Postingan

Mengembalikan Ittiba’ Menuju Kebangkitan Umat Rasulullah saw.

Gambar
OPINI   Oleh Windi Permana S.Sos Pendidik Generasi Ideologis Tradisi Tahunan Yang Kehilangan Visi Muslimahkaffahmedia.eu.org- Setiap tahun, gemuruh shalawat dan semarak pawai mewarnai perayaan Maulid Nabi di berbagai penjuru negeri. Umat Islam berbondong-bondong memenuhi majelis taklim, masjid, hingga lapangan terbuka untuk mengekspresikan kecintaan mereka kepada Rasulullah saw.. Namun, di balik hiruk-pikuk ritual dan luapan emosi keagamaan yang membahana, muncul pertanyaan mendasar: seberapa dalam substansi peringatan ini mampu menembus kesadaran kolektif kita? Sering kali, energi spiritual yang luar biasa ini hanya menguap di akhir acara, tanpa meninggalkan bekas perubahan berarti dalam tatanan hidup, seolah-olah perayaan menjadi tujuan akhir, bukan pintu masuk untuk merenungi apa sebenarnya misi besar Sang Rasul. Fenomena ini semakin terasa janggal ketika kita mencermati bahwa narasi keteladanan (ittiba’) yang disampaikan pada momentum Maulid masih terperangkap pada ranah etika ...

Polemik Desil: Saat Kehidupan Rakyat Direduksi Menjadi Data

Gambar
OPINI Oleh Umi Rokayah (Aktivis Dakwah)  Muslimahkaffahmedia.eu.org- Perdebatan mengenai penggunaan desil dalam menentukan kondisi ekonomi masyarakat kembali menjadi perhatian. Desil digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Namun, persoalan muncul ketika klasifikasi statistik tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas dan subsidi negara. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah rencana pembatasan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil tertentu, termasuk desil 9 dan 10. Kebijakan semacam ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah posisi seseorang dalam sebuah kelompok statistik benar-benar mampu menggambarkan kondisi ekonominya secara utuh? Pemerintah memang menjelaskan bahwa desil bukanlah ukuran mutlak kaya atau miskinnya seseorang. Namun, ketika angka tersebut dijadikan dasar untuk menentukan hak masyarakat atas subsidi, persoalan menj...

Motor Listrik Nasional (Molinas), Siapa Diuntungkan?

Gambar
  OPINI Oleh Siti Rohmah, S. Ak Pemerhati Kebijakan Publik MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Indonesia saat ini mulai membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Setelah pemerintah meluncurkan program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya kompleks mobil listrik yang tengah dibangun di kawasan Subang, Jawa Barat. Produksi masal mobil listrik ditargetkan mulai pada tahun 2028. Presiden juga mengatakan bahwa gagasan ini merupakan ' game changer '. Kolaborasi pengembangan motor listrik oleh berbagai pelaku usaha dalam negeri seperti PT Indika Energi Tbk dan didukung pembiayaan Danantara serta sejumlah pabrikan global seperti Vinfast Automobile dan BYD Motor Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menanamkan modal besar untuk membangun fasilitas manufaktur molinas yang berada di kawasan Subang, Jawa Barat. Beritasatu.com , (13-08-2026).  Demi Keuntungan Pengusaha Presiden Prabowo Subianto pun membe...

Gen Z Terimpit. Antara Tekanan Ekonomi, Hedonisme, dan Krisis Tujuan Hidup

Gambar
  OPINI Oleh Nia Kurniawati  Pendidik Generasi  MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI -Tanggal gajian tiba. Notifikasi transfer masuk ke telepon genggam. Dalam hitungan menit, sebagian pekerja muda langsung membuka aplikasi Mobile Banking untuk membayar sewa tempat tinggal, tagihan listrik, atau kebutuhan bulanan lain yang tidak bisa ditunda. Setelah kewajiban selesai, sebagian lainnya membuka keranjang belanja daring yang sudah diisi sejak beberapa hari sebelumnya. Ada yang membeli lipstik, parfum, memesan kopi atau matcha, memperpanjang langganan layanan musik digital, mencoba restoran yang sedang ramai diperbincangkan, menonton film di bioskop, hingga berburu tiket konser. Kebiasaan seperti ini menjadi lumrah di medsos yang dikenal dengan berbagai istilah, mulai dari self reward, little treat , hingga healing tipis-tipis. ( Kompas.com ,12-08-2026). Bagi Gen Z membeli sesuatu setelah menerima gaji merupakan cara sederhana untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri s...

