Tanpa Syariat, Kelaparan adalah Senjata Politik
OPINI Oleh Qitfirul Azizah Pencerah Ideologis Muslimahkaffahmedia.eu.org- Pemerintah bilang swasembada. Sedangkan di pasar, ibu-ibu bilang: “semuanya mahal”. Lalu, mana yang benar? Swasembada Tetapi Dompet Menipis Di tengah gencarnya klaim pemerintah bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, realita di lapangan justru memukul telak rakyat. Harga sejumlah bahan pangan pokok terus merangkak, naik tanpa jeda. Menteri Perdagangan sendiri buka suara merespon harga ayam yang melambung hingga Rp100.000,00 per kg. [ cnnindonesia.com ] Cabai, telur, ayam, beras, hingga minyak goreng kompak naik pada akhir pekan. Di Jakarta, harga ayam dan telur terus naik hingga anggota dewan pun meminta Pemprov DKI membenahi sistem pangan dari hulu. Yang lebih ironis, kenaikan harga tidak merata. Di satu wilayah, harga telur Rp30.000,00 per kg dianggap “masih rendah”. Sebaliknya, di wilayah lain, rakyat sudah menjerit. Di Papua harganya bisa 2 kali lipat dari Jawa. Di kepulauan terpencil, ha...