi Pengeroyokan  Hasil penelusuran menunjukkan, pengeroyokan berawal saat seorang siswa yang sedang mengikuti pelajaran melontarkan perkataan yang tidak sopan terhadap seorang guru (Agus) yang sedang melintas di depan kelasnya. Tidak terima dengan perkataan siswa tersebut, lalu Agus pun masuk ke ruang kelas dan menanyakan si...

Perpres No. 115 Tahun 2025 Terbit, Terang Dapur Gelaplah Ruang Guru

Gambar
  OPINI   Oleh  Ria Nurvika Ginting, SH, MH  Dosen FH Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Kabar gembira bagi para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah bekerja di lapangan selama setahun terakhir dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No. 115 Tahun 2025 , dimana selama ini mereka dalam status abu-abu dan tidak memiliki landasan hukum akhirnya dengan Perpres ini ruang mereka mulai terang. Di dalam Pasal 17 Perpres ini telah memberikan kepastian arah negara menyiapkan jalur formal bagi tenaga SPPG untuk masuk dalam skema PPPK . Status ini otomatis menempatkan mereka sebagai bagian dari ASN , lengkap dengan hak, perlindungan kerja, dan kepastian karir.( Liputan4.com , 12/01/26) Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Pegawai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dari kalangan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) direncanakan akan diangkat menjadi PPPK, khususnya untuk Batch III dan terkait dengan Program Makan...

Guru VS Murid, Potret Pendidikan yang Kehilangan Nilai Islam OPINI

Gambar
  Oleh Yuli Ummu Raihan  Muslimah Peduli Generasi  Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Di luar nurul, begitu istilah kekinian yang bisa menggambarkan kejadian guru vs murid di Jambi yang viral di jagat maya. Bagaimana tidak, seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Agus Saputra adu jotos bak aksi laga  di layar kaca. Buntutnya Agus melaporkan kejadian ini ke Polda Jambi sebagai penganiayaan. Dalam video yang viral itu terlihat Agus menyampaikan perkataan lewat mikrofon yang belakangan diketahui bahwa saat itu Agus melontarkan kata yang bernada menghina sehingga menyulut amarah beberapa murid lainnya hingga terjadi pengeroyokan. ( Detik.com , 17/1/2026) Menurut Kepsek telah dilakukan mediasi bersama forum komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, siswa dan majelis guru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti merespons kejadian ini dan mengatakan Disdik setempat bersama pihak terkait sudah menangani kasus ini. ...

Dunia Merintih dalam Cengkeraman Kapitalisme Global

Gambar
  OPINI   Oleh Elfia Prihastuti, S.Pd. Praktisi Pendidikan Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Dunia saat ini tengah berada dalam genggaman ideologi kapitalisme . Berbagai kerusakan dan penderitaan menyelimuti penduduk dunia. Terlebih di bawah cengkeraman AS yang arogan, sok berkuasa, dan selalu melakukan tekanan pada negara lain, terutama bagi negeri-negeri muslim. Contoh nyata dari kerusakan yang ditimbulkan ideologi kapitalisme adalah bencana ekologis yang terjadi di negeri ini. Dunia melihat dahsyatnya banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bencana ini menelan korban meninggal sejumlah 1.177 orang. Data ini berdasarkan laporan situasi dan penanganan pascabencana hari ke-38, yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. ( Kompas.com , 4/1/2026) Sementara di belahan dunia lain kapitalisme global di bawah kepemimpinan AS telah menebarkan penderitaan, kesengsaraan dan kesewenang-wenangan bagi penduduk dunia terut...

Lumpur Bencana untuk Pemasukan Daerah : Watak Kotor Kapitalistik

Gambar
  OPINI   Oleh Zaesa Salsabila  Pegiat literasi Serdang Bedagai Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Musibah banjir dan longsor yang menimpa warga Aceh belum berakhir, namun sayang alih-alih mengerahkan segenap kemampuan untuk segera menyelesaikan dampak dari bencana tersebut, pemerintah yang seolah tidak berempati justru memandang tumpukan lumpur pasca banjir dan longsor sebagai peluang masuknya pendapatan daerah. Presiden Prabowo Subianto membuka tangan selebar-lebarnya bagi pihak swasta yang ingin memanfaatkan endapan lumpur akibat banjir dan longsor di kawasan sawah, sungai, dan sebagainya. Hal ini menanggapi laporan Gubernur yang menyampaikan ketertarikan berbagai pihak swasta untuk membeli endapan lumpur akibat bencana di Aceh. Beliau pun meminta agar hal ini bisa segera didalami dan dilaksanakan. Hal itu disampaikan langsung pada rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang pada awal tahun 2026. ( Sindonews.com , 1-1-26) Kebijakan...

Guru Dikeroyok Siswa, Siswa Dihina Guru: Buah Pendidikan Sekuler

Gambar
  OPINI   Oleh Jasli La Jate  Penggiat Literasi Muslimahkaffahmedia.eu.org , OPINI - Dunia pendidikan sedang tercoreng. Pasalnya, beberapa waktu lalu viral di media sosial seorang guru SMK dikeroyok oleh muridnya sendiri. Hal ini terjadi di Jambi . Kronologi kejadian berawal dari peneguran siswa di kelas.  Menurut Agus (guru yang dikeroyok) saat berjalan di luar ruang kelas. Dari dalam kelas, ada salah satu siswa yang menegurnya dengan bahasa yang tidak pantas. Guru tersebut masuk ke dalam kelas lalu menanyakan siapa yang menegurnya. Sedangkan menurut siswa, guru tersebut sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin ( tribunbengkulu.com , 17/1/2026). Berawal dari inilah akhirnya adu jotos pun terjadi. Bahkan kabarnya, berlanjut ke meja hukum lantaran tidak terjadi kesepakatan damai.  Buah Pendidikan Sekuler Dalam kasus ini, tercermin bahwa pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah serius dalam dunia pendidikan. Guru dan s...