Ketika Energi Jadi Dagangan: Solusi Islam Atasi Krisis BBM

Gambar
  OPINI Oleh Yusi Susanti  Aktivis muslimah MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Pemandangan antrean BBM kembali jadi luka. Di Sumut, Riau, hingga Kalbar, kendaraan mengular ratusan meter. Sopir truk tidur di kabin demi seliter solar. Warga berburu BBM sejak subuh. Puncaknya, ada pengemudi yang meninggal di balik kemudi karena kelelahan menunggu. BPH Migas menyebut ini _panic buying_. Tapi faktanya, konsumsi Pertalite dan Solar subsidi sudah >50% kuota tahunan hanya dalam 7 bulan. Sisa kuota jelas kritis. Saat harga non-subsidi naik dan kuota dipangkas, rakyat wajar beralih ke subsidi. Itu rasional.   Tapi jawaban negara justru administratif: batasi volume, verifikasi nopol, pakai aplikasi. Ini bukan menyelesaikan pasokan. Ini hanya "mengelola kelangkaan" sambil menambah beban rakyat. Akar Masalah: Negara Berubah Jadi Pedagang Indonesia kaya SDA, tapi terus krisis energi. Karena paradigma kelolanya salah. Sektor migas dikurung logika neoliberal. Dari hulu ke hilir ...

Menyudahi Akar Masalah Karhutla di Indonesia

Gambar
  OPINI Oleh: Windi Permana, S.Sos Pendidik Generasi Ideologis MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI-1. Karhutla Bukan Bencana Alam, Tapi Kejahatan Terstruktur Setiap tahun asap datang lagi. Setiap tahun rakyat sesak napas lagi.   Sepanjang Januari hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Sumatera dan Kalimantan mencapai 48.889,69 hektare. Total nasional lebih dari 107.000 hektare. Kabut asap pun kembali melintasi batas negara dan menurunkan kualitas udara jutaan orang. Pemerintah sibuk mengerahkan satgas darat dan helikopter water bombing. Tapi di lapangan, petugas sendiri menemukan indikasi: ini kebakaran sengaja. Pembakaran untuk mempercepat pembukaan lahan perkebunan.   Mensesneg menyebut 4 perusahaan sedang diselidiki. Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang tersangka. Jadi jelas. Karhutla bukan semata "kemarau panjang". Ada tangan-tangan serakah di baliknya. 2. Mengapa Pelaku Besar Sulit Tersentuh Hukum? Karena akarnya bukan di api, tapi di sistem. Dal...

Perundungan Pasien BPJS: Benarkah Sistem Ini Membantu?

Gambar
  OPINI Oleh Misriyatik  Aktivis Peduli Umat MuslimahKaffahMedia.eu.org , OPINI- Viral di Threads, Bapak Yurizal, pasien BPJS Kesehatan, mengunggah keluhannya karena belum mendapatkan ruang rawat inap meskipun sudah menunggu selama 8 jam. Alih-alih simpati, kolom komentar justru dipenuhi cibiran. Ironisnya, beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan pun ikut melontarkan sindiran. Empati hilang, yang tersisa adalah perundungan. [ Kompas.id , 7-8-2026] Peristiwa ini bukan sekadar soal satu pasien dan satu rumah sakit. Ini cermin retaknya sistem kesehatan kita. Keterbatasan tempat dan birokrasi, ranjang penuh, rujukan berbelit-belit, dan pernyataan klasik “kuota BPJS hari ini sudah habis”. Dalam sistem seperti ini, wajar jika pasien frustrasi. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah tenaga kesehatan pun ikut tertekan. Permasalahan defisit dan keterlambatan klaim membuat banyak rumah sakit mengeluh karena pembayaran dari BPJS terlambat. Akibatnya muncul diskrimina...